Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Aceh's Multicultural Society in The Dutch Colonial Era: A Historical Study Of Modernization, Diversity And Inter-Ethnic Relations
This article aims to explain the modernization that occurred in Aceh during the Dutch colonial era and the diversity that emerged as a result of modernization, as well as to explain the relations between ethnic groups in Aceh during the Dutch colonial era, especially between the Acehnese and Minangkabau ethnic groups. This research is a library research with a descriptive analysis type. Modernization in Aceh during the Dutch colonial era occurred in at least three aspects, namely infrastructure modernization, especially highways and railways, economic modernization marked by the opening of large-scale plantations and educational modernization. The modernization of infrastructure, economy and education carried out by the Dutch in Aceh has caused a wave of migration from outside Aceh, thus having an impact on increasing ethnic diversity in Aceh. Relations between ethnic groups, especially between Acehnese and Minangkabau, have not been good, where there is negative prejudice from Acehnese people towards Minangkabau people due to historical prejudice factors, discrimination and excessive feelings of superiority
Interactive Physics Learning Innovation Using Solar System Scope to Understand Solar System Material
Physics learning is considered challenging because it involves abstract concepts that are difficult for students to understand, for example the material on the solar system. Interactive learning innovations use the Solar System Scope application as an effective learning medium in understanding the concept of the solar system. This study aims to describe the use of interactive web technology such as Solar System Scope as a learning medium for the solar system in class VI of Public Elementary School Suryodiningratan 3. The research approach uses qualitative descriptive with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that students were interested and found it easier to understand the material on the solar system. This innovation increases interest in learning, makes it easier to understand physics concepts, and encourages active student involvement in the learning process. The use of 3D visualization, interactive simulations, and exploration features allows students to learn the structure, motion, and characteristics of planets and the solar system in an interesting and amazing way. This innovation is expected to be an effective solution in supporting more modern and relevant physics learning
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning berbasis budaya Melayu dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA. Budaya Melayu dipilih sebagai pendekatan kontekstual dalam pembelajaran karena nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya, seperti permainan tradisional, perayaan budaya serta kebiasaan dalam bermusyawarah yang diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pre test dan post test pada setiap pertemuan dan tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari 6 butir soal essai. Teknik analisis data menggunakan analisis N-gain dan uji t. Hasil analisis N-gain menunjukkan nilai 0,48 pada pertemuan ketiga pada kelas ekperimen dan nilai 0,32 untuk kelas kontrol. Hasil uji t diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA
PENGUATAN MANAJEMEN TATA KELOLA SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL SKB KEPULAUAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Manajemen tata kelola satuan pendidikan nonformal, khususnya Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di wilayah kepulauan, menghadapi berbagai tantangan dalam peningkatan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan manajemen tata kelola SKB kepulauan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus pada beberapa SKB di wilayah kepulauan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan manajemen berbasis keterlibatan komunitas, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan merupakan faktor utama dalam meningkatkan efektivitas tata kelola SKB. Studi ini merekomendasikan kebijakan yang mendukung aksesibilitas pendidikan, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta optimalisasi sumber daya untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan nonformal di wilayah kepulauan
EFEKTIVITAS MODEL BISNIS EKONOMI SIRKULAR PADA PROGRAM “PKT BISA” INISIASI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT DUSUN BABADAN
Di balik tersematnya gelar negara agraris yang selalu digadang-gadangkan, terdapat jutaan masyarakat tani Indonesia yang terjebak dalam kompleksitas permasalahan yang mengancam penghidupan mereka, mulai dari alih fungsi lahan, kenaikan harga sarana produksi pertanian, degradasi kualitas tanah, harga jual tidak bersaing, hingga tantangan perubahan iklim. Dengan fokus mendalami proses perjalanan Program PKT BISA (Pertanian Kompos Terpadu Untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera) yang diinisiasi dan diimplementasikan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur dalam merespon isu krusial praktik pertanian tidak berkelanjutan, yang berdampak pada produktivitas lahan dan lingkungan di Dusun Babadan - Kabupaten Magetan, studi dengan pendekatan kualitatif ini menyoroti proses inovasi sosial Program PKT BISA berdasarkan enam tahapan: prompts, proposals, prototype, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil yang ditemukan dalam studi ini menunjukkan bahwa Program PKT BISA telah melalui tahapan inovasi sosial secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan masyarakat Babadan dengan fokus pada pengembangan sistem pertanian terpadu melalui model ekonomi sirkular yang efektif dalam menciptakan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan efektivitas metode belajar matematika melalui model TANDUR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran TANDUR dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Metode menggunakan desain eksperimen dalam pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 72 siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 2 kalasan dibagi menjadi kelompok eksperimen kelas 7A sebagai kelompok uji dan 7B sebagai kelompok acuan. Sebelum intervensi, rerata capaian belajar pada kelompok uji yaitu 63,97, sedangkan kelompok acuan 61,14. Setelah penerapan model TANDUR, nilai rata-rata kelompok uji menjadi 79,08 lebih tinggi dari nilai minimum ketuntasan belajar 72. Uji normalitas menampilkan kedua kelompok berdistribusi normal. Sedangkan uji homogenitas menampilkan bahwa variasi kedua kelompok adalah homogen. Uji t menampilkan perbedaan model TANDUR lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Selain peningkatan hasil belajar, penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Data observasi meninjau siswa di kelas uji aktif bertanya 50% dibanding 13% di kelas acuan, menjawab pertanyaan guru 61% dibanding 19,4%, serta berdiskusi dalam kelompok 77% dibanding 25% dan lebih sering memberikan tanggapan teman 55,6% dibanding 16,7%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model TANDUR dapat menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, model pembelajaran TANDUR tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa juga mendorong keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran
Efektivitas kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa dengan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot di MTsS Kesuma LKMD
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Kahoot terhadap kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsS Kesuma LKMD. Penelitian eksperimen ini mengadopsi desain pretest-posttest control group design. Sampelnya meliputi dua kelas, yakni kelas VII-1 selaku kelompok eksperimennya (39 siswa) dan kelas VII-2 selaku kelompok kontrolnya (42 siswa). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan ialah tes dan angket. Data dianalisis mengadopsi uji t dan N-Gain. Temuan penelitian mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan di antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot dengan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata motivasi belajar siswa sebelum menggunakan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot sebesar 74,82%, meningkat menjadi 90,08% setelah menggunakan model. Peningkatan motivasi belajar sebesar 0,61% tergolong sedang. Alhasil, kesimpulannya bahwa model PBL berbantuan aplikasi Kahoot efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsS Kesuma LKMD
Pemanfaatan Susu Kedelai dan Daun Eceng Gondok Sebagai Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens)
Pupuk organik cair ialah pupuk yang kandungan bahan kimianya berupa unsur hara makro dan mikro, sehingga dapat menyediakan jumlah hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair dibuat dari kotoran hewan dan daun yang telah diuraikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan susu kedelai dan daun eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Jenis penelitian berupa kuantitatif dengan metode eksperimen, dimana daun eceng gondok di timbang dan di potong lalu di campurkan dengan susu kedelai dan air dengan perbandingan 1 : 2. Setelah didiamkan selama 10 hari, dilakukan pengenceran dengan berbagai taraf konsentrasi dan diberikan secara berkala yakni 2 kali selama masa penelitian pada tanaman cabai rawit. Hasil dari penelitian pada perhitungan tinggi tanaman menunjukkan pemberian 200 ml/liter sebesar 45 cm. Pada perhitungan jumlah daun pemberian 200 ml/liter sebanyak 247. Pada perhitungan jumlah buah menunjukkan pemberian 200ml/liter sebanyak 27 buah. Hasil penelitian mengarah pada kesimpulan bahwa pupuk organik cair susu kedelai dan eceng gondok diberikan dalam dosis 200 mililiter per liter hasilnya menampilkan yang paling baik dalam perhitungan tinggi tanaman, jumlah daun dan buah tanaman cabai rawit
Eksplorasi Kebutuhan Bahan Ajar pada Matakuliah Biologi Umum di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Mulawarman
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan bahan ajar mahasiswa S1 yang mengikuti mata kuliah Biologi Umum di Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 65 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan buku, e-book, dan artikel jurnal online sebagai sumber belajar. Mayoritas mahasiswa (94%) menyatakan kesulitan dalam memahami konten mata kuliah karena sifatnya yang abstrak, tantangan dalam menerapkan konsep, dan terbatasnya akses ke sumber yang relevan. Mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang jelas, mudah diakses, praktis, dan berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Metode pembelajaran aktif seperti pembelajaran berbasis penelitian, praktikum lapangan, dan diskusi kelompok lebih disukai. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa membutuhkan bahan ajar kontekstual yang yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran
Analisis Strategi Adaptasi Banjir di Jakarta dan Singapura
Banjir menjadi tantangan signifikan bagi kota pesisir seperti Jakarta dan Singapura. Penelitian ini menganalisis efektivitas strategi adaptasi banjir di kedua kota berdasarkan kebijakan, infrastruktur, teknologi, dan peran masyarakat. Menggunakan metode deskriptif-komparatif berbasis data sekunder, studi ini mengintegrasikan pendekatan geografi lingkungan untuk menilai bagaimana faktor spasial mempengaruhi kerentanan serta respons adaptif masyarakat. Singapura mengelola banjir melalui sistem drainase canggih, perencanaan ruang terintegrasi, dan teknologi seperti Stamford Detention Tank serta aplikasi peringatan dini. Sementara itu, Jakarta mengembangkan waduk, normalisasi sungai, dan aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Hasil studi menunjukkan bahwa strategi Singapura lebih efektif karena koordinasi antar lembaga dan investasi berkelanjutan. Jakarta perlu memperkuat implementasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor. Kajian ini memberikan kontribusi geografis melalui analisis adaptasi banjir yang dapat diadopsi kota lain dalam pengelolaan risiko bencana hidrometeorologi