Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pembelajaran Sains: Studi Implementasi Pembelajaran Terpadu di Madrasah Ibtidaiyah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Sains di Madrasah Ibtidaiyah serta mengidentifikasi strategi, hasil, dan tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus ganda pada dua madrasah yang menerapkan model integratif PAI–Sains. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, analisis dokumen, dan focus group discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Sains dilakukan melalui pengaitan konsep ilmiah dengan ayat-ayat kauniyah, pembiasaan refleksi spiritual, dan penerapan proyek kontekstual yang menumbuhkan rasa syukur serta tanggung jawab ekologis siswa. Implementasi pembelajaran terpadu ini terbukti meningkatkan pemahaman konseptual siswa, sikap religius, dan motivasi belajar, meskipun masih ditemukan kendala seperti keterbatasan sumber belajar integratif dan kurangnya pelatihan guru dalam mengembangkan perangkat ajar berbasis integrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pembelajaran terpadu PAI–Sains merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan Islam yang holistik, humanis, dan transformatif, yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara seimbang
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING BUTIK VENNI DI SAMARINDA MELALU INOVASI PRODUK, KUALITAS BADAN DAN PROMOSI ONLINE
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pemasaran Butik Venni (berdiri sejak 1996 di Samarinda) untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing. Strategi utama butik meliputi: inovasi produk (mengikuti tren, layanan kustomisasi), kualitas bahan premium (nyaman, aman, tahan lama), dan promosi digital (via Instagram) untuk memperluas jangkauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi ketiga faktor tersebut (diperkuat oleh wawancara pelanggan dan data penjualan) berhasil meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, memperkuat citra merek, serta menciptakan daya saing berkelanjutan. Peningkatan omzet tertinggi tercatat Rp26.124.900 pada bulan Agustus, mayoritas dari pesanan seragam/kebaya. Rekomendasi penelitian: Butik Venni disarankan untuk terus memperluas inovasi desain, memperkaya variasi produk/layanan, mengoptimalkan promosi digital dengan kolaborasi/fitur interaktif, dan meningkatkan sistem pencatatan data penjualan/pelanggan secara digital
Implementasi Metode Reitasi Pada Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta didik Mata Pelajaran Manajemen Logistik Kelas X SMKN 17 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Manajemen Logistik melalui penerapan metode resitasi berbasis proyek. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas X Manlog SMKN 17 Samarinda. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes (pre-test dan post-test), serta dokumentasi, dengan analisis data secara kualitatif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dari 56,66% menjadi 96,66% dan aktivitas peserta didik dari 53,33% menjadi 95,55% dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari 59,04% pada pra-siklus menjadi 68,33% pada siklus I, dan 77,05% pada siklus II, dengan ketuntasan belajar mencapai 83,33%. Penerapan metode resitasi berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, serta keterampilan praktis peserta didik pada mata pelajaran Manajemen Logistik
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KINERJA GURU SMK NEGERI 8 SAMARINDA
Kinerja guru merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah. Guru yang berkinerja tinggi mampu menciptakan suasana belajar efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja guru adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Lingkungan sekolah dengan fasilitas lengkap, nyaman, dan terawat dapat meningkatkan motivasi guru serta mendukung pelaksanaan tugas secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sarana dan prasarana terhadap kinerja guru di SMK Negeri 8 Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal, dengan populasi seluruh guru SMK Negeri 8 Samarinda dan sampel sebanyak 63 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh sarana dan prasarana (X) terhadap kinerja guru (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan thitung = 10,274 > ttabel = 1,999 dan signifikansi < 0,001. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,634 menunjukkan kontribusi 63,4% terhadap variasi kinerja guru, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, sarana dan prasarana memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja guru, menegaskan pentingnya pengadaan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan untuk mendukung mutu pembelajaran dan profesionalisme guru.
 
Karakterisasi simplisia kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik simplisia kulit batang selutui puka. Penelitian merupakan penelitian eksperimental yang dimulai dari determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, karakterisasi spesifik yang meliputi pengujian makroskopik dan mikroskopik, penentuan kadar ekstrak larut etanol dan air, dan skrining fitokimia, karakterisasi non spesifik meliputi penentuan kadar air, kadar abu, dan kadar abu tidak larut asam. Data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa simplisia memiliki permukaan luar kasar dan bercak putih, permukaan dalam halus, memiliki tekstur keras dan rapuh, berwarna coklat muda, beraroma khas dan berasa pahit, memiliki fragmen pengenal seperti sel gabus tangesial, serabut, sel batu, hablur kalsium oksalat dan butir pati, memiliki kadar ekstrak larut air dan etanol secara berurutan adalah 7% (b/b) dan 4% (b/b), dan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Kadar air, abu, dan abu tidak larut asam dari simplisia berturut-turut adalah 8% (b/b), 5,08% (b/b) dan 0,68% (b/b). Dapat disimpulkan bahwa kulit batang selutui puka memiliki karakteristik spesifik dan non spesifik yang berpotensi sebagai obat tradisional dan acuan penelitian selanjutnya mengenai aktivitas senyawa bioaktif
Cooperative Learning Strategies for Engaging History Education: Exploring GI and TGT Models
History learning is considered boring learning for students, this learning is considered less useful because it is identical to memorization, therefore educators must have expertise in mastering learning methods and models so that learning in the classroom becomes not boring. This writing aims to see the relevance of the Group Investigation (GI) and Team Game Tournament (TGT) learning models. The method used in this article is descriptive qualitative. Qualitative descriptive research method is one type of analysis that explains a phenomenon or data obtained. The phenomenon or data is obtained from books, journals, and articles with collection techniques namely editing, organizing, and finding. The results of the analysis conducted by the author regarding the definition of GI and TGT, then the relevance of GI and TGT in learning history. The conclusion of this writing is that by using interesting and interactive learning models such as GI and TGT, history learning which is considered boring will become interesting learning for students
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Disiplin Anak Usia Dini 4-5 Tahun di TK/KB Islam Istiqamah Balikapan
Kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan pendidikan karakter disiplin anak usia dini 4-5 tahun di TK/KB Islam Istiqamah Balikpapan. Tujuan penetian ini untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan pendidikan karakter disiplin anak usia dini 4-5 tahun di tk/kb islam istiqamah balikpapan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian ini tiga guru kelas di tk/kb islam istiqamah balikpapan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi : (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) display data, (4) penarikan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan pendidikan karakter disiplin anak usia dini 4-5 tahun di tk/kb islam istiqamah balikapapan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan pendidikan karakter anak usia dini sebagai panutan bagi peserta didik untuk menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat.
Begasing: Permainan Tradisional yang Mendorong Kreativitas dan Kerjasama Anak Usia Dini
Permainan tradisional Begasing, yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Artikel ini mengkaji peran begasing dalam mendorong kreativitas dan kerjasama di kalangan anak-anak. Begasing tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus, keterampilan sosial, dan kemampuan berfikir kreatif anak. Selain itu, permainan ini juga memperkuat hubungan antara teman sebaya dan menciptakan rasa saling menghargai. Dengan demikian, begasing dapat dijadikan sebagai alternatif dalam Pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan karakter dan sosial anak. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua mengenai pentingnya melestarikan permainan tradisional khas Kalimantan timur sebagai bagian dari pembelajaran anak
Peran Permainan Tradisional Belogo dalam Pengembangan Keterampilan Berkebhinekaan Global Anak Usia Dini 4-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran permainan tradisional Belogo dalam mengembangkan keterampilan berkebhinekaan global pada anak usia dini, khususnya pada kelompok usia 4-6 tahun. Melalui metode study literature dan wawancara kepada orang yang ahli dalam bidang permainan tradisional Belogo, penelitian ini menjelaskan bahwa permainan Belogo memiliki potensi yang sangat baik dalam menumbuhkan berkebhinekaan global anak usia dini. Khususnya pada empat elemen dimensi berkebhinekaan global termasuk sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan kemampuan berkomunikasi antar budaya. Melalui permainan tradisional Belogo anak mampu mendapatkan wawasan baru serta meningkatkan keterampilan berkebhinekaan global setiap individu. Permainan Belogo juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mempersiapkan anak-anak menjadi warga global yang memiliki kesadaran akan keberagaman budaya
Urgency of Maja Labo Dahu Local Wisdom Value in The Formation of Children's Religious Character in Rada Village
This research is to examine the urgency of the local wisdom value of maja labo dahu in the formation of children's religious character in Rada village, Bima regency. Maja labo dahu, which means "shame and fear (of god)", is a philosophy of life of the Bima people that emphasizes the importance of shame to do wrong and fear of God as a moral foundation. This value is believed to be able to become a social control and shape the character of children who are honest, discilplind, responsible, and avoid reprehensible actions. This research uses a qualitative approach with a case study method, data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation and coclusion drawing. The results showed that the integration of maja labo dahu values in the family environment plays an important role in instilling children's religious character. This value not only strengthens children's cultural and religious identity, but also becomes an effective moral fortress in facing the challenges of the digital era and the negative influence of social media. Thus, internalizing the value of maja labo dahu is urgent to strengthen the religious character of the younger amid rapid social change