Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
MENCIPTAKAN PERUBAHAN SOSIAL: STUDI KASUS DIFUSI INOVASI PADA PROGRAM CSR BERGELIMANG PT PERTAMINA PATRA NIAGA FT MAOS
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang bagaimana difusi inovasi Program CSR Bergelimang PT Pertamina Patra Niaga FT Maos mampu menciptakan perubahan sosial bagi masyarakat Desa Alasmalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumen internal CSR serta sumber literatur terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Bergelimang sebagai sebuah difusi inovasi telah melewati tahapan difusi yang utuh dan memiliki elemen yang lengkap, sehingga mampu menciptakan perubahan sosial secara kultural. Perubahan tersebut ditandai dengan semakin kuatnya nilai serta norma tentang kepedulian lingkungan keberlanjutan serta kewirausahaan di kalangan masyarakat Desa Alasmalang. Keberhasilan perubahan sosial secara kultural tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran kolaborator utama program yaitu local hero desa setempa
Intervensi Pembelajaran Membaca Awal Melalui Buku Teks Bergambar Pada Siswa Kelas I Di SDN 002 Samarinda Kota
Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas I. Membaca awal menjadi fondasi bagi keberhasilan belajar di berbagai mata pelajaran. Tanpa kemampuan membaca yang baik, siswa akan kesulitan mengikuti proses pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan intervensi pembelajaran membaca awal melalui buku teks bergambar pada siswa, peran guru dalam membantu siswa mengatasi kesulitan membaca awal, serta menggali berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan maupun kendala yang muncul selama proses intervensi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca serta guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tiga tahap, yaitu: Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi
Implementasi Papan Pecahan Sebagai Media Visual Dalam Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Senilai
Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering menghadapi tantangan, terutama dalam mengajarkan materi abstark seperti pecahan senilai. Kurangnya media visual yang konkret menyebabkan siswa kesulitan memahami hubungan nilai antar pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan media papan pecahan sebagai alat bantu visual dalam memahami konsep pecahan senilai di kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan 29 siswa kelas IV SDN 002 Samarinda Kota. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara induktif dengan teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media papan pecahan membantu siswa mengidentifikasi dan membandingkan pecahan yang memiliki nilai setara secara konkret. Penggunaan media ini memfasilitasi siswa untuk memahami kesetaraan antar pecahan melalui pengalaman nyata. Guru menyatakan bahwa papan pecahan memudahkan dalam menjelaskan materi abstrak menjadi lebih nyata, serta meningkatkan antusiasme, partisipasi aktif, dan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media papan pecahan sangat tepat digunakan dalam pembelajaran pecahan senilai di sekolah dasar karena memperkuat representasi visual dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna
Eksplorasi Fenomenologis Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa Terhadap Hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di Universitas PGRI Wiranegara (Studi Kulitatif)
Penelitian ini mengeksporasi secara fenomenologis persepsi dan pengalaman mashasiswa Universitas PGRI Woranegara terkait hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI sendiri merupakan standar pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam yang menghasilkan data berupa teks persepsi dan pengalaman mahasiswa setelah mengkuti tes UKBI. Fokus penelitian ini adalah memahami makna subjektif yang diberikan mahasiswa terhadap skor UKBI yang diperolehnya. Bagaimana persepsi ini terbentuk serta dampak pengalaman mahasiswa dalam proses tes UKBI terhadap pandangan mereka tentang kemahiran berbahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan keragaman persepsi mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara terhadap hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sebanyak 79% dari 40 mahasiswa sebagai peserta tes UKBI menyatakan penerimaan positif sebagai tolok ukur kompetensi berbahasa. Pengalaman personal selama pelaksaan tes, seperti kesulitan soal, kondisi lingkungan tes terkait dengan ruangan yang terlalu sempit, jaringan, dan persiapan lain yang dilakukan turut membentuk persepsi mahasiswa. Selain persepsi tentang pengalaman saat pelaksanaan, penelitian ini juga mengidentifikasi bagaimana hasil UKBI memengaruhi motivasi belajar dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam lingkup akademik maupun sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memeberikan wawasan berharga bagi dosen, perguruan tinggi, dan pengembang UKBI untuk meningkatkan efektivitas dan penerimaan tes sebagai alat evaluasi kemahiran berbahas
Eksplorasi Etnomatemtika Berbasis Alat Kesenian Rebana Dalam Pembelajaran Matematika
Etnomatematika merupakan pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi alat musik tradisional rebana sebagai media pembelajaran materi geometri bangun ruang pada jenjang SMA. Hasil hasil penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa bentuk fisik rebana, seperti bass, terbangan, darbuka, keprak, dan tam, mencerminkan konsep bangun ruang seperti tabung dan kerucut. Melalui pemanfaatan objek budaya ini, siswa dapat mempelajari elemen-elemen geometri seperti tinggi, diameter, jari-jari, luas permukaan, dan volume secara lebih konkret. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk mengaitkan pengalaman budaya dengan konsep matematika yang bersifat abstrak, sehingga memperkuat pemahaman spasial, menumbuhkan daya pikir kritis, serta menanamkan nilai pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, penggunaan rebana dalam pembelajaran geometri direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran matematika di sekolah menengah atas
Kajian Etnomatematika pada Pola Lantai Tari Gandrung sebagai Representasi Geometri Transformasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam pola lantai Tari Gandrung sebagai representasi dari konsep geometri transformasi. Tari Gandrung, sebagai warisan budaya Banyuwangi, tidak hanya memiliki nilai estetika dan simbolik, tetapi juga memuat konsep matematika yang terwujud dalam pola gerak penari di atas panggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi non-partisipatif terhadap dokumentasi video dan foto pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola lantai dalam tari gandrung mengandung unsur: 1) simetri refleksi, terlihat dari formasi penari yang mencerminkan kesetangkupan gerakan kiri dan kanan. 2) translasi, tercermin pada perpindahan seragam penari dalam arah tertentu tanpa perubahan orientasi. 3) rotasi, ditunjukkan melalui gerakan memutar kelompok penari dalam pola melingkar. 4) serta adanya pengulangan ritmis dan pola geometris yang konsisten sepanjang pertunjukan. Pola-pola tersebut mencerminkan praktik matematika kontekstual dalam budaya lokal, menunjukkan bahwa unsur matematika telah terintegrasi secara alami dalam seni pertunjukan tradisional. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan ilmiah serta menjadi referensi inovatif dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah
The The effect of the usage of inquiry training model on colloid material outcomes
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid. Jenis Penelitian ini adalah penelitian semu dengan desain posttest only control group design. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Kepada kelas XI IPA 1 diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training dan kelas XI IPA 2 diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran direct learning. Hasil belajar siswa diperoleh melalui tes yang diberikan pada posttest di setiap akhir pertemuan. Ada atau tidaknya pengaruh diuji menggunakan uji t pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inquiry training memperoleh hasil 79,99. Hal ini berbeda signifikan dengan rata-rata hasil model pembelajaran direct learning yang memperoleh hasil 65,33. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penggunaan model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid
Potensi toksisitas tumbuhan mangrove Rhizopora mucronata terhadap larva nyamuk Aedes aegypti
Mangrove jenis Rhizopora mucronata merupakan sumber daya hayati yang banyak ditemukan di daerah pesisir pantai Indonesia, diantaranya pesisir pantai Kalimantan Timur. R. mucronata digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa kimia aktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder, dan toksisitas terhadap larva Aedesa egypti dari ekstrak etanol batang, akar dan daun mangrove R. mucronata. Hasil uji fitokimia, diketahui ekstrak etanol jaringan akar mangrove R. mucronata mengandung senyawa golongan; flavonoid, senyawa fenolik, triterpenoid, dan saponin. Kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak batang yaitu flavonoid, senyawa fenolik, steroid, tanin, dan saponin. Sedangkan ekstrak daun mengandung senyawa metabolit sekunder golongan; senyawa fenolik, triterpenoid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol ketiga bagian jaringan mangrove R. mucronata bersifat tidak toksik terhadap larva Aedes aegypti dengan nilai LC50 > 1000 ppm. Berdasarkan kandungan senyawa metabolit sekunder pada ketiga bagian jaringan mangrove R. mucronata dapat dieksplor lebih lanjut bioaktivitasnya sehingga tumbuhan ini dapat bermanfaat bagi manusi
Analisis Bibliometrik Pembelajaran Berbasis Science, Technology, Engineering, and, Mathematics (STEM) pada Tingkat SMP dan MTs Menggunakan Google Scholar Database
The analysis of the development of STEM implementation in Junior High Schools (SMP) and Madrasah Tsanawiah (MTs) is still limited, making it unknown how widely STEM has been applied. This study aims to analyze the progress of STEM implementation in SMP and MTs from 2011 to 2024 using a bibliometric analysis. This analysis utilizes the Publish or Perish (PoP) and VOSviewer software. The research results show a total of 91 articles on the topic of STEM from 2011–2024, as retrieved using the Publish or Perish (PoP) software. The implementation of STEM is predominantly carried out in SMP, focusing more on research activities. Furthermore, Natural Science subjects are more frequently applied in STEM learning. The application of STEM is more prevalent in Western Indonesia. Visualization using the VOSviewer software generated a keyword co-occurrence network map consisting of five clusters and 26 keywords. The overlay visualization indicates several keywords that have the potential to be used as research topics. The density visualization reveals that the keyword STEM is the most frequently occurring topic in the articles. It is anticipated that the findings of the bibliometric analysis will assist researchers in developing the implementation of STEM in SMP and MTs
Dosen PPPK antara Profesionalisme dan Kepastian Karier: Perspektif Manajemen Pendidikan
Abstrak - Kebijakan pengangkatan dosen sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sering diposisikan sebagai solusi efisiensi dan profesionalisasi sumber daya manusia pendidikan tinggi. Namun, dari perspektif kebijakan publik dan manajemen pendidikan, kebijakan ini menyisakan persoalan fundamental terkait keadilan, keberlanjutan karier, dan tata kelola profesi dosen. Artikel ini bertujuan mengajukan argumen kritis mengenai ketegangan antara tuntutan profesionalisme dan lemahnya kepastian karier dosen PPPK melalui pendekatan literature review. Kajian dilakukan terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa kebijakan PPPK cenderung menempatkan profesionalisme sebagai kewajiban individual dosen tanpa diiringi desain kebijakan karier yang sistemik dan berkelanjutan. Ketidakjelasan jalur karier, keterbatasan akses terhadap jabatan akademik dan struktural berdampak terhadap mutu akreditasi program studi, serta perbedaan hak dengan dosen PNS menunjukkan adanya inkonsistensi antara tujuan profesionalisasi dan praktik kebijakan. Artikel ini berargumen bahwa tanpa reformulasi kebijakan yang berorientasi pada keadilan dan keberlanjutan, skema PPPK berpotensi melemahkan komitmen profesi dan mutu pendidikan tinggi dalam jangka panjang.
Kata kunci : dosen PPPK, kebijakan publik, profesionalisme, kepastian karier, manajemen pendidikan