Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Peran Adaptasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Peningkatan Partisipasi Peserta Didik Hiperaktif Dalam Topik Gotong Royong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif peserta didik hiperaktif di kelas 1 Fase A sekolah dasar, yang sering menunjukkan kesulitan dalam mempertahankan fokus, mengikuti instruksi, dan berinteraksi selama pembelajaran. Kondisi ini menghambat pencapaian tujuan pembelajaran dan menciptakan kesenjangan antara potensi dan kinerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran adaptasi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan partisipasi peserta didik hiperaktif pada topik gotong royong. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan 21 peserta didik kelas 1B SDN 007 Samarinda Ulu, dengan satu peserta didik teridentifikasi hiperaktif sebagai subjek utama. Objek penelitian ini adalah implementasi adaptasi pembelajaran berdiferensiasi dan tingkat partisipasi peserta didik hiperaktif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan wawancara semi-terstruktur dengan rekan sejawat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi data untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran berdiferensiasi, melalui penyesuaian konten, proses, dan produk, secara signifikan meningkatkan partisipasi peserta didik hiperaktif. Peningkatan terlihat dari fokus perhatian, keterlibatan kelompok, kemampuan menyelesaikan tugas, dan kontrol impulsif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang adaptif untuk memfasilitasi kebutuhan belajar yang beragam di kelas inklusif, khususnya bagi peserta didik hiperaktif, sehingga mendorong partisipasi dan kualitas pembelajaran yang lebih baik
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Belajar Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di kelas V SDN 008 Samarinda Kota. Hasil temuan menunjukkan bahwa sebelum penerapan PBL, peserta didik cenderung pasif, kurang percaya diri, dan enggan mengemukakan pendapat. Melalui serangkaian strategi pembelajaran yang berbasis masalah, penggunaan media visual, diskusi kelompok, dan permainan interaktif, terjadi peningkatan signifikan dalam keaktifan siswa. Peserta didik menjadi lebih percaya diri, kolaboratif, dan berani menyampaikan pendapat. Interaksi antarsiswa dan pemahaman materi juga menunjukkan perbaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa model PBL efektif digunakan untuk membangkitkan motivasi belajar dan mengembangkan partisipasi aktif peserta didik di sekolah dasar
Pengaruh Disposisi Matematis dan Interaksi Sosial terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Tertulis pada Siswa
Pola Asuh Anak Usia Dini dalam Exented Familiy
Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana pola asuh anak usia dini yang di terapakan extented family. Yang di latar belakangi berbagai macam sosial dan budaya yang melandasi pola asuh anak usia dini. Penelitian ini bermanfat untuk mengetahui lebih dalam mengenai pola asuh anak usia dini dalam extended family melalui tiga sampel. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunnakan metode kualitatif deskriftif yang menggunakan teknik analisis data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara menggunakan semi terstruktur dan sempel yang di gunakan purposive sampel dimana pengambilan sampel di sesuaikan dengan tujuan penelitian. Sampel yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan tiga keluarga yang berbeda karakteristik pada pola asuh anak yaitu, otoriter, permisif, dan demokratis. Berdasarkan hasil penelitian pada tiga keluarga ditemukan dua keluarga yang menerapkan dua pola asuh yaitu pada keluarga A pola asuh demokratis-otoriter, keluarga C menerapkan pola asuh demokratis-permisif. Dan keluarga B menerapkan satu pola asuh yaitu pola asuh demokratis
Model Problem-Based Learning dan Model Problem-Solving: Perbedaan terhadap Hasil Belajar Siswa
Pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Problem-Solving (PS), telah banyak diterapkan dalam pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar, namun perbedaan efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dan model Problem-Solving (PS) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Studi ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Menggala, Lampung, dengan melibatkan siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2. Metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan soal uraian. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PS lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dibandingkan dengan model PBL, dengan rerata nilai posttest sebesar 80,20 > 69,91. Selain memberikan pemahaman berbasis data mengenai efektivitas PBL dan PS, penelitian ini juga merekomendasikan kombinasi kedua model untuk mengoptimalkan hasil belajar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran fisika
STRATEGI INOVASI SOSIAL DALAM MENGANGKAT KEBERDAYAAN MASYARAKAT RENTAN DENGAN SINERGI MULTISEKTORAL MELALUI PROGRAM MAENGKET
Dewasa ini, kawasan urban di banyak tempat di berbagai negara, menjelma arena pergumulan hajat hidup berbagai pihak sekaligus pertarungan kepentingan sektoral. Demikian halnya juga terjadi di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara yang perkembangan kawasannya sarat dengan dinamika sosial – ekonomi serta tantangan ekologis perkotaan. Dengan fokus menyelidiki proses perjalanan Program MAENGKET yang diinisiasi dan diimplementasikan oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Lahendong dalam merespon isu krusial kawasan urban terkait peningkatan timbulan sampah dan pemenuhan kebutuhan pangan, studi dengan pendekatan kualitatif ini menyoroti proses inovasi sosial berdasarkan enam tahapan: prompts, proposals, prototype, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil yang ditemukan dalam studi ini menunjukkan bahwa Program MAENGKET yang berfokus di dua kelurahan, Pangolombian dan Tondangow telah melalui tahapan inovasi sosial secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan kelompok rentan dengan fokus pada pengelolaan limbah domestik berbasis bank sampah melalui sub-program KABASARAN dan penguatan ketahanan pangan berbasis pengetahuan lokal melalui sub-program MAPALUS. Melalui pendekatan integrasi multisektoral, Program MAENGKET sebagai inovasi sosial juga efektif dalam menimbulkan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat
PERUBAHAN DAMPAK INOVASI SOSIAL RANU LESTARI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DARI PT PLN INDONESIA POWER UBP GRATI
Ranu Grati merupakan suatu ekosistem akuatik alami yang terbentuk sebagai hasil dari proses vulkanik, dan secara geografis terletak dalam kawasan morfotektonik tapal kuda vulkanik di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan karakteristik geomorfologisnya, danau ini merepresentasikan bentuk lanskap geologi yang tergolong muda secara usia pembentukan, sekaligus menjadi elemen khas dalam struktur geologis regional. Fungsi ekologis Ranu Grati sangat signifikan, khususnya sebagai sumber utama air tawar yang mendukung sistem budidaya perikanan melalui model karamba jaring apung—yang secara ekonomi menjadi tumpuan penghidupan masyarakat lokal. Selain itu, danau ini memainkan peran strategis dalam menyediakan air irigasi untuk sektor pertanian serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi tiga desa yang berada di sekitarnya. Pola pemanfaatan sumber daya air Ranu Grati bersifat multifungsi dan mencerminkan keterhubungan antara aspek ekologis, sosial, ekonomi, serta budaya komunitas lokal. Kawasan danau juga menjadi lokasi berlangsungnya beragam aktivitas, mulai dari perikanan tangkap dan budidaya, pelatihan olahraga air, hingga kegiatan latihan militer. Namun demikian, intensitas tekanan antropogenik di sekitar kawasan danau telah memicu degradasi kualitas perairan dan ketidakseimbangan ekosistem. Berbagai bentuk pencemaran, termasuk limbah domestik, residu industri, serta akumulasi logam berat, menimbulkan ancaman nyata terhadap keberlanjutan fungsi ekologis danau. Temuan ilmiah menunjukkan bahwa beberapa zona dalam danau telah berada pada kondisi eutrofik dan terklasifikasi sebagai perairan tercemar sedang, yang berdampak terhadap kesehatan organisme akuatik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi secara berkelanjutan sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi Ranu Grati dalam jangka panjang
PERAN KONSULTAN POLITIK DI PILKADA: STUDI KASUS PILKADA BANTAENG
Kemenangan pasangan Ilham Syah Azikin – Sahabuddin pada Pilkada Kabupaten Bantaeng Tahun 2018 sedikit banyaknya tidak terlepas dari peran Lingkaran Survei Indonesia dalam menyajikan hasil survei dan menyusun strategi pemenangan sebagai tindak lanjut hasil survei. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Lingkaran Survei Indonesia pada Pilkada Kabupaten Bantaeng Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan dasar penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui tahapan wawancara dengan beberapa informan yang dianggap memahami mengenai peran Lingkaran Survei Indonesia pada Pilkada Kabupaten Bantaeng Tahun 2018, serta melengkapinya dengan data-data yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lingkaran Survei Indonesia sebagai kelompok kepentingan dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan kandidat dan timnya. Selain itu, ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia dalam melaksanakan perannya pada proses mendampingi pasangan Ilham Syah Azikin – Sahabuddin pada Pilkada Kabupaten Bantaeng Tahun 2018. Peran tersebut di antaranya Lingkaran Survei Indonesia menyusun strategi pemenangan yang berbasis data surve
Analisis Volume Minyak Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Teknik Inokulasi Pelukaan dengan ditukak (Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XII Materi Bioteknologi)
Analisis Volume Minyak Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Teknik Inokulasi Pelukaan dengan ditukak (Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XII Materi Bioteknologi). Penenlitian ini dibimbing oleh Dr. H. Jailani, M.Si selaku pembimbing I dan Dr. Hj. Herliani, M.Pd selaku pembimbing II. Gaharu adalah salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi dan memiliki berbagai manfaat. Gaharu dapat digunakan sebagai obat, wewangian maupun digunakan dalam sebuah upacara dalam keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah volume minyak gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) hasil teknik inokulasi pelukaan dengan ditukak yang minyaknya dapat dihasilkan melalui penyulingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan analisis deskriptif yang dilakukan di industri penyulingan berskala rumah tangga. Hasil analisis data menunjukkan bahwa volume minyak gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) dengan tipe kemendengan yang dihasilkan pada penyulingan pertama yaitu sebanyak 4,8 gram, pada penyulingan kedua yaitu sebanyak 3,4 gram dan pada penyulingan ketiga sebanyak 4,9 gram. Jadi hasil pada setiap proses penyulingan memiliki perbedaan. Adanya perbedaan dalam volume minyak yang dihasilkan dipengaruhi banyak sedikitnya kadar resin yang terdapat di dalam gaharu walaupun dari jenis yang sama
Optimalisasi Manajemen Pendidikan Melalui Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Keputusan
Kemajuan teknologi digital saat ini membuka peluang besar dalam transformasi dan inovasi manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis dan mengolah data akademik serta administratif secara real-time untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengambilan keputusan di institusi pendidikan. Data yang dianalisis meliputi kinerja akademik, tingkat kehadiran, serta informasi administratif siswa. Metode penelitian menggunakan validasi silang lima lipat untuk menguji performa sistem berdasarkan kecepatan pengambilan keputusan dan akurasi prediksi masalah akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kecepatan pengambilan keputusan hingga 30% dan akurasi prediksi mencapai 85%. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan ketepatan strategi manajemen pendidikan, sehingga mendukung terciptanya sistem pendidikan yang lebih adaptif, responsif, dan berkualitas