Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterbukaan Emosional Dan Kepedulian Sosial Peserta Didik SMAN 16 Samarinda Melalui Inovasi Dalam Pembelajaran Matematika
Ketertutupan emosional dan rendahnya kepedulian sosial antarpeserta didik dapat menjadi hambatan dalam proses pembelajaran, terutama dalam interaksi sosial dan partisipasi di kelas. Kondisi ini ditemukan dalam pembelajaran Matematika di kelas X-10 SMA Negeri 16 Samarinda, di mana suasana kelas cenderung kaku, minim empati, dan terbatasnya interaksi lintas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan emosional dan kepedulian sosial peserta didik melalui inovasi pembelajaran sosial- emosional bertajuk Ruang Emosi Kelas Kita dalam pembelajaran Matematika. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas X-10 SMA Negeri 16 Samarinda, sedangkan objek penelitian adalah penerapan empat komponen inovasi: Emotional Box, Pertukaran Emosi, Ice Breaking Sosial- Emosional, dan teknik mindfulness STOP. Data dikumpulkan melalui observasi, jurnal refleksi guru, dokumentasi, dan angket persepsi peserta didik berbasis indikator CASEL (2020). Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi emosional siswa, keberanian mengekspresikan perasaan, serta respons empatik terhadap teman. Suasana kelas menjadi lebih terbuka, akrab, dan mendukung pembelajaran kolaboratif. Rata-rata skor angket menunjukkan peningkatan pada ketiga indikator sosial-emosional utama, dengan kategori akhir “tinggi” hingga “sangat tinggi.” Inovasi ini terbukti mampu menciptakan iklim kelas yang sehat dan inklusif tanpa mengganggu capaian akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran sosial-emosional dalam mata pelajaran eksakta seperti Matematika dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan emosional dan interaksi sosial peserta didik
Etnomatematika Dalam Tradisi Diba’an di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk mengungkap penerapan etnomatematika dalam sebuah tradisi yang sarat nilai dan konteks budaya lokal, khususnya di lingkungan pesantren. Salah satu tradisi yang belum banyak dikaji dari sudut pandang etnomatematika ialah Diba’an, yakni kegiatan pembacaan kitab yang telah tumbuh dan diwariskan secara turun‑temurun di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Walaupun selama ini Diba’an lebih dikenal sebagai bentuk kesenian dan ritual keagamaan, pelaksanaannya ternyata mengandung berbagai pola dan struktur matematis, mulai dari pola pembagian syair, pola pengulangan bacaan, penghitungan waktu pelaksanaan, hingga bentuk dan ukuran alat musik rebana yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep‑konsep etnomatematika dalam pelaksanaan Diba’an. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari para santri, ustadz, dan pengelola pesantren yang aktif terlibat dalam pelaksanaan Diba’an. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa berbagai konsep matematis dapat diidentifikasi dalam pelaksanaan Diba’an, mulai dari penerapan aritmetika sosial (penghitungan dan pembagian jumlah peserta), rasio dan proporsi (distribusi kerja antar kelompok), pola pengulangan struktur syair, perhitungan waktu pelaksanaan, hingga penerapan konsep geometri (bentuk dan ukuran alat musik rebana). Dengan demikian, Diba’an tidak hanya dapat dipandang sebagai bentuk kesenian dan ritual agama semata, tetapi juga sebagai contoh nyata penerapan etnomatematika dalam konteks pesantren. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa etnomatematika dapat memperkaya pembelajaran matematika dengan nilai kerja sama, disiplin, struktur, dan keteraturan, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian nilai‑nilai budaya dan agama yang tumbuh dan diwariskan dalam kehidupan pesantren
Pemanfaatan kulit buah dan kulit ubi sebagai indikator asam-basa alternatif alami dengan variasi suhu pengeringan
Indikator asam basa alami dapat dibuat dengan mengesktrak bagian dari tanaman, seperti batang, daun, bunga, buah dan kulit buah atau kulit ubi. Antosianin merupakan pigmen warna yang terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Kadar antosianin akan menurun pada suhu 100oC karena terjadi degradasi pada antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pada kulit buah dan kulit ubi terhadap pembuatan indikator asam-basa dan mengetahui potensi ekstrak kulit buah dan kulit ubi untuk dijadikan indikator asam-basa. Tahapan penelitian ini dimulai dengan persiapan sampel, mengeringkan sampel dengan variasi suhu 30, 40, 50, 60 dan 70°C selama 10 jam, pembuatan ekstrak dan pengujian indikator asam-basa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan berpengaruh terhadap hasil kertas indikator asam-basa alami. Kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi ungu memiliki potensi untuk dijadikan indikator asam-basa alternatif dan ekstrak dari kulit ubi ungu yang dikeringkan dengan suhu 60 dan 70°C memiliki potensi yang paling besar untuk dijadikan kertas indikator asam-basa alternatif karena dapat memberikan hasil perbedaan warna ketika diujikan dengan larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah dan basa lema
Karakteristik pengembangan e-book interaktif berbasis science, environment, technology, and society (SETS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan ajar berupa e-book interaktif berbasis Science, Environment, Technology, and Society (SETS) pada Termokimia yang dikembangkan untuk siswa SMA. Tahapan pengembangan dimulai dari tahapan seleksi, karakterisasi, penataan, dan reduksi didaktis sehingga sesuai dengan kebutuhan siswa. Storyboard disusun sebagai acuan untuk mengembangkan e-book interaktif. Beberapa aspek interaktif dari bahan ajar ini antara lain video terkait materi, soal latihan pada setiap indikator, dan soal uji kompetensi diakhir pembelajaran dilengkapi dengan kunci jawaban dan skor yang diperoleh siswa. E-book interaktif ini mencakup aspek Science, Environment, Technology, and Society sebagai pendekatan yang menyajikan kasus-kasus kontekstual dalam mata kuliah Termokimia. E-book interaktif ini valid setelah melalui dua jenis validasi yaitu validasi isi dan validasi media. Ada dua validator di setiap jenis validasi. Angket validasi merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Angket validasi isi terdiri dari aspek ketepatan subjek, kebaharuan, dan komunikasi. Kuesioner validasi media terdiri dari desain media dan navigasi/pengoperasia
Manajemen Keuangan dalam Peningkatan Mutu Sekolah berbasis Rapor Pendidikan
Penelitian ini mengkaji manajemen keuangan dalam peningkatan mutu sekolah berbasis rapor pendidikan di SDN 004 Bontang Barat. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses perencanaan anggaran, faktor-faktor penentu prioritas, keterlibatan pemangku kepentingan, serta efektivitas penggunaan dana dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan berdasarkan hasil dari Rapor Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil utama menunjukkan bahwa perencanaan anggaran yang cermat dan berbasis data rapor pendidikan, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu sekolah. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas regulasi. Kesimpulannya, manajemen keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel merupakan kunci dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar
Kandungan mineral tepung kulit dan jerami nangka (Artocarpus heterophyllus)
Peningkatan konsumsi buah nangka di Samarinda menyebabkan limbah kulit dan jerami nangka menumpuk. Salah satu penanganan limbah tersebut adalah dengan mengkonversinya menjadi tepung. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kandungan mineral tepung kulit dan jerami nangka. Tepung ini dibuat dengan merendam irisan tipis daging kulit dan jerami nangka dalam larutan NaHSO3 100 ppm dengan rasio 6:10 (b/v) selama 4 jam. Kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan menggunakan oven selama 16 jam pada suhu 60-70°C. Kulit dan jerami nangka kering dihaluskan dan diayak. Analisis kandungan mineral dilakukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil peenelitian menunjukkan bahwa kandungan Na, Ca, K, Mg, P, Zn dan Fe tepung kulit dan jerami nangka secara berturut-turut adalah 0,138±0,014%, 0,543±0,140%, 1,005±0,293%, 0,198±0,000%, 0,007±0,003%, 0,003±0,001 ppm, dan 0,011±0,001 ppm
Pengaruh Game-Based Learning Menggunakan Media Digital QuizWhizzer Terhadap Keterampilan Collaboration dan Hasil Belajar Siswa SMA (Materi: Pemanasan Global)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan Collaboration dan hasil belajar dari penerapan model pembelajaran Game-Based Learning menggunakan media digital QuizWhizzer. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 11 Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 35 siswa pada kelas X MIPA 3. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik lembar observasi untuk mengetahui keterampilan Collaboration dan tes berupa 10 butir soal esai untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan Collaboration siswa meningkat dari 80,00% (cukup) pada pertemuan pertama menjadi 83,20% (baik) pada pertemuan kedua dan 84,00% (baik) pada pertemuan ketiga, sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan signifikan dengan nilai signifikansi 0,059 > 0,05, uji Paired Sample T-test 0,000, dan nilai N-Gain 0,6238 kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Game-Based Learning menggunakan media digital QuizWhizzer meningkatkan keterampilan Collaboration dan hasil belajar siswa SMA
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal eksponen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal eksponen ditinjau dari aspek pemahaman konsep, keterampilan prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang siswa SMA St. Arnoldus Janssen Kupang sebagai subjek penelitian, yang dipilih berdasarkan hasil tes dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis dan wawancara, sedangkan prosedur analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama melakukan kesalahan pada indikator pemecahan masalah pada soal nomor 2 serta melakukan kesalahan pada semua indikator pada soal nomor 3. Sementara itu, subjek kedua melakukan kesalahan pada aspek pemahaman konsep dan keterampilan prosedural pada soal nomor 1 serta melakukan kesalahan lengkap pada soal nomor 3. Secara umum, jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa berkaitan dengan kesalahan pemahaman konsep, keterampilan prosedural yang kurang memadai, dan strategi pemecahan masalah yang kurang efektif, terutama dalam penerapan sifat-sifat eksponen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menekankan pembelajaran berbasis pemahaman konsep serta memberikan latihan soal yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman konsep, kelancaran prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah siswa
Pemanfaatan Random Forest Dalam Pemetaan Status Trofik Di Danau Semayang Menggunakan Citra Sentinel-2 MSI
Pemantauan status trofik perairan menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas ekosistem danau secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis distribusi spasial status trofik Danau Semayang menggunakan metode Regresi Random Forest berdasarkan Indeks Carlson. Data yang digunakan meliputi hasil pengukuran parameter kualitas air (Klorofil-a, Total Fosfor, dan kedalaman cakram Secchi) pada Oktober 2024 serta citra Sentinel-2 MSI. Analisis dilakukan dengan membangun model hubungan antara nilai reflektansi band citra dan parameter kualitas air untuk memperoleh nilai Trophic State Index (TSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest mampu memprediksi nilai TSI dengan tingkat akurasi yang bervariasi, dengan nilai R² masing-masing sebesar 0,3709 untuk kedalaman cakram Secchi, 0,2877 untuk Klorofil-a, dan 0,0277 untuk Total Fosfor. Secara spasial, Danau Semayang didominasi oleh kondisi mesotrofik dengan kecenderungan eutrof ringan, terutama di bagian utara dan timur laut danau. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan citra Sentinel-2 MSI memiliki potensi besar untuk mendukung pemantauan status trofik perairan secara efisien dan berkelanjutan, khususnya pada ekosistem danau paparan banjir yang dinamis seperti Danau Semayang
Analysis Policy Implementation Early Childhood Education Holistic Integrative
This study aims to analyze the policy implementation of Holistic Integrative Early Childhood Education in Banjarmasin City. The study employs a qualitative approach with a descriptive analytical research design. Data collection involves observation, interviews, and documentation studies. Data analysis follows the procedure of data collection, data reduction, data presentation, and verification/conclusion drawing. The study results show that the implementation of Holistic Integrative Early Childhood Education policy has a sufficiently strong regulatory foundation, but its field implementation still faces various challenges, including suboptimal cross-sector coordination, infrastructure and facilities that do not meet standards, limitations in trained human resources, and lack of shared vision among implementing institutions. Furthermore, the role of local government is highly influential in ensuring program sustainability through budget support and institutional capacity strengthening. This research recommends the need to strengthen coordination mechanisms between agencies, improve training for human resources (principals and teachers), develop systematic program planning and monitoring, and conduct regular evaluation to implement the policy sustainably