Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Stimulasi Kemampuan Gerak Melalui Permainan Bakiak untuk Meningkatkan Artikulasi Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kemala Bhayangkari 2 Samarinda
The Importance of Stimulating Motor Skills as a Supporting Factor in Early Childhood Language Development, Particularly in Enhancing Articulation Ability.Many children aged 5–6 years still experience difficulties in pronouncing words clearly; therefore, a fun, meaningful learning method that involves motor activities is needed. The purpose of this study is to examine the stimulation of motor skills through bakiak (traditional clog) games to improve the articulation ability of children aged 5–6 years at TK Kemala Bhayangkari 2 Samarinda, as well as to identify the forms of articulation improvement after participating in the activity. This research uses a descriptive qualitative approach with children aged 5–6 years as subjects, focusing on motor skill stimulation in improving articulation. Data were collected through observation, interviews, and documentation.The results show that motor skill stimulation through bakiak games effectively enhances children’s articulation abilities. The stimulation activities include playing bakiak four times a week for three months, which led to improved coordination between the central nervous system, muscles, and body organs. Children became more focused in coordinating body movements with word pronunciation, more confident in speaking, and able to articulate letters and syllables clearly. In addition, the bakiak game also fosters self-confidence, cooperation, and creates an enjoyable learning atmosphere. In conclusion, the bakiak game can serve as an innovative learning medium that stimulates motor skills while simultaneously improving early childhood articulation through a harmonious combination of motor and language aspects
Proyeksi Penduduk Usia Produktif Di Kalimantan Barat Tahun 2040
Usia produktif merupakan penduduk atau masyarakat yang berada dalam rentang usia 15– 64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi penduduk usia produktif di Kalimantan Barat pada tahun 2040. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode berbasis kajian kepustakaan (Library Research). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah penduduk Kalimantan Barat berusia 15–64 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan sumber data sekunder. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kalimantan Barat diproyeksikan memiliki total penduduk sebanyak 6.620.160 jiwa pada tahun 2040. Dari jumlah tersebut, 4.469.880 jiwa (30,26%) termasuk dalam kelompok usia produktif. Dengan angka tersebut, Kalimantan Barat berpotensi mengalami laju pertumbuhan penduduk yang tinggi serta mendapatkan bonus demografi terbesar kedua di wilayah Kalimantan. Dibandingkan provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, dan Utara, Kalimantan Barat diperkirakan menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak. Peningkatan ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara tepat. Tantangan seperti meningkatnya rasio ketergantungan, tingginya angka fertilitas, dan ketimpangan distribusi penduduk perlu diantisipasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan konkret seperti perluasan akses pendidikan vokasi, peningkatan lapangan kerja produktif, serta pemerataan pembangunan wilayah sebagai respons terhadap dinamika kependudukan yang akan terjadi khususnya di wilayah Kalimantan Barat
Perkembangan Bahasa Melalui Metode Bemain Peran Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Taman Kanak-Kanak (TK) Ar-Rahman Samarinda
The objectives of this study are as follows: 1) To determine the language development of children aged 5-6 years at Ar-Rahman Kindergarten (TK) Samarinda. 2) To determine whether role-playing can improve the language development of children aged 5-6 years at Ar-Rahman Kindergarten (TK) Samarinda. This study employed qualitative research methods. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The conclusion of this study is that the language development of children aged 5-6 years at Ar-Rahman Kindergarten (TK) Samarinda is still not optimal in terms of expressive language development. Therefore, stimulation is needed to improve children's language development, namely through role-playing methods. By achieving learning objectives that align with the indicators of expressive language development in children aged 5-6 years, this study has demonstrated that role-playing methods can improve the language development of children aged 5-6 years at Ar-Rahman Kindergarten (TK) Samarinda
Penerapan Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar (Keseimbangan Tubuh) Anak Usia 5-6 Tahumn Di Tk Keledang Harapan Baru
The purpose of this study is to find out the application of traditional engklek games to improve gross motor skills (body balance) of children aged 5-6 years at Keledang Harapan Baru Kindergarten. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with a flow of activities, namely planning, implementation, observation, and reflection in each cycle. The subjects of the study were children aged 5-6 years, 6 girls and 9 boys. The data analysis techniques used in this study are qualitative and quantitative data analysis. Qualitative data analysis is carried out through observation, interviews, and documentation. Quantitative data analysis is comparing the results obtained from pre-observation, first cycle and second cycle. The results of this study show that in the pre-cycle, an average percentage of success achievement was obtained of 32%, of which 10 children have not yet appeared and 5children have appeared only a small part with guidance. Based on the results of the research in the first cycle, the averagepercentage of success achievement was 44%, of which 9 children appeared mostly and 6 children appeared only a small part andin the second cycle it increased to 90% and met the criteria of success achievement of 80%. The conclusion of this study is that by using the traditional game media engklek can improve the gross motor skills of children aged 5-6 years in Keledang Kindergartenwith very good development criteria, because the criteria for developing very well that exceed the criteria for achieving success, the research is considered successful
Asesment Projek P5 dan Pelaporan Hasil Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di KB DENAFFIRA Bukuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Asesment Projek P5 dan Pelaporan Hasil Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di KB DENAFFIRA Bukuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang menggambarkan apa adanya berdasarkan fakta yang ada dilapangan pada saat penelitian dilakukan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap guru, kepala sekolah, serta dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asesment Projek P5 dan Pelaporan Hasil Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di KB DENAFFIRA Bukuan menggunakan Indikator pembelajaran yang berpedoman pada Kurikulum 2013 dan sistem penilaiannya menggunakan pendekatan kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengamatan langsung dan pencatatan perkembangan anak, serta pelaporan hasil pembelajaran atau rapor menggunakan narasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa Projek P5 dalam Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dan relevansi dalam menilai perkembangan anak. Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran dalam Proyek P5 juga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman anak
Mengenal Permainan Tradisional Begasing sebagai Bentuk Penanaman Nilai-nilai Budaya Anak
Revolusi Indrusti 4.0 masa yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan integrasi sistem yang dapat mengubah cara manusi bekerja, dapat memberi dampak negatif didalamnya, terselimutinya para manusia dengan teknologi menybabkan peninggalan leluhur mulai merosok dan kehilangan minat dalam bermain salah satu peninggalan budaya yang punah karena pergantian zaman adalah permainan tradisional Begasin. Begasing merupakan prmainan tradisional yang diwariskan oleh leluhur zaman dahulu yang berasal dari Kalimantan Timur, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Artikel ini menjelaskan tentang asal usul Begasing yang berasal dari buah berembang yang sudah ada sejak kerajaan Mulawarman Abat 2, alat yang digunakan dalam memainkan Begasing adalah tali dan Begasing, bahan yang digunakan dalam pembuatan Begasing berasal dari kayu banggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat indonesia khusunya anak usia dini untuk mengembangkan dan melestarikan permainan tradisional begasing yang mengandung nilai-nilai budaya didalamnya. Cara memainkan Begasing dengan cara melilitkan tali pada leher Begasing dan melemparkannya ke bawah, menarik tali ke belakang dengan kuat sehingga gasing berputar cepat pada satu titik, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan Begasing adalah sportivitas, kreativitas, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran dan keikhlasan Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi melalui pendekatan kualitatif dengan dekriptif atau analisis
Upaya Mengenalkan Nilai-nilai Kearifan Lokal melalui Permainan Tradisional Balogo Kalimantan
Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang perlu untuk dilindungi dan dilestarikan, salah satunya adalah permainan tradisional. Adanya sikap abai terhadap permainan tradisional mengakibatkan bergesernya keberadaan permainan tradisional itu sendiri termasuk Balogo beserta nilai-nilai kearifan lokalnya. Tujuan penelitian ini guna mendeskripsikan permainan tradisional Balogo yang di dalamnya memuat sejarah hukum bermain, nilai-nilai kearifan lokal, dan upaya mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal permainan Balogo. Metode penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan yang mengacu pada literatur buku, artikel, dan e-journal. Upaya mengenalkan permainan tradisional Balogo dari berbagai pihak telah dilakukan, salah satunya dengan adanya perlombaan di festival budaya yang diselenggarakan bahkan di komunitas daerah permainan Balogo ini. Nilai-nilai kearifan lokal terus dilestarikan agar di kemudian hari masih menjadi bagian dari identitas budaya dan diwariskan kembali
Peran Pola Asuh pada Anak Sibling Rivalry
Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pola asuh anak pada sibling rivalry. Sibling rivarly adalah permasalahan yang terjadi antara saudara kandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menggunakan teknik sampling Probability. Teknik sampling Probability adalah pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota untuk dipilih menjadi anggota sample, Penelitian ini menggunakan 3 sample, yang memiliki 3 karakteristik berbeda berdasarkan jenis kelamin, yang terdiri dari saudara laki-laki dan laki-laki dengan jarak usia (3 tahun), saudara perempuan dan perempuan dengan jarak usia (2 tahun), serta saudara laki-laki dan perempuan dengan jarak usia (16 bulan). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pola asuh berpengaruh terhadap sibling rivalry. Dari ketiga keluarga, sangat terlihat bahwa sibling rivalry laki-laki DT (3 tahun) dan perempuan KL (1 tahun) lebih menonjol, karena DT seorang kakak jarang mengalah dan memberontak apabila diberikan barang secara bersamaan dengan KL, dan DT juga harus lebih di utamakan, sedangkan KL sebagai adik lebih paham dan mau mengalah. Selain itu, DT dan KL juga memiliki pola asuh demokratis-permisif, dan kurang peran dari seorang ayah (Fatherless) secara psikologis karena hubungan jarak jauh
Perkembangan pada Anak menurut Santrock
Perkembangan dan faktor yang mempengaruhi perkembangan serta melihat bagaimana ciri-ciri dan prinsip perkembangan secara menyeluruh terkhusus dari ahli Santrock guna merencanakan dengan baik agar dapat mengembangkan potensi perkembangan secara optimal. Setiap makhluk hidup tentu mengalami perkembangan dari ia lahir hingga dewasa. Sesuai dengan teori Santrock yang menyebutkan Life Span atau teori perkembangan hidup bahwasannya manusia terus berkembang dari masa bayi hingga masa dewasa. Tahapan perkembangan menurut Santrock diklasifikasikan menjadi 8 tahapan. Yaitu masa tahap bayi dalam kandungan, masa bayi sampai 24 bulan, tahap awal anak-anak awal yakni dengan rentang usia 3-5 tahun, tahapan kanak-kanak rentang usia 6-11 tahun, tahapan kelima adalah tahap remaja usia 10-21 tahun, remaja awal usia rentang 20-30 tahun, tahap terakhir ada dewasa akhir atau lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apa saja isi dari teori perkembangan anak menurut Santrock dan dapat menjadi bahan literasi bagi pembaca dan penulis. Pada penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan atau disebut juga dengan (library research) yakni kegiatan mengenai pengumpulan data pustaka. Perkembangan menurut Santrock sendiri menunjukkan bahwa perubahan fungsi struktural dalam diri manusia mengalami peningkatan dan dapat diramalkan dari perkembangan satu ke perkembangan selanjutnya
Eksplorasi etnomatematika pada Situs Prasasti Geger Hanjuang sebagai cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi-representasi matematis dan makna semiotika yang terkandung dalam Situs Prasasti Geger Hanjuang di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, serta triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi matematis pada Situs Prasasti Geger Hanjuang, yaitu konsep geomteri, sifat operasi hitung, polygon, dan pencerminan. Secara semiotika, artefak-artefak yang terdapat pada Situs Prasasti Geger Hanjuang dibuat dengan penuh makna filosofis yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Galunggung yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Tasikmalaya