Raudhah Proud To Be Professionals - Jurnal Tarbiyah Islamiyah
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
Transformasi Sosial Pendidikan
Social transformation and education can not be avoided, there are changes that are fast and some are slow. Two factors that make the change come from within the community itself and some from outside. What comes from the community are population growth, relations with other cultures, new discoveries, technology and so on. While from the outside is the surrounding environment, the influence of other cultures and so on.Social transformation and educational is planned and some unplanned. The planned changes will be carried out by the agent of change to obtain the desired conditions of the agent of change. Agents of change for example education, government, companies, development and so on.Every time a transformation occurs, the community will try to adjust to these changes. But if a society is closed from transformation or rejected, there will be cultural backwardnes
KONSEP MATERI PEMBELAJARAN FIQH DI MADRASAH
Pembelajaran adalah suatu kombinasi tersusun unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam sistem pembelajaran terdiri dari anak didik, guru dan tenaga lainnya. Material meliputi buku-buku, film, audio, dan lain-lain. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas, perlengkapan audio visual, dan juga komputer. Sedangkan prosedur meliputi jadwal, metode penyampaian, belajar, dan lain-lain. Unsur-unsur tersebut saling
berhubungan (interaksi) antara satu unsur dengan unsur yang lai
konsep pendidikan multikulturan dan pendidikan inklusif
Education is one of the most decisive fields in the progress of a country. Indonesia is a unitary state consisting of various tribes, customs, religions, languages, and others. This unity will become a pluralistic form of the State through education. These differences can be united so that there is no corner discrimination in one of the groups so that Indonesia's development is delayed. In principle, multicultural education is education that respects differences. Multicultural education always creates structures and processes through which every culture can express. Of course, to design multicultural education in practice, it is not easy. But, at least we try to do ijtihad to design according to the principles of multicultural education. There are at least two things if we will realize multiculturalism education that is able to provide space for freedom for all cultures to express themselves
Pesantren Raudhatul Ulum Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia
Abstract
This study aims to determine the concept or program of
human resource development at Raudhatul Ulum Islamic
Boarding School. The method in this research emphasizes
the type of research file, while this qualitative approach is
carried out as a research procedure that produces descriptive
data in the form of written or oral words from people and the
behavior observed by the author through observation, interviews
and documentation regarding the development of Human Resources
at Raudhatul Ulum Islamic Boarding School through the concept or
program of the Directorate of HRD (Human Resources Development)
of Raudhatul Ulum Islamic Boarding School. From the research
results it is known that the Raudhatul Ulum Islamic Boarding
School through Asdir Division (Human Resources Development)
has a concept or program that is arranged systematically and
planned Making a schedule of ongoing coaching with the
qualifications of participants of educators, non-educators,
students. Furthermore, monitoring to the evaluation
stage of the program being run. The implementation process
of Raudhatul Ulum Islamic Boarding School in developing Human
Resources went quite well, most of the activities carried out went
as planned by the pesantren. Based on the changes in the behavior
of the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School human resources
after participating in a number of coaching activities and the rules
applied by the HRD (Human Resources Development) the better, most
of them showed good commitment to the pesantren, were able to work
with sincerity and complete, have insight about Islam after participating
in several activities and coaching.
 
AGAMA DAN NASIONALISME INDONESIA Perjuangan Sarekat Islam di Gorontalo Abad ke-20
Tulisan ini mengkaji perkembangan Sarekat Islam di Gorontalo yang merupakan salah satu daerah non-Jawa yang menjadi daerah jajahan pemerintah Belanda. Tema ini dianggap penting mengingat tulisan mengenai perkembangan organisasi pergerakan di luar pulau Jawa masih sangat minim. Kajian dalam tulisan ini didasarkan pada pustaka mengenai terbentuknya Sarekat Islam, perkembangan Sarekat Islam hingga ke luar Pulau Jawa, kondisi umum masyarakat Gorontalo, hingga peranan Sarekat Islam dalam membangkitkan jiwa nasionalisme masyarakat Gorontalo pada zaman penjajahan melalui jalur keagamaan.
 
PEMIKIRAN K.H. HASYIM ASY’ARI DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Konsep Pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari yang terdapat dalam kitab Adab al-alim wa al-muta’allim yang terdiri dari 8 bab yang berisi tentang, kelebihan ilmu dan ilmuwan, etika yang harus ditanamkan dalam diri peserta didik, etika seorang peseta didik terhadap pendidik, etika seorang peseta didik terhadap pelajaran, etika pendidik terhadap dirinya, etika pendidik terhadap pelajaran, etika pendidik terhadap peserta didik, etika pendidik dan peserta didik terhadap buku
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA IT PADA MUWASHOFFAT ASYRO PONDOK PESANTREN RAUDHATUL ULUM SAKATIGA
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah bangsa, karena dengan adanya pendidikan sebuah negara akandikenal dan dihargai oleh bangsa lainnya, salah satu bentuk jenis pendidikan yang membentuk jati diri atau kepribadian seseorang adalah pendidikan karakter. Oleh karena itu penulis tertarik meneliti tentang Efektifitas Pendidikan Karakter Di SMA IT pada muwashoffat asyro Pondok Pesantren Raudhatul Ulum. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas pendidikan karakter di SMAIT pada muwashoffat asyro Raudhatul Ulum sakatiga, dan untuk mengetahui faktor pendukung, dan penghambat dalam pelaksanaan Pendidikan karakter di SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga. Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan sumber data primer berupa hasil interview dan observasi serta sumber data sekunder yakni berupa dokumentasi SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga. Dalam pendekatan penelitian ini penulis mengambil jenis penelitian yaitu study kasus, dan sampel yang diambil adalah sejumlah santriwati Kelas XII. Pembentukan karakter di SMA IT RU melalui Penanaman nilai-nilai keIslaman yang disebut dengan 10 Muwashoffat santri program-program yang sudah dirancang dan berbagai kegiatan di asrama. Adapun beberapa faktor pendukung dalam pendidikan karakter di SMA IT RU antara lain; Sumber Daya yang dimiliki dan kurikulum yang dirancang sedemikian rupa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum adanya visi yang sama antara stake holder dengan para wali melalui muwashofat santri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa perubahan karakter pada siswa kelas 10 yang kini menginjak kelas 12 atas program pendidikan karakter di SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga
PENDIDKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN
Dalam konsep pendidikan Ibnu khaldun berpendapat bahwa tidak cukup seorang guru hanya membekali anak dengan ilmu pengetahuan saja agar mereka menjadi orang yang berilmu pengetahuan yang menambah kemampuannya dalam belajar. Akan tetapi juga guru wajib memperbaiki metode dalam penyajian ilmu kepada amak didiknya dan hal itu tidak akan sempurna kecuali dengan dahulu mempelajari hidup kejiwaan anak dan mengetahui tingkat-tingkat kematangannya serta bakat-bakat ilmiyahnya, sehingga ia mampu menerapkan sesuai dengan tingkat pikiran meraka. Dengan cara demikian maka terjalinlah hubungan antara guru dengan anak muridn
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM “HUMAN TOUCH” MENURUT MUHAMMAD MUHAMMAD BADRI
Banyak sekali kita temukan buku-buku, berbagai artikel bahkan sampai pada seminar-seminar yang membicarakan tentang pendidikan anak terutama konsep pendidikan Islam, namun hal tersebut masih berupa tataran teoritis saja. Maka, seorang dosen dalam bidamg Psikologi dan parenting anak menuangkan suatu konsep pendidikan Islam yang disebut “Human Touch” dimana konsep ini dibuat berdasarkan pengalaman dirinya ataupun orang lain dalam membesarkan buah hati tercinta. Konsep ini juga pastinya merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits nabi yang menggambarkan bagaimana seharusnya kita sebagai pendidik dan orang tua bersikap. Untuk melahirkan generasi Islam yang sholeh dan mushlih dalam hal medidik mereka harus punya banyak bekal, pengalaman dan ilmu. Kata-kata yang membentuk frase “Human Touch” inilah yang memberikan gambaran pengalaman dalam membentuk generasi yang dibutuhkan oleh umat Islam. Selain mengajarkan seni dalam mendidik, konsep ini mengingatkan para orang tua tentang tujuan mendidik anak. Kemudian memaparkan sarana apa saja yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan itu.
 
PENDIDIKAN KELUARGA MUSLIM DI TENGAH PANDEMI
Penyebaran virus korona baru bernama Covid-19 telah menyebabkan begitu banyak korban jiwa ke hampir semua negara di dunia. Para peneliti mencurigai bahwa virus ini berasal dari pasar tradisional di Kota Wuhan Tiongkok yang menjual berbagai macam hewan basah segar yang diperdagangkan untuk konsumsi, termasuk kelelawar dan trenggiling yang akhirnya menularkan virus ke manusia. World Health Organization telah mengkonfirmasi bahwa penularan Covid-19 melalui tetesan atau percikan dari orang yang terinfeksi melalui percakapan, bersin, atau batuk. Dengan penyebab seperti itu, pemerintah dunia merekomendasikan dan bahkan memerintahkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menutup mulut saat bersin atau batuk. Sementara dalam Islam, ada juga prosedur untuk berperilaku menjaga kesehatan dan kebersihan. Studi literatur ini menggunakan metode kualitatif untuk menguji relevansi pandemi global dengan pendidikan Keluarga Muslim. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa Covid-19 tidak terlalu berpengaruh pada kebahagian Keluarga Muslim. Kesimpulan ini dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebagian besar kebahagian keluarga muslim yang dilakukan selama wabahCovid-19 berupa aktivitas, kebiasaan dan kemauan. Keluarga Muslim dengan konsep pendidikan Islam memiliki konsep ketaatan individual dan sosial yang dapat menyebabkan seseorang tunduk taat pada Islam dan menerapkannya secara sempurna di dalam kehidupan individu dan masyarakat