Jurnal Online IAIN Madura
Not a member yet
    3473 research outputs found

    Mekanisme Pertahanan Diri sebagai Bentuk Defensi Tokoh Hasan dalam Naskah Drama Sarapan Terakhir Karya Andrian Eka Saputra

    Full text link
    Tokoh dalam setiap karya sastra memiliki suatu konflik yang membuat suatu tokoh mengalami suatu kecemasan hingga berusaha menutupi kecemasannya melalui pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri bertujuan melindungi suatu tokoh atau individu dari ancaman-ancaman eksternal atau adanya impuls-impuls yang timbul dari kecemasan internal. Bentuk pertahanan diri ini digambarkan melalui tokoh Hasan dalam naskah drama “Sarapan Terakhir”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme pertahanan diri tokoh utama Hasan dalam naskah drama "Sarapan Terakhir” karya Andrian Eka Saputra.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik baca catat. Sumber data dalam penelitian ini berupa naskah drama dalam antologi naskah drama “Sarapan Terakhir” karya Andrian Eka Saputra. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat klasifikasi mekanisme pertahanan diri pada tokoh Hasan di antaranya sublimasi, rasionalisasi, reaksi formasi, dan proyeksi.The characters in every literary work have a conflict that makes the character experience anxiety and try to cover up his anxiety through self-defense. Self-defense mechanisms aim to protect a character or individual from external threats or impulses arising from internal anxiety. This form of self-defense is depicted through the character Hasan in the drama script "Sarapan Terakhir". This research aims to describe the self-defense mechanism of the main character Hasan in the drama script “Sarapan Terakhir” by Andrian Eka Saputra.  This research uses a qualitative approach with literary psychology methods. The data collection technique used was reading and note-taking techniques. The data source in this research is a drama script in the drama script anthology "Sarapan Terakhir" by Andrian Eka Saputra. The results of this research show that there are four classifications of self-defense mechanisms in Hasan's character, including sublimation, rationalization, reaction formation, and projection

    Kajian Ekokritik dalam Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Karya Luis Sepulveda

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas ekokritik dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang. Fokus dalam penelitian ini adalah perilaku manusia terhadap lingkungan, dampak perilaku manusia terhadap alam, dan bentuk kepedulian lingkungan yang diangkat oleh pengarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dekriptif. Tahap pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu 1) membaca sumber data secara berulang; 2) mencatat data berdasarkan fokus penelitian; 3) data yang sudah didapat, lalu dipilah sesuai kebutuhan dalam penelitian; 4) data dianalisis menggunakan teori ekokritik; dan 5) membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku manusia yang dianggap remeh telah merugikan makhluk lainnya  dan menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. Akan tetapi, pengarang juga memberikan solusi melalui bentuk kepedulian yang dijabarkan.This research aims to discuss ecocriticism in the novel The Story of a Seagull and the Cat Who Taught Him to Fly. The focus of this research is on human behavior toward the environment, the impact of human behavior on nature, and the form of environmental awareness raised by the author. The methodology used is descriptive qualitative. The data collection stages in this study, namely 1) reading the data source repeatedly; 2) recording data based on the focus of research; 3) data that has been obtained, then sorted according to the needs of research; 4) data analyzed using ecocritical theory; and 5) drawing conclusions. The results show that human behavior that is taken for granted has harmed other creatures and has an impact on the surrounding environment. However, the author also offers a solution through the form of care described

    Relasi Kuasa dalam Ondhâgghâ Bhâsa Madhurâ pada Keluarga di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep

    No full text
    This research aims to reveal power relations that are reflected in the use of Madurese language levels or ondhâgghâ bhâsa in families in Bangkalan and Sumenep Regencies. The Madurese language, which has three main levels—enjâ’-iyâ’ (low), èngghi enten (middle), and èngghi bhunten (high)—is used as a tool to signify and maintain social hierarchy within families. This qualitative study employed observation and in-depth interviews with five families from each regency. The findings indicate that the use of èngghi bhunten and èngghi enten in formal situations emphasizes social status differences among family members, while enjâ’-iyâ’ is used in everyday interactions that are more egalitarian, yet still reflect power dynamics, especially between parents and children. The study also reveals a shift in language use, particularly among the younger generation, influenced by modernity and globalization. Overall, ondhâgghâ bhâsa serves not only as a communication tool but also as a mechanism for regulating power relations in Madurese families.Penelitian ini bertujuan mengungkap relasi kuasa yang tercermin dalam penggunaan tingkatan bahasa Madura atau ondhâgghâ bhâsa dalam keluarga di Kabupaten Bangkalan dan Sumenep. Bahasa Madura yang memiliki tiga tingkatan utama—enjâ’-iyâ’ (rendah), èngghi enten (menengah), dan èngghi bhunten (tinggi)—digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan dan menjaga hierarki sosial dalam keluarga. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap lima keluarga dari masing-masing kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan èngghi bhunten dan èngghi enten dalam situasi formal menegaskan perbedaan status sosial antar anggota keluarga. Sementara enjâ’-iyâ’ digunakan dalam interaksi sehari-hari yang lebih egaliter, tetapi tetap mencerminkan relasi kuasa, terutama antara orang tua dan anak. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran dalam penggunaan bahasa, terutama di kalangan generasi muda, yang dipengaruhi oleh modernitas dan globalisasi. Secara keseluruhan, ondhâgghâ bhâsa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai mekanisme pengaturan relasi kuasa dalam keluarga Madura

    Denotative and Connotative Meanings in the Dialogue of Capernaum: A Semiotic Approach to Nadine Labaki’s Work

    Full text link
    The study of denotative and connotative meanings in the Arabic language remains limited, particularly regarding how meanings evolve within social and ideological contexts in films. Most previous research has predominantly focused on semantic analysis without considering the connotative aspects that shape social perceptions and representations. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings of selected Arabic words using a qualitative approach through the perspective of Roland Barthes' Semiotics. Data were collected through non-participant observation and note-taking, while analysis was conducted using extralingual referential analysis, employing both comparative and contrastive methods. The findings reveal that words such as قيود, الجحيم, الإيجار, خادمة, and الهارب in the film Capernaum carry connotative meanings that reflect social constraints, suffering, exploitation, oppression, and the loss of identity. This study affirms that language is not merely a tool for communication but also an ideological instrument that represents social realities. This study implies that connotative meaning can enrich linguistic studies and provide deeper insights into language use across various social and cultural contexts

    The Formation of Abhekteh (Devotional) Character In Children In Family Care of Kyai Madura

    Full text link
    This study aims to examine the formation of the character  "Abhekteh" (devotion) for children in the care of Kyai families in Madura. The concept of "Abhekteh" is a cultural and religious value that underlies the behavior of devotion to parents and elders, which is highly respected in Madurese society. The research method used is a qualitative phenomenological approach to explore the formation of the character of abhekteh (devotion) in children in the care of the families of Madurese kyai with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation. The research respondents consisted of kyai families, consisting of fathers (kyai) and mothers (nyai). Data analysis was carried out thematically to understand the mechanism of internalization of Abhekteh values ​​in everyday life. The results of the study indicate that parenting practices in Madurese kyai families to form abhekteh (devotion) characters in children is a complex and multidimensional process. The approach used tends to be authoritative, combining firmness in instilling abhekteh values ​​with warmth and open communication. The main methods  used include role models, habituation, dialogue, reflection, and involvement in social activities. The implications of these parenting practices include the internalization of deep moral values ​​in children, the development of emotional and spiritual intelligence, the formation of a strong cultural identity, increased ability to adapt to changing times, the development of social and leadership skills, and the strengthening of family ties and social cohesion of the community. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan karakter "Abhekteh" (berbakti) pada anak-anak dalam pengasuhan keluarga Kyai di Madura. Konsep "Abhekteh" merupakan nilai budaya dan religius yang mendasari perilaku berbakti kepada orang tua dan orang yang lebih tua, yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis untuk mengeksplorasi pembentukan karakter abhekteh (berbakti) pada anak dalam pengasuhan keluarga kyai Madura dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari keluarga kyai, terdiri dari ayah (kyai) dan ibu (nyai). Analisis data dilakukan secara tematik untuk memahami mekanisme internalisasi nilai-nilai Abhekteh dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengasuhan dalam keluarga kyai Madura untuk membentuk karakter abhekteh (berbakti) pada anak merupakan proses yang kompleks dan multidimensi. Pendekatan yang digunakan cenderung bersifat otoritatif, menggabungkan ketegasan dalam menanamkan nilai-nilai abhekteh dengan kehangatan dan komunikasi terbuka. Metode utama yang digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, dialog, refleksi, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Implikasi dari praktik pengasuhan ini meliputi internalisasi nilai-nilai abhekteh yang mendalam pada anak, pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual, pembentukan identitas kultural yang kuat, peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman, pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan, serta penguatan ikatan keluarga dan kohesi sosial Masyaraka

    The Effect of Tiktok Short Videos towards Students’ Vocabulry Mastery: A Quantitative Research Approach

    Full text link
    TikTok, apart from being an entertainment platform, holds a valuable function as a tool to assist students in acquiring new vocabulary. This study aims to examine the effect of educational videos on TikTok on students' vocabulary mastery. This study employed a quasi-experimental method, involving members of UKM Bahasa at Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung that contained 30 students. To get an appropriate sample, purposive sampling was used. This study used the pre-test and post-test as the instruments to measure students' vocabulary mastery before and after the treatments. The data were analysed by using validity, reliability, normality, and homogeneity tests. Along with that, there was a significant improvement: the average score on the pre-test was 49.96, and the average score on the post-test was 70.2. Additionally, this study successfully found a significant effect between between the use of TikTok educational videos and students’ vocabulary mastery. This highlights TikTok's potential as a useful learning tool

    Menjelajahi Praktik Playdate di Indonesia: Tren Kegiatan Bermain dan Belajar untuk Anak Usia Dini di Playdate Familia Kreativa

    No full text
    Play is a way for early childhood to learn. Currently, there are many play trends that are developing, one of them is playdate which is quite popular among urban parents. However, research related to the concept of playdate in Indonesia is still quite limited. Using the case study method, this research explores one of the playdate activities organized by playdate familia kreativa. The data collection techniques used are interviews, observation and documentation studies. The interview participants consisted of 3 familia kreativa playdate facilitators. The results of the study suggest that playdate familia kreativa is a community-based playdate that allows preschool children to carry out play activities while learning, as well as providing space for parents to be able to actualize themselves. Playdate Familia Kreativa also strives to bring back the fitrah of parents as the first place of education for their children, with a vision to become a reference for learning, working, and creating for families around the world with the principle of rahmatan lil'alamin.Bermain merupakan sarana bagi anak usia dini untuk belajar. Saat ini, cukup banyak tren bermain yang tengah berkembang, salah satunya adalah playdate yang popular di kalangan orang tua perkotaan. Namun, penelitian terkait dengan konsep playdate di Indonesia saat ini masih cukup terbatas. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini akan mengeksplorasi salah satu kegiatan playdate yang diselenggarakan oleh playdate familia kreativa. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Partisipan wawancara terdiri dari 3 fasilitator playdate familia kreativa. Hasil penelitian mengemukakan bahwa playdate familia kreativa merupakan playdate berbasis komunitas yang memungkinkan anak-anak prasekolah untuk melakukan kegiatan bermain sambil belajar, sekaligus memberikan ruang kepada para orang tua untuk dapat mengaktualisasikan dirinya. Playdate Familia Kreativa juga berusaha untuk mengembalikan fitrah para orang tua sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak-anaknya, dengan visi menjadi referensi belajar, berkarya, dan berkreasi untuk keluarga sedunia dengan prinsip rahmatan lil'alamin

    Implementasi Kurilum Merdeka pada Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 di TK Pamardisiwi Temanggung

    No full text
    This study aims to examine the implementation of the independent curriculum in the 3rd Batch at Early Children Education in Pamardisiwi Kindergarten Temanggung, Central Java. There are three problems that are the main focus of the study, namely: 1). What are the successes and obstacles faced in implementing the independent curriculum ? 2). How is the implementation of the independent curriculum programms? and 3). How is the teaching and learning process ? This research is a field research. The method used is qualitative method. The approach used is  phenomenological approach. The study was conducted for a period of two months: from July to August 2024. The results of the study indicate that the curriculum has been  implemented well although initially the principal and teachers felt burdened and lacked support from parents. From 13 indicators programms, 11 indicators have been running well and 2 other indicators still need to be improved. The teaching and learning process has been running well. The learning process is carried out centered on students. The conclusion in this study is: the implementation of the curriculum in the early stages has been carried out well overall. However, the institution must improve the implementation of this curriculum towards the developing stage and then to be advanced. Researcher's suggestion: principals, teachers, guardians and all stakeholders must support this activity so that this institution becomes proficient in disseminating IKM to other institutions and what the country aspired in one hundred years of Indonesian independence is achieved in 2045

    Analysis of Learning to Make Salted Eggs as an Effort to Introduce Local Wisdom Values at RA Tahdzibul Fuad

    Full text link
    This study aims to analyze the learning of making salted eggs as an effort to introduce local wisdom values at RA Tahdzibul Fuad. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study design to analyze the implementation of learning to make salted eggs at RA Tahdzibul Fuad. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study included students, educators, and parents. The learning process is designed based on direct practice to increase children's involvement in understanding the process of making salted eggs while instilling local wisdom values, such as hard work, responsibility, and cooperation. The study's results showed that this activity was effective in building children's understanding of local culture and supporting the development of their motoric, cognitive, and socio-emotional aspects. Children showed high enthusiasm during learning, while support from educators and the active involvement of parents helped strengthen the effectiveness of this program. The local wisdom values found in this study include Hard Work (Effort and Diligence), Mutual Cooperation and Cooperation, Patience and Accuracy, Respecting and Preserving Local Culture, Responsibility, Love of Nature and Creativity and Innovation. This study concludes that local wisdom-based learning, such as making salted eggs, can be an innovative and relevant learning model to support the development of positive character and cultural awareness in early childhood.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran pembuatan telur asin sebagai upaya pengenalan nilai-nilai kearifan lokal di RA Tahdzibul Fuad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran membuat telur asin di RA Tahdzibul Fuad. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi peserta didik, pendidik, dan orang tua. Proses pembelajaran dirancang berdasarkan praktik langsung untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam memahami proses pembuatan telur asin sekaligus menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam membangun pemahaman anak terhadap budaya lokal dan mendukung perkembangan aspek motorik, kognitif, dan sosial emosional mereka. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pembelajaran, sementara dukungan dari pendidik dan keterlibatan aktif orang tua membantu memperkuat efektivitas program ini. Nilai-nilai kearifan lokal yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi Kerja Keras (Usaha dan Tekun), Gotong Royong dan Kerjasama, Kesabaran dan Ketelitian, Menghargai dan Melestarikan Budaya Lokal, Tanggung Jawab, Cinta Alam serta Kreativitas dan Inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti membuat telur asin dapat menjadi model pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk mendukung pengembangan karakter positif dan kesadaran budaya pada anak usia dini

    Pengaruh Green Accounting, Kinerja Lingkungan, Biaya Lingkungan, Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas

    Full text link
    Environmental issues that have been in the spotlight recently, such as pollution, climate change, and natural resource degradation, are the driving factors for this study. The company's production activities have a major impact on the environment, especially manufacturing companies in the non-cyclical consumer sector. Therefore, companies must strategize sustainable and environmentally friendly business methods. This study examines the effect of green accounting, environmental performance, environmental costs, corporate social responsibility disclosure, and company size on profitability in manufacturing companies in the non-cyclical consumer sector listed on the Indonesia stock exchange from 2021-2023. Purposive sampling is the sampling strategy used in this study, and secondary data such as sustainability reports and annual reports are used for data collection. 15 companies have met the requirements to become observation units. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis and classical assumption test using SPSS 25 as a test tool. These findings provide factual evidence that company size significantly affects its profitability. Meanwhile, manufacturing companies in the non-cyclical consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange for 2021-2023 did not experience changes in profitability as a result of green accounting, environmental performance, or corporate social responsibility disclosure.Isu-isu lingkungan yang menjadi sorotan akhir-akhir ini, seperti polusi, perubahan iklim, dan degradasi sumber daya alam, menjadi faktor pendorong dilakukannya penelitian ini. Kegiatan produksi perusahaan memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan, terutama perusahaan manufaktur di sektor konsumen yang bersifat non siklus. Oleh karena itu, perusahaan harus menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini menguji pengaruh green accounting, kinerja lingkungan, biaya lingkungan, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur sektor konsumer non siklus yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2021-2023. Purposive sampling adalah strategi pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, dan data sekunder seperti laporan keberlanjutan dan laporan tahunan digunakan untuk pengumpulan data. Sebanyak 15 perusahaan telah memenuhi syarat untuk menjadi unit observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik dengan menggunakan SPSS 25 sebagai alat uji. Temuan ini memberikan bukti faktual bahwa ukuran perusahaan secara signifikan mempengaruhi profitabilitas. Sementara itu, perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi non siklis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023 tidak mengalami perubahan profitabilitas sebagai akibat dari green accounting, kinerja lingkungan, maupun pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan

    3,140

    full texts

    3,473

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online IAIN Madura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇