Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
HUMANIORA DALAM PENDIDIKAN TEOLOGI
Teologi, hingga kini masih ada dalam perjuangan untuk dapat diterima sebagai ilmu mandiri, paling tidak di Indonesia. Proses tarik menarik antara yang menerima dan yang menolak teologi sebagai ilmu pada akhirnya bermuara pada bentuk-bentuk yang bersifat kompromistis, dan tentunya tidak bersifat permanen. Dalam tataran klaster ilmu, teologi juga mengalami kesulitan untuk menempatkan diri sebagai bagian rumpun ilmu apa? Apakah masuk dalam rumpun filsafat atau ilmu- ilmu humaniora. Dalam proses ini, katakanlah, teologi masuk dalam rumpun ilmu-ilmu humaniora, di mana teologi tidak bisa melepaskan diri dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Sehingga dalam rancang bangun teologi hingga implikasinya dalam ranah praksis tentunya tidak cukup manakala hanya dilakukan pembaruan struktur-struktur keilmuannya yang tertuang pada kurikulumpendidikan teologi, yang pada akhirnya hanya bermuara pada sebaran ilmu, metode dan paradigma keilmuannya. Dengan demikian, teologi hanya akan bergulat dengan hal-hal yang bersifat teoritis belaka. Berkaca dari hal sebelumnya, maka, di pandang penting untuk dilaksanakan pembaruan kultur dalam proses pendidikan teologi. Pendidikan tinggi teologi mempunyai peran penting dalam menopang pembangunan kultur teologi sebagai ilmu melalui proses pendidikan yang lebih humanis. Salah satu unsur positif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam pendidikan teologi ialah terdapatnya artikulasi antar-jenjang dan jenis penerapannya, mendidik mahasiswa agar memilki pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang lebih terbuka terhadap kemanusiaan. Keadaan ini perlu lebih dikembangkan lagi dengan memperluas pijakannya. Artinya, di dalam pengembangan artikulasi humaniora dalam pendidian teologi janganlah bersifat eksklusif tetapi merupakan bagian dari pelaksanaan in-klusifitas pendidikan teologi yang mengarah pada community based education. Tetapi perlu untuk diwaspadai bahwa community yang dimaksud di sini bukanlah suatu community yang eksklusif, tetapi community Indonesia yang beragam, dan semua ini dapat terjadi jika pendidikan teologi menekankan nilai-nilai humanity dalam kerja ilmunya
KARAKTERISTIK GURU DALAM JEMAAT DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KRISTEN DALAM GEREJA
Pendidikan dalam jemaat membutuhkan banyak perhatian pada gereja pada masa kini, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi mengharuskan dunia pendidikan Kristen mampu menghadapi perkembangan tersebut dengan memperlengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan. Oleh sebab itu gereja perlu memperlengkapi guru dalam jemaat untuk menunjang proses pembelajaran dalam jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Guru dalam jemaat sebagai salah satu aspek pendidikan yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran dalam jemaat. Melalui penelitian dengan menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini mendeskripsikan kepribadian, Integritas, Kompetensi Guru dalam Jemaat
“MARI BERCERITA BERSAMA” Sebuah Strategi Pendidikan Kristiani Bagi Anak Sekolah Minggu di Jemaat GKST Eben Haezer Kumpi Sulawesi Tengah
Sekolah Minggu merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh Gereja. Karena itu terus diperlukan kajian teologis dan praksis Gereja secara berkelanjutan untuk mendukung faktor tersebut. Artikel ini bermaksud memberi landasan teologis dan penerapan praktis Pendidikan Kristiani Anak dalam konteks Sekolah Minggu di GKST Eben Haezer Kumpi. Dalam melakukan analisis, perspektif yang dipakai adalah pendekatan Shared Christian Praxis dari Thomas Groome yang didialogkan dengan konteks psikologis anak maupun konteks menyeluruh dari gereja tersebut.Tulisan ini pada akhirnya memberi sumbangsih pemikiran dan contok praktek Pendidikan Kristiani bagi Anak Sekolah Minggu yang kontekstual
“ISA ADALAH SANG PECINTA” Penghayatan Jalaludin Rumi Tentang Isa Almasih
Kontroversi tentang Yesus Kristus telah muncul selama beberapa tahun.Tulisan ini hadir untuk mendiskusikan mengenai hal tersebut dari perspektif Jalaludin Rumi.Yesus adalah Nabi Kasih dalam perspektif Rumi.Penelitian ini berdasarkan buku-buku dari Jalaludin Rumi, yaitu Fihi Ma Fihi dan Matsnawi. Yang terakhir, penelitian ini akan menjelaskan citra diri Yesus pada kedua buku yang merujuk pada Rumi, Yesus adalah pola anutan, Sufi, guru spiritual dan nabi pada masanya
PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI KOTA MANADO
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan, komitmen organisasi dan kepercayaan terrhadap kinerja guru SMP Kota Manado.Metodeyang digunakan adalah analisis jalur. Kepemimpinan, komitmen organisasi dan kepercayaan adalah variabel independen dan kinerja guru adalah variabel dependen.Sampel penelitian adalah guru SMP di Kota Manado yang ditentukan dengan rumus Taro Yamane yaitu 101 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja guru, (2) komitmen organisasi berpengaruh langsung positif terhadap kinerja guru, (3) Kepercayaan berpengaruh langsung positifterhadap kinerja guru (4) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi dan (5) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kepercayaan
URGENSI KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENCIPTAKAN PROSES PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi sosial guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon dan menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru PAK deskriptif. Dari hasil penelitian maka disimpulkan: 1). Guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon memiliki kompetensi sosial yang sangat baik. 2). Kendala-kendala yang dihadapi guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon yaitu beban kerja yang melebihi batas maksimal. Setiap guru mengajar rata-rata 30 jam pelajaran setiap minggunya sehingga tidak memiliki waktu untuk mengerjakan dan mempersiapkan RPP.Dari kesimpulan tersebut maka disarankan supaya SMA Negeri 1 Tomohon menambah tenaga guru PAK sesuaikan dengan rasio guru dan siswa, bagi STAKN Manado supaya memperlengkapi mahasiswa PAK dengan kemampuan konseling, salah satu caranya dengan menambah bobot SKS untuk mata kuliah pastoral konseling dan bagi peneliti sebagai pendidik Kristen agar meningkatkan kompetensi sosial dalam mempersiapkan calon-calon guru PAK
PERIBADATAN PEMUDA MELALUI LITURGI KONTEKSTUAL
Tulisan ini mendeskripipsikan tentang usulan perumusan liturgi kontekstual dalam peribadatan Pemuda sebagai upaya peningkatan antusiame para pemuda dalam mengikuti peribadatan serta menumbuhkan motivasi beribadah pemuda yang memeliki kecenderungan antipati terhadap pola kegiatan peribadatan karna memiliki kesan kaku dan stastis sehingga secara langsung mendiskreditkan motivasi beribadah pemuda yang memiliki keterbukaan dalam menyikapi realita dan antusiasme terhadap hal-hal baru sesuai dengan usia pertumbuhannya.Adapun maksud dari usulan perumusan liturgi tersebut ialah dengan mengacuh pada model-model teologi kontekstual sehingga kegiatan peribadatan menjadi lebih inovatif dan kreatif tanpa mendistorsikan makna dari ibadah itu sendiri.Berkenaan dengan hal itu, Pendekatan dalam tulisan ini dengan menggunakan metode kuantitaif deskriptif, sedangakan untuk sumber data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga menjamin validitas dan keakuratan data
URGENSI KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENCIPTAKAN PROSES PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi sosial guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon dan menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru PAK dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Tomohon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian maka disimpulkan: 1). Guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon memiliki kompetensi sosial yang sangat baik. 2). Kendala-kendala yang dihadapi guru PAK di SMA Negeri 1 Tomohon yaitu beban kerja yang melebihi batas maksimal. Setiap guru mengajar rata-rata 30 jam pelajaran setiap minggunya sehingga tidak memiliki waktu untuk mengerjakan dan mempersiapkan RPP. Dari kesimpulan tersebut maka disarankan supaya SMA Negeri 1 Tomohon menambah tenaga guru PAK sesuaikan dengan rasio guru dan siswa, bagi STAKN Manado supaya memperlengkapi mahasiswa PAK dengan kemampuan konseling salah satu caranya dengan menambah bobot SKS untuk mata kuliah pastoral konseling dan bagi peneliti sebagai pendidik Kristen agar meningkatkan kompetensi sosial dalam mempersiapkan calon-calon guru PAK
PENGARUH KREATIFITAS DAN KETRAMPILAN MENGAJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN
Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Salah satu faktor yang mendukung bagi kemajuan adalah pendidikan. Proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, hal ini berarti pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses belajar, akan tetapi bagaimana memperoleh hasil atau proses belajar yang terjadi pada diri anak didik. Tujuan utama proses belajar mengajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku siswa berupa kognitif, afektif maupun psikomotor. Indikator nyata keberhasilan proses belajar mengajar tersebut biasanya tercermin dari prestasi belajar yang dicapai siswa. Tanpa keterampilan mengajar yang baik serta kreatifitas yang tinggi, maka seorang guru tidak akan dapat membentuk siswa berprestasi tinggi. Berdasarkan analisis regresi dan korelasi yang telah dilakukan dapat disimplkan bahwa dukungan terhadap hipotesis penelitian baik secara parsial maupun secara simultan dari dua variabel X1 dan X2 terdapat hubungan yang positif secara signifikan dengan hasil Y. Dari hasil penelitian ini memberi temuan sebagai berikut : Pertama, hubungan antara variabel X1 (Kreatifitas) secara nyata berhubungan positif dengan hasil Y (Prestasi Belajar) melalui regresi Ŷ = 10.231 + 509 X1. Konsekuensi peningkatan pada variabel X1 akan diiringi secara linear oleh peningkatan hasil Y. Hal ini memberi arti secara umum, pentingnya meningkatkan kemampuan X1 (Kreatifitas) dalam (Prestasi Belajar Siswa SMP) Y. Kedua, hubungan antara variabel X2 secara nyata berhubungan positif dengan (Prestasi Belajar Siswa) Y melalui regresi: Ŷ = 103.805 + - 104 X2 Konsekuensi peningkatan pada variabel X2 akan diiringi secara linear oleh peningkatan hasil (Prestasi Belajar) Siswa di SMP. Hal ini memberi arti secara umum, pentingnya meningkatkan (keterampilan mengajar guru PAK) X2 dalam perspektif keterampilan mengajar guru PAK untuk meningkatkan (prestasi belajar) siswa Y. Ketiga, di dalam penelitian ini variabel X1 dan X2 secara bersama-sama menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap hasil variabel Y melalui regresi Ŷ = 12.503 + 0,762X1 + -0,267X2. Hal ini memberi makna bahwa, semakin tinggi unsur-unsur X1 dan unsur-unsur X2 maka akan semakin tinggi hasil Y. Hal ini memberi arti secara umum, pentingnya meningkatkan kreatifitas X1 dan keterampilan mengajar guru PAK X2 dalam perspektif kreatifitas dan keteramplan mengajar guru PAK sebagai dua prediktor meningkatkan prestasi belajar siswa Y
“BALI TOLAK REKLAMASI!” Analisis Teologis Ke(tidak)bijakan Reklamasi Teluk Benoa melalui Dialog dengan Pemikiran Ekologis Hindu
Persoalan lingkungan hidup di Indonesia merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalahpersoalan reklamasi teluk Benoa Bali. Artikel ini bermaksud untuk menganalisis persoalan tersebut dari sudut pandang teologi Kristen dalam dialog dengan konsep ekologi Hindu dari Vandana Shiva. Tujuannya agar ada analisis teologi kontekstual yang mampu memaparkan persoalanekologi dari sudut pandang Kristen namun juga mempertimbangkan pemikiran dalam konteks yang sementara dihadapi