Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
BERHERMENEUTIK BERSAMA DERRIDA
Humans are interpretive beings; a creature that is always seeking meaning and understanding reality outside of himself. The process of understanding and understanding continues and is productive as long as humans are and exist in this life. As long as there is an effort to interpret and understand, hermeneutics play a role. This paper tries to see hermeneutic understanding as a means of criticizing the absoluteness and dominance of meaning and understanding from the perspective of Derrida Deconstruction. Hermeneutics in the perspective of deconstruction provides important space for readers and their context in constructing meaning. The various meanings and understandings are appreciated as a necessity of a process of reading texts. Through Derrida's glasses, deconstruction becomes a reflective tool to open new awareness and new possibilities, which may have been missed in the effort to understan
MERAJUT TANAMAN OBAT KELUARGA DALAM BINGKAI PENDIDIKAN EKOLOGI
This study aims to analyze the results of ecological education research on the use of family medicinal plants in the GMIM Kakaskasen Maranatha Church. Education ranging from children to old age in cultivating family medicinal plants that are believed to have great benefits. Family medicinal plants are useful for preserving nature, the greening movement, herbs and medicines for human health. The method used in this study is a qualitative method with participatory observation techniques, in-depth interviews with four members of the congregation and literature studies such as books, journals, theses, internet. The results of this study indicate that ecological education in cultivating family medicinal plants does not attract the attention of young people, but is of interest to elderly mothers and women to mothers. The impact of ecological education as a marker of human reconciliation with nature. Apart from oneself, church and culture play a role in educating and preserving nature
ESTETIKA MUSIK PADAGENERASI MILENIAL
Musik saat ini semakin banyak memiliki variasi-variasi trendbaru. Masa kepopulerannya kerap berganti-ganti dengan tujuan mengikuti selera musik yang berkembang di masyarakat. Hal ini menjadisuatu kerumitan untuk mengidentifikasi aspek baru apa yang dapat dikatakan sebagai estetika (keindahan)baru pada musik saat ini khususnyapada generasi milenial.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui esensi dan tendensi keindahan yang terdapat dalam sebuah karya musik dieramilenial. Melalui penggunaan teori estetika musik yaitu untuk mempersepsi konsep dan elemen musikal dalam musikyang digunakan disebuah gereja padaera milenial saat ini.Bahwa jika dianalisa ada unsur musik yang diminati, misalnya di gereja-gereja yang memiliki instrumen berteknologi moderndenganpenerapan idiom-idiom bunyi dari electronic musical instrument seperti misalnya idiom dub step, pad voice, melalui komposisi sequenser. Ada juga yang menggunakan unsur musik elektronik seperti Syntesizer, Drum Machine, bergaya Electronic Dance Music. Sama halnya yang temui di Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) Manado, hasil pengamatan menunjukkan bahwa ada yang menggunakan teknologi musik seperti drum pad dalam kebaktian, hal ini menandakan salah satu elemen yang tergolong baru dari segi teknologi dan timbre musikal. Maka dari itu, musik pada generasi milenial yang juga terdapat di gereja yang dalam hal ini yaitu musik yang berteknologi digital. Bahkan dapat dikatakan estetika musik di gereja juga selalu mengikuti perkembangan estetika musik sekuler dalam dunia musik populer
“GEREJA DIBALIK DINDING" Kajian Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Pendidikan Multikultural di Indonesia)
Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan pendidikan multikultural dengan mendialogkan Markus 7:24-30 yang berbicara tentang Yesus dan Perempuan Siro-Fenisia dengan dihadapkan dengan wacana multikultural dalam konteks Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research atau penelitian kepustakaan dan metode yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui buku-buku tulisan James Banks dan Tabita Christiani. Melalui dialog analisis Teks Alkitab dan teori dari beberapa ahli ini dapat mengasilkan pendidikan multikultural dalam konteks Indonesia. Analisis terhadap teks Markus 7:24-30 merupakan salah satu teks Alkitab yang berbicara soal multikultural. Yesus berhadap dengan seorang perempuan Siro-Fenisia yang berbeda gender, agama, dan etnis dengan-Ny
SOLA SCRIPTURA DALAM TAFSIR POSTKOLONIAL
Melalui kajian postkolonial, artikel ini menganalisis salah satu konsep penting dalam ajaran Protestantisme yaitu Sola Scriptura. Pada kenyataannya terjadi pergeseran makna atas konsep tersebut dari mengembalikan wibawa Alkitab, hingga kini menjadi suatu makna yang eksklusif. Artikel ini memperlihatkan bahwa dengan analisis postkolonial yang membongkar segala upaya dominasi, Sola Scriptura bisa menjadi konsep yang mendukung keterbukaan terhadap perubahan zaman agar Alkitab bisa bicara bagi orang segala masa dan tidak menjadikan Alkitab sebagai alat untuk mengeksklusi yang lain. Dalam perspektif postkolonial, Alkitab justru punya wibawa yang tinggi karena mampu didialogkan dengan berbagai teks dan konteks yang ada tanpa perlu merendahkan Alkitab dibanding yang lain
METODE-METODE YANG KREATIF DAN EFEKTIF UNTUK PENCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Creative and effective methods for achieving the goals of Christian education. The aim of learning is not just to master concepts knowledge and be skilled in motor skills, but to change attitudes. The method used is qualitative, using the study of literature that is the Bible and reference books. Both school and outside school students have a good signal and people of students are satisfied with the character changes that occur in students, so the methods used are very effective. Methods should not be the main thing by ignoring teaching. The method is used to support teaching so that educational goals are achieved. The various methods will help students to understand the teaching material delivered. The teaching-learning process must be done by various methods. Teachers must have the ability to teach both cognitively, psychomorically, and affective to achieve the goals of Christian religious education. Hold everything that you have heard from me as an example of sound teaching and do it in faith and love in Christ Jesus
“AKU LEPAS AKU BEBAS” Kajian Konsep “Melepaskan” dalam Teologi, Spiritualitas dan Seni
Artikel ini membahas konsep “Melepaskan” dengan mengkaji di tiga ranah yang berbeda.Dari segi teologi dengan menilik kitab Amsal.Lalu dari Spiritualitas dengan menelusuri konsep tersebut dari pemikiran tokoh mistik besar, Meister Eckhart. Lalu dari Seni dengan mempertimbangkan lagu “lepas bebas dari Iwa K. Kajian ini memperlihatkan bahwa konsep “melepaskan” itu punya peranan yang cukup signifikan dalam berbagai ranah kehidupan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, konsep ini rupanya memberi kegunaan besar bagi umat manusia
MEMAHAMI PERAN YESUS DAN ROH KUDUS DALAM INJIL LUKAS DENGAN BINGKAI PEMIKIRAN PIERRE FELIX BOURDIEU
This article aims to understand the role of the Holy Spirit and Jesus in Luke's Gospel using an interpretive approach that utilizes social science. This way of understanding is called an effort to understand the text using a social approach (utilizing social sciences). This article uses a descriptive analysis method by describing research results from various primary and secondary literature sources related to the topic. The Holy Spirit in Luke's Gospel has an important role in the work of Jesus' ministry. The writer of the Gospel of Luke does pay special attention to the Holy Spirit in his writings. This article wants to examine how the position or role of the Holy Spirit and Jesus themselves in social practice uses the thoughts of Pierre Felix Bourdieu. Some important things from Bourdieu such as habitus, agency, capital, and social practice become the emphasis in this article
KAJIAN HISTORIS-KRITIS TENTANG PENCOBAAN DALAM YAKOBUS 1:12-18 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI JEMAAT GMIM SYALOOM TOMPASOBARU DUA
The purpose of this study is to understand the meaning of temptation in James 1: 12-18 and its implementation for the GMIM Syaloom Tompasobaru Dua Church. This research is a descriptive qualitative research based on observation and interviews. Whereas for text research uses a literary study approach, especially historical criticism. From the results of the text research it is found that James's main advice emphasizes the Jewish Christian community to be happy, rejoice and even become a person who endures trials when facing trials without blaming God with the trials experienced by them . This is similar to what happened at the GMIM Syaloom Tompasobaru Church, which still understands trials not from the positive side
PEMBENTUKAN KARAKTER KRISTEN MELALUI MUSIK : Analisis Lagu Obor Pembangunan di GMIM Nafiri Pangolombian
Artikel ini bertujuan untuk menganalisa nilai-nilai Kristen dalam lirik lagu Obor Pembangunan, menganalisa struktur komposisi lagunya berdasarkan teori musik dan mendeskripsikan pembentukan karakter Kristen pemuda GMIM Nafiri Pangolombian melalui lagu Obor Pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang disebut naturalistic inguiry agar data yang diperoleh bersifat alamiah dengan situasi dan kondisi subjek serta objek yang menjadi fokus penelitian. Dari hasil analisis lirik nilai-nilai Kristen yang terkandung dalam teks lagu rohani “Obor Pembangunan” adalah ketekunan, Ketersediaan diri, Ketaatan, Kesabaran, Kejujuran, Kepuasan hati, Ketulusan, Kemurahan, Pengendalian diri, Kekudusan, Berbela rasa, dan Efisien. Berdasarkan ilmu bentuk musik dirasa enak bila tersusun teratur dalam keseimbangan ‘nafas’ atau bagian yang sama panjangnya: ini berlaku tentang anteseden (frase tanya) dan konsekuen (frase jawab); namun ini berlaku juga tentang motif-motif lagu. Lagu Obor Pembangunan dimainkan pada kunci G Mayor dengan tempo Allegro yaitu 120 BPM. Sifat yang terkadung dalam tempo Allegro adalah cepat dan penuh keriangan, oleh sebab itu karakter lagu menandakan adanya kesesuaian dengan lirik untuk bersemangat. Nilai-nilai karakter Kristen yang terkandung di dalam lagu Obor Pembangunan, sebagian besar sudah dimengerti dan dimiliki oleh pemuda di GMIM Nafiri Pangolombian tetapi belum menjadi gaya hidup sehingga dalam mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masih belum maksimal