Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Relevansi Misi Allah dalam Gereja Katolik Berdasarkan Tinjauan Injil Yohanes 3:16
This article aims to express a view about God's mission based on a study of the text of the Holy Bible and a study of the teachings of the Catholic Church. The text of the Holy Bible is a guide to the life of God's people in the Catholic Church, because the text expresses various meanings and values of life that are usually criticized and practiced in the life of faith of a community. The method used in this paper is a qualitative method with a hermeneutic approach. The three points of relevance that the author found in this article are findings that strengthen the roots of the faith and spiritual life of God's people in the Catholic Church. The three points include; social solidarity, the spirit of sacrificing boundaries without the people of God in the Catholic Church and total self-surrender. The third point of relevance of God's Mission in the lives of God's people in the Catholic Church is a strengthening of the meaning and practice of a life of faith that upholds the goodness of living together (bonum Communae)
Pengaruh Dukungan Sosial Guru Terhadap Motivasi Berprestasi
Vocational high school is a secondary education unit that not only prepares students for obtaining achievement in the classroom but also makes students become skilled workers who are ready to enter the working world. In gaining achievements and becoming skilled workers, students need achievement motivation which is influenced by the social support provided by the teacher. This research aimed to determine the influence of teacher social support on student achievement motivation. This research used quantitative methods. The data collection tool applied the teacher social support scale and the achievement motivation scale. The population was 354 grade XI students at SMK Negeri 5 Kupang. The sample of 35 students with the sampling technique used was Cluster Random Sampling. The analysis used simple linear regression analysis. The result showed that teacher social support had a positive and significant contribution to student achievement motivation with an R Square value of 38.8%. Teacher social support has a positive and significant effect on achievement motivation of vocational school students. Teachers are expected to provide social support to each student so that students have achievement motivation to achieve success in learning and the workplace
Studi Filsafat Pendidikan Perenialisme sebagai Upaya Membentuk Karakter Kristiani
The educational philosophy of perennialism is a philosophy that focuses on eternal universal values and truths which of course have a significant impact on character formation. Seeing the crisis in the world of education today, especially regarding the character and morals of students, the step taken is to direct the principles of education to the principles of the past which are called perennialism. The aim of this research is to discuss the importance of perennialism education as an effort to shape Christian character so that life reflects it more and more every day. the character of Jesus Christ. The research method used is qualitative with data collection techniques through literature reviews. The collected data is then analyzed through four channels, namely data reduction, presentation, data verification and interpretation. The research results show that the perennialist educational philosophy has a significant role in shaping Christian character. This approach emphasizes universal truths and eternal moral values in society, as well as developing character by referring to universal truths. On the other hand, Christian education places greater emphasis on character formation based on God's absolute truth, with a foundation of truth found in the Bible. Then, perennialist education not only shapes character, but also contributes to the development of a complete and potential individual by using education from the past, namely the 5th century BC (Plato and Aristotle) to the Middle Ages (Thomas Aquinas). For further research related to this topic, the author recommends this article as a reference in further research
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI TANGGAPAN DISRUPSI ERA DIGITAL
Salah satu aspek yang terpengaruh oleh disrupsi era digital adalah praktik keagamaan dan persepsi terhadap agama dalam masyarakat. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi cara individu mempraktikkan agama, mengakses informasi keagamaan, dan berinteraksi dengan komunitas keagamaannya. Hal ini menghadirkan pertanyaan tentang bagaimana agama merespons disrupsi ini? dan bagaimana respons tersebut memengaruhi keseimbangan dan kesejahteraan spiritual umatnya? Penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan untuk mengeksplorasi fenomena moderasi beragama sebagai tanggapan terhadap disrupsi di era digital. Metode ini memungkinkan penulis untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan sumber-sumber teoritis lainnya, untuk mendukung penulisan ini. Agama memandu individu dan masyarakat dalam menghadapi disrupsi era digital dengan menekankan etika teknologi, keadilan sosial, pengembangan karakter, kesejahteraan mental, inklusivitas, dan refleksi mendalam terhadap dampak teknologi pada nilai-nilai dan makna kehidupan. Moderasi beragama berdampak positif pada keseimbangan dan kesejahteraan spiritual dengan menciptakan lingkungan inklusif, harmonis, dan toleran. Ini mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif, memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang dan keadilan, serta mendukung pertumbuhan individu dalam keyakinan mereka sendiri. Dalam era digital yang semakin maju, tantangan menjaga keragaman dan harmoni agama muncul di tengah transformasi fundamental kehidupan manusia. Disrupsi digital, seperti penyebaran pesan kebencian dan hoaks, telah mengubah lanskap sosial dan spiritual, memengaruhi praktik keagamaan dan persepsi agama. Moderasi beragama muncul sebagai respons efektif, menawarkan pendekatan inklusif untuk mengelola perbedaan keyakinan sambil memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian tentang moderasi beragama dalam era digital penting untuk memahami interaksi agama dan teknologi serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat
PASIEN PALIATIF KANKER DAN KELUARGA PASIEN PENTING MENDAPATKAN PELAYANAN PENDAMPINGAN DAN KONSELING PASTORAL
Pastoral assistance and counseling services are provided for those who are in a weak situation and condition, both physically, psychologically, socially and spiritually, as is done for palliative cancer patients. The aim is for cancer palliative patients to be able to face and overcome the pain they are experiencing with inner calm. However, reality shows that patient families also need pastoral care and counseling services, because patient families also experience a weak situation when a member of their family experiences cancer. One of the impacts experienced by the patient's family is that they experience deep sadness. If pastoral care and counseling services are not immediately provided, the patient's family will experience deterioration both psychologically, sociologically and even spiritually. Even though on the one hand, the patient's family is the caregiver for cancer patients, on the other hand, the patient's family also needs support and support from other parties so that the cancer patient and the patient's family together can face this condition. So pastoral care and counseling services are not only an important need for cancer palliative patients but also an important need for the patient's family. This article aims to explain the importance of pastoral care and counseling services for palliative cancer patients and their families. The author will use Jocob Daan Engel's Indonesian theory of mentoring and counseling and Howard Clinebell's theory of pastoral counseling and community counseling. The descriptive qualitative method was used by the author to explain the social psychological conditions of cancer palliative patients and the pastoral care and counseling that is really needed by cancer palliative patients and the patient's families at Church X. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation
Suatu Kajian Nilai-Nilai Gaya Servant Leadership dalam Ajaran Yesus Kristus
Kepemimpinan Melayani (servant Leadership) merupakan pendekatan kepemimpinan dimana seorang pemimpin akan mefokuskan dirinya untuk melayani karyawan atau anggota pengurus. Kepemimpinan pelayan yang karakteristiknya mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri dan berusaha untuk bisa memenuhi dan melayani kebutuhan orang lain maka penelitian ini mefokuskan kajiannya pada nilai ajaran dan kehidupan Yesus tentang servant leader. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pendekatan terhadap berbagai literatur yang ada. Penulis menyusun literatur yang bertemakan kepemimpinan baik yang sekuler maupun yang bersifat spiritual dalam rumpun etis teologi Kristen melalui buku dan jurnal kepemimpinan. Hasil kajian ini diperoleh suatu kesimpulan tentang nilai-nilai esensi dari ajaran Yesus tentang kepemimpinan pelayan yang didalamnya memuat kebenaran, kasih, kerendahan hati dan kerelaan untuk melayani. Nilai pengajaran Yesus terhadap kepemimpinan pelayan pertama terletak pada pengorbankan diri seorang pemimpin untuk kepentingan anggota tim dengan landasan kerelaan, dan yang Kedua, adalah nilai kepemimpinan pelayan ada pada kerelaan menjadi hamba untuk melayani dan bukan keinginan kekuasaan
MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG BERTEOLOGI, UPAYA KONTEKSTUALISASI MISI GEREJA DI ERA DIGITAL
Media sosial saat ini menjadi media yang banyak digunakan orang untuk berkomunikasi, mencari informasi dan hiburan, menciptakan peluang usaha dan bisnis. Perkembangan media sosial ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi gereja, bagaimana gereja menjadikan media sosial menjadi ruang untuk berteologi dalam rangka melaksanakan misi gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana media sosial digunakan sebagai ruang berteologi yang dilihat oleh peneliti sebagai usaha kontekstualisasi oleh orang-orang percaya (gereja) di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan menggunakan buku-buku, artikel, jurnal, media sosial sebagai sumber data penelitian. Hasil penelitian temukan bahwa di era digital saat ini cara untuk memberitakan dan mengomunikasikan Injil dapat dilakukan di berbagai macam tempat termasuk dalam media sosial. Menjadikan media sosial sebagai media untuk mewartakan Injil merupakan salah satu upaya menciptakan ruang baru untuk berteologi di era digital. Untuk itu, perlu adanya upaya pemanfaatan berbagai macam fitur media sosial untuk menunjang untuk pelayanan dan pengkomunikasian Injil melalui pemamfaatan fitur berbagi status, penciptaan ruang-ruang peribadatan online yang dapat menjangkau banyak orang untuk beribadah, membagikan konten-konten rohani dan juga membangun komunitas/persekutuan Kristen yang berdampak dalam pelayanan misi di media sosial
MENELAAH TRADISI FOOLA JIMATE DALAM MASYARAKAT NIAS: SEBUAH TINJAUAN TEOLOGIS-KRITIS
Foola Jimate merupakan salah satu tradisi yang sudah dipraktikan secara turun temurun oleh sebagian besar masyarakat Nias. Tradisi ini tidak terlepas dari kepercayaan kepada roh nenek moyang dan pemujaan kepada roh leluhur dan bertujuan untuk memutus hubungan antara orang yang telah meninggal dengan keluarganya yang masih hidup supaya tidak ada gangguan dari roh orang yang sudah meninggal kepada orang yang masih hidup. Foola Jimate melibatkan serangkaian acara yang dilakukan tiga hari setelah jenazah telah dikuburkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif dengan melibatkan wawancara kepada para tokoh adat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti esensi dari praktik foola jimate, kemudian melakukan tinjauan teologis kritis supaya pembaca memiliki pemahaman yang benar berdas arkan prinsip iman Kristen. Dari hasil penelitian, maka dihasilkan tiga hal yang menjadi hasil , yakni: Alkitab melarang spiritisme, Alkitab melarang sinkretisme, dan perlu pemahaman yang benar mengenai kematian dalam perspektif kristen
PENDAMPINGAN PASTORAL KEPADA LANSIA YANG HIDUP SENDIRI DI JEMAAT HKBP BALIGE
Keadaan lansia yang hidup sendiri dapat mempengaruhi segala aspek yang ada dalam diri lansia. Banyaknya lansia yang hidup sendiri di HKBP Balige dikarenakan kehilangan pendamping hidup dan ditinggal oleh anak-anak mereka karena sudah menikah dan masih sekolah. Lansia yang hidup sendiri sudah sulit untuk melakukan aktivitas karena faktor daya tahan tubuh yang sudah menurun. Tidak hanya karena daya tahan tubuh yang sudah menurun karena penuaan, lansia merasa beda dari komunitas lingkungannya, lansia juga sering menyendiri. Lansia yang tinggal sendiri lebih rentan merasa sedih karena kondisi yang menyendiri di rumah. Aspek fisik dan psikis dapat mempengaruhi aspek yang lainnya sehingga dalam aspek spiritual lansia merasa bahwa tidak ada yang memperdulikan mereka. Walaupun demikian lansia yang tidak produktif lagi juga memiliki kerinduan untuk datang ke gereja, namun keadaan fisik mereka membuat lansia tidak dapat pergi ke gereja, hal ini lah yang harus diperhatikan oleh pelayan gereja dalam memperhatikan pelayanan kepada lansia yang tidak dapat datang ke gereja.
Music Director Strategies within the Worship Music Team: A Study at BFA Church Yogyakarta
Music is an essential element of worship services, entrusted to music directors for arrangement and leadership. This study examines the strategies employed by music directors at BFA Church Yogyakarta. Utilizing qualitative methods, data were collected through purposive sampling of two music directors, with observations, interviews, and document analysis serving as primary data sources. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. Findings emphasize the critical role of the music director in managing the worship music team, highlighting the importance of strategic planning and leadership in delivering effective worship services. Guided by Mark Cole’s theoretical framework, the identified strategies are organized into pre-rehearsal, mid-week rehearsal, and Sunday worship stages, closely aligned with BFA Church practices. Implementing structured strategies across these stages promotes team coordination and enhances the quality of worship music, contributing to a meaningful worship experience for the congregation