Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
ANOMALI-KOLONIAL DI PAPUA SEBAGAI LEGITIMASI IDENTITAS DAN NASIONALISME PAPUA
Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh dari Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua serta menemukan dimensi baru. Dalam konteks Papua, orang-orang Papua selalu menjadi sang liyan di NKRI. Papua hanya mengacu pada kekayaan alam yang ada. Hal ini tercermin dalam eksistensi Freeport pasca-New York Agreement pada tahun 1962. Bahkan dalam berbagai catatan historis, dapat dilihat bahwa Sumber Daya Alam di Papua selalu lebih menjadi sorotan ketimbang Sumber Daya Manusianya. Bahkan stigma separatis, perilaku rasialis dan diskriminatif terhadap orang Papua masih eksis hingga saat ini. Melalui metode penelitian literatur dan meminjam perspektif poskolonial dari Frantz Fanon, orientalisme Edward Said, konsep identitas hibrid dan mimikri Homi Bhabha, teori identitas Manuel Castells, dan konsep mitos Karen Armstrong, penelitian ini menemukan dua pokok penting dalam pembahasan mengenai pengaruh Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua. Pertama, orang Papua telah terjebak dalam kepentingan politik global. Kedua, kolonialisme barat di Papua memiliki karakteristik tersendiri. Berdasarkan penggunaan teori dan konsep-konsep tersebut, tulisan ini telah menunjukkan temuan yang baru. Konsep “Anomali-Kolonial di Papua” merupakan temuan utama dalam tulisan ini yang belum pernah dibahas pada tulisan-tulisan lain. Konsep ini juga dapat digunakan sebagai perspektif untuk memahami korelasi antara Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua
MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG BERTEOLOGI, UPAYA KONTEKSTUALISASI MISI GEREJA DI ERA DIGITAL
Media sosial saat ini menjadi media yang banyak digunakan orang untuk berkomunikasi, mencari informasi dan hiburan, menciptakan peluang usaha dan bisnis. Perkembangan media sosial ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi gereja, bagaimana gereja menjadikan media sosial menjadi ruang untuk berteologi dalam rangka melaksanakan misi gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana media sosial digunakan sebagai ruang berteologi yang dilihat oleh peneliti sebagai usaha kontekstualisasi oleh orang-orang percaya (gereja) di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan menggunakan buku-buku, artikel, jurnal, media sosial sebagai sumber data penelitian. Hasil penelitian temukan bahwa di era digital saat ini cara untuk memberitakan dan mengomunikasikan Injil dapat dilakukan di berbagai macam tempat termasuk dalam media sosial. Menjadikan media sosial sebagai media untuk mewartakan Injil merupakan salah satu upaya menciptakan ruang baru untuk berteologi di era digital. Untuk itu, perlu adanya upaya pemanfaatan berbagai macam fitur media sosial untuk menunjang untuk pelayanan dan pengkomunikasian Injil melalui pemamfaatan fitur berbagi status, penciptaan ruang-ruang peribadatan online yang dapat menjangkau banyak orang untuk beribadah, membagikan konten-konten rohani dan juga membangun komunitas/persekutuan Kristen yang berdampak dalam pelayanan misi di media sosial
MENELAAH TRADISI FOOLA JIMATE DALAM MASYARAKAT NIAS: SEBUAH TINJAUAN TEOLOGIS-KRITIS
Foola Jimate merupakan salah satu tradisi yang sudah dipraktikan secara turun temurun oleh sebagian besar masyarakat Nias. Tradisi ini tidak terlepas dari kepercayaan kepada roh nenek moyang dan pemujaan kepada roh leluhur dan bertujuan untuk memutus hubungan antara orang yang telah meninggal dengan keluarganya yang masih hidup supaya tidak ada gangguan dari roh orang yang sudah meninggal kepada orang yang masih hidup. Foola Jimate melibatkan serangkaian acara yang dilakukan tiga hari setelah jenazah telah dikuburkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif dengan melibatkan wawancara kepada para tokoh adat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti esensi dari praktik foola jimate, kemudian melakukan tinjauan teologis kritis supaya pembaca memiliki pemahaman yang benar berdas arkan prinsip iman Kristen. Dari hasil penelitian, maka dihasilkan tiga hal yang menjadi hasil , yakni: Alkitab melarang spiritisme, Alkitab melarang sinkretisme, dan perlu pemahaman yang benar mengenai kematian dalam perspektif kristen
PENDAMPINGAN PASTORAL KEPADA LANSIA YANG HIDUP SENDIRI DI JEMAAT HKBP BALIGE
Keadaan lansia yang hidup sendiri dapat mempengaruhi segala aspek yang ada dalam diri lansia. Banyaknya lansia yang hidup sendiri di HKBP Balige dikarenakan kehilangan pendamping hidup dan ditinggal oleh anak-anak mereka karena sudah menikah dan masih sekolah. Lansia yang hidup sendiri sudah sulit untuk melakukan aktivitas karena faktor daya tahan tubuh yang sudah menurun. Tidak hanya karena daya tahan tubuh yang sudah menurun karena penuaan, lansia merasa beda dari komunitas lingkungannya, lansia juga sering menyendiri. Lansia yang tinggal sendiri lebih rentan merasa sedih karena kondisi yang menyendiri di rumah. Aspek fisik dan psikis dapat mempengaruhi aspek yang lainnya sehingga dalam aspek spiritual lansia merasa bahwa tidak ada yang memperdulikan mereka. Walaupun demikian lansia yang tidak produktif lagi juga memiliki kerinduan untuk datang ke gereja, namun keadaan fisik mereka membuat lansia tidak dapat pergi ke gereja, hal ini lah yang harus diperhatikan oleh pelayan gereja dalam memperhatikan pelayanan kepada lansia yang tidak dapat datang ke gereja.
Music Director Strategies within the Worship Music Team: A Study at BFA Church Yogyakarta
Music is an essential element of worship services, entrusted to music directors for arrangement and leadership. This study examines the strategies employed by music directors at BFA Church Yogyakarta. Utilizing qualitative methods, data were collected through purposive sampling of two music directors, with observations, interviews, and document analysis serving as primary data sources. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. Findings emphasize the critical role of the music director in managing the worship music team, highlighting the importance of strategic planning and leadership in delivering effective worship services. Guided by Mark Cole’s theoretical framework, the identified strategies are organized into pre-rehearsal, mid-week rehearsal, and Sunday worship stages, closely aligned with BFA Church practices. Implementing structured strategies across these stages promotes team coordination and enhances the quality of worship music, contributing to a meaningful worship experience for the congregation
Analisis Implementasi Kepemimpinan Transformasional Dalam Organisasi Mahasiswa
Leadership is a crucial element in human life, particularly in a social context. Transformational leadership plays a significant role in shaping the performance of its members. This leadership style has been shown to enhance the spirit and enthusiasm of organizational members. The method used in this research is descriptive qualitativewith a case study approach, allowing the researcher to explore phenomena in depth and systematically. This study references previous research titled "An Overview of Transformational Leadership Stylesin Student Organizations" (Bantam et al., 2024). Theaim of this research is to analyze the implementation of transformational leadership within the context of student organizations, specifically in the Student Association of the Psychology Department (HIMAPRO) for the 2023-2024 academic year. This study reveals that the application of transformational leadership theory, as described by McShane and Von Glinow (2010), has a positive impact in the context of student organizations, particularly in HIMAPR
Pengaruh Dukungan Sosial Guru Terhadap Motivasi Berprestasi
Vocational high school is a secondary education unit that not only prepares students for obtaining achievement in the classroom but also makes students become skilled workers who are ready to enter the working world. In gaining achievements and becoming skilled workers, students need achievement motivation which is influenced by the social support provided by the teacher. This research aimed to determine the influence of teacher social support on student achievement motivation. This research used quantitative methods. The data collection tool applied the teacher social support scale and the achievement motivation scale. The population was 354 grade XI students at SMK Negeri 5 Kupang. The sample of 35 students with the sampling technique used was Cluster Random Sampling. The analysis used simple linear regression analysis. The result showed that teacher social support had a positive and significant contribution to student achievement motivation with an R Square value of 38.8%. Teacher social support has a positive and significant effect on achievement motivation of vocational school students. Teachers are expected to provide social support to each student so that students have achievement motivation to achieve success in learning and the workplace
Studi Filsafat Pendidikan Perenialisme sebagai Upaya Membentuk Karakter Kristiani
The educational philosophy of perennialism is a philosophy that focuses on eternal universal values and truths which of course have a significant impact on character formation. Seeing the crisis in the world of education today, especially regarding the character and morals of students, the step taken is to direct the principles of education to the principles of the past which are called perennialism. The aim of this research is to discuss the importance of perennialism education as an effort to shape Christian character so that life reflects it more and more every day. the character of Jesus Christ. The research method used is qualitative with data collection techniques through literature reviews. The collected data is then analyzed through four channels, namely data reduction, presentation, data verification and interpretation. The research results show that the perennialist educational philosophy has a significant role in shaping Christian character. This approach emphasizes universal truths and eternal moral values in society, as well as developing character by referring to universal truths. On the other hand, Christian education places greater emphasis on character formation based on God's absolute truth, with a foundation of truth found in the Bible. Then, perennialist education not only shapes character, but also contributes to the development of a complete and potential individual by using education from the past, namely the 5th century BC (Plato and Aristotle) to the Middle Ages (Thomas Aquinas). For further research related to this topic, the author recommends this article as a reference in further research
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI TANGGAPAN DISRUPSI ERA DIGITAL
Salah satu aspek yang terpengaruh oleh disrupsi era digital adalah praktik keagamaan dan persepsi terhadap agama dalam masyarakat. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi cara individu mempraktikkan agama, mengakses informasi keagamaan, dan berinteraksi dengan komunitas keagamaannya. Hal ini menghadirkan pertanyaan tentang bagaimana agama merespons disrupsi ini? dan bagaimana respons tersebut memengaruhi keseimbangan dan kesejahteraan spiritual umatnya? Penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan untuk mengeksplorasi fenomena moderasi beragama sebagai tanggapan terhadap disrupsi di era digital. Metode ini memungkinkan penulis untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan sumber-sumber teoritis lainnya, untuk mendukung penulisan ini. Agama memandu individu dan masyarakat dalam menghadapi disrupsi era digital dengan menekankan etika teknologi, keadilan sosial, pengembangan karakter, kesejahteraan mental, inklusivitas, dan refleksi mendalam terhadap dampak teknologi pada nilai-nilai dan makna kehidupan. Moderasi beragama berdampak positif pada keseimbangan dan kesejahteraan spiritual dengan menciptakan lingkungan inklusif, harmonis, dan toleran. Ini mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif, memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang dan keadilan, serta mendukung pertumbuhan individu dalam keyakinan mereka sendiri. Dalam era digital yang semakin maju, tantangan menjaga keragaman dan harmoni agama muncul di tengah transformasi fundamental kehidupan manusia. Disrupsi digital, seperti penyebaran pesan kebencian dan hoaks, telah mengubah lanskap sosial dan spiritual, memengaruhi praktik keagamaan dan persepsi agama. Moderasi beragama muncul sebagai respons efektif, menawarkan pendekatan inklusif untuk mengelola perbedaan keyakinan sambil memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian tentang moderasi beragama dalam era digital penting untuk memahami interaksi agama dan teknologi serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat
PASIEN PALIATIF KANKER DAN KELUARGA PASIEN PENTING MENDAPATKAN PELAYANAN PENDAMPINGAN DAN KONSELING PASTORAL
Pastoral assistance and counseling services are provided for those who are in a weak situation and condition, both physically, psychologically, socially and spiritually, as is done for palliative cancer patients. The aim is for cancer palliative patients to be able to face and overcome the pain they are experiencing with inner calm. However, reality shows that patient families also need pastoral care and counseling services, because patient families also experience a weak situation when a member of their family experiences cancer. One of the impacts experienced by the patient's family is that they experience deep sadness. If pastoral care and counseling services are not immediately provided, the patient's family will experience deterioration both psychologically, sociologically and even spiritually. Even though on the one hand, the patient's family is the caregiver for cancer patients, on the other hand, the patient's family also needs support and support from other parties so that the cancer patient and the patient's family together can face this condition. So pastoral care and counseling services are not only an important need for cancer palliative patients but also an important need for the patient's family. This article aims to explain the importance of pastoral care and counseling services for palliative cancer patients and their families. The author will use Jocob Daan Engel's Indonesian theory of mentoring and counseling and Howard Clinebell's theory of pastoral counseling and community counseling. The descriptive qualitative method was used by the author to explain the social psychological conditions of cancer palliative patients and the pastoral care and counseling that is really needed by cancer palliative patients and the patient's families at Church X. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation