Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
MEMANDANG DENGAN PERSPEKTIF BARU: KAJIAN MATIUS 22:32 DAN RELASINYA DALAM KEARIFAN LOKAL; PAWANG HUJAN
Perkembangan dunia yang semakin pesat mengantarkan manusia pada suatu sisi kehidupan yang lebih modern dan yang tidak dianggap modern perlahan ditinggalkan dan tidak dipakai lagi. Kearifan lokal yang dilakukan turuntemurun juga dikikis dalam perkembangan teknologi yang pesat ini termasuk didalamnya kearifan lokal: pawang hujan. Masyarakat yang masih mempertahkan kearifan lokal pawang hujan ini dianggap sebagai ketinggalan perkembangan dunia dan terkadang dijadikan bahan olok-olokkan, buah bibir masyarakat yang dipandang negative. Maka di dalam penelitian ini akan dikaji mengenai padangan masyarakat terhadap kearifan lokal khusunya pawang hujan tersebut dalam sorotan teks Alkitab dari Injil Matius 22:32. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Karena merupakan penelitian di ranah Biblika, khususnya Biblika Perjanjian Baru, maka penelitian ini mengusung metode penafsiran campuran antara kritik historis dan kritik naratif dan akan diseberangkan dalam konteks masa kini. Hasil penelitian ini diharapkan agar mengubah cara pandang dan stigma negative para pembaca tentang mereka yang melakukan bentuk-bentuk kearifan lokal salah satunya pawang hujan
MAPALUS DALAM KONTEKS HUBUNGAN KRISTEN-MUSLIM : STUDI PERDAMAIAN DI KOTA MANADO
Mapalus sebagai salah kearifan lokal dalam budaya Minahasa yang mengandung makna kerja sama atau gotong royong telah mengalami perluasan makna dan cakupan pada tataran praktisnya hari ini. Kerja Mapalus juga akan mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat Kota Manado yang memiliki keberagaman agama, budaya, etnis,dll. Namun, dibalik keberagaman tersebut sering terjadi pergesekan dalam bentuk sentimen agama di antara masyarakat Kota Manado, khususnya kelompok Kristen dan Muslim. Berangkat dari hal itu, maka penelitian ini bertujuan ingin memperjumpakan Mapalus yang adalah kearifan lokal masyarakat Minahasa, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi agama tua leluhur Minahasa zaman dahulu dalam konteks hubungan antar agama Kristen dan Muslim di Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Data akan diperoleh dengan cara mengumpulkan berbagai hasil penelitian, jurnal, dokumen, buku, dan berita yang dapat menjadi data pendukung. Dengan adanya Mapalus dari tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, dapat membantu dalam mendorong terciptanya perdamaian dan kerukunan di Kota Manado. Membangun perdamaian termasuk didalamnya yaitu, mendorong tercapainya keadilan bagi setiap masyarakat dari aspek sosial, ekonomi hingga keagamaan. Makna kerja sama yang ada dalam Mapalus diharapkan dapat menjadi basis common values bagi masyarakat lintas agama di Kota Manado dalam mendukung adanya penerimaan dan terbangun sikap inklusif juga moderat
PEMISAHAN SEBAGAI MEKANISME REKONSILIASI : STUDI KASUS DI JEMAAT GKJ TAMANMURNI, SRAGEN, JAWA TENGAH
Konflik selalu membawa dampak bagi para pihak yang berkonflik. Berdampak buruk, apabila konflik tidak dapat diselesaikan dengan baik. Dan sebaliknya, apabila konflik dapat diselesaikan dengan baik, justru dapat membangun stabilitas komunal. Menghindar atau menarik diri dari konflik adalah salah satu cara para pihak berkonflik dalam menyelesaikan konflik. Sekalipun, hal tersebut tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan konflik. Seperti yang dialami oleh Komunitas TM, pasca konflik yang terjadi di tahun 2007, yang menyebabkan komunitas ini memisahkan diri dari GKJ TA. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah konflik, faktor-faktor penyebab pemisahan, upaya rekonsiliasi pasca pemisahan, serta menjelaskan kondisi Komunitas TM pasca pemisahan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Dari hasil analisis ditemukan bahwa rekonsiliasi konflik berlangsung cukup lama. Pemisahan Komunitas TM dari GKJ TA cukup dapat meredam konflik dan menjadi harapan baru bagi Komunitas TM untuk membangun jemaat dan kembali berjalan beriringan dengan GKJ TA juga gereja-gereja se-Sinode GKJ. Dapat disimpulkan bahwa pemisahan bisa menjadi mekanisme rekonsiliasi dan membantu Komunitas TM untuk membangun keutuhan jemaat, sehingga pembangunan jemaat pasca konflik berjalan maksimal
Menalar Secara Historis Misi Universal dalam Kitab Yunus
This research aims to reason historically the universal mission in the book of Jonah. The method used is a qualitative approach by analyzing the text of the Bible using historical criticism exegesis. Because this research is descriptive qualitative in nature without field research, the researcher as the main instrument utilizes literature studies with various literature ranging from printed books, journals, websites and online applications. After analyzing the introduction of the book of Jonah, the problematic interpretation of the book of Jonah, the universal mission contained in the book of Jonah, to reflecting on it theologically, the research results show that the book of Jonah can be reasoned with historically. The universal mission contained in one of the Old Testament books emphasizes the mission paradigm that cannot be confined by a particular group or nation. Then it becomes a challenge for thinkers and researchers who tend to emphasize ratios more to reflect on the possibility of reasoning historically about things that are considered nonsensical stories. Thus, it is highly recommended to conduct research on other books, both in the Old Testament and the New Testament to find universal missionary characteristics as well as to answer the challenges of the 21st century which are increasingly critical and crises
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH GEREJA BAGI MAHASISWA TEOLOGI IAKN MANADO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa teologi IAKN Manado terhadap pembelajaran Sejarah Gereja melalui media YouTube dan seberapa efektifkah dibandingkan pembelajaran secara konfensional atau yang menggunakan media lain. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Selain melakukan observasi dan wawancara secara langsung, ada juga Google Formulir yang digunakan dengan pertanyaan terbuka dan tertutup serta mengacu pada Skala Likert untuk mengukur sikap dan pendapat responden melalui kuesioner yang menunjukkan tingkat persetujuannya terhadap serangkaian pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap media pembelajaran melalui YouTube sangat besar dan efektifitas pembelajaran Sejarah Gereja melalui YouTube ternyata lebih efektif dan dapat dipahami dengan baik. Maka sangat direkomendasikan untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik melalui YouTube serta menerapkan metode Blended Learning, yaitu pembelajaran yang menggabungkan berbagai metode atau model pengajaran baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan
Peran & Fungsi Iringan Musik Dalam Khotbah Di Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPdI) Imanuel Karowa Tompaso Baru
Iringan musik pada saat khotbah merupakan sebuah fenomena musikal yang hadir pada saat pelaksanaan ibadah terkhusus pada gereja-gereja yang berhaluan karismatik maupun Pantekosta. GPdI adalah salah satu denominasi gereja yang memiliki liturgi peribadatan yang terdiri dari pujian penyembahan, khotbah serta doa berkat. Pada denominasi ini, iringan musik pada khotbah dianjurkan tetapi tidak diwajibkan. Akan tetapi, pada GPdI Imanuel Karowa Tompaso Baru ternyata mewajibkan iringan musik pada saat khotbah berlangsung untuk membawa pengaruh (fokus) pada Pendeta, Musisi maupun Jemaat yang hadir secara afektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran & fungsi iringan musik saat khotbah yang dilakukan oleh GPdI Imanuel Karowa Tompaso Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-fenomenologi. Sampel informan dilakukan dengan purposive sampling dan teknik snowball pada 6 orang subyek. Teknik pengumpulan data menggunakan participant observation, wawancara terstruktur dan in depth interview, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk menguji kredibiltas dan validitas data yang didapatkan dari berbagai sumber
Manajemen Musik Gereja Dalam Mata Kuliah Pengantar Layanan Musik Gereja
Penelitian ini menggunakan strategi eksplorasi subjektif yang diharapkan dapat memahami kekhasan apa yang mampu dimiliki oleh subjek penelitian secara komprehensif melalui penggambaran sebagai kata-kata dan bahasa serta dengan menggunakan teknik konteks yang berbeda sebagai metode ilmiah. Hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menyampaikan kesimpulan dari hasil observasi serta wawancara tentang proses pengelolaan dan perbandingan dengan landasan teori yang ada. Proses pengelolaan pelayanan pemutar musik dan pemimpin ibadah dilakukan secara kreatif, efisien dan efektif serta ibadah berjalan lancar setiap minggunya. Hingga saat ini para pengurus dan penyembah musik merasa nyaman dan tidak ada keluhan dengan segala aturan yang dibuat. UPP Musik Gereja menggunakan banyak kombinasi varian teori manajemen dan semua proses manajemen berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan tujuan yang diinginkan
Strategi Pembelajaran Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Kahoot Pada Mata Kuliah PAK Anak
Currently, learning conditions in the modern era are still often used in the form of providing information and rarely use existing technology, therefore this is no longer effective. The use of strategies in learning is very necessary because it can facilitate each learning process in achieving optimal results. . With a learning strategy, it can make learning activities run as expected by the teacher and achieve optimal results where students can easily follow the learning process. Learning activities carried out inside and outside the classroom require a media. There are various forms of learning media used today, such as audio, visual, motion, and so on. The intensity of using technology in learning is very important, but not just using technology as a learning medium or what they use but how the media is used. Descriptive qualitative research method used by researchers with individual interviews, direct observation and using library research in supporting the acquisition of the final results of the research. The purpose of this study was to determine the use of Kahoot! which is used as one of the choices of learning media in varied learning strategies so that the absorption of material is increased and the situation feels more pleasant so that the results of this study indicate that lecturers can easily provide understanding and students more easily absorb material in learning PAK Anak courses, and provide benefits for a university in implementing innovative digital learning
Siapa dan Apa Misi Yesus: Suatu Interpretasi Teologi Misi dari Percakapan Yesus dan Nikodemus (Yohanes 3:1-21)
Abstract:
Jesus’ conversation with Nicodemus contains about the person of Jesus and what Jesus’ mission was to come to the world. The character of Nicodemus and the setting of the conversation placed at the beginning of the Gospel of John make this section as important as it is important to know and know who and what the mission of Jesus came to the world. The ultimate goal of writing the Gospel of John is a challenge so that people who read have faith in Jesus and have a desire to know Jesus more, believe that Jesus is the perfect revelation of God who gives eternal life to everyone who believes in Him.
Keywords:Nicodemus, who is Jesus, what is Jesus’ mission.
Abstrak
Percakapan Yesus dengan Nikodemus memuat perihal pribadi Yesus dan apa misi Yesus datang ke dunia. Tokoh Nikodemus dan seting percakapan yang ditempatkan di awal Injil Yohanes menjadikan bagian ini penting sebagaimana pentingnya mengenal dan mengetahui siapa dan apa misi Yesus datang ke dunia. Sasaran akhir dari penulisan Injil Yohanes adalah sebuah tantangan agar orang yang membaca memiliki iman kepada Yesus dan memiliki kerinduan untuk mengenal Yesus lebih lagi, percaya bahwa Yesus adalah penyataan Allah yang sempurna yang memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Kata-kata kunci : Nikodemus, siapa Yesus, apa misi Yesu
Jesus in Disguise: Animated and Fantasy Films as Media for Christian Mission
Christian mission has undergone many shifts from the time of the apostles to the present day. However, the traditional understanding of Christian mission is still often found in many places. Christian missions that still have a Christianization flavor are of course no longer relevant in the midst of a pluralistic society. Forcing a traditional Christian mission in the context of changing times will certainly be read as a radical action. So a modern mission approach is needed. Christian mission approach that will not ignite the fire of conflict but also does not lose the identity of preaching the gospel. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This research was written as an attempt to find a Christian Mission method that would not hit the fence of inter-religious tolerance. Therefore, in this research, theories related to Christian Mission and Evangelism and other relevant theories will be used. The results of this study are expected to maximize efforts to carry out Christian missions without having to interfere with the faithful activities of other religious people. The Christian mission will continue but will not lead to Christianization. There will be a clear distinction between Mission and imposing beliefs on others