Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an (JHQ)
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
Efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dalam Perkawinan di Bawah Umur Pada Masyarakat Rokan Hulu
“Efektivitas Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Dalam Perkawinan Dibawah Umur Pada Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu” berisi tentang fenomena perkawinan dibawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu dan efektivitas Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Batasan Usia Perkawinan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang menyajikan, menguraikan, menarasikan data secara deskriptif. Data-data tersebut merupakan hasil dari observasi secara langsung di lapangan, serta hasil wawancara secara lansung dengan informan dan dokumentasi-dokumentasi lain yang mendukung penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini, bahwa fenomena perkawinan di bawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu sebelum dan sesudah diterapkannya Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2019 masih tetap terjadi bahkan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun mulai tahun 2020-2022 sebanyak 419 orang melaksanakan perkawinan dibawah umur, dengan rincian, tahun 2020 sebanyak 153 orang; tahun 2021 sebanyak 164 orang; dan tahun 2022 sebanyak 102. Sedangkan implikasi cerai gugat bagi keluarga di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 2 (dua), yakni negatif dan positif. Adapun efektivitas penerapan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan di bawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, penerapannya belum efektif karena alasan ada dispensasi dalam perkawinan
Hubungan Antara Kualitas Pencahayaan dan Kelelahan Mata Subjektif Pada Santri di Pesantren Al Hidayah Bogor
Pencahayaan juga memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Tentunya dalam hal pembelajaran atau aktivitas siswa sangat erat kaitannya dengan aspek pendukung yang meliputi pencahayaan. Lama berdiri, Pondok Pesantren Al Hidayah Bogor telah meluluskan ribuan santri putra dan putri yang mampu bersaing dengan lulusan dari pesantren tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pencahayaan dengan Kelelahan mata subyektif pada santri di Pesantren Al Hidayah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hidayah Bogor. Waktu Penelitian ini akan dilakukan mulai April 2023 selama satu bulan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross session untuk mengetahui hubungan antara kualitas pencahayaan dengan ketidaknyamanan subjektif (mata) pada santri di Pesantren Al Hidayah Bogor Populasi dari penelitian ini adalah Seluruh santri yang dijadikan responden sebanyak 133 santri dan 49 kamar di pondok pesantren Al Hidayah. Data yang dianalisis menunjukkan bahwa dari 23 responden (46,0) yang terpapar intensitas cahaya kurang, 19 responden (67,9%) mengalami gangguan mata dan 9 responden (32,1%) tidak mengalami gangguan mata. Hasil uji statistik menunjukkan p-value sebesar 0,001 yang berarti bahwa pada alpha 5% terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan dengan Kelelahan mata pada santri di Pesantren Al Hidayah Bogor. Penerangan dalam ruangan dirancang untuk menggantikan lampu pijar yaitu lampu TL LED 2x1 18 watt menghasilkan 300 lux. Serta pemeriksaan kesehatan bagi santri, ustadz dan ustadzah yang mengeluhkan mata tegang. Hindari menggunakan komputer dalam waktu lama di ruangan yang kurang cahaya. Istirahatkan mata Anda dalam waktu yang lama setelah menggunakan smartphone, semoga ada penelitian lebih lanjut dengan sifat sampel yang berbeda
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Peserta Didik di SDIT Al-Muhajirin Jakarta Utara
Kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDIT Al-Muhajirin Jakarta Utara masih belum lancar, sehingga diperlukan strategi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an peserta didik menjadi lebih baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi yang digunakan guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data penelitian melalui observasi, instrumen wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di SDIT Al-Muhajirin, pertama menggunakan metode qiroati dengan strategi sorogan, kedua guru menuntun bacaan Al-Qur’an dan mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya, ketiga guru memberikan latihan hafalan Al-Qur’an kepada peserta didik, keempat klasikal baca simak. Melalui strategi tersebut maka kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik mengalami peningkatan disetiap pertemuanny
Studi Komperative Pasal 173 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Konsep Hukum Islam tentang Fitnah sebagai Penghalang Waris
Tujuan penulis membuat penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui dan menganalisa ketentuan hukum waris Islam tentang penghalang hak waris, ketentuan Kompilasi Hukum Islam tentang hak waris serta untuk mengetahui dan menganalisis fitnah menjadi salah satu penghalang mewarisi dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Kompilasi Hukum Islam berpandangan bahwa perbuatan fitnah dinilai sebagai perbuatan yang merusak, menyerang nama baik bahkan harga diri serta jiwa dari seseorang yang terkena fitnah. Sehingga lambat laun orang yang terkena fitnah itu mati terbunuh secara perlahan, baik yang terbunuh karakternya maupun terbunuh jiwanya (meninggal dunia). Pasal 173 b merupakan salah poin yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam, dimana pasal ini berisi mengenai seseorang yang terhalang mendapatkan harta warisan, sedangkan di dalam fiqih klasik manapun tidak ditemukan bahwa fitnah adalah penghalang kewarisan. Dalam fiqh dijelaskan bahwa penghalang kewarisan yaitu; pembunuhan, perbudakaan dan perbedaan agama. Dari hasil analisis penulisbahwa pasal ini masih perlu ditinjau ulang sebab bertentangan dengan Nash yaitu QS. An-Nisa: 11. Karenahak seseorang yang telah ditetapkan mendapatkan warisan dalam Al-Qur‟an, tidak dapat dicabut kecuali ada dalil yang kuat seperti Hadits Nabi. Termasuk dicabutnya hak seseorang hanya karena percobaan pembunuhan atau penganiayaan, apalagi memfitnah meskipun ini merupakan kejahatan namun tidak dapat menghilangkan hak yang pasti, apalagi pewaris sudah memaafkannya sebelum meninggal
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi terhadap Prestasi Kerja Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jawa Timur
Gaya kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin dalam Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an dapat dijadikan sebagai penentu efektivitas dan efisiensi kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jawa Timur, Untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jawa Timur, Untuk mengetahui adanya pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jawa Timur. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an yang berjumlah 70 Pengajar jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 responden yang akan diperoleh secara random dari Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jawa Timur Hasil: Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap prestasi kerja menunjukkan nilai f sebesar 0,007 dimana nilai ini kurang dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap prestasi kerja.. Kesimpulan: Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Jawa Timur, Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel motivasi tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Jawa Timur, Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan motivasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Jawa Timur.- Kediri Tahun 2022
Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Peserta Didik (Studi Kasus di SDIT Ar-Ruhul Jadid Jombang)
Menghafal Al-Qur’an jadi kegiatan mulia bagi umat Islam. Banyak sekolah dan pesantren yang menyelenggarakan program hafalan Al-Qur’an. Salah satunya yaitu SDIT Ar-Ruhul Jadid. Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi para penghafal Al- Qur'an untuk menjadi penghafal Al-Qur'an yang berhasil, mereka memliki banyak pertimbangan untuk memutuskan menjadi penghafal Al-Qur'an. Berbagai tantangan juga dihadapi para penghafal Al-Qur’an. Untuk mengatasi masalah hafalan siswa, SDIT Ar-Ruhul Jadid melakukan berbagai strategi dan upaya untuk meningkatkan kualitas hafalan peserta didik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Metode menghafal Al-Qur’an yang digunakan di SDIT Ar-Ruhul Jadid Jombang adalah Bin- Nazhar, Talaqqi, Takrir, Tasmi dan Muroja’ah. Cara mengatasi hambatan menghafal Al-Qur’an di SDIT Ar-Ruhul Jadid Jombang diantara dengan memaksa diri untuk tetap mengaji, belajar membagi waktu dengan cara membuat jadwal harian, mendengarkan murottal Al-Qur’an dan menggunakan bantuan Al-Qur’an portable di saat menambah dan juga menjaga hafalan, mengoperasikan handphone dan laptop seperlunya saja
Etika Belajar dan Mengajar pada Tafsir Fathul Qadir Karya Imam Ash Shaukani (Kajian Surah Al Kahfi Ayat 66-78)
Learning and teaching ethics include learning principles and values about what is right and wrong. To explain the ethics of learning and teaching, the basis is Islamic ethics, the Al-Qur'an and As-Sunnah are the main sources. Therefore, researchers want to know the ethics of learning and teaching in the Al-Qur'an. This research uses qualitative methods and literature study in the process. The result is that the application of learning and teaching ethics is the most important part of the learning process. Therefore, both educators and students involved in teaching and learning activities must express respect for each other and maintain ethics. This is clearly based on the Islamic belief that ethics has a very high value so as to create akhlakul karimah. This is also based on the Islamic belief that ethics has a very important value in the world of education. Therefore, by adhering firmly to Islamic education whose orientation is akhlakul karimah, it is hoped that it can produce outstanding teachers and students
Praktik Uang Jujuran Perspektif Al ‘Urf pada Suku Banjar
Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syahkhsiyyah) Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru. Penelitian ini mengkaji praktik uang jujuran dalam perspektif Al-‘Urf pada masyarakat Suku Banjar di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir. Al-‘Urf merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang diakui dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Praktik uang jujuran telah menjadi bagian integral dari budaya pernikahan Suku Banjar dan dipandang sebagai suatu kewajaran yang diterima dan dihormati oleh masyarakat setempat. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa uang jujuran tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana mempererat tali silaturrahim antar keluarga, serta bentuk tolong-menolong dalam membiayai acara pernikahan. Dalam perspektif Al-‘Urf, uang jujuran diperbolehkan selama tidak digunakan untuk bermegah-megahan atau menyombongkan diri, serta tidak memberatkan salah satu pihak yang terlibat. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan para pelaku adat, serta observasi partisipatif dalam acara-acara pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat pandangan luar yang menganggap praktik ini berlebihan, namun dalam konteks budaya lokal, uang jujuran telah melalui proses kesepakatan bersama yang penuh kerelaan antara kedua belah pihak. Praktik uang jujuran yang disalahgunakan untuk tujuan pamer atau menyulitkan pihak lain bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, kemudahan, dan kerelaan. Kesimpulannya, praktik uang jujuran dalam perspektif Al-‘Urf pada masyarakat Banjar di Kecamatan Gaung dapat diterima selama sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan mempertahankan tujuan asli sebagai sarana tolong-menolong dan mempererat hubungan kekeluargaan
Istiftah Bil Qasam : Ilmu Perbintangan Modern Dibalik Sumpah Dalam Al-Qur’an
Istiftah Bil Qasam merupakan bagian dari macam kajian Ilmu Al-Quran yang mengkaji mengenai Fawathihussuwar, yakni ayat-ayat pembuka dalam sebuah surat didalam Al-Qur’an. Istiftah Bil Qasam berarti ayat pembuka dengan menjadikan sumpah Allah sebagai ayat pertama, yang berisi mengenai sumpah-sumpah Allah tentang berbagai hal untuk memperingatkan manusia atau sebagai bentuk kemahakuasaaan Allah sebagai Tuhan agar diketahui oleh manusia. Ayat sumpah dalam kajian penulisan ini mengkhususkan kepada ayat sumpah yang menjadikan Makhluk- Nya berupa Bintang dan Langit berupa Muqsambih sebagai pengingat manusia akan kemahabesaran Allah dibandingkan dengan Makhluk-Nya. Ayat yang dibahas dalam kajian ini adalah ayat-ayat fawathihussuwar yang berasal dari surat An-Najm, Al-Buruj dan Ath-Thariq dengan menyandingkan beberapa ayat-ayat lain yang membahas mengenai bintang sebagai bahan pengayaan literatur dan pembahasan. Ayat-ayat tersebut nantinya akan penulis kaji melalui metode tafsir ilmi dimana menafsirkan seluruh ilmu pengetahuan mengenai bintang dan pembahasan mengenai bintang yang hanya terkait dan dikhususkan kepada ayat yang tersebut didalam kajian ini. Dengan menggunakan metode library research sebagai metode penulisan karya ilmiahnya yang secara menyeluruh diambil melalui berbagai literatur karya ilmiah berupa buku, tafsir, jurnal dan literatur lain yang terkait dengan pembahasan didalam kajian ini. Nantinya penelitian ini akan menjadi sebuah kajian yang akan menggabungkan tafsiril qur’an dan ilmu pengetahuan modern tentang bintang dan segala hal tentangnya agar dapat dijadikan sumber literatur ilmiah dikemudian hari bagi para penulis lainnya apabila ingin meneliti kajian yang hampir serupa
Tradisi Pembacaan Qs. At-taubah ayat 128-129 di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang (Study Living Qur’an): Living Qur'an
Berbagai kalangan masyarakat, termasuk santriwati di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang, aktif terlibat dalam usaha umat Islam dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Salah satu contohnya adalah melalui pembacaan Qs. Al-Taubah ayat 128-129. Meskipun isi pesan dalam ayat tersebut menjelaskan tantangan berat dalam dakwah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dan perintah untuk berserah diri kepada Allah SWT, namun di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang, pembacaan dua ayat ini dimaknai sebagai amalan untuk mempermudah rezeki. Dalam konteks ini, pembacaan ayat-ayat tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mempermudah rezeki dan segala urusan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dan interpretasi praktis dari ayat-ayat al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari di pesantren tersebut. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yang dilakukan langsung di lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, di mana peneliti secara aktif terlibat dalam pengamatan dan pengumpulan data. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara menjelaskan fakta-fakta yang diamati di lapangan dan kemudian diambil kesimpulan berdasarkan analisis tersebut. Hasil temuan di lapangan bahwa pembacaan Qs. At-Taubah ayat 128-129 di pondok pesantren raudhatul qoni’in serang ini dilaksanakan rutin sebanyak tiga kali pada setiap selesai Wirid ba’da shalat Subuh dan Maghrib dibaca secara berjamaah tentunya dengan bacaan yang benar dan bertempat di mesjid pesantren yang dipimpin langsung oleh H. Ahmad Atthoilah selaku pemimpin pesantren. Latar belakang dari pembacaan dua ayat ini adalah untuk membiasakan para santriwati berzikir dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an dan mengamalkan zikir tersebut secara istikamah, juga untuk memperoleh faedahny