Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an (JHQ)
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
Penafsiran Lafadz Rahmat dalam Tafsir Al Maraghi
This research examines the interpretation of the term "Rahmat" (blessing) according to Ahmad Musthofa Al Maraghi in his Tafsir Al Maraghi. Tafsir Al Maraghi is one of the most renowned contemporary commentaries on the Quran, known for its detailed and profound approach to understanding the Quran and its interpretations. The study aims to analyze the concept of Rahmat as presented in Tafsir Al Maraghi, focusing on the interpretations of several relevant verses. The analysis reveals that in Tafsir Al Maraghi, the term "Rahmat" is interpreted as Allah's mercy towards His servants. This mercy manifests in various forms. Firstly, it is seen as the ultimate reward of paradise, which represents the highest benefit that believers can attain. Secondly, it is understood as the sending of Prophet Muhammad as a messenger with the message of Islam, aimed at bringing benefit to both the world and the hereafter. Thirdly, it is associated with the role of the Prophet Muhammad in guiding humanity, which is a fundamental aspect of his prophethood. Additionally, it is interpreted as paradise again, emphasizing the ultimate reward. Lastly, it is seen as seeking goodness, encouraging actions that lead to a sense of love and compassion among Muslims. This interpretation highlights the multifaceted nature of Allah's mercy in Islam as understood through Tafsir Al Maraghi
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani
Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani
Makna Filsafat dan Saintifik dalam Keimanan
The study of faith in philosophical and scientific contexts is an attempt to understand the spiritual dimension of human beings from different perspectives. In philosophy, faith is explored through in-depth questions about the existence of God, the relationship between faith and reason, and the moral values that arise from faith. This approach encourages individuals to think about the nature of their beliefs and enforce them in everyday life. Meanwhile, the scientific approach emphasizes the empirical aspects of faith, focusing on its impact on mental health, social behavior, and religious experience. Research in psychology, sociology, and neuroscience offers insights into how faith affects the lives of individuals and groups, and how religious experiences can be explained through a scientific lens. The combination of philosophical and scientific approaches to understanding faith not only enriches discussions about faith but also provides a foundation for constructive dialogue between religion and science. By understanding faith from both perspectives, we can explore deeper and more relevant meanings, and bridge the gap between spiritual beliefs and scientific knowledge. This article aims to examine the interaction between philosophy and science related to faith, and its strengthening for individuals and society in facing the challenges of modern life. Keywords faith in the Quran and philosophy, science
Tantangan dan Peluang dalam Menjembatani Sains dan Agama di dalam Konteks Pendidikan: Sebuah Perspektif Tambahan
Artikel ini mengkaji tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam konteks modern. Pendidikan Islam saat ini berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas, yang mengharuskan adanya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, globalisasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti agama dalam lingkungan yang semakin sekuler, serba cepat, dan dipengaruhi oleh arus informasi global yang tak terbendung. Selain itu, terdapat pula tantangan dalam memastikan kurikulum pendidikan Islam tetap relevan, inklusif, dan mampu merespons kebutuhan peserta didik di era digital. Namun, di balik tantangan tersebut, terbuka peluang yang signifikan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat dalam penyebaran ajaran Islam serta meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan. Platform digital, media sosial, dan aplikasi pembelajaran daring dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan Islam ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, pendidikan Islam memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan integratif dengan memasukkan konsep sains dan teknologi ke dalam kurikulum tanpa mengurangi esensi nilai-nilai agama. Artikel ini juga mengeksplorasi berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui pendekatan yang tepat, pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berpikiran terbuka, dan mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat global yang terus berubah
Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Al-Qur'an
Belajar dan mengajar adalah komponen penting dalam kehidupan manusia karena membantu meningkatkan keterampilan dan karakter seseorang. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-‘Alaq (96:1–5), Al-Qur'an menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, tata krama, dan moralitas adalah komponen penting dari proses pendidikan. Selain itu, Al-Qur'an menganggap pendidikan sebagai kewajiban individu. Mengajar dianggap sebagai tugas besar yang melibatkan penyebaran pengetahuan dan pembentukan nilai-nilai moral. Dalam Al-Qur'an, prinsip-prinsip pendidikan termasuk nilai-nilai tauhid, motivasi, pengulangan pelajaran, perhatian terhadap siswa, penggunaan teknik demonstrasi, dan keterlibatan aktif, baik fisik maupun spiritual. Al-Qur'an juga menekankan betapa pentingnya peran guru sebagai pembimbing, yang harus mengajarkan siswa nilai-nilai iman dan moral yang diwariskan para nabi. Al-Qur'an juga menekankan betapa pentingnya interaksi yang ramah dan penuh kasih sayang antara guru dan siswa mereka. Pendidikan Islam menawarkan panduan komprehensif untuk membangun individu yang memiliki kesadaran intelektual, spiritual, dan moral dengan menjadikan Al-Qur'an dan alam sebagai sumber pembelajaran. Pandangan keseluruhan ini menggarisbawahi bahwa pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an sangat penting untuk mencetak orang yang berakar kuat
The Urgency of Parental Piety in Preserving the Blessings of Their Offspring (Comparative Study of Tafsir Al-Munir and Ibn Kathir: Surah Al-Kahfi, Verse 82)
In the context of family life, parents are considered a very important factor in creating and maintaining blessings for their children. The piety or righteousness of parents becomes the cause of Allah's mercy and protection not only for themselves but also for their descendants. Therefore, this article discusses the significance of parental righteousness, which has a profound impact on Allah's protection of their offspring, through the perspective of exegeses on Surah Al-Kahfi, verse 82. This article adopts a thematic tafsir approach by comparing the explanations of classical and contemporary scholars, namely Ibn Kathir and Wahbah Az-Zuhaili, on the key study of Surah Al-Kahfi, verse 82. The first part of this discussion introduces brief biographies of the two scholars, their tafsir writing systems, and the approaches to interpretation they employed. It then presents their respective interpretations before comparing the two. The findings of this research show that parental righteousness is highly relevant in safeguarding the blessings for their descendants. Both tafsirs agree that parental piety plays a key role in determining blessings, both in material aspects (such as protection of wealth) and spiritual aspects (such as divine guidance and the safety of children in this life and the hereafter)
The Role of Interpretation of Socio-Cultural Verses in Mutual Cooperation as a Solution to the Urban Environmental Crisis
This verse emphasizes the importance of faith and knowledge as elements that elevate a person's status in the sight of Allah. In Islam, knowledge is not only understood as theoretical insight but must also be actualized through practices aligned with Sharia guidelines. This study employs a qualitative approach with a thematic exegesis method to analyze the relationship between knowledge, action, and etiquette in Islam, highlighting etiquette as a crucial element in the learning process. While previous studies have largely discussed Q.S. Al-Mujadilah verse 11 in the context of the virtue of seeking knowledge, this article places special emphasis on the importance of applying knowledge in daily life. The application of knowledge is deemed essential in shaping noble character, aligned with the goals of national education. Through a review of classical and contemporary exegesis literature, this article concludes that an ideal learning process must be accompanied by etiquette and righteous deeds. This aims to ensure that knowledge does not remain mere theoretical understanding but also provides tangible benefits to individuals and society. Thus, the learning process becomes more holistic, encompassing intellectual, spiritual, and moral aspects. This conclusion supports the view that the integration of knowledge, action, and etiquette is a fundamental pillar in realizing the goals of Islamic education. Such an education is expected to produce individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright, in accordance with Islamic teachings and the nation's noble values
Mempelajari Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Melalui Muhkam dan Mutasyabih
This is a reminder for all beings, from Allah, the Creator of the heavens and the earth, the One who sent down the Qur'an to His servants. With this holy book, which is well-clarified with an explicit verse Allah SWT set forth the principals to a religion for mankind, the faith that he ensured people held and to which path they should walk on. In so many clear or muhkam verses, the Qur'an itself is bayan (explanation) and hudan (guidance). Moreover, the Qur'an is a miracle and greatest piece of literature in human history, its verses are mutasyabih (ambiguous) and they have not been explored or analyzed in depth. This research is a literature review with qualitative method when the researcher refers to various papers to obtain further understanding and registering that muhkam verses are verses whose intentions and definitions are clean and not uncertain and mutasyabih are verses whose intentions and definitions are not certain and require further tracking to search their initial meaning
Refleksi Pendidikan Dinasti Abbasiyah
Pendidikan dan pengajaran Islam terus berkembang hingga memberikan konsep tersendiri terhadap ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berkembangnya intelektual pada masa dinasti Abbasiyah berdampak juga pada perkembangan pendidikan pada masa itu. Hal ini ditunjukkan dengan perpustakaan besar seperti Baitul Hikmah, masjid, madrasah, sekolah, dan istana sebagai tempat belajar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kembali perkembangan ilmu pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah. Pada masa ini dikenal dengan sebutan masa golden age umat Islam dari segala aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan yang menggunakn sumber data yang menjadi koleksi perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dilkukan content analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah mulai terstruktur dengan adanya madrasah dan lembaga pendidikan formal yang menawarkan kurikulum yang lebih sistematis sehingga menjadikan pendidikan lebih aksesibel bagi berbagai kalangan. Kecintaan para khalifah dan masyarakat terhadap ilmu, keberagaman etnis dan budaya. memberikan dampak pada terciptanya lingkungan yang kaya untuk membuat pertukaran ide dan pengetahuan, berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan intelektual pada masa Dinasti. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada saat itu, tetapi juga meninggalkan warisan yang mempengaruhi perkembangan pendidikan di dunia Islam dan Eropa pada masa-masa berikutnya
Shalahuddin Al-Ayyubi: Sang Legendaris Di Balik Pembebasan Yerusalem
Artikel ini membahas peran penting Shalahuddin Al-Ayyubi dalam pembebasan Yerusalem selama perang salib pada abad ke-12. Salahuddin, sebagai pemimpin Muslim visioner, tidak hanya dikenal karena strategi militernya yang brilian, tetapi juga karena sikapnya yang adil dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif historis dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari perpustakaan atau library research. Adapun pendekatan yang dilakukan, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan tehnik analisis teks. Dengan menganalisis dan menelusuri latar belakang sejarah dan konteks politik saat itu. Artikel ini mengungkapkan perjalanan Shalahuddin dalam menyatukan dunia Islam dan melawan penindasan. Melalui kemenangan di pertempuran Hattin, ia berhasil merebut kembali Yerusalem dan mengembalikan statusnya sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Artikel ini juga mengeksplorasi warisan yang ditinggalkan Salahuddin, yang hingga kini tetap menjadi simbol keberanian dan persatuan dalam sejarah Islam