E-Jurnal LPPM Universitas Ekasakti
Not a member yet
535 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PEMBERIAN TUGAS DISETIAP AKHIR PERTEMUAN PADA SISWA KELAS VII.1 MTsN KURANJI PADANG
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas VII.1 MTsN Kuranji Padang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class room research) yang dilakuakan dalam dua kali tahapan dengan empat kali pertemuan. Sabjek penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII.1 MTsN Kuranji Padang dengan jumlah siswa 40 orang. Alat pengumpul data adalah lembar obserfasi. Data yang diperoleh adalah data dari hasil belajar Biologi dengan pemberian test disetiap akhir pertemuan dan lembaran pengamatan sikap siswa saat mengikuti pelajaran dan sikap siswa saat mengerjakan soal test. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengunaan test disetiap akhir pertemuan dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas VII.1 MTsN Kuranji Padang yakni dapat dilihat dari hasil nilai test dan perubahan sikap siswa dalam mengikuti pelajaran dan melaksanakan test
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI UPT SD NEGERI 20 BARINGIN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas empat tindakan dalam dua siklus, penelitian ini menggunakan empat tahap tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI UPT SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, lembar observasi, pedoman wawancara, dan lembar pencatatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar luas bangun datar peserta didik. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat pada: siklus I aspek kognitif nilai rata-rata 74,85 dengan ketuntasan siswa 66.67% Pada siklus II meningkat aspek kognitif nilai rata-rata hasil belajar 84.85 ketuntasan belajar siswa mencapai 90,91%. Jika dilihat dari aspek guru dan aspek siswa pada pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan kontekstual mengalami peningkatan seperti pada aspek guru, siklus I yaitu 73%, dan pada siklus II meningkat menjadi 88.5%. Pada aspek siswa, pada siklus I yaitu 69% pada siklus II meningkat menjadi 86,6%. Dari hasil belajar yang telah dicapai peserta didik terbukti Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini perencanaan pembelajaran luas bangun datar di sajikan dengan Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual yang terdiri atas 7 langkah yaitu: (1) kontrutifisme (2) inquiri/menemukan (3) bertanya (4) masyarakat belajar (5) pemodelan (6) refleksi (7) penilaian sebenarnya. Dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan penilaian hasil belajar dan ketuntasan peserta didik pada pembelajaran luas bangun datar. Disarankan bagi guru yang ingin menerapkan mendekatan CTL pada luas bangun datar hendaknya penyajian materi sesuai dengan konteks kehidupan nyata, kreatif merancang pembelajaran dan memberikan bimbingan serta memotivasi peserta didik secara sunguh-sunguh dalam pembelajaran
PELATIHAN KOMPETENSI LITERASI INFORAMASI GURU SMK SUMATERA BARAT
Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Sumatera Barat masih belum optimal, penggunaan sarana dan media pembelajaran yang ada belum maksimal, meskiput disekolah sudah tersedia beberapa fasilitas wifi namun belum dapat dimanfaatkan dalam rangka mencari informasi yang berkaitan dengan informasi mata pelajaran yang diampu, selama masa pandemi diminta kesiapan guru dalam literasi informasi masih kurang. Keatifan siswa didalam pembelajaran masa pendemi covid-19 masih rendah, hal ini dapat ditinjau dari sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran di platform google dan classroom dan whatsap. Pelatihan yang diberikan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan literasi informasi berbasis big model. Hasil pelatihan mengambarkan bahwa ada perubahan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan literasi informasi tertama di dalam proses pembelajaran, hasil pengabdian mengambarkan pemanfaat literasi informasi penguatan literasi informasi sebesar 81.30% dan menggunakan google clasroom sebesar 80.1%, dan pemahaman materi pengembangan kuat di dalam pembelajaran daring
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN PREFIKS ATAU AFIKSASI DALAM BAHASA TULISAN DAN BAHASA LISAN SISWA
Bahasa Indonesia maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. kemajuan bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sekolah sebagai pusat pengajaran. Penguasaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah merupakan kunci kelancaran proses komunikasi. Problematika yang ada dalam bahasa Indonesia cukup kompleks diantaranya yaitu: tataran linguistik, tataran fonologis, morfologis, sintaksis, dan wacana
JENIS-JENIS SEMUT HAMA PADA PERUMAHAN GRIYA TUI BELIMBING
Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, terdiri atas ribuan semut per koloni. Koloni semut terdiri atas semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Semut tersebar di dunia dalam berbagai ekosistem kecuali daerah kutub. 11 jenis semut yang tergolong kedalam empat subfamili dan 11 genus dengan jenis semut terbanyak ditemukan yaitu Tapinoma melanochepalum di bangunan Kampus Universitas Andalas Limau Manis Padang dan diantaranya enam jenis semut sebagai semut hama. Metode penelitian yang digunakan dengan cara penangkapan semut dengan bait trap (BT). BT adalah perangkap berumpan yang berupa kapas yang di alas kertas. Umpan yang digunakan dalam BT adalah madu dan ikan. Umpan madu di teteskan pada kapas dan ikan di letakan juga di atas kapas, kemudian diletakkan secara terpisah pada masing-masing spot (titik pengamatan). Pemasangan bait trap dilakukan pada 2 lokasi berbeda yaitu, di dapur dan ditaman. Perangkap tersebut disimpan selama 60 menit
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE QUANTUM WRITING PADA SISWA KELAS V UPT. SD NEGERI 19 PANINJAUAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V di UPT. SD Negeri 19 Paninjauan melalui metode pembelajaran Quantum Writing, Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V UPT. SD Negeri 19 Paninjauan yang berjumlah 16 siswa, yakni 9 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukan adanya peningkatan keterampilan menulis karangan narasi pada siswa kelas V UPT. SD Negeri 19 Paninjauan melalui metode Quantum Writing. Hal ini ditunjukan dengan pencapaian nilai rata-rata kelas saat menulis karangan narasi meningkat dari pra tindakan ke siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata menulis karangan narasi pada pra tindakan sebesar 69,25 menjadi 74,38 pada siklus I dan mencapai 83,19 pada siklus II. Tingkat pencapaian ketuntasan siswa dalam menulis karangan narasi meningkat dari kondisi awal 43,75% menjadi 62,50% pada siklus I dan menjadi 93,75% pada siklus II. Upaya meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi menggunakan metode Quantum Writing dilakukan dengan tahap-tahap pembelajaran seperti: penyampaian materi oleh guru, persiapan menulis, membuat draft/kerangka karangan, berbagi hasil tulisan dengan teman, memperbaiki kesalahan penulisan, menyunting hasil tulisan, menulis kembali karangan, serta guru bersama siswa melakukan evaluasi pada karangan narasi yang telah dihasilkan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SUB TEMA SUHU DAN KALOR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EKSPLORATIF DAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS V UPT. SD NEGERI 04 SARUASO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa materi suhu dan kalor melalui model pembelajaran eksploratif dan metode resitasi pada siswa kelas V UPT. SD Negeri 04 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Tahun Pelajaran 2020/2021. Hasil belajar yang rendah menjadi salah satu alasan penelitian ini dilaksanakan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mana digunakan untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. Langkah-langkah PTK adalah sebagai berikut : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang di laksanakan dalam dua siklus. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V UPT. SD Negeri 04 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas yang berjumlah 31 siswa dengan rincian 16 siswa putri dan 15 siswa putra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran eksploratif dan metode resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 04 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas materi suhu dan kalor. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui melalui hasil evaluasi pembelajaran di akhir proses pembelajaran. Sebelum tindakan nilai rata-rata seluruh siswa adalah 68,1 dengan ketuntasan belajar sebesar 48,4%, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 73,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 64.5%, dan siklus II nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 81,6 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 90,3%
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS VI UPT. SD NEGERI 16 SARUASO MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE KEEP ON LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif PKn dengan menggunakan Model Active Learning Tipe Keep On Learning pada siswa kelas VI UPT.SD Negeri 16 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI UPT.SD Negeri 16 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas yang berjumlah 12 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai dengan ?75% dari jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran telah memperoleh nilai ?75. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif PKn siswa kelas VI UPT.SD Negeri 16 Saruaso Kecamatan Tanjung Emas.setelah menggunakan Model Active Learning Tipe Keep On Learning baik pada siklus I maupun siklus II. Pada siklus I siswa yang memperoleh nilai ?75 mengalami peningkatan dengan kondisi awal 50% meningkat menjadi 66,67%. dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 25% menjadi 91.67%. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 6,7 poin point dengan kondisi awal 67,5 meningkat menjadi 74,2 dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar, 8 point menjadi 80
STUDENTS’ NEGATIVE EMOTIONS IN LEARNING ENGLISH
This study aims to inform about what the dominant negative emotions of students in learning English are. This is descriptive research. Participants in this study were high school students in Sijunjung, The students involved here were 23 students. Data were collected by distributing questionnaires and conducting interviews to students, with a total of 35 questions. Based on the data obtained during the study, the researchers concluded that the results of the study showed that the students felt more dominant in 91% fear and 83% anxiety in learning English. This result is also supported by the students' answers in the interview. From the data above, it can be concluded that students feel all the characteristics of negative emotions in learning English, but there are only two of the 12 indicators that are more dominantly felt by students at SMAN Sijunjun
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA SISWA KELAS V DI UPT. SD NEGERI 22 BARINGIN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Pada mata pelajaran matematika siswa belum bisa mencapai KKM yang telah ditentukan oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berkolaborasi dengan guru kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes evaluasi dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kwalitatif untuk memaparkan lembar observasi dan kuantitatif untuk memaparkan hasil nilai yang diperoleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menerapkan pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Peningkatan hasil belajar siswa terjadi setelah melaksanakan metode tutor sebaya yaitu, siswa yang pandai membantu siswa yang kurang pandai untuk memahami pelajaran matematika. Hasil belajar matematika mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Presentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 66,67% menjadi 90,91%. Siswa yang kurang berpartisipasi dalam kelompok didekati oleh guru dan diarahkan agar bertanya kepada tutor atau menanggapi pernyataan tutor sehingga seluruh siswa bisa memahami materinya. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar