Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Becoming IELTS Examiners: Demystifying Native-Speakerism in the Area of English Language Testing
The field of English language teaching (ELT) has long been a fertile soil for native-speakerism where the native English teachers (NESTs) enjoy the privilege to be crowned as the ideal teachers of the language. Such belief is ingrained in all aspects of ELT including English language testing such as in International English language Testing System (IELTS), where the presence of non-native English examiners is extremely rare. Departing from this phenomenon, this study, conducted as a narrative case study, embarked to counter such claim by looking into the professional credentials and experiences of three non-native English teachers (NNESTs) who, against all odds, become official IELTS examiners in Indonesia. The data of the study were gathered through interviews and analyzed using thematic analysis. The findings show that the participants develop native-like level of fluency as the result of their investment in developing English skills through engaging in English mediated communication, interactions and learning in private English language institutions (PELIs). Moreover, their success is also attributed to their international teaching certificates which opened doors for them to compete with NESTs. Thus, this study seeks to inspire NNESTs to continuously develop their teaching credentials and to boost their confidence as legitimate teachers of English.Pengajaran bahasa Inggris telah lama menjadi lahan subur bagi ideology native-speakerism; penutur asli Bahasa Inggris menikmati hak istimewa sebagai guru bahasa Inggris yang ideal. Keyakinan tersebut telah mendarah daging dalam semua aspek ELT termasuk tes bahasa Inggris seperti di International English Language Testing System (IELTS), di mana kehadiran penguji bahasa Inggris yang bukan penutur asli Bahasa Inggris masih sangat jarang ditemui. Karena fenomena tersebut, penelitian ini, dilakukan sebagai studi kasus naratif, bermaksud untuk mempertanyakan klaim tersebut dengan melihat kredensial profesional dan pengalaman tiga guru bahasa Inggris bukan penutur asli yang, dengan segala perjuangannya dalam melawan segala rintangan, untuk menjadi penguji IELTS resmi di Indonesia. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisisa menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa para peserta penelitian mengembangkan tingkat kefasihan seperti penutur asli sebagai hasil dari investasi mereka dalam mengembangkan keterampilan bahasa Inggris melalui penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi, interaksi social dan pembelajaran di lembaga bahasa Inggris. Selain itu, keberhasilan mereka juga tidak terlepas dari sertifikat pengajaran internasional yang mereka dapatkan yang telah memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersaing dengan NEST. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginspirasi NNEST untuk terus mengembangkan kredensial mengajar mereka dan meningkatkan kepercayaan diri mereka sebagai guru bahasa Inggris yang sah
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kecerdasan Emosional Guru: Peninjauan pada Kinerja Guru
Teacher performance can be measured through its role in the world of education which is undergoing continuous change and is influenced by emotional intelligence and the principal's leadership style. The aim of of this reseacrh are: 1) the influence of the principal's leadership style on teacher performance; 2) the influence of teacher emotional intelligence on teacher performance; and 3) the influence of the principal's leadership style and the teacher's emotional intelligence together on teacher performance. This study applies a quantitative procedure using a causal associative approach. The researcher determined 98 private junior high school teachers in Cikedung sub-district, Indramayu district as the research population, as well as the sample in the study. Based on theoretical assumptions and conclusions of data analysis, it can be concluded that both the principal's leadership style (X1) and the teacher's emotional intelligence (X2) have a positive and significant influence on teacher performance (Y). There is a positive and significant effect of principal's leadership style and teacher's emotional intelligence on teacher performance. The magnitude of the influence of the principal's leadership style and teacher's emotional intelligence on teacher performance is based on the results of calculations in the very strong category.Kinerja guru dapat diukur melalui perannya dalam dunia pendidikan yang mengalami perubahan terus-menerus dan dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru; 2) pengaruh kecerdasan emosional guru terhadap kinerja guru; dan 3) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kecerdasan emosional guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini menerapkan prosedur kuantitatif dengan menggunakan pendekatan asosiatif kausal. Peneliti menetapkan 98 guru SMP Swasta di kecamatan Cikedung kabupaten Indramayu sebagai populasi penelitian, sekaligus sampel dalam penelitian. Berdasarkan asumsi teoritis dan kesimpulan analisis data, dapat disimpulkan bahwa, baik gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1), maupun kecerdasan emosional guru (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (Y). Kesimpulan ini didukung oleh temuan analisis. Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kecerdasan emosional guru terhadap kinerja guru. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kecerdasan emosional guru terhadap kinerja guru didasarkan pada hasil perhitungan pada kategori sangat kuat
Development and Evaluation of E-Learning Module in 3D Homes Designing
The primary purpose of this research is to develop an e-learning module for 3D Home Designing and assess the value of the instructional materials to the student's user. The pandemic forces our educational system to change to remote instruction, and the construction of the electronic module is crucial because there are no existing materials that focus primarily on 3D home design. Fifty (50) students enrolled in CAD courses tested the E-learning program. The mean and standard deviation were calculated using descriptive quantitative statistics in this investigation. The content of the e-learning program was evaluated using a survey questionnaire. In addition, the questionnaire requested input on the e-module. Following that, adjustments were made. The E-module is a helpful instrument in teaching 3D Homes Designing that encourages self-directed learning and direct application of knowledge
The Effectiveness of Using WhatsApp in English Language Teaching during the Covid-19 Pandemic for Junior High School Students
This research is motivated by the change of the learning system from face-to-face (offline system) to online system caused by the COVID-19 pandemic. Yet, the purpose of this study was to determine the effectiveness of teaching English using WhatsApp during the COVID-19 pandemic, both for teaching receptive skills and productive skills using WhatsApp. This research used a descriptive quantitative method. The population in this study was all 7th-grade students at SMPN 2 Tanjung Raya. The sample in this study was all 7th-grade students of SMPN 2 Tanjung Raya as many as 50 students. The data collection technique used total sampling. The data were collected using the questionnaire. This study found that in general, on teaching English receptive skills and productive skills through distance were categorized as effective with a percentage of 79.9%. It means, for receptive skills in listening with an average of 80.6% and reading with an average of 82.4%. And teaching English productive skills with an average of 80.1% speaking and 76.6% writing. It is concluded that the use of the WhatsApp application as an English learning medium by English teachers during the Covid-19 pandemic was effective in teaching four English skills.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka ke sistem daring disebabkan oleh COVID-19 pandemi. Perubahan sistem pembelajaran ini juga berdampak pada media pembelajaran, salah satu media pembelajaran yang digunakan guru bahasa inggris adalah penggunaan WhatsApp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pengajaran bahasa inggris menggunakan WhatsApp selama pandemi COVID-19, baik untuk mengajarkan receptive skills dan productive skills menggunakan WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 di SMPN 2 Tanjung Raya. Sampel dalam penelitian ini semua siswa kelas 7 SMPN 2 Tanjung Raya sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa secara umum menunjukkan bahwa pengajaran bahasa inggris receptive skills dan productive skills melalui jarak jauh dikategorikan efektif dengan presentase 79.9%. Secara rinci untuk receptive skills pada listening dengan rata-rata 80.6% dan reading dengan rata-rata 82.4%. Dan pengajaran bahasa inggris productive skills dengan rata-rata speaking 80.1% dan writing 76.6%. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran bahasa Inggris oleh guru bahasa Inggris selama pandemi Covid-19 ternyata efektif untuk mengajar empat keterampilan bahasa Inggris
Pengaruh Berbagi Pengetahuan, Perilaku Kewarganegaraan Dalam Organisasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru SMAS Kurnia Puday Kabupaten Konawe
This study aims to test and determine the effect of the relationship between variables. Data collection techniques used are observation, documentation and questionnaires, then processed by editing, tabulating, sorting, and interpreting. Liker scale and instrument validity and reliability tests were carried out for data measurement, to achieve the purpose of testing hypotheses, processed for analysis using multiple linear regression in order to determine the magnitude of the relationship and influence between variables. Statistical analysis of multiple linear regression on a sample of 30 people (teachers) was tested using the simultaneous test model (F test) and partial test (t test). The results of the study found that knowledge sharing, civic behavior in the organization and organizational culture simultaneously had a positive and significant effect on the performance of SMAS Kurnia Puday teachers.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan mengetahui berbagi pengetahuan, perilaku kewarganegaraan dalam organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja guru SMAS Kurnia Puday Kabupaten Konawe. Alat analisis penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan sampel sebanyak 30 orang.
Hasil penelitian ditemukan bahwa berbagi pengetahuan, perilaku kewarganegaraan dalam organisasi dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMAS Kurnia Puday. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik berbagi pengetahuan, perilaku kewarganegaraan dalam organisasi dan budaya organisasi maka akan meningkatkan kinerja dari para guru. Berbagi pengetahuan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMAS Kurnia Puday. Hal ini menunjukan jika semakin baik berbagi pengetahuan maka akan meningkatkan kinerja dari para guru. Perilaku kewarganegaraan dalam organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMAS Kurnia Puday. Hal ini menunjukan pula jika semakin baik perilaku kewarganegaraan dalam organisasi maka akan meningkatkan kinerja dari para guru. Budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMAS Kurnia Puday. Hal tersebut menunjukan jika semakin baik budaya organisasi maka akan meningkatkan kinerja dari para guru tersebut
The Phenomenon of Pre-Service Teachers’ Reflective Writing: A Literature Review
Multiple approaches, strategies, and experiments have been used in studies to determine the quality of reflective practice in teacher education. It includes research on both general education and TEFL pre-service teachers. Most of these studies focus around the testing and development of tools for the practice of reflection, as well as testing and developing the assessment of reflective practice. Furthermore, by analyzing studies on the forms, features, and evaluative aspects of reflective writing, this literature review paper attempts to go deeply into the area of reflexivity and personal reflection. The research analyzed in this paper should have established the study's position and goals in terms of the style of reflective writing and theoretical approaches to assessment and appraisal attitude. It has stated its role in enhancing students' learning and identity, as well as the importance of affective meanings in this category. Nonetheless, research on this component of reflective writing and how students' perspective and identity are shaped appears to be restricted, suggesting a lack of decent knowledge. Examining the various techniques to evaluation and conducting research on writer position in student teachers' discourse highlighted the necessity to create a framework based on an attitude appraisal system.Berbagai pendekatan, strategi, dan eksperimen telah digunakan dalam studi untuk menentukan kualitas praktik reflektif dalam pendidikan guru. Ini mencakup penelitian tentang pendidikan umum dan guru pra-jabatan/PPL TEFL (Teaching of English as A Foreign Language). Sebagian besar studi sebelumya berfokus pada pengujian dan pengembangan alat untuk praktik refleksi, serta menguji dan mengembangkan penilaian praktik reflektif. Selanjutnya, dengan menganalisis studi tentang bentuk, fitur, dan aspek evaluatif dari tulisan reflektif, artikel studi pustaka ini mencoba untuk masuk lebih dalam ke area refleksifitas dan refleksi pribadi. Penelitian yang dianalisis dalam artikel ini seharusnya telah menetapkan posisi dan tujuan penelitian dalam hal gaya penulisan reflektif dan pendekatan teoretis terhadap penilaian dan sikap penilaian, dan telah menyatakan perannya dalam meningkatkan pembelajaran dan identitas mahasiswa, serta pentingnya makna afektif dalam kategori ini. Meskipun demikian, penelitian tentang komponen tulisan reflektif ini dan bagaimana perspektif dan identitas mahasiswa dibentuk tampaknya terbatas, menunjukkan kurangnya pengetahuan yang layak. Meneliti berbagai teknik untuk mengevaluasi dan melakukan penelitian tentang posisi penulis dalam wacana guru siswa menyoroti perlunya membuat kerangka kerja berdasarkan sistem penilaian sikap
EFL Students’ Attitude toward Collaborative Strategic Reading in Reading Classroom
Focusing on attitude toward teaching strategies and promoting collaboration in teaching reading have been widely acknowledged to have impact on students’ achievement and attitude. This study explores the students’ attitude toward the implementation of CSR. Conducted under qualitative research design, this study involved 21 high school students who were classified into low- and high-achievers. To collect the data, the study administered a set of instruments: questionnaire, and interview. The data from the questionnaire were analysed by determining the means of the items and percentages of the students’ responses, and the interview data were analysed qualitatively. The findings from questionnaire and interview were in line with the students’ reading performance in which the high achievers gave more “agree” responses. They believed that CSR helped them develop their reading comprehension in terms of determining main idea, and increasing vocabularies. However, for the low achieving group, the only effect of CSR was the acknowledgement of its contribution to their increase in vocabulary. The study offers recommendations for teaching practice as well as for further research
Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Matematika berdasarkan Aspek Munandar
The ability to think creatively is an ability that must be mastered to find new ideas that are different from those that already existed before. This study aims to determine the existence of students' creative thinking skills in learning mathematics based on Munandar aspects. Using exploratory research procedures with a systematic literature review research model by analyzing a sample of 16 scientific articles downloaded from Google Scholar. These articles discuss creative thinking skills based on Munandar aspects, namely fluency, flexibility, originality, elaboration. From some of the data excavated, the results of the research on students' creative thinking skills based on the Munandar aspect showed that junior high and high school students were higher in the fluency aspect and obtained a percentage of 29% of all aspects with an average of 56. While the flexibility and elaboration aspects obtained a percentage 24% of all aspects with an average of 46.5. In the aspect of authenticity, it obtained a percentage of 23% of all aspects with an average percentage of 44.5.Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dikuasai untuk menemukan ide baru yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang adanya kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan aspek Munandar. Menggunakan prosedur penelitian eksploratif dengan model penelitian sytematic literature review dengan menganalisis sampel 16 artikel ilmiah yang diunduh dari google scholar. Artikel-artikel ini membahas tentang kemampuan berpikir kreatif berdasarkan aspek Munandar yaitu kelancaran, kelenturan, keaslian, elaborasi. Dari beberapa data yang digali, hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau berdasarkan aspek Munandar menunjukkan bahwa siswa jenjang SMP dan jenjang SMA lebih tinggi pada aspek kelancaran dan memperoleh presentase 29% dari keseluruhan aspek dengan rata-rata 56. Sedangkan aspek kelenturan dan elaborasi memperoleh presentase 24% dari keseluruhan aspek dengan rata-rata 46,5. Pada aspek keaslian memperoleh presentase 23% dari keseluruhan aspek dengan dengan rata-rata presentase 44,5
Interferensi Berbahasa Arab di Sosial Media
In Bourdiue's perspective, social media is considered a novelty. As a result, opportunities arise for new class constellations. This study aims to determine the reasons for the Bedilan community group to choose the use of the Arabic language inserted in social media and the influence of its use. This study is a sociolinguistic study that uses a descriptive qualitative approach. There are two data used, namely primary data obtained from direct observation (the Bedilan Kalitirto Berbah community group and their social media), interviews by random sampling (360 parents of students), and literature in the form of relevant previous studies. The results of the study show that the Arabic dictions "syafakillah", "yaumul milad", "barakallah" are the new habits of the Bedilan community in social media on Whatsapp and Facebook when communicating.Dalam perspektif Bourdiue, media sosial dianggap sebagai hal baru. Akibatnya, muncul berbagai peluang untuk konstelasi kelas yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan kelompok masyarakat Bedilan memilih penggunaan bahasa Arab disisipkan dalam media sosial dan pengaruh penggunaannya. Studi ini merupakan kajian sosiolinguistik yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan ada dua, yaitu data primer yang diperoleh dari observasi langsung (kelompok masyarakat Bedilan Kalitirto Berbah dan media sosial mereka), wawancara secara random sampling (360 orang wali murid), dan kepustakaan berupa hasil-hasil kajian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan diksi-diksi Arab “syafakillah”, “yaumul milad”, “barakallah” merupakan habitus baru masyarakat Bedilan dalam bersosial media di Whatsapp dan Facebook saat berkomunikasi
Efektifitas Peran Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sekolah
This study aims to describe the effectiveness of the school committee's role in quality improvement. This study uses a qualitative method, namely to describe the effectiveness of the four roles of the school committee, namely as a giver of consideration, as a controller, as a supporter, and as a mediator. The research subjects were the head of the school committee, the principal, committee members, teachers, parents of students, the community, and school stakeholders. Data were collected through interviews, document studies, and observation. The data analysis technique uses the process of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data is done through the credibility test of the data. The results of the study found that the role of the school committee was effective in improving quality.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan efetifitas peran Komite Sekolah dalam peningkatan mutu. Penelitian menggunakan metode kualitiaf yaitu mendestripsikan efektifitas 4 (empat) peran komite sekolah yaitu sebagai pemberi pertimbangan, sebagai pengontrol, sebagai pendukung, dan sebagai mediator. Subjek penelitian yaitu ketua komite sekolah, kepala sekolah, anggota komite, guru, orang tua siswa, masyarakat, dan stakeholder sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas data. Hasil penelitian menemukan bahawa peran komite sekolah efektif meningkatkan mutu. Peran komite sekolah yang efektif antara lain melakukan koordinasi, memberi nasehat dan koreksi, penanpung dan penyampai aspirasi, melakukan pengawasan, mengecek pembagunan sekolah dari dana yang dialokasikan, memeberi dukungan finansial, memeberi dukungan tenaga dan pikiran, melakukan perundingan, dan penyampai informasi kepada masyakat. Peran komite sekolah telah memeberikan kontribusi dalam peningkatan mutu dibidang sarana dan prasana sekolah, memperkuat kepemimpinan kepala sekolah (manajemen sekolah), dan keungan sekolah. Akan tetapi pencapaian sarana dan prasarana sekolah belum cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan sekolah. Banyak komponen lain yang memepengaruhi selain komite sekolah, sehingga perolehan akreditasi C dapat disebakan oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini