Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Mutu Lulusan dengan Memaksimal Fungsi Manajemen Pendidikan di Sekolah
Efforts to improve the quality of education by implementing educational management and establishing quality standards have been made by the government. However, to create a quality education, good governance is needed to support the achievement of educational goals, requiring effective educational management. This research aims to describe the educational management applied by RA Generasi Rabbani Ciamis to improve the quality of its graduates. The researcher interviewed the school principal, vice-principal, and a teacher, and analyzed various documents such as lesson plans, student reports, school programs, and facilities. The results show that the school has implemented effective educational management functions to improve the quality of its graduates, including planning, implementation, monitoring, evaluation, and improvement (PDCA). RA Generasi Rabbani Ciamis is aware of the importance of implementing educational management to produce quality students who are competitive upon graduation.Upaya peningkatan kualitas pendidikan dengan cara menyelenggarakan manajemen
p
endidikan
,
p
emerintah telah membuat standar mutu
.
Namun untuk m
enciptakan pendidikan yang berkualitas memerlukan tata kelola yang baik untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sehingga diperlukan manajemen pendidikan yang baik. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan manajemen pendidikan yang diterapkan oleh RA Generasi Rabbani Ciamis dalam meningkatkan kualitas lulusannya. P
eneliti mewawancara
i
kepala sekolah, wakil kepala sekolah
,
dan seorang guru
.
S
edangkan
dokumen
yang
yang dianalisa
adalah RPP, rapor siswa, data program-program yang diadakan di sekolah, serta sarana dan prasarana sekolah.
Hasilpenelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen pendidikan yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu lulusan sudahbaik dan sesuai. Perencanaan, pelaksanaan, monitoring evaluasi dan perbaikan (PDCA) telah dilakukan oleh sekolah tersebut.Sekolah RA Generasi Rabbani Ciamis sadar akan pentingnya menerapkan manajemen pendidikan untukmencetak siswa-siswi yang bermutu dan memiliki daya saing ketika telah lulus dari sekolah
Pengaruh Pekerja Anak terhadap Pendaftaran dan Keluar Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Scoping Review
Child labour is one of the major obstacles to the realization of universal primary education in low- and middle-income countries. Child labour deprives children of their chances to acquire the required skills for the development of their potential. This is akin to a child trying to prepare for an exam while carrying a heavy backpack of worries, fears, and distractions on their back which affects their desired outcome. This study provided an updated review of the literature on child labour's influence on primary school pupils' enrolment. Child labour literature was explored via a scoping literature review strategy. As a result of this literature review, child labour negatively impacts primary school enrolment. This study also revealed that child labour is the major contributor to primary school pupils' dropout. Finally, this review revealed that enforcing a minimum employment age of 15 and reducing the return to child labour without providing social supports such as conditional cash transfer to the poor household would facilitate an increase in children’s dropout rate in developing countries. Based on the empirical child labour literature, more research is needed to be conducted using qualitative and quantitative measures to capture first-hand information to augment quantitative measures.Pekerja anak merupakan salah satu hambatan utama dalam mewujudkan pendidikan dasar universal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Pekerja anak melibatkan anak-anak dari peluang untuk memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi mereka. Ini mirip dengan seorang anak yang mencoba mempersiapkan ujian sambil membawa beban pikiran, ketakutan, dan gangguan yang berat di punggungnya yang memengaruhi hasil yang diinginkan. Penelitian ini menyediakan tinjauan terkini tentang literatur mengenai pengaruh pekerja anak terhadap pendaftaran murid-murid sekolah dasar. Literatur pekerja anak dieksplorasi melalui strategi scoping review. Sebagai hasil dari tinjauan literatur ini, pekerja anak memiliki dampak negatif terhadap pendaftaran murid sekolah dasar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pekerja anak adalah penyebab utama putus sekolah pada murid-murid sekolah dasar. Terakhir, tinjauan ini mengungkapkan bahwa penerapan usia minimum bekerja 15 tahun dan mengurangi keuntungan dari pekerjaan anak tanpa memberikan dukungan sosial seperti transfer tunai bersyarat kepada keluarga miskin akan memfasilitasi peningkatan tingkat putus sekolah anak-anak di negara-negara berkembang. Berdasarkan literatur empiris pekerja anak, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk menggali informasi langsung guna melengkapi data kuantitatif
Keteladanan Orangtua dalam Perspektif Pendidikan Islam untuk Anak
This article aims to elucidate the principles of parental exemplarity as an educational model from the perspective of Islamic education. The presence of parents as primary educators and central figures within the household holds significant importance. However, a fundamental challenge that arises is the lack of understanding among some parents regarding their role and responsibility as role models, which can inadvertently lead children to emulate undesirable behaviors. This research employs the "Library Research" method with a qualitative interpretative approach to analyze various documents, including books and journals. From the analysis, it is concluded that the concept of parental exemplarity in Islamic education can be implemented through several steps, including: 1) Instilling exemplar habits in behavior; 2) Consistently providing advice to children; and 3) Cultivating exemplarity habits from an early age, such as expectant mothers habituating positive practices. This article provides a profound understanding of how parents can effectively serve as models in educating their children in accordance with the principles of Islamic educationArtikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana prinsip keteladanan orang tua sebagai model pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam. Kehadiran orang tua sebagai pendidik utama dan figur sentral di dalam rumah memiliki signifikansi besar. Namun, tantangan mendasar yang muncul adalah ketidakpahaman sebagian orang tua terhadap peran dan tanggung jawab mereka sebagai teladan, yang dapat menyebabkan anak-anak meniru perilaku yang kurang baik tanpa disadari. Penelitian ini menggunakan metode "Librari Research" dengan pendekatan interpretasi kualitatif dalam menganalisis berbagai dokumen, termasuk buku dan jurnal. Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa konsep keteladanan orang tua dalam pendidikan Islam dapat diterapkan melalui beberapa langkah, antara lain: 1) Mengimplementasikan kebiasaan keteladanan terhadap perilaku; 2) Memberikan nasihat secara konsisten kepada anak; dan 3) Melakukan habituasi keteladanan sejak dini, seperti ibu yang sedang mengandung membiasakan hal-hal positif. Artikel ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana orang tua dapat menjadi model yang efektif dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Isla
Analisis Keterampilan Generik Sains dan Pemahaman Konsep Siswa pada Pembelajaran MASTER
Physics learning is the process of students mastering mathematical concepts in life that are solved through complicated formulas. The research aims to determine the effect and increase in students' conceptual understanding and science generic skills in physics lessons. This research belongs to the experimental research type with a quasi-experimental design using the One Group Pretest-Posttest Design. Sample selection used Nonprobability sampling (total or saturated sample) consisting of 18 eighth-grade students. Data collection techniques used tests and observations. The statistical test results show that tcount < ttable indicates the influence of using the learning model. The study concludes that the use of the MASTER (Motivating, Acquiring, Searching, Triggering, Exhibiting, and Reflecting) learning model with discussion methods can improve students' conceptual understanding and science generic skills in physics. The application of the MASTER learning model is able to improve students' conceptual understanding and science generic skills as seen from the test results before and after treatment, with the post-treatment test results being higher than the pre-treatment test results. The research results show the N-Gain test results for the conceptual understanding variable at 0.18 and for the science generic skills variable at 0.7.Pembelajaran fisika adalah proses belajar siswa dalam menguasai konsep matematis dalam kehidupan yang diselesaikan melalui sebuah rumus yang rumit. Hal ini menuntut para pendidik untuk lebih aktif mengajak siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga
mampu menemukan dan mengaplikasikannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta kenaikan pemahaman konsep dan keterampilan generik sains siswa dalam pelajaran fisika. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif
(eksperimen) dengan desain quasi experimen menggunakan the One Group Pretest-Posttest Design. Pemilihan sampel penelitian menggunakan jenis Nonprobability sampling (sampel total atau jenuh)
yang berjumlah 18 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil uji statistik menunjukkan thitung < ttabel menunjukkan adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran MASTER (Motivating, Acquiring, Searching, Triggering, Exhibiting, and Reflecting) dengan metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan generik sains siswa pada mata pelajaran fisika. Penerapan model pembelajaran MASTER mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan generik sains siswa ditinjau dari hasil tes sebelum dan sesudah perlakukan dengan hasil tes sesudah lebih tinggi dibandingkan tes sebelum perlakukan. Hasil penelitian memperlihatkan Uji N-Gain variabel pemahaman konsep yakni 0,18 dan variabel keterampilan generik sains 0,7
Pembinaan Kepribadian Islami: Kunci Sukses Penerimaan Siswa Baru di SMP Islam Terpadu
SMP Islam Terpadu Bina Insan Kamil Sidareja telah menyoroti keunggulan dalam pembinaan kepribadian Islami melalui evaluasi diri. Pendidikan berbasis agama Islam telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sebagai strategi untuk menjaga mutu kualitas lulusan. Fokus utama adalah penguatan bina pribadi Islami, melibatkan siswa, guru, dan karyawan. Evaluasi penerimaan peserta didik baru menunjukkan bahwa 25-30% orang tua memilih sekolah ini karena motif pembinaan keislaman. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis dampak pembinaan kepribadian Islami terhadap perubahan signifikan siswa dalam aspek keagamaan dan motivasi orang tua memilih SMP Islam Terpadu Bina Insan Kamil Sidareja. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui analisis dokumen, wawancara, dan observasi program pondok pesantren. Hasilnya menunjukkan dampak positif penguatan bina pribadi Islami, dengan manajemen terintegrasi mendalam membedakan sekolah ini. Kesimpulan penelitian memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pembinaan kepribadian Islami dan kontribusinya pada perkembangan jumlah penerimaan peserta didik baru, memadati kebutuhan pendidikan Islam Terpadu.The focus is on strengthening Islamic personal development involving students, teachers, and staff. The evaluation of new student admissions indicates that 25-30% of parents choose this school due to the motive of Islamic development. This qualitative research aims to analyze the impact of Islamic personality development on significant changes in students’ religious aspects and understand parents’ motivation in choosing SMP Islam Terpadu Bina Insan Kamil Sidareja as an educational institution for their children. Using a descriptive approach, data is obtained through document analysis, interviews, and observations of the Islamic boarding school program. The results show a positive impact of strengthening Islamic personal development, with specifically managed Islamic boarding school programs being a strong reason for high parental preference. The integrated management of Islamic personal development distinguishes this school, reinforcing the excellence in the field of religion as a primary strength in improving the quality and services of education. This research provides a deeper understanding of the importance of Islamic personality development in the context of Integrated Islamic education and contributes to the increase in the number of new student admissions
Meta Analisis: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis
We have often heard of meta-analytical research related to the problem based learning model itself, but this time the researcher wants to examine the problem based learning model with its novelty form, namely in terms of the media used. This meta-analysis study was conducted with the aim of knowing the total effect size and analyzing the problem-based learning model assisted by media on critical thinking skills, where this meta-analysis research used 10 research articles from 980 scientific articles found on Harzing's Publish or Peerish platforms that meet exclusion and inclusion criteria. The results of the meta-analysis showed that the problem-based learning model with media-assisted learning on critical thinking skills did not have specific provisions in learning materials, but for its application it was more effective at the elementary level with the aid of concrete media as evidenced by a high effect size value of 1.042.Penelitian meta analisis terkait model problem based learning sudah sering dilakukan, akan tetapi kali ini peneliti ingin meneliti terkait model pembelajaran problem based learning dengan bentuk kebaharuannya yakni dari segi media yang digunakna. Penelitian meta analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui effect size total dan menganalisis model pembelajaran problem based learning berbantuan media terhadap kemampuan berpikir kritis, dimana penelitian meta analisis kali ini menggunakan 10 artikel penelitian dari 980 artikel ilmiah yang ditemukan pada platfrom harzing’s publish or peerish yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbantuan media terhadap kemampuan berpikir kritis tidak ada ketentuan khusus dalam materi pembelajaran, namun untuk penerapannya lebih efektif pada jenjang SD dengan berbantuan media Konkrit dibuktikan dengan nilai effect size yang tinggi sebesar 1,042
Pengembangan Materi Pendamping Bahasa Inggris Berbasis Project Based Learning bagi Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di Sekolah Menengah Kejuruan
This research has been conducted with the aims to develop an English supplementary material in the form of e-module for reading skill difficulty in Computer and Network Engineering VHS students. The difficulty in reading made the students cannot understand the matter given easily. Moreover, in Kurikulum Merdeka, reading skill becomes one of focused skill to improve the literacy aspect. This study was Research and Development (R&D) which used ADDIE model. Questionnaires were used for collecting data in preliminary study, expert validations after the product developed, and students’ perception after trial product. While the researcher used the field note to gather document analysis result and interview guidelines as structured interview instrument to English teacher. All expert validation result showed >74,99%. The media expert had been on 95%, the matter expert was on 75%, and the final score from linguistic expert was on 95%. The student’s perception questionnaire had been on 84% with positive responses which reached “Good” category. Whereas the validation and reliability final counting are >0.457 and 0.815 which defined as valid and reliable. The e-module can be used as supplementary material for English teaching especially in Vocational High School
Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning
This study explains how to improve critical thinking skills in junior high and high school students. The purpose of this study was to determine students' critical thinking skills in learning mathematics, especially at the junior and senior high school levels. The method used in this research is a literature study. The researcher concluded that the ability to think critically in learning mathematics can make students more active in learning. The critical thinking stage in learning mathematics goes through four stages, namely giving questions, dividing groups, thinking together, and giving answers. The conclusion of this research is evident from the results of another research that has been done before.Penelitian ini menjelaskan cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa SMP dan SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika siswa khususnya pada jenjang SMP dan jenjang SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature study). Peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Adapun tahap Berpikir kritis dalam pembelajaran matematika melalui empat tahap yaitu pemberian pertanyaaan, pembagian kelompok, berpikir bersama dan pemaparan jawaban. Kesimpulan penelitian tersebut terbukti dari berbagai hasil-hasil penelitian orang lain yang telah dilakukan sebelumnya
Continous Formative Assessment pada Pendekatan Hybrid Learning: Sebuah Study Evaluasi Persepsi
Assessment is a crucial part of the learning process. In addition to assisting students in determining their level of comprehension and subject-matter mastery, assessment is an essential component of the learning process. Formative evaluation is now regarded as being at the forefront of the learning process. Formative assessment is a learning activity that tracks how well learners are acquiring competencies with the goal of obtaining maximum mastery. Consequently, Continuous Formative Assessment (CFA) is created as an alternative evaluation strategy that can be used to the educational process in the post-pandemic period, particularly in the setting of hybrid learning. The courses are split into two groups for this study's quasi-experimental methodology: the Control Group and the Experimental Group. While the Experimental Group uses CFA for evaluation, the Control Group uses formative-summative assessment. In terms of how students view CFA, data processing results show an average score of 3.35 and a standard deviation of 0.697. The highest average score, 3.78, shows that students can use CFA to achieve the desired learning results.Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Penilaian merupakan bukti penting dari proses pembelajaran. Penilaian juga membantu siswa mengetahui tingkat pencapaian pemahaman materi. Saat ini, evaluasi formatif diakui sebagai yang terdepan dalam proses pembelajaran. Penialain formatif adalah kegiatan pembelajaran untuk mencapai penguasaan yang maksimal melalui pemantauan kemajuan penguasaan kompetensi. Oleh karena itu, Continous Formative Assessment (CFA) didesain dan dikembangkan bertujuan sebagai alternatif pendekatan evaluasi yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran di era pasca pandemi yang menggunakan pendekatan pembelajaran Hybrid learning. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dimana kelas dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok Kontrol dan Eksperimen). Kelompok kontrol menggunakan evaluasi Formatif-Sumatif sedangkan kelompok eksperimen menggunakan evaluasi CFA. Hasil pengolahan data persepsi mahasiswa terhadap CFA menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 3.35 dan Std. Devisasi sebesar .697. Nilai rata-rata tertinggi sebesar 3.78 yang menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mencapai pembelajaran yang diharapkan pada saat menggunakan CFA
Transition to Online Learning: Implementing the TPACK Framework by English Teachers due to the COVID-19 Pandemic
The objectives of this research is to explore how the English teachers implement TPACK in online learning context and to know the challenges faced by the English teachers in implementing TPACK. There were several studies in the implementation of TPACK, but still less on the discussion about the challenges that the English teachers faced while implementing it, particularly in the online learning due to the COVID-19 pandemic. This study employed a descriptive design with a qualitative approach, which were analyzed descriptively through reducing inappropriate data, displaying and concluding data. The results of the data revealed that the English teachers of Bunga Bangsa Islamic Junior High School Samarinda had implemented TPACK in online learning context by using WhatsApp, Zoom meeting and Google Classroom as the technologies used to teaching, conducting demonstration and recitation method as the pedagogy to teach about “object pronoun” and “will and going to” as the content. There are some challenges faced by the English teachers when they implemented TPACK in online learning context such as limited quota, bad signal of internet, students’ behavior and adapt to the applications used such as WhatsApp, Zoom meeting and Google Classroom.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana guru bahasa Inggris menerapkan TPACK dalam konteks pembelajaran online dan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris ketika mereka menerapkan TPACK dalam konteks pembelajaran online. Ada beberapa kajian dalam penerapan TPACK sebagai teori untuk mengajar, namun masih kurang pembahasan mengenai tantangan yang dihadapi guru bahasa Inggris selama menerapkannya, khususnya dalam pembelajaran online akibat pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dianalisis secara deskriptif dengan mereduksi data yang tidak sesuai, menampilkan dan menyimpulkan data. Hasil data mengungkapkan bahwa guru bahasa Inggris SMP Islam Bunga Bangsa Samarinda telah menerapkan TPACK dalam konteks pembelajaran online dengan menggunakan WhatsApp, Zoom meeting dan Google Classroom sebagai teknologi yang digunakan untuk mengajar, melakukan metode demonstrasi dan resitasi sebagai pedagogi untuk mengajarkan tentang “object pronoun” dan “will and going to” sebagai konten. Ada beberapa tantangan yang dihadapi guru bahasa Inggris ketika mereka menerapkan TPACK dalam konteks pembelajaran online seperti kuota yang terbatas, sinyal internet yang buruk, perilaku siswa dan beradaptasi dengan aplikasi yang digunakan seperti WhatsApp, Zoom meeting dan Google Classroom