Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
    129 research outputs found

    Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka

    No full text
    The progress of a nation is influenced by education. The curriculum is a factor that has a very big influence on educational development. In the Merdeka Curriculum currently implemented, teachers need to adjust teaching preparation, evaluation techniques, and activities carried out in the learning process at school. Module creation, differentiated learning, and the Pancasila Student Profile Development Project are some of them. This research aims to determine the extent of teacher readiness in implementing the Merdeka Curriculum. The research method uses descriptive analysis techniques with a literature review. The research results show that teachers are not fully ready to face curriculum changes. This can be seen from the fact that teachers still need to understand curriculum paradigms that are different from before and learning methods that have also changed. To overcome this, good cooperation and communication are needed between the school, parents, and the government so that this curriculum can run according to objectives.Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh pendidikan. Kurikulum adalah faktor yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap perkembangan pendidikan. Dalam Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan, guru perlu menyesuaikan persiapan pengajaran, teknik evaluasi, dan kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pembuatan modul, pembelajaran berdiferensiasi, dan Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila adalah beberapa contohnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dengan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru belum sepenuhnya siap menghadapi perubahan kurikulum. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa guru masih perlu memahami paradigma kurikulum yang berbeda dari sebelumnya dan metode pembelajaran yang juga telah berubah. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar kurikulum ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan

    IncreasMeningkatkan Kompetensi Guru dalam Mendukung Tantangan Keberlanjutan Pengajaran di Era Globaling Teacher Competency in Supporting Teaching Sustainability Challenges in the Global Era

    No full text
    This research aims to explore the role of teacher competence in addressing the challenges of sustainable learning in the era of globalization. The method used is a qualitative approach with a literature review, involving the identification, collection, and analysis of relevant literature from Google Scholar between 2015 and 2023, using the keyword "Teacher Competence." The research findings highlight the urgency of improving teacher quality as the key to overcoming low educational standards in Indonesia. Strengthening teachers' pedagogical, personal, social, and professional competencies is central to enhancing the national education system. The study concludes that bolstering these competencies is a priority for facing sustainable learning challenges, enabling Indonesia to compete globally and produce a qualified generation. The researcher recommends a holistic strengthening of teacher competencies to address global challenges effectively.Era globalisasi menimbulkan tantangan besar dalam dunia pendidikan, terutama terkait dengan rendahnya standar kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya berkaitan dengan kurangnya kualitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran berkelanjutan di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yang melibatkan identifikasi, pengumpulan, dan analisis literatur yang relevan. Literatur yang dianalisis oleh peneliti ditemukan menggunakan mesin pencari Google Scholar, dari tahun 2015 hingga 2023, dengan batasan kata kunci "Kompetensi Guru". Hasil penelitian menyoroti urgensi peningkatan kualitas guru sebagai kunci utama dalam mengatasi masalah rendahnya standar kualitas pendidikan di Indonesia. Penekanan pada penguatan kompetensi pedagogik, personal, sosial, dan profesional guru merupakan inti dari upaya perbaikan sistem pendidikan nasional. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi pedagogik, personal, sosial, dan profesional guru menjadi prioritas dalam meningkatkan sistem pendidikan nasional. Dengan meningkatkan kualitas guru, diharapkan Indonesia dapat bersaing di tingkat global dan mencapai prestasi yang lebih baik dalam konteks pembelajaran berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merekomendasikan agar guru secara holistik memperkuat kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional mereka untuk menghadapi tantangan pembelajaran berkelanjutan di era global

    Pengembangan Profesional Guru dalam Supervisi Akademik: Sebuah Studi Kualitatif di Madrasah Tsanawiah

    No full text
    This research aims to examine the implementation, supporting and inhibiting factors, and follow-up actions of the principal’s academic supervision in improving teacher performance. A descriptive qualitative method was used for this study. The research participants included 24 teachers and the school principal, with teachers serving as the main informants. Data were collected through documentation, interviews, and observations. Data analysis was performed using the interactive model of Miles and Huberman, which involves data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings of the research reveal that: 1) the implementation of academic supervision by the principal involves planning, execution, monitoring, and evaluation based on supervision instruments, which include learning administration tools such as annual programs, semester programs, syllabi, lesson plans, educational calendars, lesson schedules, and a Learning Implementation Plan (RPP); 2) the supporting factors for effective supervision include the availability of school facilities and the teachers’ awareness and preparedness, while the inhibiting factors include the principal's busy schedule and academic background; 3) follow-up supervision is conducted by the teacher coordinator through an assignment letter. The results of this study provide valuable insights into the principal's role in academic supervision and its impact on teacher performance improvement at MTs Mathalibul Huda Jepara.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta tindak lanjut dari supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MTs Mathalibul Huda Jepara pada tahun ajaran 2023/2024. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian terdiri dari 24 guru dan seorang kepala sekolah, dengan guru sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, reduksi, tampilan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berdasarkan instrumen supervisi, yang meliputi alat administrasi pembelajaran seperti program tahunan, program semester, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kalender pendidikan, jadwal pelajaran, dan daftar nilai; 2) faktor pendukung supervisi yang efektif meliputi ketersediaan fasilitas sekolah dan kesadaran serta kesiapan guru, sementara faktor penghambat meliputi jadwal kepala sekolah yang padat dan latar belakang akademik kepala sekolah; 3) tindak lanjut supervisi dilakukan oleh koordinator guru melalui surat tugas. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran kepala sekolah dalam supervisi akademik dan dampaknya terhadap peningkatan kinerja guru di MTs Mathalibul Huda Jepara

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PEMBELAJARAN IPA SD

    No full text
    This study aims to examine the utilization of information technology in science education at the elementary school level during the Covid-19 pandemic. The pandemic, which has affected Indonesia and various other countries, has necessitated a shift to online learning to ensure the continuity of the educational process. In this context, the Minister of Education and Culture has instructed that learning should continue by leveraging information technology. E-learning has emerged as a key solution for facilitating education. This research employs a qualitative approach using literature review and interview methods to interpret and explain the object of study, which is the analysis of the utilization of information technology in elementary school science education. The findings indicate that the use of information technology in elementary school science education can be effectively implemented if strategies and approaches are aligned with the Basic Competencies (Kompetensi Dasar, KD). These results demonstrate that with proper adaptation, information technology can effectively support the educational process, even under challenging conditions such as the pandemic.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi informasi pada pembelajaran IPA SD. Pandemi Covid-19 memaksa kegiatan belajar-mengajar dilakukan melalui media daring dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dan metode wawancara untuk menginterpretasikan dan menjelaskan objek penelitian, yaitu analisis pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran IPA SD. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa proses pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pembelajaran IPA di SD dapat berjalan dengan baik dengan strategi dan pendekatan yang disesuaikan KD

    Pentingnya Kosakata dan Tata Bahasa untuk Mengukur Keterbacaan dan Tingkat Bahasa

    No full text
    The purpose of this research is to determine the level of difficulty (Readability) and the language level of texts written by non-Italian speakers. For this purpose, texts produced by Greek candidates (B1 and B2 level) according to the Greek State Certificate Exam (KPG) for the Italian language were selected. All data was collected from the KPG exams of May 2015 and November 2016. Specifically, from 1000 randomized KPG notebooks, a total of 80 notebooks were used, (B1 and B2) that were first digitized in manual form. In the second and third phase, these texts were measured using the READ-IT and SPSS.24 tool. The results lead to the fact that both the correct use of vocabulary, i.e., spelling and the appropriate vocabulary in relation to the content of the text, determine the language level and degree of difficulty of produced texts. All results are part of an existing tool named trat.exe used by the University EKPA and Aristotle to measure the Readability regarding the exams of Italian language of KPG. Of utmost importance would be the future deepening of the parameters of writing with the goal of developing even more advanced software.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kesulitan (Keterbacaan) dan tingkat bahasa dari teks yang ditulis oleh penutur non-Italia. Untuk tujuan ini, teks yang diproduksi oleh kandidat Yunani (tingkat B1 dan B2) sesuai dengan Sertifikat Negara Yunani (KPG) untuk bahasa Italia dipilih. Semua data dikumpulkan dari ujian KPG pada Mei 2015 dan November 2016. Secara khusus, dari 1000 buku catatan KPG yang diacak, total 80 buku catatan digunakan, (B1 dan B2) yang pertama kali didigitalkan secara manual. Pada fase kedua dan ketiga, teks-teks ini diukur menggunakan alat READ-IT dan SPSS.24. Hasilnya menunjukkan bahwa baik penggunaan kosa kata yang benar, yaitu ejaan dan kosa kata yang sesuai dengan konten teks, menentukan tingkat bahasa dan tingkat kesulitan teks yang dihasilkan. Semua hasil merupakan bagian dari alat yang sudah ada bernama trat.exe yang digunakan oleh Universitas EKPA dan Aristotle untuk mengukur Keterbacaan terkait ujian bahasa Italia KPG. Hal yang sangat penting adalah pendalaman lebih lanjut dari parameter penulisan dengan tujuan mengembangkan perangkat lunak yang lebih canggih

    Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Sebuah Penelitian Meta-Ethnography

    No full text
    This study intends to summarize the findings of research on word problem solving errors made by students as well as the types of errors made by students that have been increasingly prevalent in reports over the past five years. The strategy employed is a descriptive method, which entails examining current symptoms using information gathered from numerous prior research and compiled using a meta-ethnography approach. The goal of the study is to provide a report on the findings of research conducted by teachers and former mathematics education students who looked at word problem solving errors made by students. The summary's findings demonstrate that the following types of student errors are errors: Understanding definitions, applying ideas, methods, and strategies; Determining the Knowledge Aspect of Understanding and Applying Story Problems; Representing Information from Story Questions into Mathematical Sentences; 4) applying concepts to specific materials without understanding how concepts relate to one another or the significance of symbols; 5) Students in drawing conclusions about the outcomes of problem-solving or errors in writing the final solution.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan rangkuman hasil penelitian tentang kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan bentuk kesalahan siswa lebih dominan pada laporan lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu menganalisis gejala yang ada berdasarkan data yang telah diperoleh dari berbagai penelitian sebelumnya dan dirangkum oleh pendekatan Meta-Ethnography. Objek penelitian adalah laporan hasil penelitian guru dan alumni mahasiswa pendidikan matematika yang mengkaji masalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Hasil rangkuman tersebut menunjukkan bentuk-bentuk kesalahan siswa adalah kesalahan: 1) representasi informasi dari pertanyaan cerita menjadi bentuk kalimat matematika; 2) memahami definisi, menerapkan konsep, prosedur dan teknik; 3) menentukan aspek pengetahuan pemahaman dan penerapan masalah cerita; 4) penerapan konseptual pada materi tertentu, tidak memahami hubungan antar konsep, tidak memahami makna simbol; 5) siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah atau kesalahan penulisan jawaban akhir

    Bertahan di Masa Pandemi: Pendekatan Mengajar Guru di Daerah Terpencil

    No full text
    The corona virus (covid 19) has caused a shift in the educational landscape from in-person instruction to distance learning, which necessitates a digital transformation. For learning to continue to function successfully, teachers must be adept at selecting and implementing the appropriate strategy. The purpose of this study was to learn how teachers in junior high schools in rural areas approached their lessons during the Covid 19 outbreak. This study employs a descriptive qualitative methodology. Three school principals and 108 teachers served as the informants (interview subjects). In addition, a questionnaire was utilized by the researchers to collect information on the teacher's name, age, school's location, previous educational level, gender, and the learning tactics and resources she or he employed during the pandemic. The process of interasis analysis was employed during the data analysis, and it included data reduction, data presentation, and verification or conclusion. According to the study's findings, teachers in remote locations use offline, online, and hybrid teaching methods. Researchers also discovered that the learning strategy employed depends on the teacher's age.Virus corona (covid 19) mengakibatkan adanya perubahan dalam dunia pendidikan, dari pembelajaran tatap muka menjadi jarak jauh menuntut adanya sebuah trasformasi digital. Guru dituntut terampil dalam menerapkan pendekatan yang tepat agar pembelajaran tetap berjalan secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendekatan yang digunakan guru dalam mengajar di masa pandemi covid 19 di SMP pada daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan (orang yang diwawancarai) adalah 3 orang kepala sekolah dan 108 orang guru. Selain itu, peneliti juga menggunakan angket untuk memperoleh data tentang nama guru, usia, lokasi sekolah, jenjang pendidikan terakhir, jenis kelamin guru, strategi pembelajaran, dan media pembelajaran yang digunakan guru selama masa pandemi. Analisis data menggunakan prosedur interasis analisis, meliputi: reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penyimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pendekatan mengajar guru di daerah terpencil yaitu strategi offline, online dan hybrid. Di samping itu, peneliti juga menemukan bahwa usia guru menentukan strategi pembelajaran yang digunakan

    Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Tingkat Resiliensi

    No full text
    This research is motivated by the unfavourable conditions of a school, ranging from the quantity of students to the salaries of teachers and staff, forcing school leaders to employ resilient measures for the school's sustainability. The aim of this study is to analyse and provide a detailed description of the school principal's leadership in setting the direction, developing people, and redesigning the organization to enhance the school's resilience. The research adopts a qualitative approach utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation, with data analysis techniques involving description, analysis, and interpretation. The findings of this research explain that by fulfilling these three leadership roles—Setting the Direction, Developing People, and Redesigning Organization—a private school can effectively enhance its resilience.Penelitian ini bermula dari kondisi sekolah yang menghadapi tantangan serius, mulai dari jumlah siswa yang kurang memadai hingga masalah gaji guru dan pegawai. Kondisi ini mendorong kepala sekolah untuk mengimplementasikan langkah-langkah keberlanjutan melalui resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan menggambarkan secara rinci peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menetapkan arah (setting the direction), mengembangkan individu (developing people), dan merancang ulang organisasi (redesigning organization) untuk meningkatkan resiliensi sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data melibatkan deskripsi, analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pelaksanaan ketiga peran kepemimpinan tersebut, kepala sekolah mampu meningkatkan tingkat resiliensi sekolah swasta dengan efektif

    Transformasi Pendidikan Inklusif: Model Inovatif 'Inclusionplus' untuk Meningkatkan Akses dan Dukungan bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus

    No full text
    This research aims to develop an inclusive education model " InklusiPlus" in Kendari City for children with special needs. The research's goal is to enhance access and support to create an inclusive educational environment. Through a collaborative approach, the study focuses on establishing a Collaborative Forum, professional training, developing inclusive facilities, and raising community awareness campaigns. The research involves 36 participants, including children with special needs, educators, and parents at Special Schools in Kendari City. Data collection is conducted through observations and interviews. Qualitative analysis is employed for data analysis. The results indicate that "InklusiPlus" successfully enhances collaboration among stakeholders, provides relevant training, and creates inclusive facilities. The research's conclusion highlights the success of the "InklusiPlus" model in creating an inclusive environment that supports the development of children with special needs in Kendari City.Penelitian ini bertujuan mengembangkan model inklusi pendidikan, "InklusiPlus," di Kota Kendari untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Rasio penelitian ini adalah meningkatkan akses dan dukungan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Melalui pendekatan kolaboratif, penelitian ini memfokuskan pembentukan Forum Kolaboratif, pelatihan profesional, pengembangan fasilitas inklusif, dan kampanye kesadaran masyarakat. Objek penelitian melibatkan 36 partisipan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, pendidik, dan orang tua di Sekolah Luar Biasa Kota Kendari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan dalam penelitian pengembangan menjadi semi pengembangan. Hasilnya menunjukkan bahwa "InklusiPlus" berhasil meningkatkan kolaborasi di antara pemangku kepentingan, menyediakan pelatihan yang relevan, dan menciptakan fasilitas inklusif. Kesimpulan penelitian ini menggarisbawahi keberhasilan model "InklusiPlus" dalam menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus di Kota Kendari

    Pengecekan Tingkat Similaritas Jawaban ChatGPT pada Prompts Pendidikan Kejuruan

    No full text
    ChatGPT is one of the AIs that really helps humans in answering all questions in various sectors including in the education sector if used wisely. This research aims to describe the answers of chatGPT related to vocational education using turnitin and chatGPT. This research is a descriptive research. There were 10 questions asked. After 1 answer appears, then click the generate response button to get other answers. Each question was taken 3 answers from ChatGPT. The results of turnitin checking were compared with the plagiarism rate table. The checking was done by pasting the answers plus a question ‘is this answer from chatGPT?’. Based on checking using turnitin, it is known that 8 answers have a low similarity index while 2 answers have a medium similarity index. Based on checking using chatGPT itself, it is known that chatGPT knows all the answers from him. Recommendations for further research are that paraphrase can be done using AI tools such as Wordtune and Quillbot. Then the results are checked for similarity index with many plagiarism tools.ChatGPT merupakan salah satu AI yang sangat membantu manusia dalam menjawab semua pertanyaan di berbagai sektor termasuk di sektor pendidikan jika digunakan secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesamaan dari jawaban dari chatGPT terkait pendidikan kejuruan menggunakan turnitin dan chatGPT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Ada 10 pertanyaan yang dimasukkan pada ChatGPT prompts. Setelah muncul 1 jawaban kemudian klik tombol generate respone untuk mendapatkan jawaban lainnya. Setiap pertanyaan diambil 3 jawaban dari ChatGPT. Hasil pengecekan turnitin dibandingkan dengan tabel tingkat plagiasi. Pengecekan tingkat kesamaan menggunakan ChatGPT dilakukan dengan menempelkan jawaban pada prompts kemudian ditambah dengan sebuah pertanyaan ‘Apakah jawaban ini dari chatGPT?’. Pengecekan tingkat kesamaan menggunakan turnitin diketahui bahwa 8 jawaban memiliki indeks kesamaan yang rendah sedangkan 2 jawaban memiliki indeks kesamaan sedang. Berdasarkan pengecekan menggunakan yang dilakukan oleh chatGPT sendiri diketahui bahwa chatGPT tahu semua jawaban tersebut darinya. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat dilakukan parafrase menggunakan AI tools seperti Wordtune dan Quillbot. Kemudian pengecekan tingkat kesamaannya dilakukan menggunakan banyak plagiarism tools

    52

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education and Teaching (JET)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇