Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
    129 research outputs found

    Pandemi dan Stres: Menemukan Keseimbangan Antara Distress dan Eustress di Era “Work-from-Home”

    No full text
    This study aims to explore mental stress among lecturers and staff at Islamic Higher Education Institutions in Lampung Province during the COVID-19 pandemic and to identify effective stress management strategies. Using a literature review and interviews, the research gathered data from lecturers and staff to identify the main challenges they face, including increased workload, adjustment to remote work, and additional demands in the context of online learning. Interview results indicate that changes in work methods and lack of institutional support significantly contribute to stress. Lecturers experience stress due to adapting to unfamiliar technology, while administrative staff struggle with separating work from personal time. The study recommends enhancing technological capacity, providing psychosocial support, adequate training, and more flexible policies as solutions to reduce mental stress. The findings aim to help higher education institutions better manage and support the well-being of their academic staff.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tekanan pikiran di kalangan dosen dan staf di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Provinsi Lampung selama pandemi COVID-19, serta mengidentifikasi strategi manajemen stres yang efektif. Menggunakan pendekatan studi literatur dan wawancara, penelitian ini mengumpulkan data dari dosen dan staf untuk mengidentifikasi tantangan utama yang mereka hadapi, termasuk beban kerja yang meningkat, penyesuaian kerja dari rumah, dan tuntutan tambahan dalam konteks pembelajaran daring. Hasil wawancara menunjukkan bahwa perubahan cara kerja dan kurangnya dukungan institusi berkontribusi signifikan terhadap stres. Ditemukan bahwa dosen mengalami stres akibat adaptasi teknologi yang belum familiar, sementara staf administrasi menghadapi kesulitan dalam memisahkan pekerjaan dari waktu pribadi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas teknologi, dukungan psikososial, pelatihan yang memadai, dan kebijakan yang lebih fleksibel sebagai solusi untuk mengurangi tekanan pikiran. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu perguruan tinggi dalam mengelola dan mendukung kesejahteraan akademisi secara lebih efektif

    Mengatasi Tantangan dalam Manajemen Berbasis Sekolah: Perencanaan untuk Peningkatan Pembelajaran dan Pengelolaan Sumber Daya

    No full text
    This study aims to examine the planning for implementing School-Based Management (SBM) at SMP IT Muhammadiyah An Najah Jatinom, focusing on improving the quality of learning and human resource (HR) management. Ideally, SBM is designed to enhance students' academic and religious competence through participatory planning involving teachers, parents, and the local community. However, despite the formulation of the school's vision and mission, the school faces limited resources and budget, which impact the implementation of planned programs. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, observations, and documentation from relevant parties, such as the Principal, Vice Principal, and Teachers. Data analysis was conducted through triangulation to ensure the validity and accuracy of the information obtained. The research findings show that although SBM planning is well-structured, focusing on improving teacher competency through training and workshops and developing infrastructure that supports technology-based educational facilities, there are still deficiencies in coordination and supervision that need improvement for more optimal implementation. Overall, this research emphasizes that structured and participatory planning is essential to achieving SBM success and enhancing educational quality, although challenges in resource management must be addressed for optimal implementation.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMP IT Muhammadiyah An Najah Jatinom, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Secara ideal, MBS dirancang untuk meningkatkan kompetensi akademik dan religius siswa melalui perencanaan partisipatif yang melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Namun, meskipun visi dan misi sekolah telah dirumuskan, sekolah masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan anggaran yang berdampak pada pelaksanaan program yang direncanakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pihak terkait, seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Guru. Analisis dilakukan melalui triangulasi data untuk memastikan validitas dan akurasi informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perencanaan MBS sudah terstruktur dengan baik, yang difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan infrastruktur yang mendukung fasilitas pendidikan berbasis teknologi, masih terdapat kekurangan dalam koordinasi dan supervisi yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa perencanaan yang terstruktur dan partisipatif sangat penting untuk mencapai keberhasilan MBS dan peningkatan kualitas pendidikan, meskipun tantangan dalam pengelolaan sumber daya harus diatasi untuk pelaksanaan yang lebih maksimal

    Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan Berbasis Ismuba Rahmatan Lil-Alamin

    No full text
    The aim of this research is to examine whether Ismuba's learning aligns with Rahmatan Lil Alamin's education in the humanitarian aspect. Due to the insufficient emphasis on human values at the educational level, exacerbated by an overwhelming focus on learning rather than holistic education, there is a need for an educational platform capable of instilling human values as a comprehensive solution to societal issues. Like Ismuba's approach, which emphasizes the integration of human values, this research adopts a qualitative methodology with a library-based approach to analyze the Ismuba curriculum through the lens of Rahmatan Lil Alamin's educational theory. The research findings demonstrate that the Ismuba curriculum design incorporates the concept of human values advocated in Rahmatan Lil Alamin's education, emphasizing justice, compassion, care, tolerance, harmony, human dignity, equal rights, and utility. As part of Islamic education, Ismuba offers a comprehensive approach to fostering the internalization of human values and rebalancing the educational landscape to encompass more than just academics.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti apakah pembelajaran Ismuba sesuai dengan pendidikan Rahmatan Lil Alamin dalam aspek kemanusiaan. Karena nilai-nilai kemanusiaan belum sepenuhnya dioptimalkan di tingkat pendidikan, hal ini diperparah oleh fokus yang berlebihan pada pembelajaran daripada esensi pendidikan secara menyeluruh. Diperlukan platform pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai solusi komprehensif terhadap masalah-masalah masyarakat. Seperti pembelajaran Ismuba, yang membawa konsep integrasi holistik nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pendekatan perpustakaan, untuk meneliti aspek-aspek kurikulum Ismuba menggunakan teori nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan Rahmatan Lil Alamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum Ismuba mengusung konsep nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan Rahmatan Lil Alamin, dengan orientasinya pada mendidik aspek-aspek keadilan, belas kasih, perhatian, toleransi, harmoni, keagungan kehidupan manusia, hak-hak yang sama, dan memberikan manfaat. Sebagai bagian dari pendidikan Islam, Ismuba cukup komprehensif untuk mengatasi internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan mengembalikan proporsi keseluruhan pendidikan, bukan hanya akademis

    Eksplorasi Pengaruh Tingkat Kecemasan Guru Sekolah Dasar terhadap Sikap terhadap Integrasi Teknologi

    No full text
    The integration of technology in the classroom is crucial for fostering a digital society, yet its success heavily relies on teachers' readiness. Despite the availability of technological tools, their effective adoption varies, often influenced by teachers' attitudes and anxiety levels. This study explores the the Influence of Primary School Teachers' Anxiety Levels on Attitudes Toward Technology Integration. Using a survey research design, data were collected from 126 teachers in government-owned primary schools. Attitudes were measured using a self-developed 4 Likert-scale instrument, while anxiety levels were assessed by adopting a standardized anxiety inventory. Results indicate that while teachers generally have positive attitudes toward technology integration, there is a notable prevalence of high anxiety levels that do not directly correlate with these attitudes. These findings suggest that other underlying factors contribute to anxiety, which warrants further investigation. The study recommends that schools establish support systems focused on enhancing teachers' mental well-being and competency in using technology. Future research should delve into identifying the specific factors that heighten anxiety in the context of technology adoption in education.Integrasi teknologi di dalam kelas sangat penting untuk membangun masyarakat digital, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru. Meskipun alat teknologi tersedia, adopsi yang efektif bervariasi, sering kali dipengaruhi oleh sikap dan tingkat kecemasan guru. Studi ini mengeksplorasi pengaruh tingkat kecemasan guru sekolah dasar terhadap sikap mereka terhadap integrasi teknologi. Menggunakan desain penelitian survei, data dikumpulkan dari 126 guru di sekolah dasar milik pemerintah. Sikap diukur menggunakan instrumen skala Likert 4 yang dikembangkan sendiri, sementara tingkat kecemasan dinilai dengan mengadopsi inventori kecemasan standar. Hasil menunjukkan bahwa meskipun guru umumnya memiliki sikap positif terhadap integrasi teknologi, terdapat tingkat kecemasan yang tinggi yang tidak secara langsung berkorelasi dengan sikap tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor mendasar lainnya berkontribusi terhadap kecemasan, yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini merekomendasikan agar sekolah-sekolah membangun sistem dukungan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan mental dan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang meningkatkan kecemasan dalam konteks adopsi teknologi dalam pendidikan

    Metode Berpusat pada Siswa dalam Sistem Pendidikan Tinggi di Wilayah Kurdistan: Studi di Universitas Soran

    No full text
    This study examines the implementation of student-centered learning at Soran University in the Kurdistan Region and identifies factors that limit its adoption. The research emphasizes student involvement in the learning process, shifting the primary responsibility from teachers to students, and assessing the approach's effectiveness. Grounded in John Dewey’s “Learning by Doing” theory, which advocates for learning through activities with active student participation, the study provides a theoretical framework aligned with creating a more participatory learning environment. A structured survey was conducted with 104 teachers from various faculties and departments, focusing on the extent of student-centered practices, faculty attitudes, and organizational constraints. Data analysis through SPSS revealed a moderate adoption of student-centered approaches. However, significant barriers persist, including the continued reliance on traditional teaching methods, large class sizes, limited resources, and insufficient institutional support. These obstacles highlight the challenges educators face in fully embracing student-centered learning. The study notes some progress in implementing student-centered approaches but underscores the need for effective strategies to enhance this implementation at Soran University. Recommendations include providing more faculty training, improving resource allocation, and increasing institutional support to overcome these barriers and maximize the benefits of student-centered learning in higher education.Studi ini bertujuan mengkaji penerapan pembelajaran berpusat pada siswa di Universitas Soran, Wilayah Kurdistan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang membatasi penggunaannya. Fokus studi ini meliputi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, pergeseran tanggung jawab utama pembelajaran dari guru ke siswa, dan efisiensi pendekatan yang diterapkan. Berlandaskan teori “Belajar dengan Melakukan” oleh John Dewey, yang menekankan pembelajaran melalui aktivitas dan keterlibatan peserta didik, studi ini menawarkan dasar teoretis yang mendukung penciptaan lingkungan belajar yang lebih partisipatif. Survei terstruktur dilakukan terhadap 104 dosen dari berbagai fakultas dan departemen, mencakup pertanyaan tentang tingkat penerapan praktik pembelajaran berpusat pada siswa, sikap dosen, dan kendala organisasi. Hasil analisis data menggunakan SPSS menunjukkan adopsi pendekatan berpusat pada siswa masih pada tingkat moderat. Namun, terdapat hambatan signifikan, seperti penggunaan metode pengajaran tradisional yang terus berlanjut, ukuran kelas yang besar, kurangnya sumber daya, dan dukungan institusi yang terbatas. Hambatan ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi pendidik dalam mengadopsi pembelajaran berpusat pada siswa secara penuh. Studi ini menemukan adanya peningkatan dalam penerapan pendekatan ini, namun menekankan perlunya strategi efektif untuk meningkatkan penerapannya di Universitas Soran. Rekomendasi mencakup peningkatan pelatihan bagi dosen, distribusi sumber daya yang lebih baik, serta dukungan institusi yang lebih kuat

    Menelaah Peran Pendidikan Kewirausahaan dalam Mendorong Niat Mahasiswa untuk Bertransisi dari Kampus ke Dunia Bisnis

    No full text
    Although entrepreneurship education is essential in driving economic growth, there are still challenges in fostering entrepreneurial intentions among students. One of the main obstacles is the lack of understanding of how elements within the Entrepreneurship Education Ecosystem (EEE) influence entrepreneurial intentions. Research Objective is to explain the effect of attitude, subjective norm, and entrepreneurial self-efficacy on entrepreneurial behavior, mediated by entrepreneurial intentions and moderated by the Entrepreneurship Education Ecosystem (EEE). A quantitative survey was conducted with 286 students from Poltekkes in Indonesia, with data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) co variant. The results show a positive relationship between access to entrepreneurship support systems and increased entrepreneurial intentions among students, as well as the importance of EEE elements in shaping entrepreneurial attitude and self-efficacy. These findings provide guidance for higher education institutions and policymakers to strengthen entrepreneurship support systems to enhance students' entrepreneurial intentions. The study also expands understanding of the role of EEE in fostering stronger entrepreneurial intentions.Meskipun pendidikan kewirausahaan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, masih terdapat tantangan dalam membangun niat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana elemen dalam Ekosistem Pendidikan Kewirausahaan (EEE) mempengaruhi niat kewirausahaan.Tujuan penelitian untuk menjelaskan pengaruh attitude, subjective norm, entrepreneurial self efficacy terhadap perilaku wirausaha yang dimediasi niat berwirausaha dan dimoderasi oleh   Ekosistem Pendidikan Kewirausahaan (EEE). Survei kuantitatif dilakukan pada 286 mahasiswa Poltekkes di Indonesia, dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif antara akses terhadap sistem dukungan kewirausahaan dan peningkatan niat kewirausahaan mahasiswa, serta pentingnya elemen EEE dalam membentuk sikap dan efikasi diri kewirausahaan. Temuan ini memberikan panduan bagi perguruan tinggi dan pembuat kebijakan untuk memperkuat sistem dukungan kewirausahaan dalam meningkatkan niat kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini juga memperluas pemahaman tentang peran EEE dalam membentuk niat kewirausahaan yang lebih kuat

    Penggunaan Kontrasepsi di Kalangan Mahasiswa Universitas dalam Kelompok Etnis Yoruba di Nigeria: Peran Usia dan Gender

    No full text
    This study explored the influence of age and gender on contraceptive use among undergraduates in South-West Nigeria. The primary aim was to examine how contraceptive use among students is moderated by age and gender. The research employed a descriptive survey design, with a sample of 1,200 undergraduates (both male and female, aged 15 and above) selected through a multi-stage sampling method. Data were collected using a self-developed questionnaire, the "Contraceptive Usage Questionnaire" (CUQ), which had a Pearson reliability coefficient (r) of 0.70. Inferential statistics were used for data analysis, with t-tests and ANOVA employed to test the hypotheses. When the ANOVA results indicated significant differences, a Scheffe Posthoc test was conducted to pinpoint the specific areas of significance. The results revealed that gender does not significantly affect contraceptive use among undergraduates, whereas age plays a role in determining usage patterns. Based on these findings, the study recommends that government and university authorities collaborate to introduce a comprehensive sexuality education course to inform students about responsible contraceptive use. Additionally, professional counselors and relevant stakeholders should hold bi-monthly seminars and workshops to educate students on the proper and acceptable use of contraceptives.Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap penggunaan kontrasepsi di kalangan mahasiswa di wilayah Barat Daya Nigeria. Tujuan utamanya adalah untuk mengkaji bagaimana penggunaan kontrasepsi di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif, dengan sampel sebanyak 1.200 mahasiswa (baik pria maupun wanita, berusia 15 tahun ke atas) yang dipilih melalui metode sampling bertingkat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan sendiri, yaitu "Kuesioner Penggunaan Kontrasepsi", yang memiliki koefisien reliabilitas Pearson (r) sebesar 0,70. Statistik inferensial digunakan untuk menganalisis data, dengan uji t dan ANOVA untuk menguji hipotesis. Ketika hasil ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan, uji Posthoc Scheffe dilakukan untuk menentukan area spesifik dari perbedaan tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan kontrasepsi di kalangan mahasiswa, sementara usia mempengaruhi pola penggunaan. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar pemerintah dan pihak universitas bekerja sama untuk memperkenalkan mata kuliah pendidikan seksual yang komprehensif guna memberikan informasi kepada mahasiswa tentang penggunaan kontrasepsi yang bertanggung jawab. Selain itu, konselor profesional dan pemangku kepentingan terkait diharapkan menyelenggarakan seminar dan lokakarya dua bulanan untuk mengedukasi mahasiswa mengenai penggunaan kontrasepsi yang tepat dan dapat diterima

    Aplikasi dan Evaluasi Teknik untuk Mengurangi Tingkat Putus Sekolah pada Awal Tutor

    No full text
    In the current university environment, national accreditations within the field of engineering serve as a continuous improvement tool for educational programs. These accreditations contribute to increased completion rates and a reduction in school dropout rates, underscoring the utility of tutoring throughout the educational process. High school students adapting to the new pace of university work often undergo significant changes in their school performance habits. Therefore, the initial group tutoring sessions aim to address issues and undertake specific activities that help students learn about their attending university, its organization and work areas, the program they are enrolled in, and the need for psychological support and specialized counseling, among other elements. This work presents an analysis and evaluation of the application of a technique designed to reduce dropout rates in Tutoring 1 for first-semester engineering students.Di lingkungan universitas saat ini, akreditasi nasional dalam bidang rekayasa berfungsi sebagai alat peningkatan terus-menerus untuk program pendidikan. Akreditasi ini berkontribusi pada peningkatan tingkat kelulusan dan pengurangan tingkat putus sekolah, menekankan pentingnya bimbingan selama proses pendidikan. Siswa SMA yang beradaptasi dengan kecepatan kerja universitas sering mengalami perubahan signifikan dalam kebiasaan kinerja sekolah mereka. Oleh karena itu, sesi bimbingan kelompok awal bertujuan untuk mengatasi masalah dan melakukan aktivitas khusus yang membantu siswa mempelajari tentang universitas yang mereka hadiri, organisasi dan area kerjanya, program yang mereka ikuti, dan kebutuhan akan dukungan psikologis dan konseling khusus, antara lain. Penelitian ini menyajikan analisis dan evaluasi dari penerapan teknik yang dirancang untuk mengurangi tingkat putus sekolah dalam Bimbingan 1 bagi mahasiswa teknik semester pertama

    Komparasi Kualitas Guru dan Dukungan Administratif: Studi Perbandingan Sekolah di Desa dan di Kota

    No full text
    This study highlights the significant differences between educational conditions in rural and urban areas, particularly in terms of teacher quality and administrative support. The gap between schools in rural and urban areas often affects educational outcomes, which ultimately impacts students' opportunities and quality of life. However, research comparing teacher quality and administrative support in rural and urban schools has been limited. Therefore, this study aims to fill this gap by conducting an in-depth comparative study between rural and urban schools. The research method used is a comparative approach to analyze the differences and similarities between rural-based schools and urban-based schools in terms of teacher quality and administrative support. The results indicate that the comparison of teacher quality in rural and urban schools is influenced by two types of support: managerial support and academic support. Teacher quality and administrative support play an essential role in creating a quality and effective learning environment in both rural-based and urban-based schools.  Terletak pada perbedaan signifikan antara kondisi pendidikan di wilayah pedesaan dan perkotaan, khususnya dalam aspek kualitas guru dan dukungan administratif. Kesenjangan antara sekolah-sekolah di desa dan kota sering kali memengaruhi hasil pendidikan, yang pada akhirnya berdampak pada peluang dan kualitas hidup siswa. Namun, hingga saat ini, penelitian yang membandingkan kualitas guru dan dukungan administratif di sekolah desa dan kota masih terbatas. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan melakukan studi perbandingan yang mendalam di sekolah desa dan sekolah di kota. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan komparatif untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara sekolah berbasis desa dan sekolah berbasis kota dalam hal kualitas guru dan dukungan administratif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbandingan kualitas guru di sekolah desa dan sekolah di kota dipengaruhi oleh dua dukungan yaitu dukungan manajerial dan dukungan akademik. Kualitas guru dan dukungan administratif berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan efektif di sekolah berbasis desa dan sekolah berbasis perkotaan

    Listening Comprehension Concerning Mobile Learning In Listen English Daily Practices Application

    No full text
    This study aims to evaluate the effectiveness of the Listen English Daily Practices app in enhancing the listening skills of teenage learners at Mulawarman University, East Borneo, Indonesia. This study uses a quasi-experimental method sampling frame using pre-test and post-test. In collecting data, researchers use the listening test as an instrument. The results show that 44% of the participants achieved their goals in accordance with the criteria outlined in the intervention. The study involved 54 students from the English Department who were randomly divided into experimental and control groups. The findings of the hypothesis imply that the use of the Mobile Listen English Daily Practice App improves students' comprehensive understanding of listening skills and could be more widely integrated into English language teaching to enhance students' listening skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Listen English Daily Practices dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan pada remaja di Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan kerangka sampel menggunakan pre-test dan post-test. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tes mendengarkan sebagai instrumen. Hasilnya menunjukkan bahwa 44% peserta mencapai tujuan mereka sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam intervensi. Penelitian ini melibatkan 54 siswa dari Jurusan Bahasa Inggris yang secara acak dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan dari hipotesis menyiratkan bahwa penggunaan Aplikasi Mobile Listen English Daily Practice meningkatkan pemahaman komprehensif keterampilan mendengarkan siswa dan dapat lebih luas diintegrasikan ke dalam pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa

    52

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education and Teaching (JET)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇