Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Korelasi Sertifikasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di Masa Pandemi Covid-19
This study aims to obtain a description of the correlation between teacher certification, teacher work motivation, and teacher performance at the Wanasari District Elementary School, Brebes District. This research uses a quantitative approach with descriptive analysis method. The population and sample of this study were certified elementary school teachers. The results showed that (1) there was a significant correlation between teacher certification and teacher performance. (2) there is a significant correlation between work motivation and teacher performance. (3) there is a significant correlation between teacher certification and work motivation simultaneously with teacher performance.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi korelasi antara sertifikasi guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis desskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru bersertifikasi pada sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru. (2) terdapat korelasi signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. (3) terdapat korelasi signifikan sertifikasi guru dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru
Penerapan Loose Parts terhadap Kreativitas Anak Usia Dini selama Belajar dari Rumah
During the current pandemic, face-to-face learning is abolished based on BDR (Learning From Home) activities. Children will be interested in BDR activities if they are packaged in the form of activities that explore children's creative abilities. Loose Parts-based learning is one of the media that can influence children's creativity programs, and later children will be able to think critically, analytically, creatively, and innovatively. The purpose of this study was to determine the application of Loose Parts to children's creativity during BDR. The research method used is descriptive qualitative method with the respondents being TK B students at TK Pertiwi 12.08 Papasan-Bangsri Jepara which collected 20 children. The results of the study concluded that children were interested in playing with various objects contained in the Loose Parts media. They are able to be creative with Loose Parts media that has been provided by parents, and children are also able to develop creativity from the results of the playing process using Loose Parts during BDR.Pada masa pandemi saat ini, pembelajaran tatap muka ditiadakan digantikan dengan kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah). Anak akan tertarik dengan kegiatan BDR apabila dikemas dalam bentuk kegiatan yang mengeksplorasi kemampuan kreativitas anak. Pembelajaran berbasis Loose Parts menjadi salah satu media yang dapat berpengaruh dalam program kreativitas anak, serta nantinya anak akan mampu berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan Loose Parts terhadap kreativitas anak saat BDR. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan responden peserta didik TK B di TK Pertiwi 12.08 Papasan-Bangsri Jepara yang berjumlah 20 anak. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa anak tertarik dalam bermain dengan adanya berbagai benda-benda yang terdapat pada media Loose Parts. Mereka mampu berkreasi dengan media Loose Parts yang telah disediakan oleh orang tua, dan anak juga mampu mengembangkan kreativitas dari hasil proses bermain menggunakan Loose Parts saat BDR
Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Materi “Menyampaikan Pidato Persuasif” Kelas IX-F Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kudus pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020: in the Odd Semester of Academic Year 2019/2020
This research aims to describe the Problem Based Learning (PBL) Model in order to improve the Indonesian language learning achievement of class IX-F students at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kudus in the Odd Semester of the 2019/2020 Academic Year. The subjects of this classroom action research were students of class IX-F. The research variables consisted of student variables and teacher variables. The research was conducted in two cycles and each cycle consisted of four stages, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The results showed that there was an increase in student achievement in class IX-F. The increase was indicated by (1) the average student achievement in cycle I was 7.08 and cycle II was 8.68; (2) completeness of student learning in the first cycle of 15 students or 50.00% and 15 students or 50.00% who did not complete; and (3) completeness of classical learning in the first cycle was 50.00% and in the second cycle it reached 100.00%. The competency evaluation result of cycle II is better than cycle I which reached the completeness indicator. There is an increase in student activity during the learning process individually or in groups. The student response reached 82.83% as high category.Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan Model Problem Based Learning (PBL) dalam rangka meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IX-F Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kudus pada Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX-F. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel siswa dan variabel guru. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan ditetapkan bila minimal terdapat 75% siswa mencapai ketuntasan belajar setelah diterapkan Model Problem Based Learning (PBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar siswa kelas IX-F Peningkatan itu ditunjukkan dengan: (1) rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 7,08 dan pada siklu siklus II adalah 8,68; (2) ketuntasan belajar siswa pada siklus I siswa 15 siswa atau 50,00% dan yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa atau 50,00%; serta (3) ketuntasan belajar klasikal pada siklus I adalah 50,00% dan pada siklus II mencapai 100,00%. Ini berarti uji kompetensi/hasil evaluasi siklus II lebih baik dibandingkan siklus I, dan juga sudah mencapai indikator ketuntasan. Terdapat peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran secara individu maupun kelompok. Respon siswa mencapai 82,83% dengan kategori tinggi
Kebijakan Otonomi Perguruan Tinggi sebagai Dampak Reformasi Keuangan dalam Bidang Pendidikan di Indonesia
Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan kebijakan otonomi perguruan tinggi sebagai dampak reformasi keuangan dalam bidang pendidikan. Kebijakan otonomi sudah dianggap final, tetapi masih menjadi perdebatan sebab kebijakan otonomi belum diketahui arahnya akan kemana. Banyak kalangan menilai bahwa kebijakan otonomi sebagai bentuk reformasi keuangan dalam penyelenggaraan pendidikan agar perguruan tinggi lebih mandiri dalam urusan keuangan. Perguruan tinggi diberikan tanggung jawab untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak melalui instrumen pendidikan. Kebijakan otonomi untuk menciptakan transparansi maupun akuntabilitas justru menimbulkan dampak dalam tataran pengelolaannya. Dampaknya perguruan tinggi berusaha secara mandiri untuk menambah income guna membiayai biaya operasional yang tidak memadai. Penelitian menyimpulkan: 1) kebijakan otonomi perguruan tinggi diarahkan untuk berkompetisi dalam berbagai bidang, agar dapat bersaing untuk menjadi universitas bergengsi dan berkelas. 2) perguruan tinggi menginginkan diberikan kebebasan secara desentralistik agar dikelola secara mandiri tanpa intervensi pihak lain. 3) perguruan tinggi dituntut mencari pendanaan untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak untuk membiayai biaya operasional yang tidak dialokasikan pemerintah. 4) dampak kebijakan otonomi menciptakan praktek komersialisasi, menyebabkan biaya pendidikan yang tidak terjangkau
Penataan Administrasi Kearsipan (Study Kasus di SMA Negeri 11 Kota Kendari)
The research aims to describe archival administration arrangements at school. This research applied a qualitative by case study design. The retrieval of the research subjects was carried out by a purposive sampling technique, with an informant source of 6 people, the principal, Wakasek, Head of Administration, and administrative staff (administration) of 3 people. The technique used in collecting data is observation, interview, and documentation. Data processing is taken by data analysis techniques, namely; Data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on data analysis, conclusions obtained related to archival administration arrangement include: 1) archive storage has not fully followed the archival system, because it has not used the archiving number; 2) Organizing archives is decentralized / separately, and the combination between the central and decentralization has not been carried out properly; 3) The defect of the archive does not use the text ordinance where the text order is an administration in maintaining and preparing data from all writings; 4) The depreciation of the archive has not been held an unused / inactive archive extermination. Besides that in the SMA Negeri 11 Kendari there are several arrangements that are running well including, maintenance, maintenance, security archives and archives.Arsip akan rusak jika tidak diperlakukan dengan administrasi yang benar. Oleh karena itu, tujuan penelitian bertujuan mendeskripsikan penataan administrasi kearsipan di sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan sumber informan yang berjumlah 6 orang yaitu Kepala Sekolah, Wakasek, Kepala Tata usaha, dan tenaga Administrasi (tata usaha) yang berjumlah 3 orang. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data ditempuh dengan teknik analisis data yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan terkait penataan administrasi kearsipan meliputi: 1) penyimpanan arsip belum sepenuhnya mengikuti sistem kearsipan, sebab belum menggunakan nomor pengarsipan; 2) pengorganisasian arsip secara desentralisasi/terpisah, dan kombinasi antara sentral dan desentralisasi belum terlaksana dengan baik; 3) pencacatan arsip tidak menggunakan tata naskah yang mana tata naskah ialah suatu administrasi dalam memelihara dan menyusun data-data dari semua tulisan; 4) penyusutan arsip belum diadakan pemusnahan arsip yang sudah tidak terpakai/arsip inaktif. Selain itu di SMA Negeri 11 Kendari terdapat beberapa penataan yng berjalan dengan baik diantaranya, pemeliharaan, perawatan, pengamanan arsip dan pengolaan arsip
Manajemen Pembelajaran: Program Belajar Anak Binaan di Lapas Anak Kota Kendari
The purpose of this study was to analyze the assisted child learning program in Kendari City Prison. Rooted by the Law of the Republic of Indonesia in Article 31 Paragraph 1 which every citizen is obliged to attend basic education and the government is obliged to finance it. The research method uses a qualitative approach. This qualitative data is obtained by making direct observations, with the aim of obtaining an overview of the implementation of child development activities in prisons. Meanwhile, observation and document analysis are used to validate data from interviews. The results showed that the education process in LPKA was carried out in accordance with the LPKA guidebook which was classified according to the law decided by the judge. Due to limited facilities and infrastructure, the education planning process in LPKA still uses minimal facilities, although not maximally. Even so, the assisted children can still experience education and experience many changes in both behavior and morals.Tujuan penelitian ini adalah menganalisa program belajar anak binaan di lapas anak Kota kendari. Didasari oleh Undang-Undang Republik Indonesia pada Pasal 31 Ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, dan Pasal 31 Ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Berdasarkan ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, dinyatakan bahwa: pembinaan warga binaan pemasyarakatan dilakukan di Lapas dan pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dilakukan oleh Bapas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.Data kualitatif ini diperoleh dengan melakukan observasi langsung, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan pembinaan anak di Lapas.Sementara itu, observasi dan analis dokumen untuk memvalidasi data dari wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa Proses pendidikan di LPKA dilaksanakan sesuai dengan buku pedoman LPKA yang diklasifikasikan sesuai dengan hukum yang diputuskan hakim. Berhubung dengan keterbatasan sarana dan prasarana maka proses perencanaan pendidikan di LPKA masih menggunakan fasilitas yang seadanya, meskipun belum begitu maksimal. Meskipun demikian, anak binaan tetap dapat merasakan pendidikan dan banyak mengalami perubahan baik itu perilaku maupun akhla
Analisis Penerapan Media Pembelajaran berbasis E-Lumak pada Mata Kuliah Statistik Pendidikan PG-PAUD UM Kendari
The purpose of the study was to analyze the application of e-lumak media in teaching educational statistics to PG-PAUD students. This type of research is descriptive qualitative. The place and time of the research was carried out at the University of Muhammadiyah Kendari for students who programmed the Education Statistics course for the 2020/2021 Academic Year. The subjects in this study were students and lecturers in education statistics courses. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, it can be concluded as follows: (1) e-lumak media is quite good in online learning in educational statistics courses during the covid-19 pandemic. There are three stages in learning through e-lumak media, including the planning stage, implementation stage, and evaluation stage; (2) The advantages of implementing e-lumak media are very complex features. The drawback of e-lubricant media is that the server is less stable.Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan media e-lumak dalam pembelajaran statistik pendidikan pada mahasiswa PG-PAUD. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kendari pada mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah statistik Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen pengampu matakuliah statistik pendidikan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitin maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Media e-lumak sudah cukup baik dalam pembelajaran online pada mata kuliah statistik pendidikan di masa pandemi covid-19. Terdapat tiga tahapan dalam pembelajaran melalui media e-lumak antara lain tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi; (2) Kelebihan penerapan media e-lumak adalah fitur-fitur yang sangat kompleks. Kekurangan media e-lumak adalah server kurang stabil
Penerapan Metode Pembelajaran Flipped Classroom dengan Pendekatan Saintifik Berbantuan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Matematika
The covid-19 pandemic period learning in the schools become online, but at SMA Muhammadiyah 5 Dukun learning is carried out online and face to face. The purpose of the study was to describe process and student learning outcomes after learning using the flipped classroom learning method with a scientific approach assisted by the whatsApp application in learning mathematics. This research was a quantitative study using a One Shot Case Study. The research was conducted in grade 10th of SMA Muhammadiyah 5 Dukun. The data collection methods used were observation, test, and questionnaire. The results of data analysis showed student activity in learning an average of 81.48% including active and moderately active categories. The implementation of learning by teachers with an average of 4.37 was in the good category. Student learning outcomes showed 81.48% of students declared complete KKM. Student responses to the process of implementing learning an average of 72% with positive category.Adanya pandemi covid-19 membuat pembelajaran di sekolah diselenggarakan secara online. Meskipun demikian, di SMA Muhammadiyah 5 pembelajaran dilakukan secara hybrid; online dan tatap muka. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan metode pembelajaran flipped classroom dengan pendekatan saintifik berbantuan aplikasi whatsApp dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian One Shot Case Study. Penelitian dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 5 Dukun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Hasil analisis data menunjukkan aktivitas siswa dalam pembelajaran rata-rata 81,48% termasuk kategori aktif dan cukup aktif. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dengan rata-rata 4,37 termasuk kategori baik. Hasil belajar siswa menunjukkan sebanyak 81,48% siswa dinyatakan tuntas KKM. Respon siswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran rata-rata sebesar 72% dalam kategori positif
Optimalisasi Guru dalam Membuat Media Pembelajaran untuk Mestimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini
The research objective was to determine the ability of teachers to create instructional media in stimulating the sensitivity of early childhood in PAUD Monapa, Palangga District, Konawe Selatan District. The subjects of this study were two teachers and the principal and the object was 15 students in group A. Data collection techniques used observation and interviews and documentation which were processed and analyzed through qualitative descriptive techniques. Description of the teacher's ability to make learning media in PAUD Monapa, Palangga District, Konawe Selatan Regency. The steps taken in making media are determining what media will be made, providing tools and materials, arranging steps for making media and how to convey it to students. The supporting factors are media that are made from scrap or used materials so that they are easy to get, while the inhibiting factor is that the school environment is still far from urban areas so it is difficult to get the tools used, but creative teachers use used materials or waste materials in making media and materials. this is very easy to get. The media created by the teacher aims to stimulate children's cognitive. Keywords: Teacher's Ability to Make Learning Media, Children's CognitivePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru membuat media pembelajaran dalam menstimulasi kognitif anak usia dini di PAUD Monapa Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan. Subjek penelitian ini adalah guru yang berjumlah dua orang dan kepala sekolah. Adpaun objeknya adalah anak didik berjumlah 15 orang di kelompok A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diolah dan dianalisis melalui teknik deskriptif kualitatif. Upaya guru membuat media pembelajaran di PAUD Monapa Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan langkah yang dilakukan dalam membuat media adalah menentukan media apa yang akan dibuat, menyediakan alat dan bahan, menyusun langkah-langkah pembuatan media dan prosedur penyampaiannya kepada anak didik. Media yang dibuat dari bahan sisa/bekas mudah didapatkan. Sementara itu, lingkungan sekolah jauh dari perkotaan sehingga guru sulit mendapatkan alat-alat yang dibutuhkan. Meskipun demikian, guru kreatif menggunakan bahan bekas atau bahan sisa untuk menciptakan media pembelajaran. Media yang dibuat guru bertujuan untuk menstimulasi kognitif anak
Analisis Kualitas Proses Pembelajaran Melalui Penerapan Strategi Tandur Pada Konsep Sistem Ekskresi Manusia
This research was conducted based on the fact that students’ were less enthusiastic in participating in the learning process. This is due to the monotonous learning conditions. Therefore, the researchers assessed that teachers need to be assisted in designing innovative, attractive learning strategies that can activate students. The TANDUR learning strategy is designed together (researchers and teachers), and is applied in the learning process. The research data were processed using the percentage qualitative descriptive method. Learning activities with the TANDUR strategy that have been implemented have generally gone well. The results of data analysis and discussion show that the quality of learning outcomes in concept understanding is considered good (83.75), the quality of learning outcomes for scientific work is considered adequate (68.75, the quality of student activity is considered good (80.6) and the quality of teacher performance is considered very good ( 96.9) Of the four aspects that have been determined, the learning outcomes of the scientific work aspects have not been achieved optimally. The quality of the teaching and learning process that has taken place is considered good with a score of 78.9Penelitian ini diangkat atas dasar bahwa siswa Kelas IX-2 SMP Negeri 1 Sengkang yang kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena kondisi pembelajaran yang monoton. Guru lebih sering menerapkan strategi ceramah. Guru kesulitan merancang strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Oleh karena itu, peneliti menilai, guru perlu dibantu merancang strategi pembelajaran yang inovatif, menarik yang mampu mengaktifkan siswa. Strategi pembelajaran TANDUR dirancang bersama (peneliti dan guru), dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Data penelitian diolah dengan metode deskriptif kualitatif persentase. Kegiatan pembelajaran dengan strategi TANDUR yang telah dilaksanakan secara umum berjalan baik. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan bahwa kualitas hasil belajar pemahaman konsep dinilai baik (83,75), kualitas hasil belajar kerja ilmiah dinilai cukup (68,75, kualitas aktivitas siswa dinilai baik (80,6) dan kualitas kinerja guru dinilai sangat baik (96,9). Dari empat aspek yang telah ditentukan, hasil belajar aspek kerja ilmiah belum bisa tercapai secara optimal. Kualitas proses belajar mengajar yang telah berlangsung dinilai baik dengan skor 78,9. Peneliti menyarankan bahwa penerapan pembelajaran strategi TANDUR ini diperlukan beberapa perbaikan, antara lain: dengan menambah tingkat kesukaran soal pada LKS, memberikan contoh yang lebih jelas dalam setiap permasalahan yang disajikan, memberikan bimbingan dan latihan ketrampilan proses ilmiah yang lebih intensif