Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
    129 research outputs found

    Peran Teknologi Pendidikan dalam Perspektif Merdeka Belajar di Era 4.0

    Full text link
    This study aims to describe the role of educational technology in perspective freedom to learn in the 4.0 era. The research implementation is about how teachers understand the concept of freedom to learn in applying educational technology as the basis for learning in the 4.0 era. The program was designed to improve students' literacy and numeracy skills following Indonesia's subpar achievement in the global education assessment, PISA. The research method uses descriptive analysis techniques with literature review. The research results explain that educational technology a very important in freedom to learn program in the era 4.0 thus improving the quality of education. This condition can be seen from the implementation of the main policy on freedom of learning which provides freedom to innovate and freedom to learn independently for schools, teachers, and students. Keywords: Educational Technology, Freedom to Learn, Era 4.0,Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran teknologi pendidikan dalam perspektif merdeka belajar di era 4.0. Implementasi penelitian ini tentang bagaimana guru memahami konsep merdeka belajar dalam menerapkan teknologi pendidikan sebagai dasar pembelajaran di era 4.0.  Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa menyusul pencapaian Indonesia di bawah standar dalam penilaian pendidikan global, PISA. Metode penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teknologi pendidikan sangat berperan dalam program merdeka belajar di era 4.0 dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kondisi ini dapat dilihat dari implementasi kebijakan pokok merdeka belajar yang memberikan kebebasan berinovasi dan kebebasan belajar secara mandiri pada sekolah, guru, dan peserta didik

    Meningkatkan Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Menggunakan Permainan 4 ON 4 Siswa: Refleksi Hasil Belajar Di Kelas IX SMP Negeri 2 Pangsid Kabupaten Sidenreng Rappang

    Full text link
    The goal of this study is to see if playing a four-on-four game may help pupils improve their passing skills. This study is a collaborative and interactive classroom action research project. It is divided into two cycles, each of which includes planning, implementation, and observation, as well as reflection. A total of 31 pupils from class IX A were included in the study. Tests are used in data collecting strategies. Data analysis procedures are descriptively qualitative and quantitatively carried out. The results revealed that students' passing abilities improved when they played volleyball in a four-on-four format. For example, according to the findings of the cycle I evaluated, 10 students (32.26 percent) finished their learning, while 21 students (67.74 percent) had not yet done it. The results of the cycle II examination revealed that 29 pupils (93.55 percent) had finished their learning, while 2 students (6.45 percent) had not. Keywords: passing down, game 4 on 4. According to the average findings obtained, the second cycle of the cycle I saw a 20.18 percent gain. As a result, it can be inferred that using 4 on 4 games can improve a student volleyball player's passing abilities.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan passing bawah bolavoli peserta didik kelas IX A di SMP Negeri 2 Pangsid Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan apakah permainan 4 on 4 dapat meningkatakan keterampilan passing bawah bolavoli pada siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Terdiri dari 2 siklus dimana setiap siklus terdiri atas; perencanaan, pelaksanaan & observasi, dan refleksi. Sampel penelitian meliputi siswa kelas IX A yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan Passing Bawah Bolavoli menggunakan permainan 4 On 4 siswa mengalami peningkatan, yaitu dari Hasil tes siklus I diperoleh sebanyak 10 siswa (32,26%) tuntas belajar, dan 21 siswa atau 67,74% belum tuntas belajar. Kemudian pada hasil tes siklus II menunjukkan 29 siswa (93,55%) tuntas belajar dan 2 siswa atau 6,45% belum tuntas belajar. Berdasarkan hasil rerata yang diperoleh tersebut dapat dikatakan terjadi peningkatan 20,18% pada siklus II dari siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: dengan menggunakan permainan 4 on 4 dapat meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli siswa

    Identifikasi Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Dampaknya terhadap Kinerja Guru

    No full text
    Perilaku kepemimpinan kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya, tidak ditentukan oleh keahliannya di bidang konsep dan teknik kepemimpinan semata, melainkan lebih banyak ditentukan oleh kemampuannya dalam memilih dan menggunakan perilaku kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi orang yang dipimpinnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui identifikasi perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan dampaknya terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan (orang yang diwawancarai) adalah satu orang kepala sekolah dan lima orang guru. Analisis data menggunakan prosedur interasis analisis, meliputi: reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penyimpulan.Hasil penelitian menemukan bahwa kepala sekolah dapat menggerakkan, mengarahkan dan membimbing bawahan dalam peningkatan kinerja guru. Hal ini dapat dilihat dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran

    Kelompok Kerja Guru dan Perannya dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar

    No full text
    The quality of Islamic Education learning is still faced with various problems, even though the elements that should exist have carried out their respective functions, therefore this research aims to describe the role of the teacher working group in improving the quality of PAI learning. To achieve the intended objectives, this research was designed with a qualitative approach, the data source of this research consists of the chairman and members of the Pai Teacher Working Group (KKG), principals and some learners, research data obtained through focus group discussions, observations, interviews and documentation studies. All data are analyzed interactively according to the stages of collection, reduction, presentation, and verification. From the results of the research that has been done and from the objectives contained in the research can be concluded that the role of the Islamic Religious Education KKG in order to improve the quality of learning PAI Elementary School is KKG-PAI as a forum for religious teachers by conducting various programs of coaching activities through regular monthly meetings, helping religious teachers in order to solve all problems encountered by teachers in the classroom in carrying out their duties and basic functions as PAI teachers.Pendidikan agama Islam pada jenjang sekolah dasar masih dihadapkan pada berbagai persoalan, terutama dari aspek mutu. Guru sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu dan peningkatannya, guru lebih mengetahui kondisi real terkait dengan pembelajaran, dan problem yang dihadapi guru dan peserta didik dalam pembelajaran dapat dikomunikasikan pada forum KKG. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengawas dalam melakukan pembinaan KKG, bentuk kegiatan KKG yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan KKG dalam memberikan pembinaan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari ketua dan anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, kepala sekolah, dan beberapa orang peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah fokus group diskusi, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Semua data dianalisis secara interaktif sesuai tahapannya, yakni pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian adalah: pertama, pengawas PAI memberikan pembinaan kepada guru PAI melalui KKG dengan melakukan sosialisasi kebijakan terkait pendidikan dan pengajaran, memberikan pelatihan. Kedua, melalui KKG Guru PAI mendapatkan solusi terkait masalah yang dihadapinya dalam pembelajaran, menerima informasi terbaru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Ketiga, KKG dilakukan pembinaan secara kontiniu baik oleh kepala sekolah maupun pengawas

    Peningkatan Aktifitas dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Metode Speed Reading pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 alla Kabupaten Enrekang

    Full text link
    There was also an increase in the quality of learning, marked by an increase in student activeness in the learning process in accordance with the results of observations during the classroom action from cycle I was 61.85% increased to 72.77% in cycle II. Therefore this research can be used as input or reference for teachers who face problems in learning Indonesian. This is because this research has been proven to have a positive effect, namely by increasing the activity and learning outcomes of Indonesian language for class VIII students of SMP Negeri 2 Alla, Enrekang Regency. Therefore this research can be used as input or a reference for teachers who face problems in learning Indonesian. This is because this research has been proven to have a positive effect, namely by increasing the activity and learning outcomes of Indonesian language for class VIII students of SMP Negeri 2 Alla, Enrekang Regency. Therefore this research can be used as input or a reference for teachers who face problems in learning Indonesian. This is because this research has been proven to have a positive effect, namely by increasing the activity and learning outcomes of Indonesian language for class VIII students.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar bahasa Indonesia melalui metode speed reading pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang. Peneliti menerapkan prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang, yaitu: 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. PTK ini dirancang ke dalam 2 siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes dan non-tes. Adapun indikator keberhasilan adalah apabila siswa yang memperoleh skor minimal 65 mencapai 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode speed reading dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Oleh karena itu, penggunaan metode speed reading dapat dijadikan pendekatan pembelajaran bagi guru di kelas

    The Implementation of Using Whatsapp and Youtube in FLTM Class: Teacher’s Perception

    Full text link
    This study focuses on teacher’s perception on the implementation of usingWhatsapp and Youtube at FLTM class at English Department, MuhammadiyahUniversity Kendari since teacher’s perception has not been investigated thoroughly inthe earlier research on the implementation of using WhatsApp and Youtube media as alearning tools. The objective of this study is to find out the teacher’s perception on theimplementation of using Whatsapp messanger and Youtube in class B 5t h semesters ofFLTM classroom at Muhammadiyah University students of Kendari . This studyemploys qualitative study design to find out lecturer’s perception in teaching processusing Whatsapp and Youtube. The instruments used in this study are documentati onand interview and the data are analyzed using data reduction, data display, meaningcoding, meaning condensation, meaning interpretation, conclusion drawing and datatriangulation. The findings reveal that the teacher considered to implement Whatsappand Youtube in teaching have several advantages and disadvantages in learningobjective and outcomes. This can be viewed in the arrangement of knowledge of subjectmatter, teacher-students interaction, design of instruction, and course management.Furthermore, teacher’s beliefs in using whatsapp and youtube in teaching appeared to bestrongly connected to the flexibility of teaching and learning process and learningcontent availability.The objective of this study is to find out the teacher’s perception on the implementation of using Whatsapp messanger and Youtube in class B 5th semesters of FLTM classroom at Muhammadiyah University students of Kendari. Since teacher’s perception has not been investigated thoroughly in the earlier research on the implementation of using WhatsApp and Youtube media as a learning tools.  This study employs qualitative study design to find out lecturer’s perception in teaching process using Whatsapp and Youtube.  The instruments used in this study are documentation and interview and the data are analyzed using data reduction, data display, meaning coding, meaning condensation, meaning interpretation, conclusion drawing and data triangulation.  The findings reveal that the teacher considered to implement Whatsapp and Youtube in teaching have several advantages and disadvantages in learning objective and outcomes. This can be viewed in the arrangement of knowledge of subject matter, teacher-students interaction, design of instruction, and course management. Furthermore, teacher’s beliefs in using Whatsapp and Youtube in teaching appeared to be strongly connected to the flexibility of teaching and learning process and learning content availability

    Penerapan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah pada Kompetensi Dasar Mendiskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat Indonesia Masa Pra-aksara dan Masa Aksara Siswa Kelas X 6 di SMA Negeri 1 Mlonggo Tahun Pelajaran 2019/2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan  peningkatan hasil belajar siswa, serta terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku siswa terhadap  model pembelajaran tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Pada kegiatan berikutnya dilakukan pengembangan program pembelajaran berdasarkan pada data-data baik yang diperoleh dari siswa, guru dan setting kegiatan sosial antar siswa maupun siswi dengan guru baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Setiap kegiatan pembelajaran pada penelitian ini direncanakan terlebih dahulu dan dilaksanakan melalui tiga macam siklus. Untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran digunakan pendekatan pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas maka dapat diperoleh data-data hasil evaluasi kegiatan belajar siswa melalui ulangan ke 1 yaitu 64 (belum menggunakan pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw). Setelah menggunakan jigsaw maka hasil evaluasi kegiatan belajar siswa melalui ulangan meningkat menjadi 71 pada siklus I, 73 pada.siklus II dan 76 pada siklus III. Adapun prosentase tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebelum menggunakan jigsaw adalah 56 %, setelah menggunakan jigsaw secara bertahap mengalami peningkatan dari 72 % pada siklus I, 86 % pada siklus II dan 100 % pada siklus III

    Interferensi Bahasa Bugis terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Siswa SMP dalam Berkomunikasi

    Full text link
    Based on circumstances that require that in the process of learning a good language, the language must be in accordance with the rules. However, in reality, Indonesian language errors are still often found in schools. The reason is language acquisition and mastery of more than one language (bilingual). Therefore, the purpose of this study is to describe the form of Bugis language interference on the use of Indonesian used by students. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study used direct dialogue with students, observing students in communicating (in the learning process). The result of this research is that there is a tendency for students of SMP Negeri 1 Pammana to interfere with Bugis language when communicating or speaking in Indonesian, this is done even in formal situations.Berdasarkan keadaan yang mengharuskan bahwa dalam proses pembelajaran bahasa yang baik haruslah berbahasa sesuai dengan kaidah. Tetapi, realitanya, kesalahan berbahasa Indonesia masih sering saja ditemukan di sekolah-sekolah. Penyebabnya adalah pemerolehan bahasa dan penguasaan bahasa yang lebih dari satu (bilingual). Oleh karna itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk interferensi bahasa Bugis terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dialog langsung dengan siswa, mengamati para siswa dalam berkomunikasi (dalam proses pembelajaran). Hasil penelitian ini adalah ada kecenderungan bagi siswa SMP Negeri 1 Pammana untuk melakukan interferensi bahasa Bugis ketika berkomunikasi atau bertutur dalam bahasa Indonesia, hal ini dilakukan bahkan pada saat situasi formal

    Peranan Orangtua dalam Membina Kedisiplinan Anak

    Full text link
    Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu peran orang tua dalam membina kedisiplinan anak di Desa Lanobake, Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan kunci yaitu orang tua Desa Lanobake sebanyak 10 orang informan yang ditentukan secara Purposive sampling. Metode Penelitian menggunakan Teknik analisis data dengan Pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  diantaranya peranan orang tua dalam membina kedisisplinan akan terdiri dari pernan sebagai pendidik, peranan orang tua sebagai motivator, peranan orang tua sebagai pengawas. Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa dalam menerapkan peranan orang tua sebagai pendidik dilakukan dengan selalu memberi bimbingan kepada anak untuk selalu bersikaf positif baik dalam lingkungan keluarga maupun dilingkungan masyarakat. Sedangkan peranan orang tua sebagai motivator dilakukan dengan cara selalu memberikan semangat kepada anak serta selalu memberikan pujian terhadap prestasi yang diraih. Peranan orang tua sebagai pengawas dilakukan oleh orang tua Desa Lanobake dilakukan dengan cara tidak memberikan kebebasan kepada anak  dalam bergaul dilingkungan luar serta tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Adapun hasil daripada usaha pembinanaan kedisiplinan kepada anak yaitu seperti terbentuknya kesiplinan belajar, disiplin beribadah, disiplin bermain dan disiplin dalam bertindak. Kata Kunci : Peranan orang tua, Membina, Kedisiplinan Ana

    Pengaruh Fungsi Kepemimpinan Kepala Kantor Cabang Pembantu dan Iklim Organisasi terhadap Profesionalitas Pegawai pada Kantor Cabang Pembantu Bank BJB Syariah

    Full text link
    This research focuses on studying factors that affect the professionalism of employees. Based on the leadership function of the head of the sub-branch office and the organizational climate are factors that are thought to have an influence on employee professionalism. Therefore, the study examines three variables, namely the leadership function of the head of a sub-branch office (X1), organizational climate (X2), and employee professionalism (Y). This research uses a quantitative approach, with descriptive and verification methods. The data collection technique used a questionnaire. The respondents are employees of Bank BJB Syariah, Bogor sub-branch office. The data analysis technique used regression analysis. This study found that the leadership function of the head of a sub-branch office is in the very good category. The organizational climate is in the very good category, and the professionalism of the employees of the Bank BJB Syariah sub-branch offices in the Bogor area is in the very good category. Based on the results of regression analysis, the results show that the leadership function of the head of the sub-branch office and the organizational climate either partially or simultaneously has a positive and significant effect on employee professionalism.Penelitian ini fokus pada kajian faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalitas pegawai. Penelitian dilakukan di lima kantor cabang pembantu Bank BJB Syariah Wilayah Bogor. Didasari oleh fungsi kepemimpinan kepala kantor cabang pembantu dan iklim organisasi merupakan faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pegawai. Oleh karena itu, penelitian mengkaji tiga variabel yaitu fungsi kepemimpinan kepala kantor cabang pembantu (X1), iklim organisasi (X2), dan profesionalitas pegawai (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode deskriptif dan verifikatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Adapun responden adalah pegawai Bank BJB Syariah kantor cabang pembantu wilayah Bogor. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Penelitian ini menemukan jika fungsi kepemimpinan kepala kantor cabang pembantu berada pada kategori sangat baik. Iklim organisasi berada pada kategori sangat baik, dan profesionalitas pegawai kantor cabang pembantu Bank BJB Syariah wilayah Bogor berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh hasil bahwa fungsi kepemimpinan kepala kantor cabang pembantu dan iklim organisasi baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap profesionalitas pegawai

    52

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education and Teaching (JET)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇