121 research outputs found
Sort by
Uji Parameter Kimia Air Sumur Gali di Desa Pagerwojo, Buduran, Kabupaten Sidoarjo
The people of Pagerwojo Village use well water for their daily needs. Well water that is used often produces an unpleasant odor and leaves a yellow-brown precipitate. This research was conducted with the aim of knowing the concentration of the chemical parameters manganese, iron, pH, and hardness in well water belonging to the surrounding community. The research method uses a quantitative descriptive approach. The number of sampling points for testing well water is 6 points in each hamlet with consideration of purposive sampling of dug wells adjacent to the pollutant source. The results of the well water quality test found that the concentration of manganese parameters in sample A was 1.74 mg/l and sample F was 0.90 mg/l. Manganese concentration that exceeds the water quality standard threshold of 0.5 mg/l sanitation hygiene PMK No. 32 of 2017 causes yellow-brown colored deposits and causes an unpleasant odor in well water.Masyarakat Desa Pagerwojo memanfaatkan air sumur sebagai kebutuhan setiap hari. Air sumur yang dimanfaatkan seringkali menimbulkan bau tidak sedap dan meninggalkan endapan bewarna kuning hingga coklat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsentrasi parameter kimia yang meliputi mangan, besi, pH, dan kesadahan pada air sumur milik masyarakat sekitar. Hasil pengujian air sumur dibandingkan menurut persyaratan higiene sanitasi PMK No. 32 Tahun 2017. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Tahap awal penelitian yakni melakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Penentuan jumlah titik lokasi mengacu pada purposive sampling sebanyak 6 titik masing-masing dusun yang memiliki sumur yang dekat dengan sumber yang menghasilkan pencemaran. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air sumur ditemukan kadar konsentrasi parameter mangan pada sampel A dengan konsentrasi 1,74 mg/L dan sampel F 0,90 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini yakni konsentrasi mangan yang melampaui ambang batas baku mutu air 0,5 mg/L higiene sanitasi PMK No. 32 Tahun 2017 menyebabkan endapan bewarna kuning hingga coklat dan menimbulkan bau tidak sedap pada air sumur yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut masyarakat disarankan menggunakan alat filter air sumur agar tidak menimbulkan permasalahan mengenai kualitas air yang digunakan
Analisis Kesenjangan Penerapan ISO 45001:2018 pada Perusahaan Makanan Ringan
Snack company is committed to implementing an occupational safety and health system (SMK3)based on ISO 45001:2018. Therefore, an analysis of the preparation of ISO 45001:2018 was carried out to determine the company\u27s preparation in implementing ISO 45001:2018. The purpose of the research is to measure the efforts that have been designed and implement the SMK3 design based on ISO 45001:2018 carried out by snack company and measure the suitability of the initial conditions based on ISO 45001:2018. Data analysis was carried out using a Likert scale using the Spearman correlation test. The results of the fulfillment of SMK3 preparation based on ISO 45001:2018 obtained an Organizational Context clause of 50%, a Leadership, and Employee Participation clause 62.5%, a Planning clause 72.5%, a Support clause 89%, an Operational clause 73%, a Performance Evaluation clause 92% and an increase clause 87%. The results of the reliability test of the Cronbach Alpha value above 0.70, the Spearman correlation test with a significant value of 0.985. The conclusion that can be drawn is that the company for most or above 50% has implemented the ISO 45001:2018 scheme. The clauses that have been mostly implemented are planning, Support, Operations, Performance Evaluation, and Improvement Clauses. While the clauses that are not implemented are the clauses of Organizational Context and Leadership and employee Participation. In conformity with the preparation of ISO 45001:2018 with the initial conditions of the company, it shows a good condition of conformity, which is 73.33%.Perusahaan makanan ringan berkomitmen dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) berdasarkan ISO 45001:2018. Oleh karena itu, dilakukan analisis persiapan ISO 45001:2018 untuk mengetahui persiapan perusahaan dalam menerapkan ISO 45001:2018. Tujuan penelitian yaitu mengukur upaya yang telah dirancang dan implementasi rancangan SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 yang dilakukan perusahaan makanan ringan serta mengukur kesesuaian kondisi awal berdasarkan ISO 45001:2018. Analisis data yang dilakukan dengan skala Likert menggunakan uji korelasi spearman. Hasil pemenuhan persiapan SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 diperoleh klausul Konteks Organisasi 50%, klausul Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja 62,5%, klausul Perencanaan 72,5%, klausul Dukungan 89%, klausul Operasional 73%, klausul Evaluasi Kinerja 92% dan klausul Peningkatan 87%. Hasil uji reliabilitas nilai Cronbach Alpha diatas 0,70, uji korelasi spearman bernilai signifikan 0.985. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu perusahaan sebagian besar atau diatas 50% telah mengimplementasikan skema ISO 45001:2018. Adapun klausul yang sebagian besar telah diimplementasikan yaitu Klausul Perencanaan, Dukungan, Operasional, Evaluasi Kinerja, dan Peningkatan. Sedangkan klausul yang kurang diimplementasikan yaitu klausul Konteks Organisasi dan Kepemimpinan serta Partisipasi Pekerja. Secara kesesuaian persiapan ISO 45001:2018 dengan kondisi awal perusahaan menunjukkan kondisi kesesuaian yang baik yaitu sebesar 73,33%
Karakteristik Populasi dan Kondisi Lingkungan Rafflesia sp di Hutan Tropis
Tropical forests in Indonesia are very wide. In these forests grow various kinds of fauna and flora. One of the flora that has a unique characteristic is the Rafflesia flower. This flower is an annual plant because of its slow reproduction. IUCN data states that the plant is considered a near-extinct plant because the original habitat is starting to be damaged due to animal and human activities as well as unstable monitoring in the nature reserve. This study uses a literature review of studies that have been carried out and studies of environmental factors and prevention so that these flowers do not experience extinction by ex-situ and in-situ methods. Good forest conservation will keep the flower habitat so Rafflesia sp will be maintained and its available number in Indonesia remains in safe quantities from extinction.Hutan tropis di Indonesia sangatlah luas. Di dalam hutan tersebut tumbuh berbagai macam fauna dan flora. Salah satu flora yang memiliki ciri khas unik adalah bunga Rafflesia. Bunga ini termasuk ke dalam tumbuhan tahunan karena reproduksinya yang lambat. Data IUCN menyatakan tumbuhan tersebut masuk ke dalam tumbuhan hampir punah karena habitat asli yang mulai rusak akibat aktivitas hewan dan manusia juga pengawasan yang kurang stabil di cagar alam. Penelitian ini menggunakan kajian literature review dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan dan mempelajari faktor lingkungan serta pencegahan agar bunga tersebut tidak mengalami kepunahan dengan cara ex-situ dan in-situ. Konservasi hutan yang baik akan menjaga habitat bunga tersebut sehingga Rafflesia sp tetap terjaga dan jumlahnya yang tersedia di Indonesia tetap dalam jumlah aman dari kepunahan
My Green School Karya Loynpo Thakur S. Powdyel
Bhutan is a country that is quite successful in protecting its ecological ecosystem; this is supported by culture and education, which emphasizes students\u27 love of the environment. Even the socio-economic paradigm of the country, which is located between India and China, is the National Happiness Index (GNH) which emphasizing on balance between material and spiritual achievements. There are 33 indicators of happiness which are divided into 9 main aspects of value ranging from psychology, health, time use, education, culture, governance, community creative power, ecological awareness and diversity, and living standards. In the Indonesian context, very few studies discuss how Bhutan balances its spiritual, ecological, and material development. Therefore, this study will examine Loynpo Thakur S Powdyel\u27s book entitled "My Green School,"(2021). The purpose of this book review is to increase the wealth of knowledge about alternative development discourses that are ecologically based, especially from the example of the country of Bhutan, which we rarely discuss.Bhutan dikenal sebagai negara yang cukup sukses melindungi ekosistem ekologisnya. Hal ini bukan saja ditopang oleh kebudayaan tapi juga pendidikan yang menekankan peserta didik untuk mencintai ekologisnya. Bahkan paradigma sosio-ekonomi negara yang terletak di antara India dan China ini adalah Indeks Kebahagiaan Nasional (GNH) yang menekankan pada keseimbangan antara pencapaian material dan spiritual. Ada 33 indikator kebahagiaan yang dibagi ke dalam 9 nilai aspek utama. Dari mulai psikologis, kesehatan, penggunaan waktu, pendidikan, kebudayaan, tata kelola pemerintahan, daya kreatif komunitas, kesadaran dan keberagaman ekologis, dan standar hidup. Dalam konteks Indonesia sangat sedikit kajian yang membahas seputar bagaimana Bhutan, menyeimbangkan pembangunan spiritual, ekologis, dan materialnya. Oleh karena itu kajian ini akan mengkaji Buku dari Loynpo Thakur S. Powdyel berjudul ‘My Green School’ (2021). Tujuan dari tinjauan buku ini adalah untuk menambah khazanah pengetahuan tentang wacana pembangunan alternatif yang berbasis ekologis terutama dari contoh negara Bhutan yang jarang kita bahas
Etika Tanah Aldo Leopold: Telaah Moral Atas Eksploitasi dan Kewajiban Reklamasi Tambang Batu Bara
Various natural phenomena unresolved showing increasingly alarming conditions relating to the fulfillment of the right to life for future generations. Philosophy has a strategic role as an important rationale for determining one\u27s position in dealing with the phenomenon. Deep philosophical grounding determines the flow of thought and solutions are formulated. This paper aims to examine the concept of land ethic by Aldo Leopold to determine a solution to the post-mining rehabilitation. This is a qualitative research uses literature review, desk study, and hermeneutic. Literature review from various sources of journals, articles, books, government reports, and corporate reports with related issues. Based on the results anthropocentrism has dominated the mindset of relevant stakeholders. It can be reflected in the policy product, field action, and the activity plan for the rehabilitation of post-mining land. The principle of utilitarianism very coloring all policies and actions taken. These conditions have sacrificed ecosystem especially land no longer considered as a subject that needs to be managed and maintained the quantity and quality. This process if not promptly corrected will result in deterioration of functions and ecosystems services and lead to instability. If that happens, then echoed sustainable development can never be realized.Berbagai fenomena alam yang belum terselesaikan menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan dan menjadi tantangan bagi semua pihak. Pada konteks ini filsafat memiliki peran strategis sebagai dasar pemikiran penting untuk menentukan posisi seseorang dalam menyikapi fenomena yang terjadi. Landasan filsafat ekofenomenologi yang mendalam menentukan alur pikir dan solusi yang dirumuskan. Artikel bertujuan menelaah konsep etika tanah Aldo Leopold untuk menentukan solusi reklamasi lahan pasca tambang. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode kajian pustaka, desk study, dan hermeunetik. Pustaka diperoleh dari berbagai sumber meliputi jurnal, artikel, buku, laporan pemerintah, dan laporan perusahaan dengan isu terkait. Diketahui antroposentrisme telah mendominasi pola pemikiran stakeholder terkait. Hal tersebut dapat tercermin dari berbagai produk kebijakan, tindakan di lapangan, dan rencana kegiatan yang disusun untuk reklamasi lahan pasca tambang. Azas utilitarianisme sangat mewarnai setiap kebijakan dan tindakan yang diambil. Kondisi ini telah mengorbankan ekosistem khususnya tanah yang tidak lagi dianggap sebagai subjek yang perlu dikelola dan dijaga kuantitas dan kualitasnya. Proses ini apabila tidak segera diluruskan akan berdampak pada kemerosotan fungsi dan jasa lingkungan dan mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem. Jika hal tersebut terjadi, maka pembangunan berkelanjutan yang digaungkan tidak akan dapat diwujudkan
Ambiguitas Pembangunan Industri Minyak Kelapa Sawit di Boven Digoel: Ancaman atau Peluang terhadap Keamanan Komunitas Masyarakat Adat?
Boven Digoel was one of the first areas in Papua to meet the palm oil industry in the late 20th century. The palm oil industry’a arrival has changed the living conditions of the indigenous people who have occupied the Boven Digoel area for hundreds of centuries. Using community security and political ecology as the main concepts, this research seeks to determine how the development of the palm oil industry in Boven Digoel has caused and impacted the community security of the indigenous people. This study uses qualitative methods with document-based research, internet-based research, and interviews. The result shows that there is ambiguity in the interpretation of whether the way of life transformation indigenous Papuan people have been going through is considered as a loss. The current younger generation are easier to adapt to today’s modern stance. Meanwhile, before they experienced growth, the older generation had to feel loss first due to lack of knowledge and the many promises given during the land acquisition process. As a result of the change in the way of life, the ‘closeness to nature trait that have always been the trademark of the indigenous Papuan people has been fading.Boven Digoel merupakan salah satu wilayah Papua yang pertama kali terjamak industri minyak sawit di akhir abad ke-20. Datangnya industri sawit telah mengubah kondisi kehidupan masyarakat adat yang telah menempati wilayah Boven Digoel selama ratusan abad. Menggunakan keamanan komunitas dan ekologi politik sebagai konsep utama, artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan industri minyak kelapa sawit di Boven Digoel telah berdampak kepada keamanan komunitas masyarakat adat, terutama pada aspek keberlanjutan identitas, cara hidup, dan budaya masyarakat adat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif berbasis dokumen resmi, internet, serta wawancara. Hasil artikel menunjukan bahwa terdapat ambiguitas dalam memaknai apakah transformasi dalam cara hidup masyarakat adat Papua merupakan sebuah hal yang merugikan dan mengancam bagi aspek keamanan komunitas. Namun, satu hal yang pasti adalah sebagai hasil dari perubahan yang ada dalam lingkungan sosial, alam, dan pola kehidupan masyarakat, kedekatan terhadap alam yang menjadi ciri khas dari masyarakat adat Papua perlahan meredup
Pemanfaatan Koagulan Biji Asam Jawa Guna Memperbaiki Parameter BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Industri Tahu
The purpose of this study was to determine the effectiveness of tamarind seeds in removing pollutant parameters in tofu wastewater produced in the process of making tofu. The parameters to be reduced are BOD, COD, TSS, and turbidity. Variations in coagulant doses used in this study were: 2g/L, 3g/L, 4g/L, and 5g/L. With a coagulation speed of 200 rpm for 3 minutes and a flocculation speed of 120 rpm for 14 minutes with a settling time of 60 minutes. The results showed that tamarind seeds were able to reduce BOD, COD, TSS, and turbidity at a dose of 4 g/L with a pH of 8. The results showed a decrease in turbidity parameters with an initial value of 950 NTU to 151 NTU with an efficiency of 84% removal, TSS parameter with initial value of 662 mg/L becomes 143 mg/L with 78% removal efficiency, COD parameter with initial value of 2987 mg/L becomes 533 mg/L with 82% removal efficiency, and BOD parameter with initial value of 1994 mg/L to 361 mg/L with a removal efficiency of 82%. These results indicate that COD and BOD are still above the quality standards set by the government and further research is needed.Industri tahu menghasilkan limbah yang perlu diproses terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Terdapat beberapa koagulan organik yang dapat digunakan sebagai penurun parameter pencemar yang terdapat pada limbah tahu, salah satunya yaitu biji asam jawa. Biji asam jawa (Tamarindus indica) dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah karena bijinya mengandung pati yang bersifat sebagai flokulan alami. Penelitian ini bertujuan menguji keefektivitasan biji asam jawa sebagai koagulan organik dalam mengolah air limbah tahu. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 2021 sampai Maret 2022 dengan pengambilan sampel air limbah tahu di Kalideres, Jakarta Selatan. Parameter yang akan dikurangi yaitu kekeruhan, TSS, COD, dan BOD. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji asam jawa mampu mengurangi kekeruhan, TSS, COD, dan BOD di dosis 4 g/L dan pH 8 dengan parameter pencemar yang berhasil diturunkan yaitu kadar BOD diturunkan sebesar sebesar 82%, kadar COD diturunkan sebesar 82%, kadar TSS diturunkan sebesar 78%, dan kekeruhan diturunkan sebesar 84%
Pengaruh Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Terhadap Tingkat Pencemar Udara PM10
Land and forest fires that took place in the Indonesian Province will produce some substances that can pollute the air. The air pollution is monitored by the Air Pollution Standard Index or ISPU which consist of a concentration value of 5 kinds of substances as parameters, such as particulate (PM10), carbon monoxide (CO), sulfur dioxide (SO2), nitrogen dioxide (NO2), and ozone (O3). The causes of land and forest fires vary, it could be due to nature and humans. Forest fires caused by nature can occur due to a prolonged dry season, while those caused by humans can occur due to the burning of forests to open land for new plantations. Land and forest fires can also be detected, as mentioned above, using the air pollution standard index (ISPU). This research examines the effect of forest and land fires on the level of air pollution, which focused on examining the particulate (PM10). The method used is simple linear regression, which is an equation that can describe the relationship between dependent variables and independent variables. The results of simple linear regression analysis are Y=26,605+8,99E-5X, and with a confidence level of 95%, the area of Forest and Land Fires (Ha) Province in Indonesia in 2019 (X) has a significant effect on the average particulate matter (PM10) of Province in Indonesia in 2019 (Y).Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Indonesia akan menghasilkan beberapa kandungan zat yang dapat mencemari udara. Pencemaran udara yang terjadi dipantau dengan menggunakan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU yang terdiri dari nilai konsentrasi 5 macam zat sebagai parameter dari indeks pencemaran udara tersebut yaitu partikulat (PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3). Penyebab kebakaran hutan sendiri bermacam-macam, bisa karena alam dan manusia. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam dapat terjadi karena musim kemarau yang berkepanjangan, sementara yang disebabkan oleh manusia dapat terjadi karena adanya pembakaran hutan untuk membuka lahan untuk perkebunan baru. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat dideteksi, seperti yang sudah disebutkan di atas menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengkaji pengaruh kebakaran hutan dan lahan terhadap tingkat pencemaran udara, yang difokuskan untuk meneliti kandungan partikulat (PM10). Metode yang digunakan adalah regresi linear sederhana, yaitu sebuah persamaan yang dapat menggambarkan hubungan antara variabel bebas dan variabel tak bebas. Diperoleh persamaan dari hasil analisis regresi linear sederhana adalah Y=26,605+8,99E-5X, dan dengan tingkat kepercayaan 95%, Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Provinsi di Indonesia 2019 (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rata-rata Partikulat (PM10) di Provinsi di Indonesia 2019 (Y)
Ekosistem Mangrove dan Mitigasi Pemanasan Global
Pemanasan global berdampak pada kehidupan di dunia dan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah peningkatan emisi karbon dioksida. Ekosistem Mangrove memiliki fungsi seperti hutan lainnya yaitu menyerap karbon dan juga berperan penting dalam mitigasi pemanasan global. Penelitian ini dilakukan untuk mengulas dan mengetahui pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan studi literatur atau kajian pustaka dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Studi literatur digunakan sebagai metode pengumpulan data dengan melakukan penggabungan beberapa data penelitian yang tercantum dalam artikel ilmiah yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah. Penelitian relevan dikumpulkan oleh penulis kemudian dikaji lebih dalam untuk membahas kembali peran ekosistem bagi mitigasi pemanasan global. Hasilnya Ekosistem mangrove memiliki potensi mitigasi yang sangat besar untuk mengatasi solusi untuk bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global