121 research outputs found
Sort by
Interaksi Hukum dan Sains dalam Siklus Kebijakan Baku Mutu Udara Ambien
Environmental standards such as the Ambient Air Quality Standard (AAQS) is the core of environmental law especially that uses a command and control approach. Scientific considerations are very important in determining the AAQS although they are not the only thing considered. This article aims to elaborate further the interaction of law and science in the AAQS policy cycle. There are opportunities for the interaction of law and science throughout the AAQS policy cycle that can contribute to better environmental policy and law. Effective science and law communication is one of the essentials factor for a more fruitful interaction.Standar lingkungan seperti Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) merupakan inti dari hukum lingkungan khususnya yang menggunakan pendekatan atur dan awasi. Pertimbangan sains sangat penting dalam menentukan BMUA meskipun bukan satu-satunya hal yang dipertimbangkan. Artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi lebih lanjut mengenai masalah interaksi hukum dan sains dalam siklus kebijakan BMUA. Ada berbagai peluang interaksi hukum dan sains dalam seluruh siklus kebijakan BMUA yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan hukum lingkungan yang lebih baik. Komunikasi sains dan hukum yang efektif merupakan salah satu hal penting bagi interaksi yang lebih bermanfaat
Mitigasi Alami Pengasaman Laut
Peningkatan karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer telah menggangu keadaan laut dengan meningkatkan keasamannya sebesar 30 %. Secara global, pH lautan telah turun dari 8,2 ke 8,1, dan bisa turun 0,4 unit lagi pada akhir abad ini. Apabila produksi CO2 yang berlebih terus terjadi, tidak menutup kemungkinan keadaan laut akan semakin memburuk. Tumbuhan di lautan, seperti lamun dan bakau hingga alga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pH lautan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komponen tersebut, kami bertujuan untuk mensintesis pengetahuan yang tersedia dalam tinjauan global mengenai peranan lamun, bakau, dan alga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Kami menemukan bahwa lamun mangrove dan alga dapat meningkatkan kemampuan laut untuk mengembalikan keadaan pH kembali normal. Sehingga lamun, mangrove, dan alga dapat mengurangi tingkat keasaman laut.Peningkatan karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer telah menggangu keadaan laut dengan meningkatkan keasamannya sebesar 30 %. Secara global, pH lautan telah turun dari 8,2 ke 8,1, dan bisa turun 0,4 unit lagi pada akhir abad ini. Apabila produksi CO2 yang berlebih terus terjadi, tidak menutup kemungkinan keadaan laut akan semakin memburuk. Tumbuhan di lautan, seperti lamun dan bakau hingga alga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pH lautan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komponen tersebut, kami bertujuan untuk mensintesis pengetahuan yang tersedia dalam tinjauan global mengenai peranan lamun, bakau, dan alga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Kami menemukan bahwa lamun mangrove dan alga dapat meningkatkan kemampuan laut untuk mengembalikan keadaan pH kembali normal. Sehingga lamun, mangrove, dan alga dapat mengurangi tingkat keasaman laut
Persepsi Mahasiswa Terhadap Program Diet Plastik di DKI Jakarta Sebagai Upaya Penyelamatan Ekosistem Laut
The sea is considered a waste disposal place because of its large volume of water and the ability to dilute all kinds of foreign substances. The community has ignored marine pollution for many years and gradually causes pollution effects from waste disposal. More and more waste is being dumped into the sea and has a high concentration. If waste disposal into the sea is carried out sustainably, it is feared that it will cause global impacts from marine pollution. The purpose of this study was to determine student perceptions of the plastic diet program as an effort to save marine ecosystems. This study uses a qualitative descriptive method, with the distribution of questionnaires, with respondents being a student in DKI Jakarta. From the research results obtained from 31 samples, the perception of students studying in DKI Jakarta towards the plastic diet as an effort to save the marine ecosystem is very positive and supports the movement. This finding is evidenced by the student\u27s knowledge of the importance of maintaining marine ecosystems, the dangers of plastic waste, and efforts to make the plastic diet program successful in DKI Jakarta.Laut dianggap sebagai tempat pembuangan limbah karena volume air yang besar dan kemampuan mengencerkan segala jenis zat asing. Pencemaran laut tidak dihiraukan oleh masyarakat selama bertahun-tahun, dan berangsur-angsur menimbulkan dampak pencemaran dari pembuangan limbah tersebut. Limbah yang dibuang ke laut semakin banyak dan berkonsentrasi tinggi. Jika pembuangan limbah ke laut dilakukan secara berkelanjutan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak global dari pencemaran laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap program diet plastik sebagai upaya penyelamatan ekosistem laut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan penyebaran kuesioner, dengan responden mahasiswa di DKI Jakarta. Dari hasil penelitian yang didapatkan dari 31 sampel diketahui bahwa persepsi mahasiswa yang menempuh pendidikan di DKI Jakarta terhadap program diet plastik sebagai upaya penyelamatan ekosistem laut sangat positif dan mendukung adanya gerakan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan pengetahuan mahasiswa tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, bahaya limbah plastik terhadap ekosistem laut, dan upaya menyukseskan program diet plastik di DKI Jakarta
Kajian Sosial Ekonomi Sengketa Lingkungan Berbasis Ekosistem
The decline in environmental quality is often related to public complaints about the impact of the decline in quality. The impact of environmental degradation that causes an influence on the socio-economic life of the community often causes conflict. This article aims to explain the concept of an ecosystem approach as part of a more comprehensive and holistic analysis of environmental conflicts. Analysis and mapping of stakeholders in the ecosystem approach is an important part of mapping conflict in the socio-economic aspects to get a complete picture so that it can help efforts to resolve the conflicts by taking into account the local context.Penurunan kualitas lingkungan seringkali berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap dampak penurunan kualitas tersebut. Dampak penurunan kualitas lingkungan yang menyebabkan pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat tidak jarang menimbulkan konflik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendekatan ekosistem sebagai bagian dari analisis konflik lingkungan yang lebih komprehensif dan holistik. Analisis dan pemetaan pemangku kepentingan dalam pendekatan ekosistem merupakan salah satu bagian penting dalam pemetaan konflik aspek sosial ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang utuh sehingga dapat membantu upaya penyelesaian konflik lingkungan dengan memperhatikan konteks lokal
Peran BUMDes dalam Pengelolaan Sampah dengan Insinerator dan Komposter di Desa Sumbergondo, Kota Batu
Masalah sampah menjadi sebuah isu yang begitu penting, karena memberikan dampak terhadap lingkungan, sehingga perlu diperhatikan bagi seluruh elemen yaitu Pemerintah maupun rakyat. Desa Sumbergondo, Kota Batu pernah menghadapi persoalan serius akan sampah. Volume sampah yang diproduksi tidak sebanding dengan sarana dan prasana dalam pengelolaan sampah, sehingga sampah dibuang secara sembarangan dan menumpuk pada satu tempat sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan. Namun BUMDes, sekitar tahun 2019 menciptakan alat peengelolaan sampah yaitu insinerator dan komposter dengan penggunaan Dana Desa. Tujuan dilaksanakan penelitian ini (1) menjelaskan terkait peran BUMDes terkait manajemen sampah di Desa Sumbergondo (2) memahami serta melihat akibat yang dirasakan warga Desa Sumbergondo sesudah ditemukan alat incenerator dan komposter dalam pengelolaan sampah di Desa Sumbergondo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik untuk pengumpulan datanya mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian berupa BUMDes memiliki peran penting dalam suksesnya pengelolaan sampah di Desa Sumbergondo, melalui program bank sampah dan alat insinerator dan komposter yang diciptakan BUMDes bisa mengatasi permasalahan sampah di desanya
Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia
Ekosistem lamun banyak dijumpai di daerah estuary dan memiliki produktivitas tinggi. Ekosistem ini memiliki beragam hewan asosiasi yang memanfaatkan padang lamun untuk menunjang aktivitas hidup. Sayangnya, kondisi tutupan padang lamun di Indonesia masih tergolong kurang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran padang lamun terhadap hewan asosiasi di perairan Indonesia dengan menggunakan metode studi literatur. Ekosistem lamun dengan kondisi baik memiliki hewan asosiasi yang beragam, seperti krustasea, moluska, ikan, echinodermata, mamalia, dan reptil. Hewan asosiasi memanfaatkan padang lamun yang kaya energi biomassa sebagai tempat mencari makan, memijah dan mengasuh larvanya hingga juvenile. Padang lamun mampu menahan ombak sehingga juga berfungsi sebagai tempat berlindung larva dan hewan-hewan asosiasi di ekosistem lamun. Bentuk asosiasi hewan dengan padang lamun tergolong dalam asosiasi positif yaitu diperkirakan terjadi ketergantungan antara lamun dengan hewan asosiasi, sehingga diharapkan ada tindakan yang dapat memperbaiki kondisi luas tutupan padang lamun di Indonesia agar berbagai hewan asosiasi di padang lamun mampu memanfaatkan peran padang lamun dengan optimal
Kehidupan Sehat dan Sejahtera Melalui Olah Tanah Berbasis Keanekaragaman Hayati
Pencapaian kehidupan sehat dan sejahtera membutuhkan pendekatan yang bersifat multi-disiplin dan multi-dimensi. Salah satu dimensi tersebut adalah fasilitas lingkungan hidup yang dapat menopang kebutuhan kehidupan dan menampung semua dampak dari aktifitas kehidupan tersebut. Olah tanah berbasis keanekaragaman hayati merupakan sebuah upaya terintegrasi dalam rangka penguatan fasilitas lingkungan hidup untuk melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Pertumbuhan populasi manusia yang cenderung meningkat berdampak pada kualitas tanah yang semakin terdegradasi akibat eksploitasi dan alih fungsi untuk memfasilitasi kebutuhan kehidupan manusia. Artikel ini membahas melalui kajian literatur terkait praktek pertanian organis sebagai olah tanah berbasis keanekaragaman hayati untuk meningkatkan kualitas keseburan tanah sebagai salah satu indikator fasilitas lingkungan hidup. Artikel menggunakan hasil penelitian tentang pertanian organis BSB Cisarua Bogor (2006) sebagai landasan kajian literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertanian organis BSB Cisarua meningkatkan kualitas kesuburan tanah sebagai indikator daya dukung dan daya tampung tanah melalui olah tanah berbasis keanekaragaman hayati di atas dan bawah tanah untuk menghasilkan produk pertanian yang bebas dari bahan kimia sintetis