Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)

Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)

Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)
Not a member yet
    121 research outputs found

    Kajian Determinisme Lingkungan terhadap Budaya Pangan di Indonesia

    Full text link
    Indonesian people\u27s food has socio-cultural aspects that manifest in food culture. Through a literature review it is known that there is an influence of the natural environment (environmental determinism) on the food culture of the Indonesian people, including food ingredients, food processing, food consumption, to the triad of food. In West Indonesia, Central Indonesia, and East Indonesia, there is the triad of food or a tendency for the same trinity of food ingredients, namely 1) fish which represents meat, 2) coconut which appears in coconut milk oil emulsion, and 3) chili which is presented in chili shape. The tropical and hot equatorial natural environment encourages the use of these three ingredients, both to support the preservation of food and to support the body\u27s resistance.Makanan dapat dilihat tidak hanya sebagai suatu kebutuhan biologis semata, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi budaya manusia. Paradigma dalam memandang makanan sebagai kebudayaan termaktub dalam suatu konsep bernama budaya pangan. Layaknya berbagai macam jenis kebudayaan lain, dinamika budaya pangan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan alam. Melalui metode studi pustaka dengan menggunakan perspektif determinisme lingkungan, tulisan ini berusaha mencari tahu bagaimana faktor lingkungan alam mempengaruhi budaya pangan di Indonesia. Dari hasil studi didapati bahwa lingkungan alam Indonesia yang beriklim tropis, bercorak maritim, dan berada di jalur Cincin Api Pasifik membawa pengaruh dalam budaya pangan masyarakat Indonesia berupa trinitas bahan makanan yang digunakan yaitu ikan, cabai, dan kelapa, cara pengolahan makanan yang umumnya mengandalkan rempah, serta praktik konsumsi makanan yang dilakukan dalam rangka adaptasi dengan kondisi lingkungan

    Analisis Hubungan Kebiasaan Konsumsi Dengan Kuantitas Sampah Domestik: Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Untirta Angkatan 2020

    Full text link
    Domestic waste is waste that comes from human daily activities in the household which does not include feces and specific waste.  Domestic waste is divided into two based on its nature, namely organic waste and anorganic waste.  The purpose of this study was to determine the comparison of the amount of domestic waste produced by 5th semester students of Untirta Biology Education during a period of one week.  as for the analytical method used in this study is a quantitative descriptive approach.  The results of the study found that anorganic waste had a higher amount, namely with a percentage of 65% compared to organic waste with a percentage of 35%.  This difference can be caused by the advantages possessed by anorganic waste to help human daily activities and the existence of housing for students such as living with parents or living in boarding houses or dormitoriesKebiasaan konsumsi merupakan pola perilaku konsumsi yang dilakukan seseorang secara berulang untuk memenuhi kebutuhan. Kebiasaan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari turut mempengaruhi kuantitas sampah domestik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kebiasaan konsumsi mahasiswa Pendidikan Biologi Untirta Angkatan 2020 dalam menyumbang kuantitas sampah domestik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik survei. Survei primer dilakukan dengan analisis angket dan kuisioner dan survei sekunder dengan studi pustaka. Sasaran dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Untirta angkatan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bila sampah anorganik lebih tinggi dari sampah organik yang dihasilkan oleh mahasiswa. Kuantitas sampah tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup, tempat tinggal, pengetahuan, dan kesadaran terhadap pengelolaan sampah. Kebiasaan konsumsi yang kurang baik turut mempengaruhi jumlah dan jenis sampah. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat mengurangi kebiasaan konsumsi yang kurang baik, serta menambah pengetahuan dan kesadaran untuk mengurangi kuantitas sampah domestik dalam kehidupan sehari-hari

    Simbiosis Ekologi Manusia dan Penyelidikan Filosofis: Menelusuri Keseimbangan Berkelanjutan dalam Interaksi Manusia-Lingkungan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengartikulasikan karakter ekologi manusia yang pada dasarnya bersifat filosofis. Ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode verstehen, interpretasi dan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan karakter ekologi dipahami sebagai kepedulian untuk membantu individu yang terlibat dalam interaksi manusia-lingkungan yang problematis, mengidentifikasi cara-cara untuk mengubah interaksi tersebut supaya tercapai keseimbangan berkelanjutan antara klaim moral dan kebutuhan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa karakter ekologi manusia menjelaskan apa yang dimaksud sebagai perpaduan multidisipliner, interdisipliner, transdisipliner, dan bahkan adisipliner dari ilmu-ilmu biologi dan sosial. Melalui pemahaman ini, manusia dapat memberikan panduan secara tindakan terhadap gagasan hidup yang baik tanpa menjadi aktor yang memihak bentuk kehidupan tertentu. Sehingga terjadi harmoni antara pemanfaatan dan pemeliharaan sumberdaya alam dalam menjaga lingkungan hidup

    A Study on Bacteriological Measurement of Clean Water in Raja Ampat

    Full text link
    The availability of clean water is a right that must be obtained by all humans. Unfortunately, some water sources in Indonesia are polluted by total coliform and Escherichia coli and threaten health. This study aims to measure total coliform and Escherichia coli in the Weisai sub-district, Raja Ampat Regency, West Papua province as an effort to monitor environmental quality. This research is an observational study with a quantitative approach. Primary data in this study is the measurement of total coliform and Escherichia coli. The samples used were clean water in the borehole well of Bambang Sutejo village (T1); the dug well of Nyonya Fransina village (T2); and the dug well of Om Miter village (T3). Sample testing was conducted by the Environmental Health and Disease Control Technical Center (BTKLPP), Ambon City, and taken on November 28, 2022. The test results obtained, total coliform parameters of 1,600 MPN/100 mL and Escherichia coli 2.2 at T1. Meanwhile, the T3 concentration of total coliform and Escherichia coli exceeded 1,600 MPN/100 mL. T1 and T3 have values that exceed quality standards. This is due to livestock waste that does not have a wastewater disposal channel and the absence of communal domestic wastewater disposal channelsKetersediaan air bersih merupakan hak yang wajib didapatkan oleh seluruh manusia. Namun sayangnya, beberapa sumber air di Indonesia tercemar oleh total coliform and Escherichia coli yang mengancam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran total coliform and Escherichia coli di kecamatan Weisai, Kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat sebagai usaha pemantauan kualitas lingkungan. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah pengukuran Total coliform and Escherichia coli. Sampel yang digunakan adalah air bersih di sumur bor kelurahan Bambang Sutejo (T1); sumur gali kelurahan Nyonya Fransina (T2); dan sumur gali kelurahan Om Miter (T3). Pengujian sampel dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP), Kota Ambon dan diambil pada 28 November 2022. Hasil pengujian didapatkan, parameter total coliform sebesar 1.600 MPN/100 mL dan Escherichia coli 2.2 di lokasi T1. Sementara itu T3 konsentrasi total coliform and Escherichia coli melebihi 1.600 MPN/100 mL. Lokasi T1 dan T3 memiliki nilai yang melebihi baku mutu. Hal tersebut disebabkan karena limbah peternakan yang tidak memiliki saluran pembuangan air limbah dan tidak adanya saluran pembuangan air limbah domestik secara komuna

    Perkembangan Livelihood Menongkah Suku Duano menjadi Festival Budaya Masyarakat Indragiri Hilir

    Full text link
    Menongkah activities initially became the main livelihood of the Duano Tribe to fulfill their daily needs due to environmental degradation which caused bio-physical changes which caused the Duano Tribe to no longer be able to sail the ocean to catch fish so they settled by catching cockle (Anadara granosa) which abound in mud areas Indragiri Hilir. Menongkah activities are carried out using a tongkah board as a pedestal to catch cockles on the mud. Tongkah boards are used as a form of technological adaptation by the Duano Tribe to the muddy bio-physical environment. Livelihood with menongkah has been carried out for generations by the Duano people, so the culture of menongkah of the Duano tribe is a legacy that needs to be preserved. With government support, the menongkah activity is made one of the annual cultural festivals included in the Riau Province cultural tourism calendar. The environment which is the habitat of the cockle (Anadara granosa) needs to be maintained so that the existence of the Duano Tribe\u27s livelihood and culture in menongkah is maintained.Kegiatan menongkah pada awalnya menjadi livelihood utama Suku Duano untuk memenuhi kebutuhan hidup karena terjadinya degradasi lingkungan yang menimbulkan perubahan bio-fisik yang menyebabkan Suku Duano tidak lagi dapat mengarungi lautan untuk menangkap ikan sehingga menetap dengan menangkap kerang darah (Anadara granosa) yang berlimpah pada daerah lumpur Indragiri Hilir. Kegiatan menongkah dilakukan menggunakan papan tongkah sebagai tumpuan menangkap kerang diatas lumpur. Papan tongkah digunakan sebagai bentuk adaptasi teknologi oleh Suku Duano terhadap lingkungan bio-fisik yang berlumpur. Livelihood dengan menongkah telah dilakukan sejak dahulu kala secara turun-temurun oleh masyarakat Suku Duano, sehingga budaya menongkah Suku Duano merupakan warisan yang perlu dilestarikan. Dengan dukungan pemerintah, kegiatan menongkah dijadikan sebagai salah satu festival budaya tahunan yang masuk dalam kalender wisata budaya Provinsi Riau. Lingkungan yang menjadi habitat kerang darah (Anadara granosa) perlu dijaga agar eksistensi livelihood dan kebudayaan Suku Duano dalam menongkah tetap terjaga

    Asosiasi Antara Lamun Dengan Gastropoda

    Full text link
    Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting pada pesisir laut yang bekerja sama dengan ekosistem terumbu karang dan hutan bakau. Padang lamun memiliki banyak manfaat dan peranan bagi kehidupan manusia diantaranya yang utama adalah pada bidang perekonomian dan pangan. Selain untuk keberlangsungan hidup manusia, lamun juga bermanfaat untuk hewan-hewan atau berbagai biota laut sebagai tempat hidup dan mencari makan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas peranan padang lamun sebagai tempat tinggal berbagai biota laut khususnya gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan dengan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat gastropoda Thalassia hemprichii yang berasosiasi dengan lamun secara positif dan bertipe penyebaran secara berkelompok. Padang lamun membutuhkan gastropoda untuk membantu pada saat lamun berfotosintesis, sedangkan gastropoda membutuhkan lamun sebagai sumber makanannya.Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting pada pesisir laut yang bekerja sama dengan ekosistem terumbu karang dan hutan bakau. Padang lamun memiliki banyak manfaat dan peranan bagi kehidupan manusia diantaranya yang utama adalah pada bidang perekonomian dan pangan. Selain untuk keberlangsungan hidup manusia, lamun juga bermanfaat untuk hewan-hewan atau berbagai biota laut sebagai tempat hidup dan mencari makan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas peranan padang lamun sebagai tempat tinggal berbagai biota laut khususnya gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan dengan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat gastropoda Thalassia hemprichii yang berasosiasi dengan lamun secara positif dan bertipe penyebaran secara berkelompok. Padang lamun membutuhkan gastropoda untuk membantu pada saat lamun berfotosintesis, sedangkan gastropoda membutuhkan lamun sebagai sumber makanannya

    Relevansi Pengetahuan Dengan Pencegahan Covid-19 di Masyarakat

    Full text link
    The Covid-19 virus globally still cannot be resolved with the increasing number of new cases. For Indonesia, currently there are also increasing cases and cannot be controlled. As a crucial element in the Covid-19 pandemic, the knowledge of the community about Covid-19, is very necessary to prevent Covid-19. Therefore, this article aims to analyze the relevance of the knowledge possessed by the community with the prevention of Covid-19 in the community. This study applies the literature review method, and in data collection, the researchers review articles. From the results of the research conducted, it is known that the knowledge that the public has about Covid-19 has a relationship with the preventive actions they take. The knowledge gained by the community is influenced by several factors such as sources of information, age level, educational characteristics, and type of work. The conclusion of this study is that knowledge is very relevant to the actions taken by the community because knowledge is the basis for thinking to do something, which in this case is the prevention of Covid-19.Virus Covid-19 secara global masih belum dapat teratasi dengan semakin bertambahnya kasus-kasus baru. Di Indonesia saat ini juga mengalami pertambahan kasus dan belum dapat dikendalikan. Sebagai unsur yang krusial dalam pandemi Covid-19, pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang Covid-19 sangat diperlukan untuk melakukan pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pengetahuan yang dimiliki masyarakat dengan pencegahan Covid-19 di masyarakat. Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka dan dalam pengumpulan data peneliti me-review artikel-artikel. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang Covid-19 mempunyai keterkaitan dengan tindakan pencegahan yang dilakukannya. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sumber informasi, tingkat usia, karakteristik pendidikan dan jenis pekerjaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan sangat berelevansi dengan tindakan yang dilakukan masyarakat karena pengetahuan adalah dasar berpikir untuk melakukan sesuatu, yang dalam hal ini pencegahan Covid-19

    Hubungan Tradisi Nadran Gunungjati dengan Tingkat Pengendalian Konflik pada Kasus Tawuran Masyarakat Desa Sirnabaya dan Desa Purwawinangun

    Full text link
    Sirnabaya and Purwawinangun villages are located in the Gunungjati area, Cirebon Regency, which is an area with a strong tradition. One of them is the Nadran tradition which is carried out as a form of community gratitude for the produce of the earth and the sea. However, the two villages are known for their brutal fighting conflicts. Therefore, this study aims to determine the relationship between traditional values ??and the level of conflict control. The research was conducted with quantitative supported by qualitative methods. The research instrument was a questionnaire to collect data from 40 respondents. In-depth interviews were conducted with 10 informants. Data analysis was performed using Spearman correlation. The results showed that there was a significant relationship between the Nadran tradition and the level of conflict control that occurred between Sirnabaya and Purwawinangun villages. Even though the community knows and applies the noble values ??of the Nadran tradition, the community tends to be involved in conflict. This happens because individuals lose their identity when in a crowd or are called deindividuation symptoms. This research is expected to be a consideration for the committee and the government in regulating the Nadran implementation system so that conflicts can be minimized.Desa Sirnabaya dan Purwawinangun berada di wilayah Gunungjati  Kabupaten Cirebon merupakan wilayah yang kental tradisi. Salah satunya adalah  tradisi Nadran yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan  laut. Namun, kedua desa tersebut terkenal dengan konflik tawuran yang brutal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai-nilai tradisi dengan tingkat pengendalian konflik. Penelitian dilakukan dengan metode  kuantitatif didukung kualitatif. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengambil data terhadap 40 responden. Wawancara mendalam dilakukan kepada 10 informan. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tradisi Nadran dengan tingkat pengendalian konflik yang terjadi antara Desa Sirnabaya dan Purwawinangun. Meskipun masyarakat mengetahui dan menerapkan nilai-nilai luhur tradisi Nadran, masyarakat cenderung terlibat dalam konflik. Hal tersebut terjadi karena individu kehilangan identitasnya ketika berada di dalam kerumunan atau disebut  dengan gejala deindividuasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan panitia dan pemerintah dalam mengatur sistem pelaksanaan Nadran agar konflik dapat diminimalisasi

    Analisis Dimensi Keberlanjutan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 pada PT Indonesia Power UP-Mrica

    Full text link
    The development of the company is always followed by technological developments to realize an environmentally friendly company, so it requires sustainable environmental management, such as implementing an Environmental Management System (SML) in accordance with ISO 14001:2015 standards. This research aimed to evaluate the fulfillment of iso 14001:2015 SML standards in a multidimensional manner. The research method used was descriptive research with a quantitative approach. The research phase was studied systematically, factually and accurately which was further connected with the GEMI-2017 method. The data was obtained through observation and in-person interviews with the management of PT Indonesia Power UP Mrica. The results of the study are known from the seven dimensions measured, there are three dimensions that are categorized as good, namely organizational context, planning, and support. While the other four dimensions are categorized as satisfactory sustainability, namely the dimensions of leadership, operations, performance evaluation and improvement. The conclusion is that the fulfillment of the implementation of the sustainability dimension on the environmental management system is in accordance with the GEMI-2017 ISO 14001:2015 method, as well as the implementation of the self-assessment checklist has a satisfactory category.Perkembangan perusahaan selalu diikuti oleh perkembangan teknologi untuk mewujudkan perusahaan yang ramah lingkungan maka dibutuhkan pengelolaan manajemen lingkungan yang berkelanjutan, seperti melakukan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) sesuai standar ISO 14001:2015. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemenuhan standar SML ISO 14001:2015 secara multidimensional. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tahapan penelitiannya dikaji secara sistematis, faktual dan akurat yang selanjutnya dihubungkan dengan metode GEMI-2017. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan pihak manajemen PT Indonesia Power UP Mrica. Hasil penelitian diketahui dari tujuh dimensi yang diukur terdapat tiga dimensi yang berkategori baik yaitu konteks organisasi, perencanaan, dan dukungan. Empat dimensi lainnya berkategori keberlanjutan memuaskan yaitu dimensi kepemimpinan, operasional, evaluasi kinerja dan peningkatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan implementasi dimensi keberlanjutan terhadap sistem manajemen lingkungan telah sesuai dengan metode GEMI-2017 ISO 14001:2015, begitu juga implementasi self-assesment checklist memiliki kategori memuaskan

    Analisis Kualitas Udara Ambien Sebelum dan Setelah Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jagakarsa Jakarta Selatan

    Full text link
    The determination of Large-Scale Social Restrictions (PSBB) resulted in a decrease in community activities outside the room. On the other hand, it has an impact on reducing emission levels in the air which describes the condition of air quality in the Jagakarsa. This study was to measure ambient air quality conditions referring to the Air Pollution Standard Index (ISPU). The method of analysis is descriptive-quantitative. ISPU parameters measured were PM10, CO, SO2, NO2, and O3. All parameters were tested by paired t-test. The measurement results on the status of ambient air quality were in the "good" and "moderate" categories. The implementation of the PSBB had a significant positive impact on the PM10, NO2, and O3 parameters. About 76% of respondents gave the perception was a change in the decrease in air pollution in Jagakarsa. The conclusion of the study is that the ISPU value as long as the PSBB is in effect shows better air quality than before and or at the beginning of the PSBB implementation. Research recommendations emphasize controlling parameters that tend to fluctuate such as SO2 and CO. The policy implication is through tree planting programs or gas-absorbing gardens as a controller to maintain air quality.Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan penurunan aktivitas masyarakat di luar ruangan. Di lain sisi, berdampak pada penurunan kadar emisi di udara yang menggambarkan kondisi kualitas udara di Kecamatan Jagakarsa. Tujuan penelitian ini mengukur kondisi kualitas udara ambien dengan mengacu pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Parameter ISPU yang diukur adalah PM10, CO, SO2, NO2, dan O3. Semua parameter diuji dengan paired t-test. Hasil pengukuran pada status kualitas udara ambien sebelum dan setelah diberlakukannya PSBB berada pada kategori “baik” dan “sedang”. Pemberlakuan PSBB berdampak baik secara signifikan pada parameter PM10, NO2, dan O3. Sebanyak 76% responden memberikan persepsi ada perubahan penurunan pencemaran udara di Jagakarsa. Kesimpulan penelitian diketahui nilai ISPU sepanjang diberlakuan PSBB menunjukkan kualitas udara yang lebih baik dibandingkan sebelum dan atau pada awal pemberlakukan PSBB. Rekomendasi penelitian menekankan pada pengendalian parameter yang cenderung fluktuatif seperti SO2 dan CO. Implikasi kebijakannya melalui program penanaman pohon atau tanaman penyerap gas sebagai pengendali kualitas udara

    112

    full texts

    121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇