121 research outputs found
Sort by
Pola Distribusi Mikroba dan Pengaruhnya Terhadap Pembenihan Larva Udang Vanamei Di Hatchery Pantai Ketang Lampung
Abstract: The microbial distribution pattern or dispersion of microbes in a water environment was the primary focus of this research. The study aimed to analyze the total density of Vibrio sp., coliform, and plankton in seawater, as well as the relationship between microbes and the hatching of vanamei shrimp larvae. The research was conducted from April to August 2022 at Pantai Ketang, Kalianda, Lampung, in the Microbiology and Zoology laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lampung University. The research employed an exploratory survey method, including the calculation of total Vibrio, coliform, plankton, and survival rates. Data analysis was carried out using analysis of variance, followed by the Duncan test (? = 0.05) for identifying significant differences among groups. Additionally, the microbial relationship was analyzed using Pearson correlation (? = 0.05). The results revealed that the highest Vibrio density occurred in May (3 CFU/ml) and in larval shrimp rearing water (M) (5 CFU/ml). Coliform density was less than < 3 MPN/100ml, and the highest plankton density was observed in August (2×102 ind/L) and in high tide seawater (P) (1×104 ind/L). However, there was a very low correlation between microbial density and the survival rate of vanamei shrimp larvae.Pola distibusi mikroba atau penyebaran mikroba dalam suatu area perairan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepadatan total Vibrio sp., coliform, dan plankton dari air laut, serta hubungan mikroba terhadap pembenihan larva udang vanamei. Penelitian dilakukan bulan April sampai Agustus 2022 berlokasi di Pantai Ketang, Kalianda, Lampung, laboratorium Mikrobiologi dan Zoologi FMIPA Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode survei eksploratif. Tahap penelitian meliputi perhitungan total Vibrio, coliform, plankton, dan tingkat kelangsungan hidup. Analisis dilakukan analysis of variance, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji Duncan (? = 0,05), sedangkan hubungan mikroba dianalisis dengan korelasi Pearson (? = 0,05). Hasil penelitian diketahui kepadatan Vibrio tertinggi pada bulan Mei (3 CFU/ml) dan air pemeliharaan larva (M) (5 CFU/ml), kepadatan coliform sebanyak < 3 MPN/100ml, kepadatan plankton tertinggi terjadi pada bulan Agustus (2×102 ind/L) dan air laut pasang (P) (1×104 ind/L). Terdapat hubungan yang sangat rendah antara kepadatan mikroba terhadap tingkat kelangsungan hidup larva udang vanamei
Budaya Teras Hijau: Solusi Krisis Pangan di Desa Tanjungwangi
Lahan pekarangan memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik rumah. Bukan hanya untuk mempercantik rumah dengan aneka tanaman bunga ataupun tanaman peneduh, tetapi bisa juga dimanfaatkan dengan cara menanam tanaman yang bisa dijadikan bahan untuk bumbu masakan. Penduduk seringkali membeli banyak bumbu yang cukup menguras kondisi keuangan, sementara peluang untuk mendapatkan bumbu secara gratis terbuka lebar. Isu krisis pangan mengharuskan seluruh sektor berupaya untuk mengantisipasinya. Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang adalah suatu wilayah yang subur yang memiliki udara cukup sejuk. Penduduknya kebanyakan sebagai petani dan hampir setiap rumah memiliki pekarangan yang cukup luas. Kondisi seperti itu menarik untuk diteliti yang bertujuan agar diketahui sejauhmana kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sehingga bisa membantu mengurangi anggaran kebutuhan dapur. Kualitatif adalah metode yang tepat mengingat data yang akan diperoleh yaitu melalui proses studi lapangan, wawancara, dan kepustakaan yang bisa meminimalisir tingkat kebohongan informasi yang disampaikan. Harapan besar dari penelitian ini adalah mampu membangun motivasi penduduk untuk menerapkan budaya teras hijau
Kajian Ekoliterasi Lingkungan: Sikap Islam Terhadap Lingkungan Karya M. Quraish Shihab Dalam Buku Islam dan Lingkungan (Perspektif Al-Quran Meyangkut Pemeliharaan Lingkungan)
Damage environment couldn’t be separated from the factors of inhabitants. At this point, human as chalip in this world should be the main focus of damage environment. For make it doesn’t sustain, religion responds it with various guidance in the holy books. The guidance of Islam in the holy Quran is clearly about how to protect nature. However, the majority of Muslims do not even realize or understand it properly. Due to this existence, the book Islam & Environment (Al-Quran Perspective Concerning Environmental Care) is present as an attempt to show clarity. M. Quraish Shihab as author of this book, immediately took various verses to display, one of the most visible points consists of six verses.Kerusakan Alam tidak pernah lepas dari faktor penghuninya. Dalam titik ini, manusia sebagai khalifah di muka bumi patutlah menjadi sorotan utama kerusakan lingkungan. Hal itu kemudian agar tidak berkelanjutan agama menyikapinya dengan berbagai tuntunannya dalam kitab suci. Islam dalam kitab suci Al-Qur’an juga begitu jelas sekali perihal menjaga alam. Namun mayoritas muslim malah tidak menyadari atau memahaminya secara benar. Atas keberadaan demikian, buku Islam & Lingkungan (Perspektif Al-Quran Meyangkut Pemeliharaan Lingkungan) hadir sebagai upanya menunjukkan kejelasannya. M. Quraish Shihab sebagai penulis buku itu, langsung mengambil berbagai ayat untuk ditampakkan, salah satu intinya yang amat tampak terdiri dari enam ayat.
Analisis Dampak Tambak Udang pada Ekosistem Laut di Kebumen
Peningkatan usaha tambak udang memiliki sisi negatif yaitu menimbulkan pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana dampak adanya tambak udang terhadap ekosistem laut utamanya di Kabupaten Kebumen. Selain itu, juga untuk memprediksi aspek-aspek yang seharusnya diperbaiki dari pengelolaan tambak udang yang dekat dengan pesisir pantai agar limbahnya tidak mencemari ekosistem laut. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka dari berbagai sumber jurnal nasional. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Analisis kualitatif ini mengutamakan kecukupan serta kevaliditasan data serta bertujuan untuk memahami suatu fenomena yang berhubungan dengan objek yang sedang diteliti. Dari adanya tambak udang tersebut, limbah yang tidak diolah secara baik dan benar kemudian dibuang ke laut, dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut yang berimbas ke beberapa faktor seperti mempengaruhi pH, salinitas, perubahan gumuk pasir, TSS, BOD, nitrit, dan ammonia. Hasil studi literatur ini juga menyoroti mengenai pentingnya mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan dari adanya tambak udang. Khususnya pengaruh pada ekosistem laut.
Pemetaan Penelitian Literasi Lingkungan: Analisis Bibliometrika Tahun 1971 s/d 2024
Penelitian ini mengeksplorasi tren dalam literasi lingkungan menggunakan analisis bibliometrik, mengingat urgensi topik ini di tengah krisis lingkungan global. Dengan menggunakan data publikasi ilmiah dari 1971 hingga 2024, studi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penelitian serta kolaborasi internasional. Temuan menyoroti pentingnya integrasi literasi lingkungan dalam pendidikan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan kolektif terhadap keberlanjutan. Selain itu, perkembangan teknologi berperan krusial dalam memperluas akses terhadap informasi dan mendukung gerakan global untuk menjaga lingkungan. Studi ini menegaskan perlunya sinergi antara pendidikan, kebijakan, dan teknologi untuk mengoptimalkan literasi lingkungan.
Implementasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Bank Sampah di Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta
The city of Yogyakarta is a densely populated area that produces tons of waste every day. Waste needs to be managed to prevent negative impacts on the environment. This study aims to determine the implementation of sustainable waste management through the waste bank program. The location of this research includes 4 active waste banks in Kotabaru Village, Yogyakarta City. Data collection was carried out during September - October 2023 through observation, interview, and documentation techniques. The data obtained will be processed by data reduction, presentation, and conclusion drawing. Waste management is an important element in efforts to create sustainable cities in accordance with SDGs 11, "Sustainable Cities and Settlements" and SDGs 12, "Sustainable Consumption and Production". According to the research results, there are 3 main factors that become obstacles to waste bank management, including public awareness, limited management resources, and weak administrative systems. The implementation of sustainable waste management through the waste bank program in Kotabaru Village has been implemented well but needs to be optimized to be effective in managing community waste.Kota Yogyakarta merupakan kawasan padat penduduk yang menghasilkan timbunan sampah setiap harinya. Sampah perlu dikelola untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program bank sampah. Lokasi penelitian ini meliputi 4 bank sampah aktif di Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilaksanakan selama bulan September – Okober 2023 melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat akan diolah dengan cara reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pengelolaan sampah adalah elemen penting dalam upaya menciptakan kota berkelanjutan sesuai dengan SDGs 11, “Kota dan Permukiman Berkelanjutan” dan SDGs 12, “Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan”. Menurut hasil penelitian, terdapat 3 faktor utama yang menjadi hambatan pengelolaan bank sampah, yaitu kesadaran masyarakat, sumber daya pengelola yang terbatas, dan sistem administrasi yang buruk. Implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program bank sampah di Kelurahan Kotabaru sudah dilaksanakan dengan baik namun perlu dioptimalkan agar efektif dalam menangani sampah masyarakat
Chipko: Relasionalitas Perempuan “Liyan” dalam Etika Ekofeminisme Berdasarkan Pemikiran Komparatif Vandana Shiva dan Armada Riyanto
Abstract: This research study pays attention to ecofeminism in the Chipko movement. The methodology used in this study is a comparative approach. An ecofeminist figure, Vandana Shiva has a perspective of an important relation between women and nature. Armada Riyanto calls nature as an other that must be treated as a subject as well as a society that must be respected, valued, and protected. As for nature as a metaphor for the essence of human life itself. The purpose of this study is that the Chipko movement is a symbol of local wisdom to use conscience in saving the existence of living things. The writer finds that nature provides an illustration of the existence of an important relationship between humans humans, nature and God. Armada refers to this dimension as the focus on transcendence. As a result, both Vandana Shiva’s and Armada Riyanto’s thoughts agree that conscience embodied in empathy plays an important role in efforts to care for and save the natural environment, as well as to stop paternalist thought that always dominate women, while women contain the concept of a mother who has love and great attention to their children, in this case is the forest.Studi penelitian ini menaruh perhatian pada paham ekofeminisme dalam gerakan Chipko. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif. Seorang tokoh ekofeminisme, Vandana Shiva memiliki perspektif adanya relasionalitas penting antara perempuan dan alam. Armada Riyanto menyebut alam sebagai liyan yang harus diperlakukan sebagai subjek sekaligus societas yang harus dihormati, dihargai dan dijaga. Adapun alam sebagai metafora hakikat kehidupan manusia itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa gerakan Chipko merupakan salah satu simbol kearifan lokal untuk menggunakan hati nurani dalam menyelamatkan eksistensi makhluk hidup. Penulis menemukan bahwa alam memberikan gambaran adanya relasi penting antara manusia, alam dan Tuhan. Armada menyebut dimensi ini sebagai keterarahan pada hal yang bersifat transenden. Alhasil, baik pemikiran Vandana Shiva maupun Armada Riyanto, setuju bahwa hati nurani yang terwujud dalam empati berupa konsientiasi diri yang memainkan peran penting dalam usaha merawat dan menyelamatkan lingkungan alam, sekaligus untuk menghentikan pemikiran patriarkhis yang selalu mendominasi perempuan sedangkan dalam diri perempuan terkandung konsep ibu yang memiliki kasih sayang dan perhatian besar kepada anaknya, dalam hal ini adalah hutan
Pengetahuan Mahasiswa Untirta terhadap Ecobrick sebagai Salah Satu Cara Pemanfaatan Sampah Plastik
This study aims to determine the knowledge of Biology Education students at Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) related to plastic waste, the use of plastic waste, recycling, and students’ knowledge of ecobrick. The research wasconducted qualitatively with descriptive methode. The mehode uses data analysis techniques in the form of primary survey conducted with questionnaries and secondary survey with relevant literature studies. The target of research is the active students of Biology Education at Untirta. As many as 98% of respondents are agree that ecobrick can be a solution for handling unresolved plastic waste. Ecobrick is a way to use plastic waste easily, cheaply, and with economic value. The existence of waste utilization is expected to provide awareness for Biology Education students at Untirta in an effort to protect the environment and together overcome the waste problems.Sampah plastik merupakan penyumbang terbesar kedua sampah yang ada di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah plastik ialah dengan pengelolaan Ecobrick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terkait sampah plastik, pemanfaatan sampah plastik, daur ulang, dan pengetahuan mahasiswa mengenai ecobrick. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif. Metode ini menggunakan teknik analisis data berupa survei primer yang dilakukan dengan kuisioner dan survei sekunder dengan studi pustaka yang relevan. Sasaran penelitian ini merupakan mahasiswa aktif Pendidikan Biologi Untirta. Sebanyak 98% responden setuju bahwa ecobrick dapat menjadi salah satu solusi penanganan sampah plastik yang belum terselesaikan. Ecobrick menjadi cara pemanfaatan sampah plastik dengan mudah, murah, dan bernilai ekonomis. Adanya pemanfaatan sampah diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi mahasiswa Pendidikan Biologi Untirta dalam upaya menjaga lingkungan dan bersama-sama mengatasi berbagai permasalahan sampah