121 research outputs found
Sort by
Adakah yang Dibuang?Belajar Praktik Baik Pengelolaan Bahan Makanan Warung Kuliner Sore Hari di Kota Salatiga
Salatiga merupakan wilayah yang strategis di wilayah Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang, sehingga seringkali menjadi tempat persinggahan para wisatawan yang melintas ke tiga kota tersebut. Sebagai akibatnya, warung kuliner di kota Salatiga juga berkembang pesat dari waktu ke waktu yang berimplikasi pada potensi timbulan sampah makanan (food waste). Namun, studi mengenai sisa makanan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi produksi makanan dan sampah makanan yang dihasilkan oleh warung kuliner dan konsumennya di Kota Salatiga. Studi dilakukan dengan metode kualitatif pada lima warung kuliner yang berjualan sore hingga malam hari di Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah makanan yang dibuang oleh warung kuliner adalah sampah makanan yang berasal dari bagian yang tidak dapat dimakan seperti kulit telur, minyak jelantah, dsb. Namun ada warung kuliner yang menunjukkan praktik baik dengan menyajikan porsi yang tepat bagi pembeli, sehingga memperkecil potensi menyampah. Selain itu, makanan yang tidak dihabiskan biasanya dibawa pulang oleh pembeli, sehingga tidak menjadi sampah
Membangun Resiliensi Pangan dengan Memanfaatkan Ekonomi Sirkular di Kabupaten Bogor
Food is one of human primary need and in accordance to the twelfth poin of Sustainable Development Goals, there need to be a collaboration between the government body, communities, civil society, private sectors, and researchers. In addition to ending starvation, food production needs to be done with sustainability in mind, which not only focusing on increasing harvests, but also pay attention to environmental aspect generated in food production or/and consumption. The need of food is increasing along with the increasing of population in various cities, there’s a need for systematic transformation by applying the concept of circular economy, therefore to ensure the continuity of the use of the agricultural sector to meet basic needs, as a form of adaptation, namely by reusing product waste into more useful resources in the food production process in the next cycle.Pangan merupakan kebutuhan primer manusia dan sesuai dengan poin kedua sustainable development goals, pemerintah, masyarakat, komunitas sosial, pihak swasta dan peneliti harus berkolaborasi untuk mengakhiri kelaparan dunia dan mengeleminasi malnutrisi. Selain mengakhiri kelaparan, dalam proses pengadaan pangan juga harus dilakukan secara berkelanjutan, yaitu tidak hanya berfokus kepada peningkatan hasil panen semata, namun juga memperhatikan aspek kelingkungan yang ditimbulkan dalam proses produksi maupun konsumsi pangan tersebut. Seiring dengan bertambahnya penduduk kota meningkat pula kebutuhan manusia akan pangan, sehingga untuk menjamin kontinuitas pemanfaatan sektor agrikultur untuk memenuhi kebutuhan dasar harus diterapkan konsep ekonomi sirkular sebagai bentuk adaptasi, yakni dengan memanfaatkan kembali sisa produk menjadi sumber daya yang bermanfaat dalam proses produksi pangan dalam siklus selanjutnya
Dampak Perusakan Pegunungan: Penggalian Tanah Pegunungan Gendol Sebagai Material Pembangunan Jalan Tol
Aktivitas penggalian tanah di Pegunungan Gendol, khususnya di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, menjadi sorotan dalam artikel ini. Melalui pendekatan ekologi politik, artikel ini mengeksplorasi fenomena meningkatnya kegiatan penambangan tanah dan dampaknya terhadap lingkungan serta demokrasi di tingkat desa. Metode kualitatif digunakan dengan studi literatur dan observasi lapangan untuk menilai situasi di kawasan Pegunungan Gendol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan. Mulai dari polusi udara akibat debu, ketidakstabilan lereng, hingga gangguan terhadap flora dan fauna. Selain itu, produktivitas pertanian terpengaruh dan risiko bencana meningkat. Meskipun ada dampak positif seperti pendapatan bagi para penambang, dampak negatifnya jauh lebih besar. Kesimpulannya, kegiatan penggalian tanah di Pegunungan Gendol memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan. Artikel ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap dampak lingkungan dari aktivitas tersebut untuk mencegah risiko bencana yang lebih besar di masa depan
Strategi Inovatif dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Analisis SWOT dan AHP pada Bank Sampah Induk Sadang Serang, Kota Bandung
Abstract: Waste management has become a critical issue in the context of sustainable development. This challenge is increasingly urgent in urban areas, particularly in developing cities like Bandung. This journal aims to analyze the potential development of BSI (Community-Based Waste Management) in Sadang Serang to assist with waste management in Bandung City. The research method used combines qualitative and quantitative approaches, incorporating SWOT and AHP (Analytic Hierarchy Process) methods. SWOT and AHP questionnaires were distributed to all eight BSI Sadang Serang managers, and ATP (Ability to Pay) and WTP (Willingness to Pay) questionnaires were distributed to 31 respondents. Based on the research results, the priority order in the waste management aspects is as follows: Community Participation Aspect, Financing Aspect, Regulatory Aspect, Institutional Aspect, and Technical Operational Aspect, with a Consistency Ratio (CR) of 0.06. Meanwhile, the CR for the priority of alternative strategies is 0.09. The ATP and WTP questionnaires were also distributed to the general public, resulting in an ATP value of Rp. 15.919 and a WTP value of Rp. 5.887. Pengelolaan sampah menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Hal ini juga telah menjadi tantangan yang semakin mendesak dalam perkotaan, terutama kota-kota berkembang seperti Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan Bank Sampah Induk (BSI) di Sadang Serang dalam membantu pengelolaan sampah di Kota Bandung. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggabungkan metode Strength, Weakness, Oppurtunities, Threats (SWOT) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Penyebaran kuesioner SWOT dan AHP dilakukan kepada seluruh pengelola BSI Sadang Serang yang berjumlah 8 orang serta penyebaran kuesioner ATP (Ability to Pay) dan WTP (Willingness to Pay) kepada 31 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh urutan priotas dalam aspek pengelolaan sampah adalah Aspek Partisipasi Masyarakat, Aspek Pembiayaan, Aspek Regulasi, Aspek Kelembagaan, Aspek Teknis Operasional dengan Consistency Ratio (CR) adalah 0,06. Sedangkan Consistency Ratio (CR) prioritas alternatif strategi adalah 0,09. Penyebaran kuesioner ATP dan WTP juga dilakukan untuk masyarakat umum dan diperoleh nilai ATP sebesar Rp. 15.919 dan nilai WTP Rp. 5.887
Pengelolaan Sampah Plastik di Kota-kota Indonesia: Tantangan Lokal dan Pendekatan Partisipatif untuk Solusi Berkelanjutan Bagi Masyarakat
Plastic waste is a type of solid waste that originates from synthetic polymer materials and is difficult to decompose naturally. Plastic waste will become a problem if its presence continues to increase. This will have a negative impact on environmental sustainability. In general, people are only focused on waste management, without thinking about previous problems. This problem is the cause of the lack of waste management. So, it would be better if an analysis was carried out on the problems that occurred. The aim of this article is to solve the source of the problem, so that the right solution can be realized. In the research we conducted, we applied a research method in the form of SLR (Systematic Literature Review) which is a literature review with 5 articles in the last 10 years. The result of this review article is an analysis regarding plastic waste management problems and solutions for Indonesian society. It can be concluded that the right solution can solve problems in the waste management process.Sampah plastik merupakan jenis limbah padat yang bersumber dari bahan polimer sintesis dan bersifat sukar terurai secara alami. Sampah plastik akan berdampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan hidup. Pada umumnya, masyarakat hanya terpaku pada pengelolaan sampah, tanpa memikirkan permasalahan yang terjadi sebelumnya. Permasalahan inilah yang menjadi sebab dari kurangnya pengelolaan sampah. Sehingga, dibutuhkan analisis pada permasalahan yang terjadi. Tujuannya untuk memberikan pengelolaan sampah plastik yang sesuai dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sampah plastik. Pada penelitian yang kami lakukan, menerapkan metode penelitian berupa SLR (Systematic Literature Review) yang merupakan review literatur dengan 5 artikel dalam 8 tahun terakhir. Hasil dari review artikel ini adalah suatu analisis terkait permasalahan pengelolaan sampah plastik dan solusi bagi masyarakat Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya solusi yang sesuai untuk memecahkan permasalahan dalam proses pengelolaan sampah
Penambangan Pasir Ilegal: Studi Kasus Dampak Ekologi Penambangan Pasir Ilegal Pada Desa Sumberasri Nglegok Blitar
Abstract: Case on of that research is to show that the effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region. Where that research intends to elaborate that the effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region and to respond related to this problem, review use qualitative approach, how to process the data with investigation, interviews, and filing. And the main thing this of the study show that effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region, Blitar City, which the main thing this provides good effect in the form of increased income for miners and the availability of material in the form of natural sand at affordable prices and order times tend to be faster.
Penambangan pasir merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka usaha pencarian, penambangan ( penggalian ),pengolahan, pendayagunaan, serta penjualan bahan galian ( mineral, batu bara, panas bumi, migas ). Penambangan pasir juga dimaknai sebagai sesuatu dari yang dalam untuk dinaikkan ke atas dengan memakai alat sederhana maupun mesin. Dimana penambangan pasir pada prinsipnya bersifat industri serta bahan baju tanahnya yang diperoleh serta digali dari tanah, pengelolaannya sangat berhubungan dengan lingkungan hidup. Maka para pengusaha tambang pasir sepatutnya lebih mempertimbangkan segi kelestarian lingkungan hidup dalam menjalankan kegiatan usahanya sebab hal itu sudah diatur dengan tegas dalam undang-undang. Tujuan penelitian ini ialah memaparkan imbas dari eksploitasi kresik halus pada kelestarian alam pada Desa Sumbersari Kecamatan Nglegok serta untuk memperoleh jawaban terkait persoalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam penentuan sampel penulis, menggunakan teknik angket, selanjutnya untuk menganalisis penulis menggunakan Teori Masyarakat Resiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya resiko fisik ekologis terhadap sungai di Desa Sumberasri Nglegok Blitar antara lain rusaknya lahan, terhambatnya flora serta fauna, lahan rentan akan longsor serta banjir, terjadinya polusi udara serta pencemaran air
Sumber Daya Kearifan Lokal untuk Konservasi Lingkungan Hidup
Makalah ini bertujuan untuk menjembatani ekologi tradisional dengan pengetahuan konservasi kontemporer, bahwa klaim eksklusif terhadap kebenaran dalam sistem pengetahuan lokal tidak dapat sepenuhnya digunakan untuk membenarkan upaya pelestarian ekosistem. Oleh karena itu, perlu adanya bentuk afiliasi bersama pengetahuan ilmiah untuk menjamin keberhasilan dalam upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sains dan pengetahuan lokal saling melengkapi. Bersama-sama, dua pengetahuan ini mencari landasan ilmu baik secara konservasi lintas budaya, agama, dan disiplin ilmu lainnya. Integrasi ini memungkinkan terjadinya solusi holistik yang berkelanjutan, dalam membangun fondasi kokoh untuk upaya melestarikan keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang. Sehingga integrasi pengetahuan ekologi tradisional dan konservasi kontemporer akan membawa harapan baru dalam menjaga keberlanjutan ekosistem
Peran Pupuk Organik Cair Sebagai Nutrisi Tanaman dalam Mendukung Urban Farming Berkelanjutan di Perkotaan: Studi Kasus Pada Budidaya Tanaman Kakao
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) dan klon terhadap pertumbuhan bibit kakao telah dilakukan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borobudur pada bulan September sampai dengan November 2023. Rancangan yang digunakan adalah faktorial 5x2 dalam desain Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis POC (0 cc, 1 cc, 2 cc, 3 cc, dan 4 cc) faktor kedua berupa klon kakao (Sulawesi 1 dan Masamba 1). Sampel ditetapkan 3 tanaman secara acak untuk setiap unit percobaan (90 tanaman sampel). Data analisis secara deskriptif dan inferensia yang terdiri atas Uji F dan uji lanjut bertahap tujuh (7) parameter, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, berat akar, dan berat basah tanaman. Analisis data menggunakan Uji DMRT (Duncan\u27s Multiple Range Test), pada taraf 5%, menggunakan software SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) dan klon kakao berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Perlakuan dosis pada klon Masamba 1 memberikan hasil terbaik dibandingkan hasil pada klon Sulawesi 1. Perlakuan dosis dan klon tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang akar, berat akar, dan berat basah tanaman
Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Sebagai Upaya Pengendalian Limbah Peternakan
Cows are mammals that are widely bred throughout Indonesia. The large number of cattle breeders in Indonesia has positive and negative sides when viewed from various points of view. Cattle farming generally produces livestock waste, especially manure. Cow dung can be used as a basic ingredient for alternative energy production in the form of biogas. However, in reality, many cattle breeders ignore the problem of animal waste and it is wasted, even causing pollution to the environment. This research aims to test the use of cow dung as the main organic material in biogas production as a sustainable effort to minimize the environmental impact due to livestock waste and as an alternative energy. This research uses an experimental method with a biogas production trial for 21 days using a simple digester. The research results show that cow dung has great potential as a raw material for making biogas. Other factors influence biogas production, such as acidity levels, environmental temperature, and manure conditions.Sapi merupakan mamalia yang cukup banyak diternakkan diseluruh wilayah Indonesia. Besarnya jumlah peternak sapi di daerah Indonesia memiliki sisi positif dan negatif jika ditinjau dari berbagai sudut pandang. Peternakan sapi pada umumnya menghasilkan limbah ternak, terutama kotoran. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produksi energi alternatif berupa biogas. Namun pada kenyataannya, banyak peternak sapi yang mengabaikan masalah limbah kotoran hewan ini dan terbuang sia-sia, bahkan menjadi polusi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan pemanfaatan kotoran sapi menjadi bahan organik utama dalam produksi biogas sebagai upaya berkelanjutan dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat limbah peternakan dan sebagai energi alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan produksi biogas selama 21 hari menggunakan digester sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran sapi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku pembuatan biogas. Selain itu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi biogas seperti tingkat keasaman, temperatur lingkungan, dan kondisi kotoran yang digunakan.
Studi Bioassay Fly Ash Batubara Terhadap Dapnia magna
Fly ash merupakan salah satu limbah pembakaran batubara. Fly ash mempunyai kandungan bahan anorganik yang memiliki unsur dan logam berat. Fly ash dapat dimanfaatkan untuk bahan adsorben, tambahan pada industri semen dan pembenah lahan (soil conditioner). Namun kandungan logam berat pada fly ash tidak mampu diurai oleh lingkungan dan berpotensi terakumulasi pada organisme. Metode bioassay adalah metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu bahan terhadap organisme. Metode ini memaparkan suatu bahan secara langsung terhadap organisme uji. Dapnia magna merupakan salah satu organisme yang digunakan sebagai organisme standar dalam uji bioassay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 96 jam pemaparan fly ash terhadap hewan uji. Konsentrasi yang digunakan pada uji sesungguhnya berupa 14.000, 21.000, 30.000, 45.000, 65.000, 94.000, 137.000, dan 199.000 ppm. Hasil penelitian menunjukan nilai LC50 96 jam berada pada estimasi kosentrasi 50.251 ppm. Berdasarkan kriteria toksisitas, nilai LC yang didapatkan masuk ke dalam kategori almost non toxic