E-Journal Universitas Bale Bandung
Not a member yet
1037 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI USIA 10- 14 TAHUN TENTANG PERSONAL HYGIENE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGIS
Perilaku pencegahan keputihan patologis tidak terlepas dari pengetahuan dan sikap remaja mengenai personal hygiene. Kebiasaan perilaku yang tidak baik akan menyebabkan keputihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang personal hygiene dengan perilaku pencegahan keputihan patologis dan hubungan antara sikap tentang personal hygiene dengan perilaku pencegahan keputihan patologis di Pondok Pesantren Modern. Desain penelitian ini adalah analitik kolerasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil berjumlah 68 orang yaitu santri putri yang berusia 10- 14 tahun. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan menggunakan uji statistic chi-square untuk mencari hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan dan Rank Spearman untuk mencari hubungan sikap dengan perilaku pencegahan. Hasil penelitian hampir setengahnya responden (44,1%) dalam kategori pengetahuan cukup, (60,3%) termasuk kedalam kategori sikap yang positif, perilaku santri putri untuk pencegahan keputihan patologis (48,5%) termasuk kedalam kategori baik. Uji Chi-square dan Rank Spearman menunjukkan bahwa nilai signifikan p= 0,000 < (0,05), sehingga Ho1 dan Ho2 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi perilaku .
Kata Kunci: Personal hygiene, pengetahuan, sikap, perilaku, remaj
APLIKASI PENJUALAN SPAREPART MOBIL MENGGUNAKAN CODE IGNITER UNTUK KEAKURATAN PELAPORAN DATA
Moto Link adalah salah satu usaha yang menyediakan perbaikan purna jual kepada konsumen yang terletak di Jln. Raya Banjaran, No.183 Kec. Baleendah Kab. Bandung 40375 . Bengkel Moto Link dibuka dan diresmikan pada tanggal 20 Juni 2016. Bengkel Moto Link menyediakan jasa perbaikan serta penjualan spare part mobil . Pencatatan secara manual sangat menyulitkan pihak karyawan bengkel ketika harus memberikan laporan penjualan sparepart kepada pemilik bengkel. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah aplikasi penjualan sparepart untuk bengkel mobil berbasis web. Aplikasi ini dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL yang telah didukung web responsive design. Aplikasi ini merupakan gagasan untuk meningkatkan mutu bengkel Moto Link dalam hal pengarsipan dokumen. Melalui aplikasi ini, pihak bengkel dapat melakukan manajemen penjualan sparepart menjadi lebih baik lagi. Hasil penelitian ini adalah terbangunnya aplikasi penjualan spare part mobil untuk kebutuhan Bengkel Moto Link yang dapat membantu dalam pelaporan data
MODEL MATURITAS SISTEM MANAJEMEN RELASI PEMASOK DI RUMAH SAKIT
Perubahan struktural dan peningkatan dinamika pasar di sektor perawatan kesehatan meningkatkan kebutuhan rumah sakit akan penghematan biaya dan optimalisasi proses. Salah satu sumber untuk menghasilkan tidak hanya penghematan jangka pendek, tetapi juga manfaat berkelanjutan adalah manajemen hubungan yang aktif dan canggih dengan pemasok, yang biasa disebut sebagai manajemen hubungan pemasok. Karena dinamika pasar yang meningkat dan perubahan struktural dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya diperlukan strategi integral untuk mempertahankan hubungan pelanggan, tetapi juga pemahaman yang jelas tentang cara berkolaborasi dengan pemasok utama rumah sakit. Di bidang perawatan kesehatan terjadi persaingan yang tinggi, sehingga diperlukan strategi yang perlu dilakukan dalam menjaga relasi dengan pelanggan serta memberikan pemahaman kepada penyedia jasa kesehatan akan pentingnya melakukan kolaborasi dengan pemasok. Penelilitian ini bertujuan membuat model maturitas sebagai panduan untuk mengukur kegiatan utama yaitu layanan kesehatan, layanan teknologi informasi dan kompetensi dari sumber daya manusia sebagai penyedia jasa kesehatan. Dengan menggunakan model maturitas dapat dipakai untuk menguji tingkat maturitas manajemen relasi pemasok pada suatu rumah sakit. Melakukan identifikasi dari kesenjangan kinerja serta inisiatif perbaikan yang sistematis. Model ini dapat di gunakan di sistem layanan kesahatan, serta dapat di implementasikan dengan membandingkan kinerja sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Memberikan metoda baru dengan kerjasama antar yang berkepentingan. Penelitian ini menghasilkan model maturitas yang dapat mengukur keadaan saat ini dari manajemen relasi pemasok pada sebuah rumah sakit dan dapat mengidentifikasi area dalam sistem untuk dilakukan perbaikan.
 
PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, SELF ASSESMENT SYSTEM, E-FILING DAN SANKSI PAJAK TERHADAP MOTIVASI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Yogyakarta)
This study aims to test whether knowledge of taxation, self-assessment, e-filing and tax sanctions affect the motivation of individual taxpayers in paying taxes. This research method uses quantitative methods and questionnaire primary data. This study took samples from individual taxpayers registered at KPP Pratama Yogyakarta. Data processing was tested by classical assumption test and hypothesis testing with normality test, Multicollinearity test, Heteroscedasticity test, t test, F test, Multiple Linear Regression and R2 test. The sampling technique uses probability sampling by using the incidental sampling method. Data collection is done by distributing questionnaires offline and online by distributing questionnaire links in the form of a google form. The number of questionnaires that were processed were 100 questionnaires. The results of this study indicate that knowledge of taxation, self-assessment system, e-filing and tax sanctions have a positive effect on the motivation of individual taxpayers in paying taxe
PENGARUH RETURN ON EQUITY DAN DEBT TO EARNING RATIO TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN EARNING PER SHARE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Perusahaan Sektor Hotel, Restoran dan Pariwisata yang Terdaftar di BEI 2016-2019)
This study aims to examine the effect of return on equityand debt to equity ratio on stock prices with earnings per share as an intervening variable. The sample used is the hotel, restaurant, and tourism sub-sector companies during 2016-2019, based on the purposive sampling method obtained from 10 companies. The data testing method used is multiple linear regression analysis and path analysis which is processed using the IBM SPSS version 20 tool. The results showed that return on equity has a positive effect on earnings per share, while debt to equity per share does not affect earnings per share. The results of this study also conclude that earnings per share have a positive effect on stock prices. Return on equity and debt to equity ratio does not affect stock prices. Return on equity and debt to equity ratio through earnings per share affect stock price
THE INFLUENCE OF INTELLECTUAL CAPITAL AND SHARIA COMPLIANCE ON ISLAMIC BANKS FINANCIAL PERFORMANCE IN SOUTHEAST ASIA
This study examines the effects of Intellectual Capital (IC) and its components (capital employee, human capital, and structural capital) and Sharia Compliance on Islamic banks’ financial performance in Southeast Asia. The value-added intellectual coefficient (VAIC) approach developed by Pulic (1998) is used to determine the IC performance of 30 Islamic banks for the years 2018, 2019, and 2020.
The study reveals that human capital and structural capital significantly affect Islamic banks' financial performance. However, this study fails to demonstrate that VAIC, capital employed, and sharia compliance affect Islamic banks’ financial performance. This study contributes to enriching the Islamic economy and finance literature because only a few studies test the factors affecting the Islamic banks’ financial performance in Southeast Asia
METODE TERAPI WICARA UNTUK GANGGUAN BERBICARA PADA ANAK DAN DEWASA
Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi antara manusia baik dari usia anak-anak hingga dewasa, jika ingin melakukan sesuatu pasti diucap dengan bahasa. Namun, kembali lagi bahwa manusia bukan mahkluk sempurna yang mana manusia pasti mempunyai kekukarangan. Salah satu kekurangan yang menjadi umum terhadap manusia ialah fisik, psikis, dan berbicara, tidak terlahir secara sempurna juga pemicu terjadinya kurang dalam berbicara. Hal itu yang menjadikan seseorang yang memiliki kekurangan yaitu sulit aktivitas salah satunya ialah berbicara. Komunikasi bisa menjadi faktor penting untuk sambung paham hidup jika kurang komunikasi akan menjadi salah paham bahkan sulit. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa gangguan dalam berbicara dan juga penjelasan mengenai terapi wicara. Adapun metode yang digunakan berdasarkan artikel ini ialah metode deskripsi kualitatif, yaitu metode riset dengan memberikan penjelasan berupa deskripsi berdasarkan data dari berbagai referensi ilmiah
PEMAKNAAN KONSTRUKSI RELASI PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM WACANA SASTRA MENGGUNAKAN ANALISIS WACANA KRITIS
Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa bahasa dan budaya, bahasa dapat disikapi sebagai wacana yaitu cara mengatakan, menuliskan atau membahasakan peristiwa, pengalaman, pandangan, dan kenyataan hidup tertentu yang tidak terlepas dari kondisi sosial budaya yang melatarbelakanginya. Wacana-wacana yang muncul dari budaya patriarki telah menciptakan sebuah cara pandang yang selama ini berlaku begitu saja. Cara pandang ini bisa sama, berbeda, bertolak belakang atau berlawanan. Salah satu agenda pokok yang harus dilakukan adalah bertarung dalam pembentukan dan penafsiran wacana publik (public discourse). Penulis berupaya mendeskripsikan wacana budaya patriarki tersebut dengan membuat pola pengkajian bentuk pemosisian perempuan dan laki-laki yang dikonstruksi oleh pengarangnya melalui teks-teks yang dinarasikan dalam wacana sastra melalui pendekatan analisis wacana kritis yang dipahami dan dimaknai bahwa relasi antara perempuan dan laki-laki dalam wacana sastra dikonstruksi berdasarkan ideologi pengarangnya. Wacana tidak terbatas pada teks, melainkan juga terdapat sebuah praktik produksi yang menyebabkan adanya teks tersebut atau terdapat kesadaran pembuat teks (kognisi sosial), serta pengaruh penting dari konteks situasi, sosiokultural, dan historis yang mempengaruhi produksi teks sehingga menimbulkan wacana tertentu. Analisis wacana kritis dilakukan dengan cara menentukan deskripsi bahasa, menginterpretasi atau menafsirkan, kemudian mengeksplanasi teks-teks yang ada
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA KAWASAN IRIGASI HANTAP DESA NAGRAK KECAMATAN CANGKUANG KABUPATEN BANDUNG
Latar belakang masalah pada penelitian ini ialah Persepsi Masyarakat terhadap pengembangan wisata kawasan Irigasi Hantap Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten bandung yang dikatakan sangat setuju dalam pengembangan wisata kawasan Irigasi Hantap, Namun berdasarkan hasil observasi masih ditemukan beberapa faktor penghambat dalam pengembangan wisata kawasan Irigasi Hantap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Persepsi Masyarakat terhadap pengembangan wisata Kawasan Irigasi Hantap Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat RT 06 RW 04 yang berada di sekitar Wilayah Irigasi Hantap, Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Sampel diambil dengan teknik purposive insidental sampling dengan jumlah sampel 158 Responden. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, observasi, tes, dan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi Masyarakat Terhadap Pengembangan Wisata Kawasan Irigasi Hantap Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dari 20 pernyataan, rata-rata skalanya adalah 84.7% atau masuk kriteria “Sangat Setuju”. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat disampaikan yaitu agar Pengembangan Wisata Kawasan Irigasi Hantap semakin baik maka diharapkan dari lembaga pemerintahan memberikan dukungan terhadap pengembangan wisata kawasan irigasi hantap dan masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif seperti dengan membuat brosur, tempat makan, fasilitas umum, dan cindera mata khas Kawasan Irigasi Hantap agar dapat memunculkan daya Tarik wisata di Kawasan tersebut
PENGEMBANGAN POTENSI WANA WISATA JATI PLUS PERHUTANI (JPP) 40 DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Pengembangan wana wisata dalam perspektif alternative tourism pada kawasan hutan pada tahap awal seolah-olah mengurangi kendali pemerintah terhadap kawasan hutan. Besarnya partisipasi masyarakat justru dapat mengurangi beban pemerintah yang ada dalam pelestarian serta pembinaan. Untuk waktu yang panjang pemerintah memiliki peran yang lebih besar pada fungsi koordinasi yang ada serta pembinaan yang ada. Kawasan hutan wisata mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata. Pada dasarnya wana wisata dapat dikembangkan dalam berbagai Kawasan hutan seperti hutan produksi, hutan lindung dan konservasi. Potensi kawasan wana wisata di Indonesia begitu besar, obyek tersebut tersebar di darat (dalam Kawasan hutan konservasi) maupun di laut (dalam bentuk taman nasional laut). Wisata pada awal nya hanya digolongkan dalam kategori industri hujau (green industry). Namun dengan besarnya pengembangan wisata yang menitikberatkan pada kepentingan ekonomi tanpa mengindahkan potensi lingkungan dan tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan dapat menimbulkan terjadinya penurunan kualitas lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh wana wisata jati plus perhutani dan menganalisis pengaruh dari adanya wana wisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi diambil dari masyarakat Desa Baleraja, populasi dalam penelitian ini sebesar 8.226 jiwa dan sampel nya 101 orang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat adanya pengaruh dari adanya wana wisata jati plus perhutani (JPP) 40 terhadap kesejahteraan masyarakat dan wana wisata berpotensi untuk dikembangkan di masa mendatang. Dapat disimpulkan dari keseluruhan bahwa dari adanya Wana Wisata Jati Plus Perhutani (JPP) 40 berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat