E-Journal Universitas Bale Bandung
Not a member yet
1037 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA KONSEP DI MTS AZ-ZAHRA PARONGPONG
IPS pada hakikatnya adalah telaah tentang manusia dan dunianya, yang dipelajari dari lingkup terdekat individu. Keluarga merupakan materi awal dari IPS yang dapat dipelajari secara langsung dengan mengaktifkan siswa, sehingga pembelajaran akanbermakna bagi siswa. Hasil observasi dan refleksi, menunjukkan bahwa pembelajaran IPS kurang berkualitas, ditunjukkan oleh minat siswa kurang,sehingga aktivitas siswa rendah, pembelajaran berpusat pada guru dan kurang inovatif, ketuntasan hasil belajar klasikal siswa hanya 43,2%.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran peta konsep (concept maps), dengan tujuan dapat meningkatkan keterampilan guru, motivasi dan hasil belajar IPS. Penerapan model pembelajaran peta konsep (concept maps) ini memudahkan siswa mempelajari materi dan memotivasi siswa untuk belajar, sehingga hasil belajar lebih bias maksimal. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, iap siklusnya satu pertemuan yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Az-Zahra Parongpong. Dengan subjek: peneliti sebagai guru dan siswa kelas VIII sebanyak 39 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I mendapatkan skor 26 (65%) kategori baik, pada siklus II mendapat skor 30 (75%) kategori baik, dan pada siklus III mendapat skor 35 (87,5%) kategori sangat baik. (2) Motivasi siswa pada siklus I mendapatkan skor rata-rata 23,4 (58,5%), kategori cukup, pada siklus II mendapat skor rata-rata 29,1 (72,8%) kategori baik, dan pada siklus III mendapat skor 33,6(84%), kategori baik. (3) Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal 56,8%, kategori cukup, pada siklus II ketuntasan klasikal mencapai 70,5%, kategori baik, pada siklus III ketuntasan klasikal sebesar 79,5%, kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu kriteria keterampilan guru dan aktivitas siswa sekurang-kurangnya baik (80%) dan ketuntasan hasil belajar klasikal ? 75% sudah tercapai sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil. Simpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan konsep pembelajaran peta konsep (concept maps) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada kelas VIII MTS Az-Zahra Parongpong. Saran bagi guru agar model pembelajaran peta konsep (concept maps) dapat digunakan sebagai acuan untuk pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas
Implementasi Ridge Regression untuk Mengatasi Gejala Multikolinearitas pada Pemodelan Curah Hujan Berbasis Data Time Series Klimatologi
Analisis regresi merupakan metode analisis yang digunakan untuk menganalisis data dan mengambil kesimpulan tentang hubungan ketergantungan variabel terikat terhadap variabel bebas. Dalam analisis Regresi Linear Berganda seringkali didapati bahwa data yang diolah mengandung gejala multikolinieritas, yaitu memiliki korelasi yang tinggi antar variabel bebasnya yang ditandai dengan nilai VIF lebih dari 10. Gejala multikolinearitas akan mengganggu hasil pemodelan regresi linier berganda, diantaranya adalah menyebabkan perubahan nilai koefisien yang berarti apabila dilakukan penambahan atau pengeluaran satu variabel bebas. dan nilai standard error untuk koefisien regresi menjadi lebih besar dari yang sebenarnya (overestimated). Gejala multikolinearitas dapat diatasi melalui metode Ridge Regression. Penelitian ini dilakukan bertujuan mengatasi gejala multikolinearitas. Perbandingan hasil prediksi model Regresi Linear Berganda dengan hasil model Ridge Regression dilakukan sehingga diperoleh model terbaik. Hasil analisis menunjukan model Regresi Linear Berganda dan model Ridge Regression memiliki nilai RMSE yang relatif sama yaitu sebesar 4, 26 dan 4,30, sedangkan berdasarkan nilai MAPE Ridge Regression memiliki nilai sedikit lebih baik yaitu sebesar 28,75 % sedangkan model Regresi Linear Berganda sebesar 28, 82 %. Berdasarkan nilai dari ukuran kebaikan model tersebut dapat disimpulkan bahwa model Ridge Regression memberikan hasil prediksi yang lebih baik dari model Regresi Linier Berganda.
PENGARUH FINANCING TO DEPOSIT RATIO(FDR) DAN NON PERFORMING FINANCING (NPF) TERHADAP RETURN ON ASSETS(ROA) PADA PT. BPRS AMANAH RABBANIAH PERIODE 2015-2018
This study analyzes the description and influence of Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) on Return On Assets (ROA) at PT. BPRS Amanah Rabbaniah was compiled by Eneng Wulansari under the guidance of Mr. Aditya Achmad Fathony , SE., M.M., Ak., CA., CTA., A-CPA., MD. and Mr. Djodi Setiawan S.E., M.M., Ak., CA.
This study aims to determine and explain how much influence the Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) have on Return On Assets (ROA) at PT. BPRS Amanah Rabbaniah 2015-2018 period.
The analytical method used is descriptive and associative analysis with a quantitative approach to determine the description of each variable and multiple linear regression analysis to determine how much influence the two independent variables have on one dependent variable, which is then carried out by the t hypothesis test and F hypothesis test to see the level of significance. the effect. The population of this research is the quarterly financial reports of PT. BPRS Amanah Rabbaniah and samples were taken for 4 years, namely the 2015-2018 period.
Based on the results of the analysis that simultaneously Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) have a significant effect on Return On Assets (ROA) with the coefficient of determination of 41% and the remaining 59% are other variables that also influence Return On Assets. (ROA) but not researched. Partially, Financing to Deposit Ratio (FDR) has no significant effect on Return On Assets (ROA) and Non Performing Financing (NPF) has a significant effect on Return On Assets (ROA).
Keywords: Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF) and Return On Assets (ROA)
This study analyzes the description and influence of Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) on Return On Assets (ROA) at PT. BPRS Amanah Rabbaniah was compiled by Eneng Wulansari under the guidance of Mr. Aditya Achmad Fathony , SE., M.M., Ak., CA., CTA., A-CPA., MD. and Mr. Djodi Setiawan S.E., M.M., Ak., CA.
This study aims to determine and explain how much influence the Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) have on Return On Assets (ROA) at PT. BPRS Amanah Rabbaniah 2015-2018 period.
The analytical method used is descriptive and associative analysis with a quantitative approach to determine the description of each variable and multiple linear regression analysis to determine how much influence the two independent variables have on one dependent variable, which is then carried out by the t hypothesis test and F hypothesis test to see the level of significance. the effect. The population of this research is the quarterly financial reports of PT. BPRS Amanah Rabbaniah and samples were taken for 4 years, namely the 2015-2018 period.
Based on the results of the analysis that simultaneously Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) have a significant effect on Return On Assets (ROA) with the coefficient of determination of 41% and the remaining 59% are other variables that also influence Return On Assets. (ROA) but not researched. Partially, Financing to Deposit Ratio (FDR) has no significant effect on Return On Assets (ROA) and Non Performing Financing (NPF) has a significant effect on Return On Assets (ROA)
PENGARUH PENALARAN MORAL, RETALIASI, RELIGIUSITAS, DAN GENDER TERHADAP NIAT MAHASISWA MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLEBLOWING (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)
This study aims to examine the effect of moral reasoning, retaliation, religiosity, and gender on studentโs intention to take whistleblowing. This reseach method uses quantitative descriptive methods and primary data in the form of a questionnaire distributed via google form. The sample in this study were accounting students at the Sarjanawiyata Tamansiswa University of 2017 and 2018, with a total of 84 respondents. The sampling technique used snowball sampling. The data analysis method uses multiple linear regression hypothesis test which is processed using the IBM SPSS version 20 program.
The result of this study indicated that moral reasoning, retaliation, and gender have no effect on the intention of students to take whistleblowing, while religiosity has a positive effect on students intenstion on take whistleblowing.
PERANAN KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGENDALI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (UPT PPKB) DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKSEPTOR BARU DI KECAMATAN CANGKUANG KABUPATEN BANDUNG
Revitalisasi program Keluarga Berencana perlu dilakukan karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan akseptor baru hanya berkisar 0,3 sampai 0,5 persen. Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berpartisipasi dalam Keluarga Berencana adalah melalui Unit Pelaksana Teknis Pengendali Program Keluarga Berencana. Peranan kepala Unit Pelksana Teknis dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan penggarapan Program KB di lini lapangan terutama di tingkat Kecamatan, salah satunya yaitu meningkatkan pencapaian akseptor baru. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peranan kepala Unit Pelaksana Teknis Pengendali Program Keluarga Berencana dalam upaya meningkatkan akseptor baru di Kecamatan Cangkuang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan mengambil fakta berdasarkan subjek penelitian yang berlokasi di Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Data dari penelitian ini berupa data primer dari hasil observasi dan wawancara kepada informan yaitu Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengendali Program Keluarga Berencana Kecamatan dan masyarakat, adapun data yang berupa sekunder diperoleh dari kantor Unit Pelaksana Teknis Pengendali Program Keluarga Berencana Kecamatan Cangkuang. Berdasarkan konsep dan teori Narwoko terkait Peranan kepala Unit PelaksanaTeknis Pengendali Program Keluarga Berencana di Kecamatan Cangkuang dalam upaya meningkatkan akseptor baru dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
 
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DINAS DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANDUNG BARAT
Dalam suatu organisasi gaya kepemimpinan memegang peranan penting untuk menggerakan organisasi dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai suatu tujuan organisasi pemimpin dituntut untuk bisa memantau pegawainya agar dapat mengembangkan kemampuan yang dimilkinya. Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan seorang pemimpin perlu menegakan disiplin dalam suatu organisasi, karena peraturan kedisiplinan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan kepada para pegawai dalam menciptakan tata tertib yang baik kepada pegawai. Kepemimpinan dan kedisiplinan kerja sangat erat kaitannya, kedisiplinan merupakan suatu hal yang menjadi tolok ukur untuk mengetahui apakah peran manajer atau pimpinan secara keseluruhan dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak. Penelitian ini bertujuan untu mengetahui gaya keopemimpinan kepala Dinas dalam meningkatkan disiplin pegawai. Metode penelitian ini pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka- angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Yang menjadi objek penelitian adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan informan. Kemudian menganalisis data dengan deskriftif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Dinas adalah gaya kepemimpinan demokratis dalam hal ini peran pemimpin sangat baik dimana pemimpin bertindak tegas. Dalam kepemimpinannya pemimpin selalu memberi arahan kepada semua pegawai, berkoordinasi, serta pemimpin bagian dari kelompok. Dalam hal penegakan disiplin pegawai selalu ada hambatan yang di alami oleh pemimpin. di dinas pendidikan Kabupaten Bandung Barat pimpinan mendapati hambatan dalam menegakan disiplin yaitu kurangnya kesadaran diri pegawai dan kurangnya tanggungjawab yang dimilki pegawai, dan upaya yang dilakukan kepal dinas dalam meningkatkan disiplin pegawai yaitu dengan diberikannya pembinaan-pembinaan, pelatihan-pelatihan serta memberikan sanksi dan mengajukan pegawai untuk diberikan penghargaan.
 
GAMBARAN KEHIDUPAN TOKOH DRAMA โPENYESALAN DI UJUNG SENJAโ HENI YULIANA: PENDEKATAN MIMETIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kehidupan tokoh dalam naskah drama โPenyesalan di Ujung Senjaโ karya Heni Yuliana. Analisis ini difokuskan mengenai bagaimana gambaran kehidupan dari tokoh bernama Reza yang di dalamnya mencakup kehidupan Reza, yaitu : orang tua, kasih sayang, dan rasa hormat dengan menggunakan pendekatan mimetik. Tiga sisi kehidupan dalam naskah drama ini memiliki gambaran kehidupan yang sama seperti dalam kehidupan nyata. Naskah drama โPenyesalan di Ujung Senjaโ memiliki cerita yang baik dan dapat dibaca oleh semua kalangan, karena isi nya menceritakan tentang bagaimana kehidupan seorang anak yang memiliki ayah tiri dengan karakter yang keras namun ia tetap menghormatinya. Ia tetap peduli dan menyayangi kedua orang tuanya terlebih pada ibu nya yang telah melahirkan dan merawat ia selama ini. Hasil analisis ini yaitu : (1) rasa hormat seorang anak kepada ayah tiri dengan watak yang keras, (2) tetap rajin belajar dan menuntut ilmu bagaimana pun caranya, (3)menyayangi dan kepedulian terhadap ibu, (4)tetap rajin ibadah (solat). Naskah drama ini mudah dipahami alur ceritanya dan terdapat amanat yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga naskah ini bisa digunakan sebagai analisis drama. Naskah drama ini memiliki alur yang baik yang bisa membuat para pembaca tidak merasa kesulitan menentukan jalan ceritanya
PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK SKETCHUP PRO 2018 DALAM PEMBELAJARAN DRAMA
Media pembelajaran menjadi perangkat penting dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat berfungsi sebagai alat komunikasi, pemecah masalah, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Namun guru masih banyak yang menggunakan media pembelajaran konvensional. Padahal jika guru lebih kreatif, masih banyak objek yang dapat dijadikan media pembelajaran, terlebih mengikutsertakan teknologi dalam pembuatan media. Penggunaan perangkat lunak SketchUp Pro 2018 sebagai media pembelajaran masih tergolong jarang khususnya pada pembelajaran drama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2020 dengan melibatkan responden dari siswa sekolah menengah atas di Pandeglang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan pengisian kuesioner melalui platform google form. Analisis dilakukan pada saat pengumpulan data selesai. Hasilnya menunjukan perangkat lunak SketchUp Pro 2018 memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran drama.
PERANAN KOPERASI DALAM MENUNJANG KINERJA PETANI KOPI
The role of cooperatives in developing and utilizing the resources found in the surrounding area is expected to have a positive impact in advancing the empowerment of residents who need cooperatives as facilitators to support activities carried out. In this case, several obstacles faced by business actors, especially in the regions, namely capital, marketing and production techniques. One of the cooperatives that is currently growing rapidly is the coffee farmer cooperative, especially in West Java and generally in Indonesia. This is evidenced by the existence of several coffee farmer cooperatives in the West Java area and they have been managed very well. The purpose of the study was to determine the participation of cooperative members in helping the performance. In this study the method used is a mixed method that combines qualitative and quantitative methods. Mixed methods research is a research method that involves the use of e-methods, namely qualitative research and quantitative methods in a single study or one study. The results of the study indicate that it is necessary to conduct research and analysis on how much influence information technology has and also the participation of all members in advancing their respective cooperatives. In this case, cooperatives also need people who are competent and can work well in order to assist cooperative members in implementing the information technology
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
Rendahnya sosialisasi pada anak dapat menyebabkan timbulnya masalah bagi anak. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah sosialisasi adalah bermain dengan permainan ular tangga, permainan ini anak diajarkan untuk belajar membaca, menambah kosakata yang baru, belajar sabar untuk menunggu giliran, serta belajar memahami konsep sebab akibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga terhadap perkembangan sosial pada anak. Metode yang digunakan adalah Pre eksperimental dengan One Group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 responden dengan perkembangan sosial yang belum berkembang. Hasil penelitian menunjukkan 45 anak sebelum diberikan permainan ular tangga belum berkembang dan setelah diberikan permainan ular tangga terdapat 30 anak dengan perkembangan sosial sangat baik dan 15 anak dengan perkembangan sosial sesuai harapan. Berdasarkan analisis terdapat pengaruh permainan ular tangga terhadap perkembangan sosial pada anak. Dalam penelitian ini peneliti menyarankan permainan ular tangga ini dapat digunakan dan diterapkan untuk mengatasi masalah perkembangan sosial pada anak.
Kata kunci : Permainan, Ular tangga,Perkembangan, Sosialisas