Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) Pada Prestasi matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama
oai:ojs2.ejournal.jendelaedukasi.id:article/1Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share pada siswa SMP materi aljabar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pretest-posttest 1, 2, dan 3. Penelitian ini membandingkan Think Pair Share dengan pembelajaran konvensional yang biasanya menggunakan pembelajaran langsung. Uji ANOVA digunakan untuk menganalisis keefektifan kedua pembelajaran tersebut. Hasil uji ANOVA setiap posttest menunjukkan bahwa Think Pair Share memberikan pengaruh yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Think Pair Share dapat mengubah siswa dan guru menjadi inovatif dan kreatif dalam pembelajaran matematika. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa. Kedepannya, pembelajaran ini bisa menjadi solusi oleh para guru di seluruh dunia dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
Efektivitas Model Penemuan Terbimbing Dan Model Pemecahan Masalah Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Magetan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTs Negeri 1 Magetan yang mendapat pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pemecahan masalah, (2) Apakah prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTs Negeri 1 Magetan yang memiliki kreativias tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kreativitas rendah, (3) Apakah terdapat interaksi antara model (penemuan terbimbing dan pemecahan masalah) dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh siswa kelas VII MTs Negeri 1 Magetan tahun pelajaran 2018/2019, sejumlah 6 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen menggunakan model penemuan terbimbing dan kelas kontrol menggunakan model pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data untuk Prestasi belajar menggunakan metode tes, sedangkan untuk kreativitas pengumpulan data menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan sel tak sama dan dilakukan uji lanjut anava menggunakan uji Scheffe. Dari hasil analisis data didapatkan: 1) Prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran penemuan terbimbing lebih baik daripada model pembelajaran pemecahan masalah. 2) Prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas rendah. 3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa
Pengembangan Modul Ajar Fisika Termodinamika Berbasis Kontekstual
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpahaman siswa dalam menguasai konsep termodinamika, kesulitan siswa dalam operasi hitung seperti menyederhanakan pecahan mengubah satuan CGS menjadi KGS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan modul ditinjau dari tingkat validitas, kepraktisan dan efektivitas penggunaan modul. Teknik Pengumpulan data berupa angket dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan tahap pendahuluan, saat pengembangan modul ajar, analisis data pada tahap validasi, evaluasi, dan revisi modul ajar, serta pada tahap implementasi modul ajar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa hasil penilaian kelayakan kualitas modul termodinamika berbasis kontekstual dikatakan valid dan memenuhi kriteria sangat baik dengar capaian adalah 84,83% (Sangat Baik). Untuk uji kepraktisan modul yang dikembangkan. Hasil angket yang telah diisi oleh 31 siswa tersebut mendapatkan rata-rata skor 32,3% dengan kategori praktis. Efektivitas modul berdasarkan hasil belajar diambil dari nilai tes kemudian diakumulasi diperoleh nilai N-GAIN sebesar 0,75 dengan kategori peningkatan tinggi, berdasarkan uji hipotesis efektivitas dengan t tabel dengan dk= 30 dengan α = 0,05 dengan α (0,05) = 1,669 Jadi thitung > ttabel atau 10,08 > 1,669 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Setelah ujian tes terdiri 10 soal. Dengan demikian modul termodinamika berbasis kontekstual sudah dapat dikatakan valid, praktis dan efektif
Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap motivasi belajar dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kuantitatif merupakan pendekatan yang diambil dalam penelitian ini. Sedangkan deskriptif adalah metode yang digunakan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 orang siswa SMP. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket secara online kepada 60 reponden siswa melalui Google From pada masa pandemi Covid-19. Sample merupakan siswa SMP daerah Sukabumi Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan angkat, dukumentasi, dan observasi. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan membuat angket dari teori yang diambil dengan masing-masing instrument setia variable yaitu 15 butir soal. Prosedur analisis data menggunakan stattistik dengan bantuan SPSS. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh bimbingan orangtua terhadap motivasi belajar dalam pembelajaran jarak jauh. Dimana Besar pengaruhya yaitu 79,6% dalam meningkatkan motivasi belajar saat pembelajaran jarak jauh (PJJ)
Meningkatkan Komitmen Guru melalui Optimalisasi Kepemimpinan Kepala Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Dian Kahuripan Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru SLB Dian Kahuripan Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur yang dilakukan secara langsung dan melalui media komunikasi WhatsApp. Pengukuran kepemimpinan kepala sekolah dilakukan melalui analisis peran kepala sekolah sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator (EMASLIM). Sedangkan komitmen guru diukur melalui dimensi komitmen afektif, komitmen kontinu, dan komitmen normative. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Kepala sekolah sudah menjalankan perannya sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator (EMASLIM); Guru sudah menunjukkan komitmen afektif, komitmen kontinu, dan komitmen normative; dan Peran kepala sekolah sebagai educator, manajer, supervisor dan leader terbukti lebih dominan dalam meningkatkan komitmen guru
Evaluasi Program Diklat Mediator Hubungan Industrial Ketenagakerjaan Kemenakertrans RI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan Mediator Hubungan Industrial di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP yaitu Context, Input, Process, dan Product. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Sumber data dalam penelitian ini adalah semua pihak yang terlibat langsung dalam program pendidikan dan pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur yang dilengkapi dengan data sekunder berupa dokumen. Hasil evaluasi komponen konteks menunjukkan bahwa keberadaan program pelatihan Mediator Hubungan Industrial didasarkan pada beberapa kebijakan dan analisis kebutuhan pelatihan. Hasil evaluasi komponen input menunjukkan bahwa PPSDM menyiapkan semua input yang dibutuhkan, mulai dari anggaran, SDM, kurikulum program dan infrastruktur. Hasil evaluasi komponen proses menunjukkan bahwa program pelatihan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Selanjutnya hasil evaluasi komponen produk menunjukkan bahwa hasil capaian program diklat sudah sesuai dengan tujuan, hal ini dibuktikan dengan nilai kelulusan peserta diklat yang tinggi
Implementasi Metode STEAM Terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun di Paud Alpha Omega School
Pendidikan anak usia dini (PAUD) semakin berkembang dari waktu ke waktu, sebagian besar keberhasilan pembelajaran di tentukan oleh pendidik dengan menggunakan metode-metode yang berpusat pada anak (Student-centered learning). Salah satu metode pembelajaran bermuatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Math). Penerapan metode bermuatan STEAM memberikan waktu untuk anak usia dini berfikir lebih luas dalam pemecahan masalah Ketika aktifitas pembelajaran berlangsung, dimana anak-anak memiliki pengalaman-pengalaman belajar yang bermakna melalui lingkungan sekitar. Metode STEAM sangat bermanfaat bagi anak usia dini karena dapat menimbulkan imajinasi-imajinasi alamiah dari proses pengamatan langsung dan menambah pengetahuan anak serta akan lebih kreatif. Tujuan dari penerapan metode bermuatan STEAM adalah menghasilkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan mengembangkan daya nalar serta kemandirian anak melalui kegiatan proses pembelajaran. Dalam hal ini pendidik sebagai fasilitator untuk mengembangkan dan menerapkan metode STEAM serta mengesplorasi anak untuk memenuhi rasa keingintahunnya juga melakukan pembisaan-pembiasaan guna melatih kemndiriannya
The Difficulties and Strategies of Asian EFL Learners in Studying Abroad Context
This article reports on the language learning of Asian English learners in Australia as a target language community. This study's research topic is the difficulties or challenges, and strategies used by the Asian students. Five international Master of Applied Linguistics and TESOL students from China, Japan, Myanmar, and Vietnam are the participants of this study. The data were collected through observation, interview and documentation. The findings of this qualitative study demonstrate that the participants faced some level of difficulty or struggle in all macro skills for a variety of reasons. Surprisingly, the majority of the individuals struggled in speaking skill in the target language community. In terms of learning strategies, the participants used a variety of strategies and made use of their social relationships to aid their learning. Their second preferred strategy is cognitive, followed by metacognitive, which is only used by two participants in dealing with their learning problems
Proses Berpikir Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Pemfaktoran
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam pemecahan masalah pemfaktoran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah memiliki perbedaan dan persamaan dalam memecahkan masalah matematika. Perbedaan tersebut, yaitu: (1) Siswa dengan tingkat kecerdasan tinggi mampu melihat dan mengamati soal dengan baik, bisa mengerjakan soal secara urut sesuai dengan prosedur dan teliti membaca soal. (2) Siswa dengan tingkat kecerdasan sedang kurang teliti dalam mengamati dan membaca soal, perlu sedikit arahan, kurang teliti dalam mengerjakan soal, akan tetapi masih bisa mengerjakan soal dengan caranya sendiri. (3) Siswa dengan tingkat kecerdasan rendah tidak teliti dalam mengamati dan membaca soal, kurang keinginan untuk mengarahkan diri mengerjakan soal dan tidak bisa membayangkan rumus apa yang akan dipakai dalam mengerjakan soal. Persamaannya yaitu: siswa masih berminat untuk mengerjakan soal pemfaktoran. Dari hasil tes tulis dan wawancara dapat disimpulkan bahwa dengan menganalisis kemampuan siswa memecahkan masalah matematika berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah maka dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa saat mengerjakan soal pemfaktoran pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Ngrambe Ngawi tahun pelajaran 2019/2020
Pengaruh Model Pembelajaran RQA dalam Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa
Pada pembelajaran dalam jaringan, pendidik perlu mengembangkan inovasi baru dalam pembelajaran daring agar dapat meningkatkan hasil belajar baik aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Salah satunya adalah model pembelajaran RQA. Adapun tujuan peneliti ini yaitu pengaruh pembelajaran daring dengan model RQA terhadap hasil belajar PKN materi nasionalisme mahasiswa semester II, PGSD Universitas Nusa Cendana, Kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental. Lokasi dalam penelitian ini adalah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nusa Cendana Kupang. Populasi dalam penelitian adalah Semester II Kelas A dan B yang berada di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nusa Cendana. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 mahasiswa kelas II A sebanyak 28 mahasiswa dan II B sebanyak 26 mahasiswa. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. , Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t. hasil perhitungan uji – t diperoleh nilai signifikansi yaitu 0.000 < 0.05. Hal ini berarti H0 ditolak sehingga kesimpulan yang dapat diberikan yaitu terdapat pengaruh pembelajaran daring dengan model RQA terhadap hasil belajar PPKN materi nasionalisme, mahasiswa semester II, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar