Progress in social development (E-Journal)
Not a member yet
78 research outputs found
Sort by
Kampungku Sehat: A Social Economic Impact Analysis on Community Based Empowerment: Kampungku Sehat: Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pemberdayaan Berbasis Komunitas
The discourse and practices of corporate social responsibility continues to increase. Business entities are no longer only required to carry out corporate social responsibility activities but are urged to measure the impact of various CSR programs that have been carried out. Therefore, researchers are interested in conducting a study of the socio-economic impact on the company's CSR programs. This research was conducted in Yogyakarta, precisely the Kampungku Sehat: Kompak Maju’s program. The program is one of the CSR programs of PT Pertamina (Persero) DPPU Adisutjipto. This study used quantitative methods (surveys) and interviewed thirteen respondents. The results of the study concluded that the Kampungku Sehat: Kompak Maju’s program has “good” level and feasibility with an index value of 2.97 and a value conversion of 74.21%. This indicates that the program is successful with minor improvements or adjustment and allows it to be continued and disseminated as a best practice for other business entities.
Diskursus dan praktik corporate social responsibility (CSR) terus mengalami peningkatan. Perusahaan tidak lagi hanya dituntut untuk melakukan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan saja, melainkan didesak untuk melakukan pengukuran dampak terhadap berbagai program CSR yang telah dilakukan. Oleh karena demikian peneliti tertarik untuk melakukan kajian dampak sosial ekonomi terhadap program-program CSR perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta, tepatnya program Kampungku Sehat: Kompak Maju. Program tersebut merupakan salah satu program CSR PT Pertamina (Persero) DPPU Adisutjipto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (suvei), dan mewawancarai tiga belas responden yang merupakan seluruh penerima manfaat program. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa program pemberdayaan Kampungku Sehat: Kompak Maju memiliki feasibilitas yang baik dengan nilai indeks 2.97 dan konversi nilai 74.21%. Hal tersebut menandakan bahwa program berhasil dengan sedikit perbaikan dan memungkinkan untuk dilanjutkan serta disebarluaskan sebagai sebuah best practices permberdayaan berbasis komunitas
SOCIAL CHANGES IN RURAL COMMUNITIES DUE TO MINING INDUSTRY ACTIVITES: PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT PEDESAAN AKIBAT AKTIVITAS INDUSTRI TAMBANG
Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan mengenai perubahan gaya hidup yang terjadi akibat kehadiran pertambangan bauksit di Desa Penyalimau, Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran pertambangan bauksit di Desa Penyalimau tentu membawa perubahan bagi desa tersebut, perubahan yang bersifat positif ataupun perubahan yang bersifat negatif. Penelitian ini bertujuan ingin memahami persepsi yang dimiliki oleh masyarakat terhadap kehadiran pertambangan bauksit di desa Penyalimau dan mengeksplorasi pola perubahan dari kehadiran pertambangan bauksit. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode tersebut dipilih sehingga dapat menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada di lapangan. Informan dalam penelitian ini diantaranya kepala desa, perangkat desa, tokoh adat, karyawan pertambangan bauksit dan masyarakat. Objek penelitian ini adalah “Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Ditengah Kehadiran Pertambangan Bauksit di Desa Penyalimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.” Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan gaya bahasa, perubahan gaya berpakaian dan perubahan status serta pola kepemilikan rumah dan kendaraan masyarakat di Desa Penyalima
Labor Polemics and A Comparison of Indonesian Labor Policies: Polemik Perburuhan dan Perbandingan Kebijakan Ketenagakerjaan Indonesia
Labor and social development are interdependent in terms of employment absorption directly to the reduction of unemployment, and alleviating poverty. There is some labor problematics in Indonesia, the urgent one is discrimination of women workers. The duality of the labor sector is also an important concern as it relates to the government's focus on realizing integrated economic’s development. In addition, government regulatory implementation still contains inconsistencies between national and international regulation and the existence of misappropriation due to impacts of decentralization. Thus, comparison between Indonesia and other countries workers condition might be used for further develoment view.
Tenaga kerja dan pembangunan sosial saling terkait dilihat dari adanya penyerapan tenaga kerja derdampak langsung kepada pengurangan angka pengangguran, dan berakhir pada turunnya angka kemiskinan. Banyaknya problematika di sektor tenaga kerja di Indonesia diantaranya adalah masih adanya diskriminsasi yang di dapatkan tenaga kerja wanita. Dualitas sektor tenaga kerja juga menjadi sorotan penting karena berkaitan dengan fokus pemerintah untuk mewujudkan pembangunan terintegrasi. Selain itu implementasi regulasi pemerintah masih mengandung inkonsistensi antara regulasi nasional dan internasional serta adanya penyelewengan pelaksanaannya karena dampak desentralisasi. Sehingga perbandingan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dan negara lain dapat digunakan sebagai pandangan pembangunan kedepannya
The Assumption of Adult Education (Andragogy) in Gita Wirjawan's Podcast With Maudy Ayunda: Modern Kartini Dares To Challenge The Status Quo [Endgame 53e25]: Asumsi Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy) Dalam Podcast Gita Wirjawan Bersama Maudy Ayunda: Kartini Modern Berani Tantang Status Quo [Endgame 53e25]
The purpose of this research is to find the assumptions of adult education (andragogy) in Gita Wirjawan's podcast with Maudy Ayunda. This research uses a qualitative approach with content analysis. The documentation material in this research is a podcast video with the title Maudy Ayunda: Kartini Modern Berani Tantang Status Quo [Endgame 53E25] with a duration of 1 hour 29 minutes 15 seconds and taken from the YouTube video sharing site. The total dialog related to adult assumptions is 30 points, including three assumptions, namely the assumption of knowledge needs, self-concept assumptions, and motivational assumptions. Meanwhile, three other assumptions such as experience, learning readiness and learning orientation did not appear. Of the 30 dialog points, the most common is the assumption of knowledge needs with 13 points, while there are 9 dialog points each containing self-concept assumptions and motivational assumptions. But the three assumptions are all continuous with each other.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan asumsi pendidikan orang dewasa (andragogy) dalam podcast Gita Wirjawan bersama Maudy Ayunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten atau isi. Bahan dokumentasi dalam penelitian ini adalah video podcast dengan judul Maudy Ayunda : Kartini Modern Berani Tantang Status Quo[Endgame 53E25] dengan durasi 1 jam 29 menit 15 detik serta diambil dari situs video berbagi youtube. Total dialog yang berkaitan dengan asumsi orang dewasa terdapat 30 poin yang diantaranya memuat tiga asumsi yaitu asumsi kebutuhan pengetahuan, asumsi konsep diri, dan asumsi motivasi. Sedangkan tiga asumsi lain seperti pengalaman, kesiapan belajar serta orientasi belajar tidak mucul. Dari 30 poin dialog yang paling banyak muncul adalah asumsi kebutuhan pengetahuan sebanyak 13 poin, sedangkan poin dialog yang memuat asumsi konsep diri dan asumsi motivasi masing-masing terdapat 9 poin. Tetapi dari ketiga asumsi tersebut seluruhnya berkesinambungan antara satu sama lain
Review of Corporate Social Responsibility (CSR) Regulations in Supporting Development in West Java: Kajian Regulasi Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Mendukung Pembangunan di Jawa Barat
In improving the quality of development in West Java, the local government involves the social responsibility of companies through the regulation of Corporate social responsibility policies/corporate environmental social responsibility/environmental development partnership programs in West Java along with optimization in its implementation. In this study, researchers used descriptive research methods with qualitative approach methods, and data collection techniques using literature studies. The data analysis used is the SWOT analysis method so that it is found things that are strengths in West Java's CSR regulatory policies, weaknesses, opportunities in improving the quality of their implementation and threats that can hinder the implementation of CSR in supporting development in West Java.
Dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Jawa Barat, Pemerintah Daerah melibatkan kewajiban sosial dari perusahaan-peusahaan melalui regulasi kebijakan mengenai program Corporate Social Responsibility (CSR) di Jawa Barat berikut dengan optimalisasi dalam implementasinya. Dalam kajiannya, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitiannya dan menggunakan metode penelitian deskriptif, untuk pengumpulan data menggunakan studi literatur/kajian kepustakaan. Teknik analisis datanya menggunakan metode analisis SWOT sehingga ditemukan hal-hal yang menjadi keunngulan dalam kebijakan regulasi CSR Jawa Barat, kelemahan, peluang dalam peningkatan kualitas pelaksanaannya dan ancaman yang dapat menghambat implementasi CSR tersebut dalam mendukung pembangunan di Jawa Bara
SOCIAL IMPLICATIONS OF FORCED DISPLACEMENT VILLAGE COMMUNITIES IN BUNDUNG LAUT (CASE STUDIES OF INTERNTATONAL PORT KIJING DEVELOPMENT: IMPLIKASI SOSIAL AKIBAT PEMINDAHAN PAKSA MASYARAKAT DESA BUNDUNG LAUT (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PELABUHAN INTERNASIONAL KIJING)
Migrasi dibedakan menjadi dua yakni migrasi sukarela dan migrasi paksa. Dalam migrasi paksa terdapat migrasi yang sulit dihitung yakni migrasi paksa akibat pembangunan. Di Indonesia sendiri terutama di Kalimantan Barat terdapat pembangunan pelabuhan yang bernama Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja implikasi sosial akibat pemindahan paksa masyarakat Desa Bandung Laut dalam pembangunan Internasional Pantai Kijing. Teori yang digunakan adalah teori perspektif komparatif Harrell-Bond dan Voutira yang mengatakan bahwa konsekuensi dari migrasi paksa adalah kemiskinan. Peneliti memilih menggunakan metode pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dengan metode wawancara kepada informan yang merupakan masyarakat terdampak dan ditentukan melalui melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembangunan Pelabuhan Kijing menimbulkan dampak, baik dibidang ekonomi, sosial budaya dan pendidikan. Di bidang ekonomi, pembangunan ini mengakibatkan pemindahan paksa terkait dengan alih fungsi lahan yang digunakan untuk pembangunan pelabuhan sehingga masyarakat kehilangan tempat tinggal dan terbatasnya sumber mata pencaharian terutama yang dialami oleh nelayan-nelayan tradisional. Di bidang sosial budaya dampak dari pembangunan tersebut yakni perubahan perilaku masyarakat menjadi konsumtif. Sedangkan di bidang pendidikan diharapkan dapat meningkat dengan melalui CSR dari PT Pelindo yang memberikan beasiswa bagi anak yatim dan anak berprestasi
THE IMPLEMENTATION OF LAW NUMBER 30 OF 2014 ON GOVERNMENT ADMINISTRATION: SUPPORT, CRITICS AND APPLICATION OF THE LAW: IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAH: DUKUNGAN, KRITIK, SERTA PENERAPAN UNDANG-UNDANG
Undang-Undang Administrasi Pemerintah (UU AP) diciptakan untuk meningkatkan kinerja administrasi pemerintahan. Kepada masyarakat, UU AP ini memberikan penjaminan bahwa setiap keputusan yang dibuat harus sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Kepada aparatur negara, undang-undang ini memberikan perlindungan tuntutan pidana atas kebijakan yang telah mereka ambil apabila telah dibuat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, secara prinsip UU AP ini disusun untuk memberikan kepastian hukum dan ketenangan bagi kedua pihak. Tetapi pada pelaksanaannya, masih banyak hal yang perlu dikembangkan lagi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Selain itu, untuk memahami konteks dari implementasi UU AP ini, dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap 1 (satu) contoh studi kasus. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, penelitian ini merekomendasikan agar dapat dilakukan 2 (dua) hal yaitu dilakukan harmonisasi antara UU AP dengan undang-undang atau peraturan terkait lainnya, serta disusun kerangka kelembagaan yang akan menindaklanjuti hasil keputusan sengketa atas administrasi negara
FARMERS' SOCIO-ECONOMIC DEVELOPMENT AS AN INDICATOR OF COMMUNITY DEVELOPMENT SUCCESS: PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI PETANI SEBAGAI INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Pembangunan masyarakat adalah suatu bentuk perubahan sosial yang direncanakan dan di arahkan sedemikian rupa sehingga masyarakat mengubah fungsi lahan pribadi mereka. Seperti para petani di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada awalnya para petani di Desa Durian ini bermata pencaharian sebagai petani karet, dan sekarang berubah menjadi petani buah-buahan dan sayuran, karena harga karet yang terus-menerus menurun. Bagi Rostow, pertumbuhan ekonomi akan tercapai jika didampingi dengan perubahan-perubahan lain dalam masyarakat. Rostow berpendapat bahwa kemajuan pada sektor pertanian memiliki peranan yang penting dalam masa peralihan saat akan mencapai tahapan tinggal landas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan data penelitian secara relevan berdasarkan literatur dan informasi yang diperoleh, sehingga diperoleh gambaran objek penelitian yang jelas dan akurat. Penelitian memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat desa. Dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian di sektor pertanian. Begitu pun di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, pertanian menjadi salah satu sektor perekonomian yang banyak di tekuni oleh masyarakat. Sebagian besar masyarakat Desa Durian bermata pencaharian sebagai petani karet, dan buruh bangunan
Empowerment of Housewives in Processing Bawis Fish Chips in The Home Industry Abadi Rasa: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Pengolahan Keripik Ikan Bawis Pada Industri Rumahan Abadi Rasa
ABSTRACT:
This study aims to describe the process of empowering the processing of bawis fish chips and the results of empowering housewives at the Abadi Rasa Home Industry, Gunung Telihan Village, Bontang City. This research uses a qualitative descriptive use of data carried out by observation methods, interviews, and documentation studies with the research subjects being the owners of the Abadi Rasa Home Industry and the mothers of members of the Abadi Rasa Home Industry. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data uses source tringulation and triangulation techniques. The results of the research in this study are the process of empowering housewives in the processing of bawis fish chips consisting of three stages, namely the awareness stage by means of socialization, the stage of knowledge transformation using training with a practical approach.
ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan pengolahan keripik ikan bawis dan hasil dari pemberdayaan ibu rumah tangga pada Home Industry Abadi Rasa, Kelurahan Gunung Telihan Kota Bontang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif penggunaan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan subjek penelitian adalah pemilik Home Industry Abadi Rasa dan ibu-ibu anggota Home Industry Abadi Rasa. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan tringulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah Proses pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pengolahan keripik ikan bawis terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap penyadaran dengan cara sosialisasi, tahap transformasi pengetahuan menggunakan pelatihan dengan pendekatan praktek. tahap pemandirian dengan pendampingan dan pemberian kuasa untuk mandiri
Impact of Corporate Social Responsibility on Social Economic Changes in Belibak Village Community: Dampak Corporate Social Responsibility Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Belibak
ABSTRACT:The activities of a company can have a big impact on the community around its operating area, changes in socio-economic patterns are one of the impacts that are quite real on the community, these changes can lead to good or bad. The Corporate Social Responsibility (CSR) activity in Belibak Village is one clear evidence of a change in the socio-economic pattern of the community around the corporate area. This study aims to describe how CSR activities have a direct impact on people's lives and describe how these activities began to change the way of life of the Belibak Village community. This research was arranged in a qualitative method with an ethnographic field methodology, data collection was carried out directly for 2 months (1 September – 1 November 2021) in Belibak Village, Kec. Palmatak, Anambas Islands. The result in the case of Belibak Village is that this CSR activity has changed the socio-economic pattern of the community affected by the sustainable development program.
ABSTRAK:Aktivitas suatu perusahaan bisa membawa dampak besar terhadap masyarakat disekitar wilayah operasinya, perubahan pola sosial ekonomi merupakan salah satu dampak yang cukup nyata terhadap masyarakat, perubahan ini bisa mengarah baik ataupun buruk. Aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Belibak salah satu bukti nyata terjadinya perubahan pada pola sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana aktivitas CSR berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan mendeskripsikan bagaimana aktivitas ini mulai mengubah tatanan hidup masyarakat Desa Belibak. Penelitian ini disusun dalam metode kualitatif dengan metodologis lapangan Etnografi, pengambilan data dilakukan langsung selama 2 bulan (1 September – 1 November 2021) di Desa Belibak, Kec. Palmatak, Kepulauan Anambas. Hasilnya pada kasus Desa Belibak aktivitas CSR ini telah mengubah pola sosial ekonomi masyarakat yang terdampak program pembangunan berkelanjutan