Progress in social development (E-Journal)
Not a member yet
78 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF THE PT PERTAMINA EP SANGATTA FIELD COMMUNITY DEVELOPMENT MODEL IN PENGEMBANGAN TANI HUTAN KELULUT SANGATTA (PROLEKTA) PROGRAM: ANALISIS MODEL PENGEMBANGAN MASYARAKAT PT PERTAMINA EP SANGATTA FIELD DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN TANI HUTAN KELULUT SANGATTA PROLEKTA
Konsep Corporate Social Responsibility telah diterapkan oleh berbagai perusahaan sebagai strategi dalam berperan aktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar perusahaan. Pertamina EP Sangatta Field melalui Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) ikut memberikan andil dalam peningkatan ekonomi dan pelestarian hutan di wilayah Sangatta Selatan yang menyasar kepada Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn di Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan riset ini untuk menganalisa model pengembangan masyarakat secara detail dan mendalam pada PROLEKTA yang mengupayakan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi kelompok tani hutan kelulut di wilayah Desa Sangatta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn. Hasil dari penelitian ini adalah Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) oleh Pertamina EP Sangatta telah mengimplementasikan tiga model pendekatan yaitu melalui masyarakat lokal, perencanaan sosial, dan aksi sosial yang diwujudkan dalam terobosan Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura yang berfokus pada dampak ekonomi dan lingkungan di Desa Sangatta Selatan. Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) oleh Pertamina EP Sangatta dapat dijadikan referensi model pengembangan Edu-Wisata yang baik bagi perusahaan maupun kelompok tani lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ikut serta melindungi dan menjaga lingkunga
THE ROLE OF SOCIAL SERVICES AND COMMUNITY EMPOWERMENT IN HANDLING CHILDREN OF STREET VENDORS ON M. YAMIN STREET AND JUANDA STREET, SAMARINDA CITY: PERAN DINAS SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN ANAK-ANAK PEDAGANG ASONGAN DI JALAN M. YAMIN DAN JALAN JUANDA KOTA SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan peran Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dalam menangani anak-anak pedagang asongan di Jalan M. Yamin dan Jalan Juanda Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan teori peran Jim Ife, yang mencakup peran fasilitasi, edukasi, representasi, dan teknis. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Untuk mengidentifikasi informan penelitian menggunakan metode purposive dan accidental sampling. Data primer dan sekunder adalah bagian dari sumber data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Kemudian, data dievaluasi melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial berfungsi sebagai fasilitator dan bekerja sama dengan panti asuhan untuk menyediakan fasilitas setiap tahun. Edukasi mereka menawarkan pendidikan formal dan nonformal. Perwakilan Dinas Sosial bekerja sama dengan lembaga masyarakat seperti satpol PP, kepolisian, dan masyarakat. Selain itu, pendataan teknis dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP)
SUSTAINABLE ZERO WASTE MANAGEMENT SYSTEM IN THE SILVOFISHERY CSR PROGRAM - KUPS AGROFORESTRY LESTARI GUNUNG SELATAN PT PERTAMINA PATRA NIAGA FT TARAKAN: SUSTAINABLE ZERO WASTE MANAGEMENT SYSTEM DALAM PROGRAM CSR SILVOFISHERY - KUPS AGROFORESTRY LESTARI GUNUNG SELATAN PT PERTAMINA PATRA NIAGA FT TARAKAN
Pakan merupakan hal yang krusial dalam budidaya perikanan karena membutuhkan 60-70% biaya operasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi paradigma sustainable zero waste management system dalam praksis program CSR Silvofishery yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari wawancara mendalam, observasi, studi dokumen. Uji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode triangulasi sumber dengan data yang diperoleh. Temuan dalam penelitian ini meliputi, 1) diversifikasi produk olahan hasil perikanan berbasis zero waste berupa pakan limbah ikan bandeng menjadi solusi permasalahan pakan yang mahal yang telah dilakukan oleh KUPS Agroforestry Lestari Gunung Selatan dibawah dampingan PT Pertamina Patra Niaga FT Tarakan 2) Manufacturing (pelatihan), Product Development (pemanfaatan limbah ikan), Downstreaming (produksi olahan pakan ikan) 3) Program Silvofishery memaksimalkan potensi di masyarakat yang mampu menciptakan perubahan bagi lingkungan, sosial dan ekonomi
IMPACT OF STREET VENDORS' RELOCATION ON DERMAGA WISATA SANGGAM TANJUNG REDEB DISTRICT BERAU REGENCY: DAMPAK RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI DERMAGA WISATA SANGGAM KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Dermaga Wisata Sanggam Berau ke Jalan Pemuda, serta menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari persepsi PKL yang direlokasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, melibatkan sepuluh informan yang terdiri dari informan kunci dan utama. Hasil penelitian menunjukkan relokasi PKL merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Berau berdasarkan adanya peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan dermaga. Area parkir dermaga Sanggam yang sebelumnya digunakan PKL untuk berjualan harus difungsikan kembali secara penuh untuk parkir kendaraan pengguna dermaga. Lokasi baru yang berada di Jalan Pemuda dianggap kurang strategis dan sempit sehingga memberikan dampak negatif terhadap para pedagang, meliputi penurunan pendapatan dan ketidakstabilan aktivitas jual beli. Meskipun demikian, terdapat dampak positif seperti peningkatan keamanan, hubungan sosial antar pedagang, serta kepastian hukum. Penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Daerah Berau melakukan evaluasi dan merumuskan strategi relokasi yang lebih baik, serta mempertimbangkan untuk merevisi kebijakan terkait wilayah wisata kuliner agar lebih mendukung kegiatan usaha PKL
DEVELOPMENT OF SYSTEMIC CHANGE THROUGH THE ASA BERGENDING SOCIAL INNOVATION PROGRAM: PENGEMBANGAN PERUBAHAN SISTEMIK MELALUI PROGRAM INOVASI SOSIAL ASA BERGENDING
Program ASA BERGENDING merupakan inovasi sosial yang dirancang untuk memberdayakan perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Mengadopsi kerangka kerja enam tahap inovasi sosial, program ini dimulai dengan pemetaan sosial yang mengidentifikasi 30 perempuan penyintas KDRT yang mengalami penurunan rasa percaya diri dan isolasi sosial. Program ini kemudian mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang terintegrasi, seperti pelatihan keterampilan, pengelolaan bank sampah, dan pendirian UMKM, yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan keluarga. Pada tahap implementasi, program ini berhasil mendirikan 1 Bank Sampah Induk dan 12 Bank Sampah Unit, mendukung legalitas 64 UMKM, serta melakukan revitalisasi lahan-lahan non-produktif menjadi kebun pangan lokal (Bungalo). Dengan pendekatan partisipatif, Program ASA BERGENDING menciptakan dampak signifikan, termasuk peningkatan partisipasi sosial dan ekonomi penyintas KDRT, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu KDRT, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Program ini tidak hanya menciptakan perubahan sistemik di Kelurahan Gending, tetapi juga menjadi model pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan
REVIEW OF INFORMAL SOCIAL PROTECTION INNOVATIONS IN MUTUAL AID AND MICROINSURANCE: REVIEW INOVASI PERLINDUNGAN SOSIAL INFORMAL PADA GOTONG ROYONG DAN ASURANSI MIKRO
Kemunculan pandemi COVID-19 disertai digitalisasi membuat masyarakat melakukan adaptasi dan inovasi. Hal ini dapat dilihat pada perlindungan sosial informal. dimana konsep lokal memasukkan teknologi dan melakukan restrukturasi kelembagaan. Tulisan ini bertujuan untuk melihat motif inovasi perlindungan sosial informal pada masa pandemi. Untuk mencapai tujuan itu kami menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis dengan mengkaji literature penelitian darii basis data jurnal. Temuan menunjukkan jika motif inovasi perlindungan sosial informal cenderung mengarah pada ekonomi walaupun ada motif lain seperti kesehatan dan sosial. Inovasi ini memiliki potensi jangka pendek dan jangka panjang. Inovasi bertahan dalam jangka pendek jika pola-pola sebelum pandemi masih lebih unggul. Adapun dapat berefek jangka panjang jika inovasi ini mampu membuat perlindungan sosial informal bertahan dan maju. Kami menilai jika inovasi berupa penggunaan teknologi hanya sebagai media perlindungan sosial informal dan esensinya terletak pada nilai-nilai yang ada pada konsep itu. Keterbatasan perlindungan sosial informal perlu dipertimbangkan sehingga konsep ini perlu berkolaborasi dengan perlindungan sosial forma
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF ADIPALA COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE ADIPALA BATIK VILLAGE PROGRAM: EVALUASI PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADIPALA MELALUI PROGRAM KAMPUNG BATIK ADIPALA
Upaya memberikan dampak signifikan terhadap proses pengembangan diri masyarakat di Indonesia masih dibarengi dengan ketidakberdayaan kelompok rentan dalam mengakses fasilitas pengembangan diri. Namun, pendekatan inklusif telah menjadi tujuan bersama berbagai pemangku kepentingan dalam melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan kemandirian dalam proses pembangunan. PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala menggagas cara baru dalam memaksimalkan potensi masyarakat dengan menyelenggarakan Program Kampung Batik Adipala. Inisiatif program ini lahir pada tahun 2021 dan telah berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Desa Adipala. Artikel ini membahas tentang evaluasi terhadap pengembangan Program Kampung Batik Adipala dari tahap awal hingga pencapaiannya yang menciptakan perubahan sistemik. Pendekatan yang digunakan membahas Program Kampung Batik Adipala ini menggunakan metode kualitatif. Sejalan dengan hal tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampung Batik Adipala telah melalui proses bertahap dan inklusif dalam proses pemberdayaan kelompok rentan di Desa Adipala. Berlandaskan kegiatan inovatif di bidang industri kreatif, Program Kampung Batik Adipala berhasil membawa perubahan yang sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf hidup multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan
ANALYSIS OF THE COMMUNITY EMPOWERMENT MODEL OF PT PERTAMINA PATRA NIAGA AFT BIL IN OVERCOMING THE REDUCTION OF STUNTING RATES IN PENUJAK VILLAGE WEST PRAYA DISTRICT CENTRAL LOMBOK REGENCY: ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PT PERTAMINA PATRA NIAGA AFT BIL DALAM PENANGGULANGAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Berbagai riset yang membahas seputar Stunting di negara berkembang khususnya di Indonesia membidik prevalensi stunting yang masih berada di angka 30,8% di atas rata-rata prevalensi dunia yaitu 22,2%. Di negara lain seperti Ethiopia 52,4%, di susul peringkat berikutnya Congo sebesar 40% dan Afrika yang menduduki angka stunting sebesar 34,5%. Kondisi tersebut masih jauh dari angka yang ditetapkan oleh Word Health Organization yang menargetkan angka stunting kurang dari 20%. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada Balita yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama dan diakibatkan dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang. Stunting disebabkan karena gizi buruk saat ibu hamil, anemia pada masa kehamilan, tidak mendapatkan ASI eksklusif, anak kurang mendapatkan nutrisi saat MPASI, sanitasi buruk, diare berulang, tidak rutin imunisasi, bayi prematur, praktik pengasuhan kurang baik, dan kemiskinan. Sedangkan Balita stunting berdampak pada meningkatnya risiko mortalitas dan morbiditas, rendahnya kemampuan kognitif, risiko penyakit kronis saat dewasa, gangguan kesehatan reproduksi hingga rendahnya produktivitas. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat mencapai 32,7% atau sebesar 1,3% dari angka stunting pada tahun 2021. di Kabupaten Lombok Tengah prevalensi angka stunting menduduki angka 37% berdasarkan data e-PPGM per Agustus 2022. Tingginya angka tersebut mendapatkan atensi dari berbagai pihak salah satunya dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL sebagai perusahaan BUMN yang berkontribusi dalam pengurangan prevalensi stunting di desa Penujak kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggabungan teknik pengambilan data secara purposive sampling pada penerima manfaat program. Hasil temuan dari model pemberdayaan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL menerapkan model komprehensive yang mampu dijadikan sebagai contoh pelaksanaan program bebas stunting di Indonesia. Melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) selama 12 bulan menghasilkan peningkatan Gizi sebesar 47% pada tahun 2024
FISHERMAN COMMUNITY SATISFACTION ANALYSIS TOWARDS PERTAMINA REFINERY UNIT DUMAI CSR PROGRAM: ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP PROGRAM CSR PERTAMINA REFINERY UNIT DUMAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan masyarakat nelayan terhadap program CSR yang dilakukan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai di sektor kelautan dan perikanan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada anggota Kelompok Nelayan Tuna. Peneliti menggunakan pedoman Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen Pan & RB) No. 14 tahun 2017 dalam menyusun indikator untuk mengukur indeks kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan indeks kepuasan masyarakat nelayan terhadap program CSR KPI RU II Dumai sebesar 3,43 atau 86,31 setelah dikonversi. Interpretasi dari hasil tersebut adalah bahwasanya masyarakat “Sangat Puas” dengan kinerja CSR KPI RU II Dumai di sektor kelautan dan perikanan. Namun, perusahaan perlu memperkuat komunikasi dan fleksibilitas terkait pengembangan program CSR, sehingga program yang ada sesuai dengan kebutuhan, dapat menyelesaikan masalah, serta mengakomodir kepentingan masyarakat
Tourism Development Through Indonesia – France Cooperation 2011-2016: Pembangunan Pariwisata Melalui Kerjasama Indonesia - Perancis Tahun 2011-2016
As one of the most significant sectors in supporting the economy of a state, tourism sector is constantly advanced through cooperation with other states. The huge amount of economic distribution makes this sector essential in global economy. This must also affect Indonesia and France as two among many states which are quite popular as destination for overseas tourists. For Indonesia, French touristsis among the top of European travelers, though for France itself, Indonesian tourists only on placed on the fifth rank among Asians. Therefore, this circumstance drives both states to cooperate in advancing quantity and quality of tourism from Indonesia to France, vice versa. Furthermore, this research will elaborate tourism development through the cooperation between Indonesia and France in 2011-2016. This cooperation covers 6 areas which later rendered through three Joint Working Groups until 2016. The results shows that the cooperation increase the number of French tourist visit to Indonesia, and vice versa Indonesia to France. Nevertheless, in practice, there were still several points of cooperation that had previously been on the agenda in the JWG could not be implemented optimally.
Sebagai salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung perekonomian suatu negara, sektor pariwisata terus dikembangkan melalui kerjasama dengan negara lain. Besarnya distribusi ekonomi menjadikan sektor ini penting dalam perekonomian global. Hal ini tentunya juga berimbas pada Indonesia dan Perancis sebagai dua di antara banyak negara yang cukup populer sebagai tujuan wisatawan mancanegara. Bagi Indonesia, wisatawan Prancis termasuk dalam top traveler Eropa, sedangkan untuk Prancis sendiri, wisatawan Indonesia hanya menempati peringkat kelima di antara orang Asia. Oleh karena itu, keadaan ini mendorong kedua negara untuk bekerja sama dalam memajukan kuantitas dan kualitas pariwisata dari Indonesia ke Prancis, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya, penelitian ini akan mengelaborasi pengembangan pariwisata melalui kerjasama antara Indonesia dan Perancis pada tahun 2011-2016. Kerja sama ini mencakup 6 bidang yang kemudian disalurkan melalui tiga Joint Working Groups hingga tahun 2016. Hasil studi memperlihatkan bahwa kerjasama ini meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia, dan sebaliknya Indonesia ke Perancis. Meskipun demikian, dalam praktiknya, sampai dengan tahun 2016 masih ada beberapa butir kerjasama yang sebelumnya sudah diagendakan dalam JWG namun belum bisa terlaksana dengan maksimal