Pusat Jurnal Mahasiswa UIN Ar-Raniry
Not a member yet
    361 research outputs found

    The View Of Efl Learners On Using Movie Subtitle In Teaching  Reading Comprehension

    Full text link
    This study examines the advantages of teaching reading comprehension by using movie subtitle. The aim of this study is to investigate the good points of movie subtitle in improving students’ reading comprehension. The results from test and questionnaire show that this technique support teaching reading. This can be proved that students’ result was sharply improved. It means that the increase from the pre-test and the post-test was 60 %. The findings from the analysis of questionnaire show most of the students provide positive responses about students’ reflection on learning by using this technique in which the fast majority (69 %) of them agreed that movie subtitle technique helps them in comprehending the reading and also get a new knowledge from it. Therefore, it can be concluded that movie subtitle provide strong effect on students’ reading score and positive influence for the

    Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Gaya Belajar Siswa: Studi pada MIN 18 Aceh Besar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa di MIN 18 Aceh Besar. Gaya belajar yang diteliti menggunakan model VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, melibatkan 35 siswa kelas VI. Data diperoleh melalui angket gaya belajar, observasi, dan kuesioner motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,9% siswa memiliki gaya belajar visual, 34,3% auditori, dan 22,8% kinestetik. Guru lebih dominan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, serta media visual sederhana. Sebanyak 57,1% siswa merasa metode pembelajaran sesuai dengan gaya belajarnya. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kesesuaian metode dengan motivasi belajar siswa (r = 0,59; p < 0,05)

    Dasar Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Perkara Penyalahgunaan Narkotika Berdasarkan Hukum Pidana Islam

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang penyalahgunaan narkotika dalam perspektif hukum positif Indonesia dan hukum pidana Islam dengan fokus pada analisis putusan Pengadilan Negeri Calang Nomor 25/Pid.Sus/2023/PN Cag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika serta bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pertimbangan hukum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum positif Indonesia, penyalahgunaan narkotika diatur secara komprehensif dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan sanksi yang berbeda-beda sesuai dengan klasifikasi pelaku. Hakim dalam memutus perkara mempertimbangkan aspek yuridis berupa penerapan pasal terkait dan aspek non-yuridis seperti faktor-faktor yang memberatkan dan meringankan hukuman. Sementara dalam perspektif hukum pidana Islam, meskipun narkotika tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber hukum utama, namun dianalogikan dengan khamr (minuman keras) yang jelas keharamannya. Para ulama berbeda pendapat mengenai jenis sanksi yang diberikan; sebagian berpendapat termasuk dalam jarimah hudud dengan sanksi cambuk seperti peminum khamr, sementara pendapat lain menyatakan termasuk dalam jarimah ta\u27zir yang sanksinya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim (ulil amri). Pendekatan ta\u27zir lebih sesuai dengan sistem hukum di Indonesia karena memberikan fleksibilitas bagi hakim untuk menetapkan sanksi yang mempertimbangkan aspek preventif, represif, kuratif, dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika memerlukan kerjasama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dengan pendekatan yang komprehensif untuk menciptakan keadilan dan kemaslahatan. Kata kunci : Penyalahgunaan Narkotika, Hukum Positif, Hukum Pidana Isla

    Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Hukuman Terhadap Pelaku Perdagangan Orang Dengan Tujuan Eksploitasi Seksual: (Putusan Nomor 232/Pid.Sus/2023/PN. Bna.)

    Full text link
    Perdagangan manusia merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa, hakim mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi putusan, termasuk pengurangan hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim terhadap pelaku perdagangan manusia dengan tujuan eksploitasi seksual berdasarkan Putusan No. 232/Pid.Sus/2023/PN. Bna. Bagaimana hukum pidana Islam memandang kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan hakim dalam kasus ini belum sepenuhnya mencerminkan ketentuan hukum yang berlaku. Hakim beranggapan bahwa tindakan terdakwa tidak mengandung unsur kekerasan atau ancaman, meskipun secara yuridis dan non yuridis unsur tindak pidana telah terpenuhi. Dalam perspektif hukum pidana Islam, pemberian hukuman yang ringan tidak dapat dibenarkan karena tidak terdapat alasan hukum yang sah untuk pembatalan hukuman

    Strategi Satuan Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tamiang dalam Pencegahan Kasus Khalwat

    Full text link
    Aceh Tamiang berada di ujung timur Provinsi Aceh berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara yang masyarakatnya banyak berimigrasi ke Aceh Tamiang sehingga menjadikan Aceh Tamiang Menjadi agama yang minoritas. Sehingga diakibatkan perubahan waktu dan kebiasaan yang terbawa dari Provinsi Sumatera Utara membuat banyaknya perbuatan Jarimah Khalwat di Aceh Tamiang. Oleh karena itu beberapa aparatur pemerintah ikut serta dalam menangani kasus tentang khalwat, seperti Satpol PP dan WH yang menyusun strategi pencegahan khalwat. Tujuan penelitian ini yaitu yang menjadi faktor pendorong terjadinya khalwat di Aceh tamiang dan bagaimana strategi Satpol PP dan WH di Aceh Tamiang dalam pencegahan khalwat, Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian adalah, faktor pendorong terjadinya khalwat di Aceh Tamiang karena kurangnya pengawasan yang diberikan orang tua terhadap anak, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Tentang Hukum Jarimah, Maraknya lokasi yang mendukung terjadinya khalwat dan dilindungi oleh oknum tertentu, kurangnya keimanan dan kurangnya ilmu agama dan Ketidak pedulian masyarakat terhadap orang-orang yang berdua-duaan. Strategi Satpol PP dan WH dalam pencegahan kasus khalwat yang merujuk  pada Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang khalwat. Strategi Penanggulangan khalwat tersebut berupa penyuluhan dan penerapan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Khalwat dan strategi dalam pencegahan khalwat tersebut di nilai cukup efektif

    Pembinaan Terhadap Anak Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh

    Full text link
    Perlindungan anak merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional, kasus anak sebagai korban penyalahgunaan narkotika di Banda Aceh, khususnya di LPKA Kelas II, menunjukkan fluktuasi dengan rata-rata 5 kasus per bulan pada tahun 2023-2024. Terdapat tiga rumusan masalah dalam penelitian ini, Pertama mengetahui bentuk pembinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh terhadap anak sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika; Kedua, mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh terhadap pembinaan anak sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika; dan Ketiga, mengetahui pembinaan bagi anak sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika dalam perspektik hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yuridis empiris, data dikumpulkan melalui wawancara dengan Kepala Seksi Pembinaan dan dan Satuan Pengamanan Tahanan/Narapidana.di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh, observasi, dan dokumentasi, dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi untuk menjamin validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan di LPKA Kelas II Banda Aceh mencakup pendidikan formal (paket A, B, C), pelatihan keterampilan, dan pembinaan kepribadian, keagamaan, serta sosial untuk membentuk moral dan kemandirian anak binaan, dengan dukungan kerja sama berbagai pihak. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, seperti ruang belajar dan sarana olahraga, serta kurangnya motivasi sebagian anak untuk berpartisipasi aktif. Dalam perspektif hukum Islam, pembinaan berfokus pada rehabilitasi melalui konsep ta’dib untuk memperbaiki moral, spiritual, dan sosial, sejalan dengan ajaran Islam meskipun fasilitas masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: Pembinaan Anak, LPKA Kelas II Banda Aceh, Hukum Isla

    Tinjauan Yuridis Penegakan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Perundungan Menurut UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak Dan Hukum Islam (Studi Kasus di Polresta Banda Aceh)

    Full text link
    The phenomenon of bullying, especially by children, occurs every year in Banda Aceh City and has a significant negative impact on both victims, perpetrators, and the surrounding environment. This issue requires an approach that is not only oriented towards justice for victims, but also on protecting the rights of children as perpetrators. By paying attention to the balance between justice for victims and protection for perpetrators, while supporting the main objective of the SPPA Law to guarantee the best interests of children. This research was conducted at the Banda Aceh Police as the location for the case study research. This study aims to determine the legal review of law enforcement against children as perpetrators of bullying crimes according to Law no. 11 of 2012 concerning the juvenile justice system and Islamic law, law enforcement efforts against children as perpetrators of bullying crimes at the Banda Aceh Police, and inhibiting factors in law enforcement against children as perpetrators of bullying crimes at the Banda Aceh Police. The research method used is a qualitative method with an empirical legal approach through interviews, literature studies, and documentation. The results of the study indicate that law enforcement against children as perpetrators of bullying in Banda Aceh City refers to the principle of restorative justice as regulated in the Juvenile Justice System Law. This approach prioritizes diversion rather than criminal punishment. However, there are several obstacles, such as minimal public awareness and lack of coordination between related parties in handling cases. From the perspective of Islamic Law, an educational approach and moral improvement are prioritized to prevent bullying behavior and improve the behavior of children as perpetrators

    Pengembangan Video Pembelajaran Materi Mawaris pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Banda Aceh Kelas XII

    Full text link
    This study aims to develop a learning video on mawaris material for class XII students of Madrasah Aliyah Negeri 2 Banda Aceh. The development was carried out using the ADDIE model which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Based on the results of validation by material experts and media experts, this learning video is declared very feasible to use. The application of the video in learning showed a significant increase in student understanding, as evidenced by the difference in the average scores of the pre-test and post-test which increased by 21 points. In addition, student responses to the learning media were very positive, indicating that the video was effective in helping students understand the abstract concepts of fiqh mawaris. This video is designed with a problem-based learning and multimedia learning approach, so that it can overcome students\u27 obstacles in understanding the calculation and distribution of inheritance. This innovation is in line with efforts to digitize education in madrasah and the need for information technology-based learning. With the results obtained, this learning video can be used as an alternative media in fiqh learning in madrasah and is expected to be implemented more widely to support the strengthening of Islamic legal literacy for the younger generation

    Efektivitas Terapi Kognitif-Perilaku Konvensional dan Berbasis Internet (iCBT) untuk Gangguan Makan: Tinjauan Perbandingan Berbasis Bukti

    Full text link
    Gangguan makan memerlukan pendekatan terapi yang efektif. Terapi kognitif-perilaku (CBT) konvensional telah terbukti efektif, sementara CBT berbasis internet (iCBT) menawarkan akses yang lebih luas. Tujuan tinjauan ini adalah membandingkan efektivitas CBT dan iCBT dalam penanganan gangguan makan seperti bulimia nervosa, binge-eating disorder, dan anoreksia nervosa. Sebanyak 18 studi RCT dan kuasi-eksperimental dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa CBT konvensional memberikan penurunan binge eating yang lebih besar (60–75%), perbaikan gejala psikologis, dan tingkat putus terapi lebih rendah (10–20%) dibandingkan iCBT yang menunjukkan efektivitas sedang (40–55%) dan drop-out lebih tinggi (25–40%). Namun, iCBT dengan dukungan terapis menunjukkan hasil yang mendekati CBT konvensional. Meta-analisis menunjukkan keunggulan signifikan pada CBT (p < 0,05). Kesimpulannya, meskipun CBT konvensional tetap paling efektif, iCBT dengan dukungan profesional merupakan alternatif yang menjanjikan dan mudah diakses untuk mengatasi gangguan makan

    Potential Of Indonesian Millennial Cash Waqf And Innovation

    Full text link
    Cash waqf is one of the potential financial instruments in supporting social and economic development in Indonesia. The millennial generation, with its strong connection to digital technology, has great potential to increase participation in cash waqf through digital innovation. This study aims to analyze the potential of cash waqf among the millennial generation in Indonesia and identify innovations that can enhance such participation. Through a descriptive approach and qualitative analysis of relevant literature, this study finds that technological innovations, such as digital platforms and mobile applications, can expand the reach and transparency of cash waqf management. The estimated potential of cash waqf from millennial participation ranges from IDR 684 billion to IDR 2.052 trillion per year, depending on the level of participation. The results of this study indicate that with the right approach, cash waqf can become a significant instrument to support sustainable development in Indonesia. Keywords: Cash waqf, millennial generation, innovation and digital technolog

    347

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Jurnal Mahasiswa UIN Ar-Raniry
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇