E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
DESAIN SARANA ANGKUT UNTUK PETANI GARAM
Proses panen adalah proses dimana para petani mendapatkan hasil dari pengelolahan sumber daya alam yang kemudian dijual untuk kebutuhan rumahan hingga sektor industri. Garam merupakan sebuah kristal berwarna putih yang memiliki rasa asin dan dihasilkan dari mengelolah serta membudidayakan air laut oleh para petani tambak. Hasil panen garam dibawa menuju gudang penyimpanan oleh para petani garam dari tambak menuju gudang penyimpanan menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor dengan berat muatan mencapai 180 Kg. Proses angkut hasil panen garam ini memiliki sebuah permasalahan dimana para petani menjadi terbebani dengan adanya muatan didepan dan menyebabkan kesulitan berbeblok hingga rasa sakit yang dirasakan oleh pengemudi karena harus menahan beban. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan mendesain sebuah sarana angkut untuk petani garam dalam mengangkut hasil panen garam. Data penelitian yang diambil guna menunjang penelitian ini adalah dengan mengunakan metode mix method atau metode campuran yang data nya diambil dengan wawancara, kuisioner, literatur seperti buku, jurnal, dan sumber website, observasi lapangan pada kegiatan panen dan angkut hasil panen oleh petani garam, serta simulasi pada desain, data tersebut kemudian dilakukan analisis oleh peneliti menggunakan analisis kebutuhan untuk melihat bagaimana kebutuhan desain terhadap produk yang desain pada penelitian ini guna menyelesaikan permasalahan pada proses angkut hasil panen garam oleh petani garam, selain itu konsep perancangan desain yang digunakan menggunakan minimalis utility dimana pada desain yang dibuat mengedepankan sisi fungsi dan kesederhanaan bentuk dibandingkan dengan aspek lainnya. Hasil desain akhir yang dibuat oleh peneliti kemudian dilanjutkan pada tahap produksi hingga uji coba produk untuk melihat bagaimana produk saat digunakan dilapangan oleh petani garam dan dapat memuat 3 karung dengan berat 180 Kg, serta dilakukan pameran yang dilakukan di kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya guna memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang hasil akhir dari penelitian ini
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP IMPLEMENTASI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BALIKPAPAN
The purpose of this research is knowing how the application of Statement of Finance Accounting Standard Number 16 in PDAM Balikpapan City. The approach taken in this thesis is to use a descriptive research approach where this method is used to see and describe the state of the company systematically, and then analyze it so that it can provide suggestions for the future, data collection techniques, namely interviews and documentation. This research was held in Perusahaan Daerah Air Minum Balikpapan City, St. Ruhui Rahayu 1. Based on the research, PDAM Balikpapan City is fully presented what Statement Of Finance Accounting Standar Number 16 saying
PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA DAN KAYU ULIN UNTUK PRODUK PERHIASAN WANITA
The development of a modern, dynamic, and fashionable lifestyle, Jewelry was born in the midst of human life, especially for women. Jewelry is a trinket or decoration that has a function as a tool to beautify or beautify oneself to make it look more attractive. The problem at this time is the lack of utilization of coconut shell and ironwood waste which is only burned or thrown away. The purpose of making this product is to utilize coconut shell and ironwood waste material into a jewelry product that has selling value and aesthetic value. This product design method starts from alternative sketches, developing selected designs to become final designs or final designs, with research methods through data obtained from questionnaires, until the final results of jewelry designs are obtained from coconut shell waste and wood with a wood connection system with glue, with finishing using varnish that shows the natural color of coconut shell and ironwood, which is brown. So the conclusion of this design is the design of jewelry from coconut shell waste and ironwood that can be used and has aesthetic value and selling value
Analisis Potensi Community Based Tourism Daya Tarik Wisata Tebing Koja
Pendekatan masyarakat (community approach) menjadi standar baku bagi proses pengembangan pariwisata di daerah pinggiran, dimana melibatkan masyarakat di dalamnya merupakan faktor yang sangat penting untuk menghasilkan kesuksesan terhadap produk wisata. Pariwisata berbasis kemasyarakatan atau Community Based Tourism merupakan salah satu konsep pengembangan suatu destinasi wisata lokal dimana masyarakat yang ada turut andil dalam perencanaan, pengelolaan dan juga memberi suara berupa keputusan dalam pembangunannya (Arifin, 2017). Berdasarkan pemaparan, tujuan dari penelitian ini adalh untuk mengetahui potensi community based tourism di Daya Tarik Wisata Tebing Koja.Jenis penelitian yang tim peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor “metode kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghadirkan data deskriptif beberapa kata kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati (Moleong, 2018). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian pengembangan aktivitas wisata di Tebing Koja dilakukan dengan cara wawancara. Tim penulis melakukan wawancara secara mendalam terhadap partisipan kunci yaitu pemilik asli dari objek wisata Tebing Koja. Daya tarik wisata Tebing Koja masih membutuhkan banyak perbaikan dan pengembangan. Adapun potensi community based tourism di Daya Tarik Wisata Tebing Koja ini dapat dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat sekitar
PENGARUH PENGGUNAAN STP OCTANE BOOSTER PADABAHAN BAKAR PERTAMAX TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA ENGINE TOYOTA
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsumsi bahan bakar Pertamax dan menghitung gas buang sebelum menggunakan campuran STP Octane Booster dan setelah menggunakan campuran STP Octane Booster pada Engine Toyota Sienta 1.500cc Dual VVT-i'. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bahan bakar Pertamax pada RPM 1000, 1500, 2000, dan 2500. Hitung konsumsi bahan bakar dan gas buang sebelum menggunakan campuran STP Octane Booster dan setelah menggunakan campuran STP Octane Booster dalam waktu 5 menit dan dengan 3 percobaan. Gas buang yang dihitung adalah HC, No, CO, CO2, O2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan STP Octane Booster berpengaruh kecil pada pembakaran bahan bakar, konsumsi bahan bakar dan gas buang. Terlihat bahwa setelah menggunakan campuran STP Octane Booster, konsumsi bahan bakar Pertamax sedikit lebih irit dibandingkan sebelum menggunakan STP Octane Booster dan tentunya lebih mengurangi polusi udara
ANALISA BEBAN STATIS UNTUK MEMAKSIMALKAN HASIL PUPUK CAIR PADA ALAT PEMBAKARAN SAMPAH
Sampah atau limbah merupakan suatu masalah pokok yang sedang terjadi saat ini. Proses pembakaran sampah di lingkungan terbuka dapat mengakibatkan pembakaran yang tidak terkontrol dan menyebabkan gangguan-gangguan di lingkungan sekitar. Pada penelitian ini peneliti merancang dan membuat alat pembakar sampah tanpa asap (incinerator) yang nantinya hasil dari pembakaran yaitu cairan TAR yang berfungsi sebagai pupuk cair untuk tanaman. dengan menggunakan tungku burner yang berbentuk ruangan persegi panjang sebagai sistem pembakaran utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja incinerator yang dibuat, parameter uji incinerator, temperatur tertinggi yang dihasilkan dari proses pembakaran yaitu limbah plastik kering dan daun kering serta kapasitas limbahyang bisa ditampung dalam ruang pembakaran (ruang chamber). Dari hasil rancang bangun alat pembakar sampah tanpa asap (incinerator) terdapat 5 bagian utama yaitu ruang pembakar utama yaitu tungku atau burner, Blower Penyedot asap, Pipa asap, tabung filterisasi atau pengurai asap, dan pompa air. Dengan spesifikasi ruang pembakar utama berdimensi 70 x 37.5 cm dengan volume sampah didalam ruang pembakaran 120 cm3 atau 7.5 Kg sampah dalam enam kali pembakaran serta temperatur tertinggi didalam ruang pembakaran 3000Cuntuk sampah daun kering dan 600 0C untuk sampah plastik kering adapun efesiensi alat incineratoryaitu 60 % sampah daun kering dan 5 % sampah plastik kering
ANALISA PERAWATAN MOTOR STARTER TIPE KONVENSIONAL PADA ENGINE TOYOTA INNOVA 2.4 G
Motor starter merupakan suatu komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk menghidupkan mesin pertama kali dengan cara mengubah energi listrik menjadi tenaga putar. Dimana sistem motor starterdigunakan untuk memutar poros engkol kemudian menggerakan torak-toraknya sehingga mesin dapat hidup. Umumnya mobil menggunakan motor listrik yang digabung dengan magnetic switchuntuk memindahkan gigi pinion yang berputar ke ring geardan dipasang mengelilingi roda gila serta dibaut pada poros engkol. Motor starter harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga kecil yang tersedia pada baterai yang mempunyai arus searah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu suatu metode yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan pada komponen-komponen motor starter pada Toyota Innova 2.4 G. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme kerja motor starter pada Toyota Innova 2.4 G. Hasil dari penelitian dan pengukuran yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen pada motor starter Toyota Innova 2.4 G masih dalam keadaan standar dan masih layak untuk dioperasikan
KINERJA RADIATOR ENGINE TOYOTA SIENTA 1.5 DUAL VVT-i TERHADAP COOLANT
Perkembangan teknologi pada bidang otomotif khususnya pada mesin, cepat mendorong kita untuk selalu belajar, salah satunya tentang sistem pendingin untuk mencegah terjadinya overheating pada mesin, oleh karena itu penulis membahas tentang perbandingan penggunaan water coolant (TMO) dan air keran terhadap kinerja kerja sistem pendingin engine. Tujuanya yang ingin di capai adalah untuk mengetahui perbandingan temperature Th1, Th2 dan temperaturre engine dengan menggunakan water coolant dan air keran. Hal ini menjadi sumber informasi bagi pengguna kendaraan dengan sistem pendingin menggunakan air. Proses pengambilan data sisi intlet radiator (Th), sisi outlet radiator (Th),dan temperature engine dengan menggunakan air keran dan water coolant. Pengambilan data di mulai dari putaran engine 1000rpm selama 15 menit, 1500 rpm, selama 15 menit, 2000 rpm selama 15 menit, 2500 rpm selama 15 menit dan diambil sebanyak 3 kali dalam waktu 5 menit Hasil yang dicapai penulis menunjukan bahwa dengan menggunakan air keran temperature sisi intlet radiator (Th2), sisi outlet (Th1), dan temperature engine pada putaran 1000 rpm didapat hasil Th1=78°C,Th2=70,67°CTE=83,67°C Putaran 1500 rpm Th1=86°C,Th2=80°C TE=90,67°C, putaran 2000 rpm T h 1 =87,33°C, Th2=79,33°C, TE=95,33°C, putaran 2500 rpm Th1=87°C, Th=82,67°C TE=97,33°C.Sedangkan menggunakan water coolant (TMO) temperature sisi intlet radiator (Th1),sisi outlet radiator (Th2) dan temperature engine pada Putaran 1000 rpm di dapat hasil Th1=74°C, Th2=69°C, TE=79°C,Putaran 1500 rpm Th1=83,67°C, Th2=78,67°C, TE=93,33°C,Putaran 2000 pm Th1=80,67°C,Th2=78,67°C,TE=90°C,Putaran2500rpm Th1=82°C, Th2=80,67°C, TE=92°
Analisis Penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability di Kawasan Wisata Kuliner Pasar Lama Tangerang
Kebijakan Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) ini dibagi berdasarkan panduan umum dan khusus yang menjadi syarat pengaplikasian pada rumah makan yang kemudian dilanjutkan dengan uji verifikasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Lembaga Sertifikasi dari Indonesia Sustainable Tourism Certification (ISTC) baik oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC) atau Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memperoleh legalitas rumah makan dapat beroperasi selama kondisi pandemi dengan adanya bukti labelling/sertifikasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan cleanliness, health, safety dan environmental sustainability di Kawasan Wisata Kuliner Pasar Lama Tangerang. Jenis penelitian yang tim peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan guna menjawab rumusan masalah. Beberapa kesimpulan tersebut terdiri dari :Sebagian besar pedagang yang berjualan di Wisata Kuliner Pasar Lama sudah memahami konsep dari penerapan CHSE yang dianjurkan pemerintah, para pedagang yang berjualan di Wisata Kuliner Pasar Lama dapat memahami, menyatakan pengetahuannya serta menjalankannya mengenai penerapan cleanliness atau kebersihan, para pedagang yang berjualan di Wisata Kuliner Pasar Lama dapat memahami, menyatakan pengetahuannya serta menjalankannya mengenai penerapan health atau Kesehatan, sebagian pedagang yang berjualan di Wisata Kuliner Pasar Lama dapat memahami, menyatakan pengetahuannya serta menjalankannya mengenai penerapan safety atau keselamatan.para pedagang yang berjualan di Wisata Kuliner Pasar Lama dapat memahami, menyatakan pengetahuannya serta menjalankannya mengenai penerapan Environmental sustainability atau kelestarian lingkunga, sosialisasi tentang CHSE belum dilakukan secara menyeluruh, berdasarkan hasil wawancara sebagian Narasumber belum mendapat sosialisasi mengenai penerapan CHSE
Mapping Strategy Development Of Traveler Destinations In Empowerment Local Community East Coast In South Sulawesi
Research carried out to identify, analyze, and orientation of the mapping strategy to support the development of tourism destinations empowering local communities and area-based tourism as its leading sector. The approach used is qualitative and quantitative mix techniques. The results showed that developments rating in Sinjai can be seen from 1) traveller, 2) traveller destination, 3) traveller activities, 4) of accommodation used, 5) traveller trips, 6) average expenditure, 7) characteristics of the traveller market. From the description of the results of the study has increased every year. This is because adequate infrastructure increasingly supported sights. The mapping showed an increase and expansion of the traveller area each year. Increased traveller destinations and the availability of adequate infrastructure provide the opportunity for local communities to take part in the tourism industry that contributes to the empowerment of local communities. The government's efforts in promoting the expansion of development opportunities in various sectors of the tourism sector strongly support the improvement of the economy and social life at the local community level.