E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
    861 research outputs found

    Pengaruh Penambahan Sirtu dan Kapur Pada Stabilitas Tanah Lempung Terhadap Daya Dukung Tanah Dasar Perkerasan Lentur

    Get PDF
    Tanah merupakan material utama dalam dunia konstruksi, karena semua bangunan akan bertumpu pada tanah. Ada beberapa jenis tanah yang bermasalah baik dari segi daya dukung tanah, salah satunya tanah lempung. Seperti tanah di daerah Desa Separi, Tenggarong Sebrang, Kutai Kartanegara yang tergolong tanah lempung sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjadi alternatif stabilisasi dan perkuatan tanah lempung dengan mencampurkan sirtu dan kapur. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi AASHTO termasuk dalam kelompok A-7-5. Sirtu yang digunakan sebagai bahan tambah pada penelitian ini diambil dari desa Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dan Kapur yang digunakan adalah kapur tohor. Variasi sirtu pada pengujian ini 15%, 20%, dan 25%, sedangkan variasi kapur 2%, 4%, dan 6%. Pada pengujian ini dilakukan uji kuat tekan bebas dan CBR untuk mengetahui nilai daya dukung tanah asli maupun tanah campuran. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penambahan sirtu dan kapur dapat memperbaiki daya dukung tanah, dengan pengujian kuat tekan bebas campuran 25% sirtu dan 4% kapur didapat nilai optimum qu 3,516 kg/cm2. CBR tanah campuran 25% sirtu dan 6% kapur dengan nilai 11,35% memenuhi syarat CBR tanah sebagai dasar perkerasan jalan minimal 6%

    Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Adukan Manual, Semi Dan Ready Mix

    Get PDF
    Dalam dunia konstruksi sekarang ini pekerjaan beton banyak digunakan dalam pembangunan proyek konstruksi.Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat, dan air, maupun perbandingan campurannya. Dalam pelaksanaan pekerjaan beton memiliki berbagai beberapa cara pengadukan seperti pengadukan beton dengan manual, semi (molen) dan ready mix.Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat benda uji dengan tiga cara pengadukan yang berbeda dengan kuat tekan beton rencana f’c 20 Mpa.Ketiga pengadukan ini digunakan dalam tergantung dari kondisi pekerjaan beton beserta memiliki kegunaan masing-masing.Berdasarkan hasil pengujian, analisis data, dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan, hasil pengujian dengan cara pengadukan Manual, Semi dan Ready Mix dengan kuat tekan rata-rata : 24,63 MPa, 30,58 MPa dan 30,86 MPa. Hasil penelitian menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan telah memenuhi target estimasi fc = 20 MPa

    PENGARUH DIAMETER ELEKTRODA LAS SMAW PADA BAJA ST 42 TERHADAP KEKUATAN TARIK (Studi Kasus Pegelasan pada Kerangka Bawah Bodi Kapal LCT): Effect of SMAW Welding Electrode Diameter on ST 42 Steel on Tensile strength (Case Study of Welding on the Underbody Framework of an LCT Ship)

    Get PDF
    Different electrode diameters will provide different heat input to the welding joint due to different amounts of electric current or different amperes. Heat input affects the strength of the welded joint because it affects the microstructure in the heat affected zone (HAZ). Large heat input will cause the HAZ to widen and grain coarsening which ultimately reduces the connection strength, so that electrodes with the same strength but different diameters will produce different connection strengths. After conducting research, the tensile strength of all weld metal from small diameter electrodes will be stronger than that of large diameter electrodes, namely Ø2.6 mm. The width of the heat affected area (HAZ) increases as the heat input increases. 2.85 for diameter 2, 6 mm and 4.15 for diameter 4.0, heat input due to differences in current consumption 15.45% for Ø2.6 mm and 24.25 % for Ø 4.0mm, Elongation of samples welded with small diameter electrodes Ø2.6 mm is greater than samples welded with large diameter electrodes, namely Ø 4.0mm and the connection strength drops greater if using electrodes Ø 4.0m

    Pelatihan dan Pelaksanaan Penentuan Titik-titik Kontrol GCP dengan GPS RTK Promark Field

    Get PDF
    Titik ikat atau biasa dikenal dengan istilah titik BM (Bench mark) merupakan titik referensi yang selalu digunakan oleh surveyor sebelum melakukan pengukuran, hal ini bertujuan supaya pengukuran ataupun pemetaan yang kita laksanakan sejalan dengan bidang referensi nasional yang mengacu kepada WGS 84 (World Geodetic System). Pada pengukuran / pemetaan dengan area yang sangat luas maka diperlukan beberapa titik BM sebagai kerangka pengukuran dan selanjutnya dibuat titik-titik kontrol bantuan sebagai acuan tambahan yang disebut dengan GCP (Ground Control Point). Untuk mendapatkan titik-titik BM ataupun GCP diperlukan GPS (Global Positioning System). Pada pelatihan ini digunakan GPS tipe Geodetic RTK Spectra Promark Field dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi (Orde 1). Survey lokasi / lapangan untuk menentukan letak/posisi titik-titik yang akan dilakukan pengamatan adalah hal yang sangat penting dan berapa banyak titik yang mesti dibuat tergantung kebutuhan. Pada pemasangan dan penentuan titik-titik di area Kampus Polnes targetnya adalah membantu mahasiswa Teknik Sipil pada paraktek Survey dan Pemetaan, terutama sekali pengukuran dengan wahana pemotretan dari udara (Drone) yang diperlukan banyak titik-titik GCP supaya nilai error / kesalahan pada orthomosaic dapat lebih diperkecil. Titik-titik yang telah dilakukan pengamatan GPS diberi tanda dengan membuat patok dari pipa pvc yang dicor dan ditanamkan sebagian kedalam tanah dan muncul dipermukaan tanah dibuat 30 cm

    Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah di Kelurahan Kemuteran, Gresik, Jawa Timur

    Get PDF
    Waste cooking oil, known as "Minyak Jelantah," originates from frying oils derived from processed vegetable ingredients such as palm oil, corn oil, vegetable oil, and others. Eateries in the Kemuteran Subdistrict consistently use frying oil as the main ingredient in their cooking processes, leading to issues with the generated waste. A viable solution involves utilizing used oil for the production of dishwashing soap. The finished dish soap not only helps reduce waste but also holds higher market value compared to selling used oil to collectors. Additionally, the dish soap product can be used personally and sold, providing broader economic benefits. Overall, this initiative has successfully fostered a positive atmosphere among residents, encouraging the exchange of ideas and knowledge regarding environmentally supportive practices

    Pengaruh Pengembangan Karir, Disiplin terhadap Kinerja Karyawan Departemen Supply Management PT Pama Persada Nusantara Sangatta

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja karyawan tetap departemen Supply Management PT PAMA Persada Nusantara Sangatta. Metode analisis yang digunakan adalah  regresi linier berganda dimana datanya diolah dengan menggunakan aplikasi pemrograman komputer SPSS (Statistical Program For Social Science) versi 21. Dari hasil analisa pembahasan nilai korelasi R sebesar 0,722 dan koefisien determinasi R2 sebesar 0,521 memberikan gambaran bahwa hubungan antara variabel pengembangan karir  (X1) dan disiplin (X2) secara bersama-sama terhadap  kinerja karyawan (Y) pada departemen Supply Management PT PAMA Persada Nusantara Sangatta tergolong  kuat. Berdasarkan nilai koefisien regresi masing-masing variabel tersebut, maka hubungan fungsional  antara  variabel independen terhadap variabel dependen  dapat diformulasikan dalam persamaan regresi sebagai berikut: Y =  1,737 + 0,129 X1 + 0,507 X2. Kesimpulan  dari penelitian ini adalah  pengaruh  variabel pengembangan karir, disiplin secara bersama-sama  atau secara simultan  terhadap kinerja karyawan pada departemen Supply Management PT PAMA Persada Nusantara Sangatta tergolong kuat, namun secara parsial  variabel pengembangan karir berpengaruh tidak signifikan (t=1,291; sig=0,204), disiplin (t=4,896; sig=0,000)  berpengaruh  signifikan terhadap kinerja karyawan pada departemen Supply Management PT PAMA Persada Nusantara Sangatta Sangatta.   &nbsp

    Pengaruh Promosi, Kualitas Layanan, Gaya Hidup dan Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Keputusan Menggunakan Aplikasi Gojek di Samarinda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh promosi, kualitas layanan, gaya hidup, dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap keputusan menggunakan aplikasi Gojek di kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada seluruh masyarakat Samarinda dengan jumlah sampel sebesar 117 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linear Berganda dengan alat analisis Statistical Product and Service Solutions versi 20. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial variabel promosi, kualitas layanan, dan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menggunakan aplikasi Gojek di kota Samarinda. Sedangkan variabel gaya hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan menggunakan aplikasi Gojek di kota Samarinda. Pada hasil pengujian secara simultan variabel promosi, kualitas layanan, gaya hidup, dan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menggunakan aplikasi Gojek di kota Samarinda

    APLIKASI WARNA DAN ANGKA BERMAKNA BAIK DALAM BUDAYA TIONGHOA UNTUK DESAIN PACKAGING HAMPERS TINGJING

    Get PDF
    Dalam budaya Tionghoa, salah satu rangkaian kegiatan sebelum melaksanakan pernikahan adalah prosesi lamaran yang disebut Tingjing. Desain packaging hampers Tingjing dirancang untuk kegiatan Tingjing masa kini yang memiliki kebutuhan hampers dengan desain packaging khusus agar hampers lebih berkesan serta bermakna untuk penerimanya. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah 2 dari 4 fase design thinking dalam model double diamond, yaitu discover dan define dengan melakukan tinjauan pustaka, In Depth Interview (IDI) 1 orang founder event organizer dan 5 orang Tionghoa yang telah menyelenggarakan acara Tingjing, dan observasi 3 vendor hampers Tingjing. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah pemaknaan yang ada pada hampers Tinjing berdasarkan budaya Tionghoa sangatlah penting dan ditemukan jenis warna dan angka-angka yang bermakna baik serta dapat diaplikasikan pada desain packaging hampers Tingjing

    ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER PADA PREHEATER CDU V DI KILANG RU V BALIKPAPAN

    Get PDF
    Separation of crude oil in a petroleum processing plant requires a tool for heat exchanger. Heat Exchanger is used to transfer heat between two or more fluids that have a temperature difference, ranging from a high-temperature fluid to a low-temperature fluid. This process at PT. PERTAMINA RU V Balikpapan is located in the Crude Distillation Unit V (CDU V). The part of the heat exchanger that serves as preheating of petroleum is E-201-01A / B to E-201-11 or commonly referred as a pre-heater circuit. The important role of the pre-heater in the Crude Distillation Unit (CDU V) is significant in order to evaluate the performance of the heat exchanger so that it can be used as a basis for carrying out the cleaning process if it is found when its performance has decreased. Performance evaluation is conducted by comparing the Dirt Factor / Fouling factor (Rd) of the design data and the actual data obtained. The results obtained were heat exchanger E-201-04A / B, E-201-05A / B, E-201-06, E-201-08A / B, E-201-09, E-201-10A / B, and the E-201-11 had the actual Rd value higher than the design Rd, which indicated that there had been a decrease in performance on the heat exchanger. Heat exchanger E-201-04A / B, E-201-05A / B, E-201-06, E-201-08A / B, E-201-09, E-201-10A / B, E-201- 11 had the actual Rd value lower than the design Rd which indicated that the heat exchanger was still performing well. Heat exchangers that have a higher Actual Rd value than RD design are recommended to carry out immediate cleaning according to the conditions of the tool

    KETAHANAN SOBEK KERTAS DARI PULP CAMPURAN SABUT KELAPA (Cocos nucifera) DAN PELEPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn)

    Get PDF
    Pada umumnya bahan pokok pembuatan kertas adalah selulosa. Limbah sabut kelapa mengandung selulosa 23,87% dan pelepah pisang kapok mengandung selulosa 64% sehingga berpotensi sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan pulp. Kulit pisang kepok mengandung pati 12,8% sehingga dapat digunakan sebagai perekat (binder) untuk menambah kualitas kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi terbaik larutan pemasak NaOH pada campuran sabut kelapa dan pelepah pisang kepok dalam menghasilkan pulp terbaik sesuai dengan SNI 0698:2010 dan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan pemasak NaOH terhadap ketahanan sobek kertas komposit. Campuran sabut kelapa dan pelepah pisang kepok sebanyak 120 g dengan perbandingan 40:80 dimasak selama 4 jam pada suhu 100℃ dengan memvariasikan konsentrasi larutan pemasak NaOH 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Kemudian pulp yang dihasilkan dicetak menjadi kertas dengan penambahan binder kulit pisang kepok 35 g. Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa konsentrasi larutan pemasak NaOH terbaik pada konsentrasi 8% dengan kadar selulosa 81,80%, kadar lignin 13,34%, kadar air 6,63%, kadar abu 2,79% dan ketahanan sobek kertas 4393,54 mN

    765

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇