E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
ANALISA PENURUNAN KONSOLIDASI METODE PRELOADING DENGAN DAN TANPA PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA PROYEK JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA SEGMEN LIMA STA 20+375
Jalan tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalan bebas hambatan yang dibangun untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi waktu tempuh antara kedua kota tersebut. Namun, pada segmen lima yang terletak di km. 36 Kecamatan Samboja diketahui bahwa kondisi tanah pada area tersebut didominasi tanah lempung lunak. Tanah lempung lunak cenderung memiliki potensi waktu penurunan yang cukup lama karena permeabilitasnya yang sangat rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perbaikan tanah lunak dengan mengkombinasikan metode preloading dengan prefabricated vertical drain (PVD), sehingga proses penurunan dapat dipercepat secara signifikan. Tujuan studi ini adalah untuk menghitung besar dan lamanya waktu penurunan tanah asli dan metode preloading dengan dan tanpa PVD, serta mengetahui pola pemasangan PVD yang paling efisien terhadap waktu penurunan dengan jarak yang bervariasi. Studi kali ini menggunakan cara manual dan dengan program PLAXIS.
Dari hasil perhitungan secara manual diperoleh besar penurunan tanah asli ialah 1,037 m dan dengan metode preloading tanpa PVD ialah 1,370 m dengan lama waktu penurunan ialah 22,069 tahun. Sedangkan waktu penurunan dengan PVD dengan pola dan jarak yang berbeda ialah dari rentang waktu 2-4 bulan lamanya. Selain itu, dari hasil perhitungan PLAXIS dengan waktu yang sama dengan perhitungan manual diperoleh besar penurunan yang tidak begitu jauh dengan hasil perhitungan secara manual. Dari hasil perhitungan juga diketahui bahwa pola segitiga merupakan pola yang paling efisien dari segi waktu penurunan
PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAN PENJADWALAN TENAGA KERJA PADA PEMBANGUNAN RUANG KELAS 3 RSUD DR.H. SOEMARNO SOSROATMOJO TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
Keberhasilan pelaksanaan proyek tergantung ketersediaan tenaga kerja dan penyebaran jumlah terhadap waktu pelaksanaannya, tujuan pada perhitungan ini untuk menentukan tenaga kerja dan penjadwalan harian tenaga kerja pada pembangunan Pembangunan Ruang Kelas 3 RSUD Dr.H Soemarno Sosroatmojo, berpedoman pada Analisa tenaga kerja yang dikeluarkan oleh badan standarisasi Nasional Indonesia (SNI 2008). Hasil perhitungan kebutuhan tenaga kerja didapatkan total jumlah tenaga kerja sebanyak 8635 orang, dengan kriteria tenaga kerja pekerja, tukang kayu, tukang batu, tukang besi, mandor, operator alat berat dan pembantu operator. Penjadwalan tenaga kerja dilakukan agar tidak terjadi penumpukan yang membuat pekerjaan tidak efisien, tenaga kerja tertinggi sebanyak 68 orang yang digunakan terdapat pada hari ke 194 dan sebanyak 1 orang pada hari pertama pekerjaan dari rencana pengerjaan selama 300 hari kerja
Penanganan Kerusakan Melintang Pada Perkerasan Kaku Paket I.4 – Pembangunan Jalan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang
Pembangunan Jalasan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang menghubungkan jalan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dengan jalan nasional atau jalan Pantai Utara (Pantura) serta jalan kabupaten. Pada proyek tersebut terdapat pekerjaan pekerasan kaku yang telah dilaksanakan. Seiring berjalannya waktu terdapat beberapa kondisi yang terjadi dalam setiap pekerjaan. Salah satunya terjadinya kerusakan material jalan.Retak melintang (transverse cracking), retak yang terjadi pada arah lebar perkerasan dan hampir tegak lurus sumbu jalan atau arah penghamparan. Retak melintang biasanya tidak terkait dengan beban lalu lintas. penyusutan lapis beraspal atau karakteristik aspal dan temperatur, bukan akibat beban lalu lintas. Kasus kerusakan retak melintang (transversal cracking) pada Proyek Paket I.4 Pembangunan Jalan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang terjadi pada (STA 6+685 L2) dilakukan penanganan dengan menggunakan PCC Joint and Crack Sealing dan Dowel Retrofitting. Sedangkan pada (STA 0+465 R2) dilakukan penanganan dengan menggunakan PCC Joint and Crack Sealing dan Partial Depth Repair
Analisa Accident Rate Simpang Jalan Otto Iskandardinata – Sultan Sulaiman - Sultan Alimuddin Kota Samarinda
Kondisi lalu lintas pada simpang tiga Jalan Otto Iskandardinata, Sultan Sulaiman dan Sultan Alimuddin sangat padat karena merupakan salah satu jalan menuju Kabupaten Kutai Kartanegara serta akses menuju Jembatan Mahkota 2. Simpang tiga tersebut memiliki kondisi jalan yang curam pada tanjakan/turunan serta memiliki tikungan yang cukup tajam sehingga rawan kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pelayanan, accident rate dan blackspot pada jalan dan simpang tiga tersebut. Perhitungan tingkat pelayanan mengacu pada MKJI1997, perhitungan accident rate digunakan untuk mengetahui tingat kecelakaan serta metode CUSSUM dan EAN untuk mengetahui apakah daerah tersebut rawan kecelakaan (blackspot) atau tidak. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ruas jalan dan simpang tiga jalan Otto Iskandardinata, Sultan Sulaiman dan Sultan Alimuddin termasuk dalam kategori daerah rawan kecelakaan (blackspot), memiliki tingkat pelayanan yang rendah dan memiliki nilai accident rate yang cukup tinggi. Serta nilai accident rate tidak dipengaruhi oleh tingkat pelayanan ruas jalan dan simpang tiga tersebut
ANALISA PENGGUNAAN PASIR LOKAL TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN KEKUATAN LENTUR BETON
Penggunaan pasir lokal seperti pasir Palaran, Batuah, dan Tenggarong dalam campuran beton sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan hanya digunakan pada beton mutu ringan serta pekerjaan non structural. Potensi dari pasir lokal yang digunakan pada pengujian ini adalah mengetahui berapa kekuat tekan beton dan kuat lentur beton menggunakan agregat halus lokal yaitu pasir Palaran, Batuah, dan Tenggarong.
Pada penelitian ini dibuat dengan benda uji kuat tekan berbentuk kubus dengan umur uji 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Dengan nilai kuat tekan pasir Palaran yang di Daiperoleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 29,67 MPa, umur 7 hari 24,98 MPa, umur 14 hari 22,31 MPa, umur 21 hari 20,67 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 14,17 MPa.peroleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 24,29 MPa, umur 7 hari 20.49 MPa, umur 14 hari 19,14 MPa, umur 21 hari 21,04 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 16,05 MPa. Batuah yang dTenggarong yang diperoleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 43,07 MPa, umur 7 hari 32,75 MPa, umur 14 hari 21,39 MPa, umur 21 hari 19,75 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 18,83 MPa. Untuk uji kuat lentur beton pada umur uji 28 hari menggunakan Agregat halus Palaran sebesar 3,45 MPa , agregat halus Batuah 3,68 MPa dan Agregat halus Tenggarong sebesar 3,09 MPa. Maka dari kesimpulan yang diperoleh yaitu pada penggunaan material agregat halus Palaran, Batuah, dan Tenggarong dapat digunakan pada campuran beton namun untuk uji kuat tekan beton masih tidak stabil dikarenakan agregat halus yang digunakan tersebut belum memenuhi standar spesifikasi agregat yang disarankan
PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE – BINDER COURSE (AC-BC)
Penggunaan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti filler dalam campuran perkerasan aspal beton (laston) belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Potensi dari abu cangkang kelapa sawit cukup besar karena Kalimantan Timur mempunyai sumber abu cangkang sawit yang melimpah, salah satunya dari sisa pengolahan PT. SUAN di Muara Badak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat Marshall dan mengetahui besarnya Kadar Aspal Optimum dari penggunaan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti filler.
Pada Penelitian ini dibuat benda uji Marshall dengan variasi abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti filler pada kadar 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% serta kadar aspal yang direncanakan adalah 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6% yang kemudian akan diketahui kadar aspal optimum, stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA dan MQ pada campuran Laston (AC-BC).
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penggunaan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti filler pada AC-BC maksimum sebesar 5% dan nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 5,19% dengan karakteristik Marshall meliputi nilai stabilitas 1940 kg, flow 3,5%, VIM 3,80%, VMA 14,80%, VFA 73,00% dan MQ 560,00 kg/mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa campuran AC-BC dengan pengganti filler menggunakan abu cangkang kelapa sawit memenuhi persyaratan untuk lapisan aspal beton AC-B
Penanganan Kelongsoran Di Jalan Soekarno-Hatta KM 55 Samarinda-Balikpapan Kalimantan Timur
Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu ruas jalan dari dan menuju Samarinda atau Balikpapan dengan kondisi sepanjang jalan bukit dan lereng, yang berpotensi terjadi kelongsoran. Pada Km. 55 mengalami kelongsoran rotasi, sampai mengenai badan jalan sepanjang ±24,27 m, sehingga menyebabkan penyempitan jalan arah Samarinda, sehingga membahayakan bagi pengguna jalan. Maka, perlu dilakukan penanganan kelongsoran dengan membuat dinding penahan tanah tipe kantilever setinggi 5 meter. Setelah dilakukan pendimensian dinding penahan tanah maka perlu pengecekan stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung dan kelongsoran. Hasil menunjukkan bahwa angka keamanan terhadap geser memenuhi sebesar 2,62, demikian juga aman terhadap guling 2,54 dan daya dukung ijin tanah (qa) sebesar 482,37 kPa lebih besar dari tegangan kontak maksimum (qmax) sebesar 149,89 kPa (memenuhi) serta kelongsoran sebesar 0,864 lebih kecil dari angka keamanan yang disyaratkan 1,5, maka nilai kelongsoran tidak memenuhi, sehingga perlu dipasang pondasi tiang pancang beton berdiameter 40 cm dengan kedalaman 4 meter sebanyak 5 buah per mete
Analisis Kuat Tarik Belah dan Kuat Lentur Beton dengan Limbah Batu Bara (Fly Ash) Sebagai Subtitusi Parsial Semen
Fly ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Penelitian campuran limbah batu bara biasa dilakukan oleh para peneliti dengan melakukan penggantian sebagian material penyusun beton seperti contohnya adalah semen. Subtitusi parsial pada semen menggunakan limbah batubara tersebut dilakukan dengan berbagai variasi persentase penambahan yang konstan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kuat tarik belah dan kuat lentur nya yang di mana sebagian semen telah diganti komposisinya dengan fly ash. Benda uji yang digunakan berupa balok dengan ukuran 15 cm×15 cm×60 cm untuk pengujian kuat lentur dan benda uji silinder dengan ukuran 15 cm×30 cm untuk pengujian kuat tarik belah. Dari hasil pengujian kuat tarik belah beton tersebut diperoleh nilai kuat tarik belah yang tidak memenuhi kuat tarik belah rencana yaitu sebesar f’t = 2.5 Mpa. Pada pengujian kuat lentur diperoleh nilai kuat lentur yang memenuhi nilai kuat lentur rencana pada variasi 0-12.5% yaitu dengan nilai di atas fr = 3 Mpa. Dari kedua pengujian karakteristik beton tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan fly ash dengan persentase tertentu masih dapat dianjurkan pada pengujian kuat lentu
PERHITUNGAN RANGKA DAN BLOWER SENTRIFUGAL PADA MESIN PENYEDOT DEBU BERTENAGA MESIN BENSIN 5,5 HP: Calculation of the Frame and Centrifugal Blower on a Vacuum Cleaner Machine Powered by a 5.5 HP Gasoline Engine
Settlements are one source of contributors to the increasing amount of dry waste, at this time in cleaning the environment where there is dry waste is done by sweeping so that it requires quite a lot of human power, to reduce the power of humans, a vacuum cleaner machine and dry waste are made using a gasoline motor. . The vacuum cleaner and dry waste are made by welding the frame and garbage collection, then assembling the centrifugal blower and gasoline motor, then making a pipeline from the centrifugal blower to the garbage collection point. So from the torque and power calculation data obtained P = 4.10 Kw, Torque = 1109.27 Kg/mm. In this design the shaft used in the machine made from S30C with a diameter of 20 mm and a rotation of 3600 Rpm. In the design of the bearing used is the 05ZZ ball bearing. With a bearing life of 18330 hours, if used for 8 hours per day, the bearing can last 6 years. In centrifugal blowers and pipelines there are calculation data for discharge, cross-sectional area, flow velocity, friction losses in straight pipes and in elbow joints, where Q= 0.0091m3, A= 0.08 m2, V= 0.1138 m/s, major Hf = 0.000112 m, minor Hf = 0.057
Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, dan Suku Bunga Terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Batubara di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, dan suku bunga terhadap return saham perusahaan subsektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017–2021. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan 25 perusahaan terpilih sebagai sampel selama periode pengamatan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, yang terdiri dari uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, 2) Nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, dan 3) Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Pengujian simultan membuktikan bahwa secara bersama-sama, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga secara bersamaan mempengaruhi return saham perusahaan sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2017-2021