E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
KAJIAN ESTETIKA IMPLEMENTASI BAMBU LAMINASI PADA TRANSFORMABLE FURNITURE BRUNA CABINET
The limitation of wood as a raw material for furniture production has prompted researchers to seek non-wood alternative materials. Among these alternatives, bamboo has been utilized for furniture production. However, the bamboo used is typically in its whole form, which restricts the types and shapes of furniture that can be produced. Using the design thinking method, starting from the empathize, define, ideate, prototype, and test stages, the goal of this research was to explore the aesthetic value of a cabinet that can transform from one function to another using processed bamboo material—specifically, vertically laminated bamboo with grooves. Data collection involved initial questionnaires distributed to potential users, interviews with bamboo processing industry practitioners, and a literature review of books, journals, and internet articles. The final outcome of this study is a working drawing and a prototype cabinet made from laminated bamboo material that can transform into a writing desk. Respondent evaluations indicated that the prototype was 71.39% comfortable (Good) and had an average aesthetic rating of 84.125%. Additionally, 33% of respondents expressed interest in purchasing the prototype at the specified price
Preferensi Wisatawan Lokal Dalam Melakukan Perjalanan Wisata Ke Museum Batak TB Silalahi Center
Museum Batak TB Silalahi Center merupakan salah satu Objek wisata yang berada di Kawasan Danau Toba yang berlokasi di Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Saat ini banyak Wisatawan yang sedang gencar melakukan perjalanan wisata ke Museum Batak TB Silalahi Center karena terdapat banyak spot wisata,salah satunya adalah wisata edukasi dan budaya,sehingga Penulis tertarik melakukan Penelitian di Objek Wisata ini untuk meneliti preferensi/motivasi Wisatawan yang sudah berkunjung maupun yang sedang berkunjung mengenai kesukaan, kecenderungan atau dikenal dengan Preferensi para wisatawan tersebut saat melakukan perjalanan wisata.Penelitian dilakukan secara Observasi/langsung Mengenai Objek Wisata Museum Batak TB Silalahi Center. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi dalam melakukan perjalanan wisata bagi calon Wisatawan mendatang. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif pendekatan Kuantitatif dengan teknik analisis statistik sederhana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik Wawancara secara daring, Observasi Online, dan Studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian dan pengelolaan data menunjukkan bahwa (1) wisatawan yang berkunjung merupakan mayoritas generasi Z yaitu pelajar/Mahasiswa (2) aktivitas yang Disukai oleh wisatawan adalah wisata edukasi/studi Tour. (3) tingkat kepuasan wisatawan yang berknjung sudah sangat baik. Saran ditujukan kepada Pihak pengelola Objek Wisata agar menjaga Orisinalitas Objek, Nilai dan Budaya, serta melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana
ANALISA GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN KAKU JL. LONG PAHANGAI – TIONG OHANG STA. 0+000 – STA. 5+339 KAB. MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR
Kondisi geometrik Jalan Long Pahangai – Tiong Ohang terdapat banyak tikungan dan tanjakan di sepanjang STA. 0+000 hingga STA. 5+339. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kondisi jalan di lapangan sesuai dengan teori. Setelah dianalisis dan dihitung mengenai geometrik jalan yang tepat, maka data-data tersebut dipergunakan untuk menganalisa tebal lapis perkerasan kaku pada jalan tersebut. Hasil analisa menyatakan bahwa beberapa tikungan dan tanjakan pada Jalan Long Pahangai – Tiong Ohang dari STA. 0+000 hingga STA. 5+339 ada yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tebal perkerasan yang ada pada jalan tersebut memiliki tebal 20 cm yang merupakan batas terendah dari tebal perkerasan kaku
PEMANFAATAN COAL ASH DAN LATERIT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KEKUATAN BETON
Beton merupakan bahan bangunan yang banyak digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung dan perkerasan jalan. Salah satu material penyusun beton adalah agregat halus Agregat halus yang digunakan pada penelitian ini yaitu coal ash dan laterit. Dengan memanfaatkan limbah dari pengolahan batubara (coal ash) dan laterit yang telah dihancurkan menggunakan stone crusher sebagai pengganti salah satu material penyusun beton (agregat halus) dengan tujuan penelitian untuk menentukan kuat tekan, kuat tarik belah optimum beton campuran coal ash dan laterit serta membandingkan hasil tersebut terhadap kondisi normal (tanpa penggunaan coal ash dan laterit), beton campuran coal ash dan laterit ini dibuat dengan delapan silinder tiap campuran dengan semen : 5.07 kg , coal ash : 2.37 kg , air : 3.02 kg , pasir laterit : 7.95 kg , batu palu ½ 10.65 kg, dengan perbandingan tersebut, beton campuran coal ash dan laterit mampu mencapai 25.80 MPa pada umur 28 hari dan mampu mencapai kuat tekan yang direncanakan fc’ 25 MPa, maka beton campuran coal ash dan laterit dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus dengan persentase agregat kasar batu palu ½ 50% , coal ash 12.5% , dan laterit 37.5%
Perancangan Ulang Struktur Bawah Dan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Jembatan Betapus, Bayur, Sempaja Selatan Kota Samarinda
Jembatan Betapus dirancang sebagai jembatan rangka baja kelas A dengan bentang 50 meter yang memiliki lebar total 9 meter terdiri dari jalan 7 meter dan trotoar masing- masing 1 meter. Jembatan ini memiliki muka air banjir ± 4 meter dan memiliki kedalaman tanah keras 58 meter. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendesain abutment jembatan dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) jembatan. Perhitungan pembebanan sesuai dengan RSNI T-02-2005 dan struktur atas menggunakan jembatan rangka baja fabrikasi Bakrie Metal kelas A. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dihitung menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum Dirjen Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 dan HSPK tahun 2016 untuk daerah Samarinda. Abutment jembatan menggunakan tipe kantilever dengan panjang 11 meter, lebar 4 meter dan tinggi 4,2 meter, dengan safety factor terhadap guling > 2,2 dan terhadap geser > 1,1. Pondasi tiang pancang pipa baja dengan diameter 50 cm dan tebal 1,2 cm.Jumlah tiang pancang 21 buah dengan daya dukung tiang pancang kelompok Qultimit = 6171,87 kN. Sedangkan rencana anggaran biaya yang dihitung berdasarkan HSPK 2016 diperoleh nilai sebesar Rp. 27.033.715.000,
PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS DAN ANGGARAN BIAYA ALAT BERAT PEKERJAAN RIGID PAVEMENT JALAN SEBULU MENUJU JALAN PROVINSI STA 0+000 SAMPAI DENGAN STA 5+400 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk menghitung produktivitas alat berat, anggaran biaya, biaya operasional milik sendiri dan sewa. Perhitungan produktivitas dimulai dengan menghitung volume pekerjaan lapis pondasi, volume pekerjaan perkerasan kaku, dan menghitung anggaran biaya alat. Biaya operasional alat berat tersebut dihitung dengan dua asumsi yaitu milik sendiri dan sewa. Dari perhitungan tersebut didapatkan volume lapis agregat pondasi, volume perkerasan kaku, produktivitas alat berat, hari pekerjaan alat berat, biaya alat berat perjam dan biaya keseluruhan alat berat. Dari perhitungan yang telah dilakukandidapatkan durasi 80 hari atau 13,42 minggu, operasional alat berat milik sendiri sebesar Rp. 1.935.677.217 sedangkan dengan biaya sewa yaitu sebesar Rp. 1.659.853.741
PENGARUH SERAT DAUN NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP KADAR ASPAL DALAM CAMPURAN ASPAL BERGRADASI SENJANG
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh serat daun nanas (ananas commosus) sebagai bahan tambah/penstabil untuk meningkatkan kadar aspal dalam campuran aspal bergradasi senjang. Campuran aspal dengan serat daun nanas ini memakai kadar serat 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4% dari total berat campuran, lalu menggunakan kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dari total berat campuran, serta penambahan filler sebanyak 9,5%. Pada hasil pengujian, penambahan serat nanas dapat menstabilkan dan menaikkan kadar aspal. Pada campuran dengan kadar serat 0% didapatkan KAO sebesar 6,08% akan tetapi campuran ini akan bleeding karena mempunyai nilai VIM dibawah batas bawah. Setelah ditambahkan serat nanas sebanyak 0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4% didapatkan KAO sebesar 5,55%, 5,41%, 5,18%, dan 6% akan tetapi parameter VIM tidak menunjukkan tanda-tanda bleeding karena tidak melewati batas bawah. Berdasarkan hasil penelitian serat nanas dapat digunakan sebagai bahan penstabil dan meningkatkan kadar aspal, walaupun parameter VIM belum ada yang memasuki angka optimum. Perlu dilakukan penilitian lebih lanjut agar parameter VIM dapat memenuhi syarat spesifikasi
PERHITUNGAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN KAKU JALAN H.A.M. RIFADDIN KEC. LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Tujuan tugas akhir ini adalah untuk menghitung geometrik dan perkerasan kaku pada ruas Jalan H.A.M. Rifaddin yang merupakan perencanaan pada bentuk fisik jalan, sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas.Perhitungan geometrik pada jalan tersebut menggunakan metode Bina Marga sedangkan untuk perhitungan perkerasan kaku menggunakan metode NAASRA.
Dari jumlah lalu lintas harian rata-rata pada ruas Jalan H.A.M. Rifaddin didapatkan klasifikasi jalan kelas 1 dengan LHR satuan mobil penumpang 47.345 kendaraan dengan kecepatan rencana 80 Km/jam. Untuk perhitungan alinyemen horizontal diperoleh 20 tikungan yang terdiri dari 15 tikungan dengan jenis SCS dan 5 jenis tikungan SS. Perhitungan alinyemen vertikal didapat 44 lengkung jalan yang terdiri dari 18 lengkung cembung dan 26 lengkung cekung. Sedangkan untuk perhitungan pelebaran tikungan pada jalan tersebut didapat 12 tikungan dengan pelebaran sebesar 0,821 m dan 8 tikungan dengan pelebaran 0,723 m. Hasil perhitungan pada tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) di peroleh tebal 200 mm dan dengan pondasi bawah lapisan beton setebal 100 mm
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Tanah Lempung
Pada umumnya, kerusakan konstruksi sering terjadi karena memiliki daya dukung tanah dasar rendah yang biasa ditemukan pada tanah lempung bersifat sangat kohesif, memiliki kekuatan geser rendah serta proses konsolidasi yang lambat, dari permasalahan tersebut perlu dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu cangkang kelapa sawit pada tanah lempung terhadap nilai berat jenis (Gs), indeks plastisitas (PI), kekuatan geser dan koefisien konsolidasi (Cv) dengan variasi penambahan sebesar 6%, 8%, 10%, 12% dan 14%. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi AASHTO termasuk dalam kelompok A-7-5 dengan nilai Gs tanah lempung sebesar 2,61, nilai PI 14,40%, nilai kuat geser 0,7463 kg/cm2 serta nilai Cv pada tekanan 0,5 kg/cm2 sebesar 0,00502 cm2/det, tekanan 1 kg/cm2 0,00315 cm2/det, tekanan 2 kg/cm2 0,00224 cm2/det dan tekanan 4 kg/cm2 0,00127 cm2/det. Pada pengujian Gs dengan penambahan abu cangkang kelapa sawit terjadi penurunan pada setiap variasi dengan penurunan terbesar pada variasi 14% sebesar 2,22 dan dari pengujian PI terjadi peningkatan hingga variasi 8% sebesar 23,53%. Pada pengujian geser langsung nilai kuat geser optimum terjadi pada variasi 8% dengan nilai 0,5364 kg/cm2. Pada pengujian Cv terjadi penurunan pada setiap variasi penambahan dengan penurunan terbesar pada variasi 14% dengan tekanan 0,5 kg/cm2, 1 kg/cm2, 2 kg/cm2 dan 4 kg/cm2 sebesar 0,00326 cm2/det, 0,00261 cm2/det, 0,00205 cm2/det dan 0,00167 cm2/det
Analisa Kebutuhan Ruang Parkir Hotel Mercure, Mall City Centrum, Dan Hotel Ibis Kota Samarinda
Pusat bisnis dan perbelanjaan saat ini semakin maju dan meningkat dengan adanya tempat-tempat modern mengikuti tren terkini banyak perkembangan yang diikuti untuk kemajuan ekonomi seperti munculnya pusat-pusat bisnis disetiap kota, terkhusus Kota Samarinda. Dengan adanya aktivitas yang dilakukan di area Hotel Mercure, Mall City Centrum, dan Hotel Ibis sehingga sangat berpengaruh adanya ketersediaan lahan parkir untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung selama meninggalkan kendaraan di ruang parkir.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik parkir dan regresi linier sederhana yang menghubungkan antara kapasitas yang tersedia dengan kebutuhan daya tampung pada area parkir.
Hasil dari penelitian ini menunjukan kapasitas parkir tertinggi untuk mobil terjadi pada hari rabu yaitu 345 kendaraan untuk ruang P1, P2A, dan P2B dan 124 kendaraan untuk ruang P3, P4, dan P5 dengan kebutuhan yang tertinggi 1377 kendaraan. Sedangkan untuk area parkir motor kapasitas tertinggi terjadi pada hari sabtu yaitu 859 kendaraan dengan kebutuhan yang tertinggi 1158 kendaraan. Durasi penggunaan ruang parkir selama 18 jam penelitian paling lama terjadi pada hari senin yaitu 12,31 jam/kendaraan untuk mobil dan 12,23 jam/kendaraan untuk motor. Pola parkir yang digunakan adalah pola parkir sudut 90° untuk mobil maupun motor