E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
Implementasi Papan Edukasi Sampah sebagai Strategi Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu krusial di berbagai wilayah, termasuk di tingkat pedesaan yang memiliki keterbatasan fasilitas. Upaya sosialisasi yang efektif diperlukan agar masyarakat mampu memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan perilaku pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi papan edukasi sampah sebagai media alternatif dalam strategi sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan edukasi berperan sebagai sarana informasi visual yang mudah diakses, mampu meningkatkan pengetahuan dasar warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah kolektif. Selain itu, media ini memperkuat interaksi sosial karena ditempatkan di ruang publik yang strategis. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan komunitas lokal, dukungan aparat desa, serta keberlanjutan program melalui integrasi dengan kegiatan lingkungan lainnya. Implementasi papan edukasi sampah berbasis PAR di Desa Drajat terbukti efektif sebagai strategi sosialisasi sederhana, murah, dan berdaya guna untuk membangun kesadaran lingkungan serta memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyaraka
Kegiatan Bakti Sosial untuk Masyarakat Miskin di Wilayah Pesisir Kabupaten Karawang
The coastal communities of Karawang Regency are still facing poverty issues. Therefore, the community service team carried out community service activities in social service. Sedari Village, Cibuaya Subdistrict, was the location for social service activities. In addition to the Sedari Village Government and its staff, this activity involved students in encouraging empathy, concern, and support for coastal communities, especially in the village. This activity encountered several obstacles, especially regarding road access to the social service location, considering that the activity was carried out during the rainy season. The implementation of this social service was appreciated by the Sedari Village Government, especially the Tanjungsari Hamlet apparatus, its staff, and the local community because this activity still needs to be carried out in their area. Activities to ease the burden on people experiencing poverty not only rely on government programs but also require the role and contribution of stakeholders in the Karawang Regency area, including Universitas Singaperbangsa Karawang
Planning for the Unexpected: Crisis Management Practices in the KARETA Event at Medan Tourism Polytechnic
Crisis management in the organization of educational events has become a strategic issue that requires well-structured planning to anticipate potential disruptions that may affect the smooth execution of the event. This study aims to examine crisis management planning practices during the KARETA (Kampung Kreasi Kita) event at Medan Tourism Polytechnic, as a form of experiential learning implementation. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The primary focus of this research is to identify how crisis management planning, execution, and evaluation are carried out by the event organizers, comprising students and academic supervisors. The findings reveal that, although the organizers are not the direct cause of the crises that may arise, they bear full responsibility for managing the impacts, ensuring the safety of participants, and protecting the institution’s reputation. The study also found that effective crisis management planning involves risk identification, the establishment of an emergency response team, and the implementation of clear and structured communication strategies. These findings highlight the critical importance of preparedness within tourism vocational education, where field-based practices often present real-world challenges that require quick and competent managerial responses. The implications of this study emphasize the need for the integration of crisis management into the tourism education curriculum and the strengthening of students’ capacities as future professionals capable of responding to unexpected situations in an effective and professional manner.
 
Manajemen Pengunjung dan Daya Dukung Pariwisata Pada Situs Petirtaan Jolotundo Mojokerto
Visitor management is a key component of tourism destination management, particularly in ensuring environmental sustainability and cultural preservation at Petirtaan Jolotundo, a heritage site of significant historical value. This qualitative descriptive study examines site managers' efforts to implement visitor management, identifies the challenges encountered and the solutions developed, and determines the site's carrying capacity as a basis for regulating tourist flows. Based on observations, stakeholder interviews, and carrying capacity analysis, the study found that managers have improved various supporting facilities, including rest areas, gazebos, toilets, parking spaces, and food stalls, and have also maintained the heritage structures routinely. A 24-hour operational system has also been adopted to accommodate community rituals that occur at specific times, ensuring that cultural practices continue smoothly. However, several obstacles remain, such as the absence of trained local guides, limited diversification of complementary attractions, and a low level of understanding of sustainable tourism principles among the community and visitors. To reduce pressure on the core heritage zone, the study recommends restricting visitor numbers—especially in the main pool—implementing a zoning concept to separate entry and exit routes, and better regulating visitor movement. Carrying capacity analysis indicates that the physical capacity is 286 visitors per day, the real capacity is 101 visitors per day, and the practical capacity is only 38 visitors per day. These findings highlight the need for more precise and targeted visitor management strategies to ensure the long-term sustainability of Petirtaan Jolotundo as a cultural tourism destination
PERHITUNGAN ELEMEN MESIN PADA ALAT GRANULATOR PUPUK KOMPOS BERTENAGA MOTOR BENSIN: Calculation Of Machine Elements In A Compost Fertilizer Granulator Powered By A Petrol Motor
Penelitian ini membahas tentang rancang bangun mesin granulator pupuk kompos yang ditujukan untuk membantu petani dalam menghasilkan pupuk organik berbentuk granul. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan butiran granul berdiameter 2–6 mm dengan kapasitas minimal 1 kg per proses. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali dengan variasi penggunaan air dan perekat. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan 1,5 liter air, 2.500 gram perekat, dan waktu proses 20 menit menghasilkan granul sesuai ukuran yang diinginkan. Mesin ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, serta meningkatkan kesuburan tanah dengan cara yang lebih ramah lingkunga
Optimalisasi Nilai-Nilai Religius Madura Melalui Kegiatan Penyusunan Naskah Sorban Para Kyai
Potensi Religius wilayah pulau Madura menjadi daya tarik tersendiri untuk dikelola sebagai salah satu bentuk warisan lokal. Begitu banyaknya pondok pesantren dengan latar belakang kehasan masing-masing dengan para kyai yang memimpin adalah warisan yang sangat berharga bagi Masyarakat Madura. Namun, hal ini masih belum dioptimalisasi, sehingga potensi tersebut belum dapat dinikmati oleh masyrakat. Hal inilah yang menjadi latar belakang ditulisnya artikel ini sebagai bentuk dokumentasi potensi kearifan religius yang diwujudkan dalam bentuk dokumentasi naskah tentang kisah kiyai dalam mendirikan ponok pesantren di wilayah Madura. Lokasi yang dijadikan objek pengabdian adalah Pondok Pesantren Al Hikam Kemayoran Bangkalan. Artikel ini dikembangkan dengan metode PAR (Partisipatory Rural Aprasial) dengan harapan bahwa melalui metode ini akan didapatkan data-data yang kontekstual untuk penyusunan naskah bertajuk” Sorban Para Kyai”. Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah naskah yang berisikan kisah sejarah sehuingga doharapakan akan mampu menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Naskah dikemas dalam sebuah narasi cerita beralur, sehingga membaca naskah ini diharapkan mampu memberikan gambaran kontekstual tentang perjuangan para kyai dalam mendirikan sebuah pondok pesantren
DESAIN PAPAN LABIRIN UNTUK PENGENALAN PANCASILA BAGI ANAK USIA DINI
Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pengenalan Pancasila perlu dilakukan sejak dini sebagai dasar pembentukan karakter. Tantangan dalam mengenalkan Pancasila kepada anak anak antara lain minimnya metode edukasi yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu bentuk media adalah alat peraga edukasi dalam bentuk permainan. Karena sasarannya adalah anak usia dini, yang sebagian besar aktifitasnya diisi dengan bermain. Sehingga sambil bermain, bisa sambil belajar. Permainan yang digunakan dalam bentuk labirin, anak anak akan mencocokkan bunyi sila dan gambar sila dalam jalur labirinnya. Dalam mendesain produk ini menggunakan proses desain dari V-Noed Goel. Dengan langkah langkah dimulai preliminary desain untuk mendata kebutuhan, proses desain berupa langkah langkah dalam mendesain, dan desain akhir berupa wujud hasil akhir yang diwujudkan dalam produk jadi. Hasil dari perancangan ini adalah alat peraga pengenalan Pancasila untuk anak anak dengan sistem labirin. Material menggunakan kayu, dengan sistem sederhana sehingga bisa dproduksi dengan peralatan sederhana yang ada di sekitar kita
PENGARUH VARIASI PUTARAN TERHADAP KENAIKAN TEMPERATUR DAN TEKANAN OLI TRANSMISI OTOMATIS CVT (CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION): The Effect Of Rotation Variations On The Increase In Temperature And Pressure Of Cvt Automatic Transmission Oil (Continuously Variable Transmission)
Dengan berkembangnya zaman, diamana jenis-jenis transmisi muncul serta memudahkan masyarakat kalangan umum dalam berkendara, terutama di tempat perkotaan yang padat penduduk, transmisi otomatis CVT meruapakan sebuah pilihan yang tepat. Begitu juga dengan pelumasan yang tepat dapat membantu menjaga umur pakai transmisi. Salah satu oli yang dapat digunakan adalah Toyota TMO CVT T-IV. Proses penelitian pada transmisi dilakukan dengan tahapan, yaitu mengatur dengan variasi putaran 1000 Rpm, 1500 Rpm, dan 2000 Rpm dan dilakukan setiap 3 kali percobaan selama 5 menit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan suhu pada variasi putaran untuk mencapai suhu kerja normal yaitu 40°C. Hasil penelitian peningkatan temperatur pada 1000 Rpm perlu mencapai 8.15°C atau 79.6%, 1500 Rpm sebesar 7.29°C atau sebesar 81.7%, dan 2000 Rpm sebesar 5.27°C atau 85.5%. Kemudian peningkatan oli untuk mencapai tekanan putaran idle pada 1000 Rpm sebesar 110 kPa atau 71.8%, 1500 Rpm sebesar 84 kPa atau 77.28% dan 2000 Rpm sebesar 59 kPa atau 84.4
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI TOMAT (Solanum lycopersicum L)
Tomatoes are classified as a horticultural commodity that is very perishable which can cause shrinkage in quantity and quality. After harvesting tomatoes, there is still a metabolic process so that there is the potential for damage. Efforts are needed to maintain the quality of tomatoes by preserving them using natural preservatives from natural ingredients such as karamunting leaf extract. Positive karamunting leaves contain alkaloid compounds, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids, steroids and carbohydrates with potential antioxidant and antimicrobial compounds. This study aims to determine the effectiveness of karamunting leaf extract as a natural preservative of tomatoes. The tomato preservation process begins by washing them thoroughly and draining them. Then the tomatoes are dipped in a solution of karamunting leaf extract with concentration variations of 0%, 2%, 4%, 6%, and 8% in 100 mL of solution for 5 seconds and left for several days at room temperature until optimal storage. The results of the study showed that karamunting leaf extract as a natural preservative was effective for preserving tomatoes. The best tomato preservation was obtained in the use of 8% karamunting leaf extract with tomato durability for 19 days, weight loss of 3.74%, and vitamin C content of 29.883 mg
MODIFIKASI MESIN PERAJANG SINGKONG MENGGUNAKAN PENEKAN PEGAS DAN PENGGORENG SEMI OTOMATIS: Modification Of Singkong Slicer Machine Using Spring Press And Semi-Automatic Fryer
Penelitian ini bertujuan merancang mesin perajang singkong dengan sistem penekan pegas dan penggorengan semi otomatis. Mesin ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses pengolahan keripik singkong. Perhitungan komponen utama seperti pulley, poros, dan bantalan dilakukan agar mesin dapat bekerja optimal. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu merajang 1 kg singkong dalam waktu sekitar 24,57 detik dan proses penggorengan mampu matangkan 3 kg singkong dalam waktu sekitar 30 menit. Inovasi ini membantu mempercepat produksi dan meningkatkan kualitas keripik, serta mendukung pengembangan industri kecil menengah di bidang keripik singkong. Dengan mesin ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk di pasar, serta mempercepat proses pengolahan secara efisien dan ekonomi