Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
    678 research outputs found

    Regulasi Perlindungan Hukum Simpanan Nasabah Jasa Perbankan Syariah

    Get PDF
    AbstrakPerbankan syariah merupakan salah satu sistem perbankan di Indonesia yang mendapat kepercayaan untuk menerima, menyimpan, dan mengelola dana dari masyarakat dan menjamin kemanannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (legal research). Secara administrasi regulasi berupa undang-undang baik UU Perbankan Syariah, UU Perbankan maupun UU LPS dan Peraturan Bank Indonesia telah memberikan perlindungan kepada nasabah dan cukup memadai. Namun, bank syariah mempunyai sifat yang agak berbeda dengan bank konvensional sehingga diperlukan regulasi khusus agar simpanan bank tetap terjaminKata Kunci: Perbankan Syariah, Perlindungan Hukum AbstrakPerbankan syariah merupakan salah satu sistem perbankan di Indonesia yang mendapat kepercayaan untuk menerima, menyimpan, dan mengelola dana dari masyarakat dan menjamin kemanannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (legal research). Secara administrasi regulasi berupa undang-undang baik UU Perbankan Syariah, UU Perbankan maupun UU LPS dan Peraturan Bank Indonesia telah memberikan perlindungan kepada nasabah dan cukup memadai. Namun, bank syariah mempunyai sifat yang agak berbeda dengan bank konvensional sehingga diperlukan regulasi khusus agar simpanan bank tetap terjaminKata Kunci: Perbankan Syariah, Perlindungan Huku

    PENGARUH PENAMBAHAN UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L.) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KUE YANGKO

    Get PDF
    Kue Yangko merupakan salah satu jenis makanan tradisional khas Yogyakarta dan ubi jalar ungumerupakan sumber antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini berjudul†Pengaruh penambahan ubi jalar ungu (ipomea batatas l.) terhadap sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan pada kue yangkoâ€Â  yang bertujuanmengetahui: (1)konsentrasitepung ubi ungu (Ipomoea batatas L) yang yang masih disukai (2) kandunganseratpangandanaktivitas antioksidan; (3) umur simpan kue Yangko ubi jalarungu (Ipomoea batatas L) yang terpilih. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 (empat) perlakuan yaitu substitusitepung ubi jalarungupadakonsentrasi berturut-turut:0 %; 15%; 30 %; dan50%. Masing-masing perlakuan dianalisis sifat organoleptik dan sifat kimia menggunakan analisis of varian (anava), dan apabila ada perbedaan diantara perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple  Range Test pada taraf signifikansi 5 %. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenambahanpada berbagaikonsentrasitepungubijalarungupada kue Yangko dapatmeningkatkan secarasignifikan; kadarair, kadar serat pangan dan aktivitas antioksidan. Substitusi atau penambahanpadakonsentrasi30 % tepung ubi jalar ungu dapat menghasilkan kue Yangko yang masih disukaidanmemiliki;warna ungu tua, rasa ubi jalar ungu, tekstur empuk, kadar air 43,21 %, kadar serat pangan 17,38 % (db),aktivitas antioksidan 93,53 % (db), dan umur simpanselama 4 haripadasuhuruang.Â

    Konsep simbolisme pohon hayat pada Pusat Batik Yogyakarta

    No full text
    Batik adalah karya budaya asli Yogyakarta dan Indonesia secara umum yang telah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya intangible dunia. Penetapan batik sebagai karya budaya dunia oleh Unesco mendorong dilakukannya penelitian untuk perlindungan terhadap batik. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan konsep disain wadah atau badan Pusat Batik Yogyakarta. Konsep disain ini merupakan manifestasi dari kebutuhan akan wadah fisik yang berfungsi untuk menjaga, mengembangkan dan membina batik. Hal tersebut dilakukan sebagai  bentuk implementasi safeguarding terhadap warisan budaya intangible batik oleh Unesco. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi lapangan dan literatur; sedangkan metode disain digunakan metode simbolisme menurut Broadbent, 1980. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh temuan bahwa batik sebagai warisan dunia merupakan bagian dari hasil budaya dunia yang turut mewarnai budaya dunia tak benda yang layak untuk dijaga, dikembangkan dan dibina agar tetap lestari dan berkelanjutan terus menerus keberadaannya. Dari penelitian ini juga telah berhasil ditemukan  konsep disain Pusat Batik Yogyakarta sebagai wadah penjaga batik dengan mengambil motif pohon hayat sebagai simbol  perwujudan tata dan bentuk masa (bentuk bangunan).Â

    Pelatihan Pembuatan Ecobrick kepada Anak-Anak Siswa SD Kanisisus Kembaran, Bantul, Yogyakarta

    Get PDF
    Indonesia menghadapi persoalan besar dalam mengelola sampah. Penggunaan botolplastik semakin marak di masyarakat. Dibalik itu terdapat fakta bahwa penggunaanbotol plastik memiliki dampak yang sangat buruk terhadap residu lingkungan karenaproses penguraian botol plastik bisa memakan waktu 450 sampai 1.000 tahun. Padabidang arsitektur, cara menjaga bumi dapat dilakukan dengan mendesain bangunanyang ramah lingkungan. Salah satu bahan material daur ulang yang dapat digunakanadalah eco-brick. Berbagai macam sampah seperti botol plastik, sachet/ plastikkemasan dijadikan satu dengan tahapan dan proses yang sesuai sehingga terpenuhikualitasnya untuk dijadikan bahan rancangan ataupun bangunan. Denganpengaplikasian eco-brick ini diharapkan mampu mengurangi besaran jumlah sampahplastik dan botol minuman untuk kemudian dapat menjadi hal yang lebih bermanfaatserta mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah plastik dan memberikanpelatihan terkait pemanfaatan sampah plastik agar dapat berguna kembali. Denganadanya pengenalan inovasi dan pelatihan pembuatan eco-brick ini diharapkan siswasiswaatau anak-anak mulai sadar tentang kondisi lingkungan yang kian memburuk,sehingga para siswa mampu bertindak untuk menyelamatkan bumi dari jumlah sampahplastik yang semakin banyak. Materi dan proses pelaksanaan workshop mendapattanggapan yang baik dari para peserta. Dengan hasil yang diperoleh dari workshop ini harapannya mampu mendidik generasi muda supaya peduli terhadap kondisi bumidan lingkungan

    Optimalisasi Jumlah Produksi Menggunakan Fuzzy Inference System Metode Min-Max

    Get PDF
    Perencanaan produksi yang tepat dapat diterapkan The GDL Konveksi guna meminimalisir over production dan stock out yang sudah terjadi sebelumnya. Fuzzy Inference System Metode Min-Max dapat digunakan dalam penentuan jumlah produksi kaos guna mencapai produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat output produksi yang optimal untuk bulan Juli 2019 dan membandingkan produksi perusahaan dengan produksi Fuzzy Inference System yang telah dibangun sehingga dapat mengetahui presentase kesalahan rata-rata dan nilai kebenaran prediksi. Produksi yang optimal bermanfaat untuk mengefisienkan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan hasil pengolahan Fuzzy Inference System Metode Min-Max  dengan variabel permintaan sebesar 2016 pcs dan  variabel persediaan bulan sebelumnya (Juni 2019) sebesar 60 pcs dihasilkan jumlah produksi yang optimal sebesar 1980 pcs. The GDL Konveksi dapat memproduksi sebesar 1980 pcs untuk mendapat kondisi optimal Perhitungan presentase kesalahan MAPE sebesar 6,64% dengan nilai kebenaran mencapai 93,36%, hal ini menunjukkan bahwa Fuzzy Inference System  Metode Min-Max dapat diterapkan untuk memprediksi jumlah produksi kaos di The GDL Konveksi dengan catatan sangat baik

    Status Kepegawaian Ideal Untuk Penyelidik Dan Penyidik KPK yang Menunjang Penegakan Hukum Antikorupsi

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengkaji status kepegawaian penyelidik dan penyidik yang bekerja pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di samping itu, riset ini juga mempunyai tujuan untuk mengkaji dan menganalisis status kepegawaian ideal bagi penyelidik dan penyidik pada KPK yang menunjang penegakan hukum antikorupsi.Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris, yaitu penelitian hukum normatif yang ditunjang dengan penelitian hukum empiris. Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh kemudian diolah secara kualitatif dan dianalisis secara deskriptif preskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan fakta bahwa status kepegawaian penyelidik dan penyidik yang bernaung di KPK, ada dua kemungkinan, yakni Pegawai Tetap dan Pengawai Negeri yang dipekerjakan. Dengan status pegawai tetap, apabila awalnya ia berasal dari Pegawai Negeri yang dipekerjakan, ia kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri. Sedangkan untuk status Pegawai Negeri yang dipekerjakan dan tidak berkehendak untuk menjadi Pegawai Tetap KPK, maka ia tidak kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri. Problematik yang ditemukan dalam penelitian ini, yakni status penyelidik dan penyidik KPK dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 (UU KPK) hanya mengatur penyelidik dan penyidik selaku Pegawai Negeri yang dipekerjakan. UU KPK masih membatasi agar penyelidik dan penyidiknya berhenti sementara dari institusi asalnya. Oleh karenanya, UU KPK pun belum mengatur tentang Pemberhentian Tetap bagi Pegawai KPK yang berasal dari Institusi lain, yang mana ia ingin menjadi Pegawai Tetap di KPK. Selanjutnya, berkaitan dengan status kepegawaian ideal bagi penyelidik dan penyidik pada KPK yang menunjang penegakan hukum antikorupsi maka ketentuan penyelidik dan penyidik KPK dalam UU KPK harus lebih diperluas. Dalam ihwal ini, asal muasal penyelidik serta penyidiknya mestinya pula dapat bersumber dari institusi di luar kepolisian dan kejaksaan. Dengan demikian, independensinya jua kian mantap. Guna mewujudkan semua hal itu, UU KPK mutlak dilakukan revisi. AbstractThis research is aimed to study the status of investigators (penyelidik) and investigation analysts (penyidik) in Corruption Eradication Commission (KPK). In addition, this research also aims to study and analyse the ideal employment status of investigators (penyelidik) and investigation analysts (penyidik) in Corruption Eradication Commission in accordance to support anti-corruption culture of law. This research belongs to empirical normative research, which means as a normative law research supported by empirical law research. The data of the research includes both primary and secondary data, consisting of primary, secondary, and tertiary law materials. The data is then processed by using qualitative method, and analysed under descriptive-prescriptive method. The result of the research shows that there are two possibilities of employment status of KPK: 1) permanent employment, and 2) outsourced employment. Permanent employment requires the civil servant employees to resign from their previous profession. While outsourced employees with no interest in working for KPK are not required to resign from their previous profession. This employment system bears a problem. As Regulation Number 30 of 2002 (KPK Regulation) only regulates outsourced employment of investigators and investigation analysts. The KPK Regulation only regulates the investigators and investigation analysts working for KPK to have temporary leave from their institutions. This KPK Regulation has not regulated any regulation of employment contract termination for those who are interested in working for KPK. In terms of ideal employment status of KPK to support anti-corruption culture of law, the regulation of KPK employment of both investigators and investigationanalystsneeds revisingand extending. The employment should be more open to welcome investigators and investigation analysts from institutions other than Police Department and Judiciary Office. In conclusion, a revision of KPK Regulation is significant and necessary

    Partisipasi Orang Tua Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Suatu Bentuk Perlindungan Hak Asasi Manusia

    Get PDF
    AbstractToday we can see how not running properly protection in Indonesia, it is equally damaging the future of the Indonesian state. We are actually aware of the child is as the future generation and also sebaga regeneration of society. Very sad to see parents do not provide child protection to their children. Children are beaten, raped, neglected and so forth. What parents do not realize if it violates human rights? This paper attempts to discuss it with the formulation of the problem is the protection of children as part of human rights? How's participation of parents of child protection? as well as offering the concept of sustainable child protection. This paper uses normative juridical research. The author tries to answer the question: Child Protection is part of the  of Human Rights. Participation of parents about child protection can be found in Law No. 35 of 2014 on the Amendment of Act No. 23 of 2002 on Child Protection and Law No. 1 of 1974 About Marriage. The concept of sustainable child protection very need to escorting the protection of children, the concept is made clear that child protection must be optimized.AbstrakHari ini kita bisa melihat bagaimana tidak berjalan dengan baik perlindungan di Indonesia, hal ini sama saja merusak masa depan negara Indonesia. Kita sebenarnya sadar anak adalah sebagai generasi penerus bangsa dan juga sebaga regenerasi dari masyarakat. Sangat sedih melihat orang tua tidak memberikan perlindungan anak kepada anak-anaknya. Anak-anak dipukuli, diperkosa, ditelantarkan dan lain sebagainya. Apakah orang tua tidak sadar jika itu melanggar hak asasi manusia? Tulisan ini mencoba membahas hal itu dengan rumusan masalah apakah perlindungan anak sebagai bagian dari hak asasi manusia? Bagaimana partsipasi orang tua terhadap perlindungan anak? serta menawarkan konsep perlindungan anak berkelanjutan. Tulisan ini menggunakan penelitian yuridis normatif. Penulis mencoba menjawab pertanyaan tersebut: Perlindungan Anak merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Partispasi orang tua terhadap perlindungan anak dapat ditemui dalam Undang-Undag Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Konsep perlindungan anak yang berkelanjutan sangat dibuthkan didalam mengawal pelindungan anak, konsep ini memberikan ketegasan bahwa perlindungan anak harus dioptimalkan

    Fenomena ragam spiritualitas rumah Jawa

    Get PDF
    Budaya spiritualitas masyarakat Jawa terwujud dalam beragam arsitektur rumah Jawa.  Spiritualitas dalam ragam  rumah Jawa masih banyak yang belum terungkap menjadi ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mengungkap ragam spiritualitas yang mendasari keberadaan ragam rumah Jawa di berbagai wilayah Jawa. Riset lapangan (field research) menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  spiritualitas dalam rumah Jawa berupa keberadaan sumber spiritualitas di dalam dan di luar  rumah Jawa yang berpengaruh terhadap penghuni maupun fisik arsitektural. Sumber spiritual yang berada di dalam rumah berupa Sunan Walisanga, Dewi Sri (mbokde Sri) dan Pasungdari. Keberadaan mereka termnifesatasikan pada ruang (senthong tengah dan pusat rumah)  da pada  rangka rumah. Sumber spiritual yang berada di luar rumah adalah Ratu Kidul di Laut Selatan dan Dewa-dewi di Keblat. Keberadaan mereka berimplikasi pada arah hadap rumah Jawa menghadap Selatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rumah Jawa memiliki ragam spiritualitas yang berbeda-beda dan  mendasari terbentuknya arsitektural rumah Jawa

    Redesain museum Biologi Yogyakarta dengan pendekatan edukasi remaja

    Get PDF
    Museum merupakan tempat khususnya bagi pelajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, karena koleksi museum juga bisa digunakan sebagai alat peraga yang tidak ada di sekolah. Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar dan memiliki 34 buah museum yang tersebar di penjuru kota, sebagai daya tarik wisata pendidikan. Namun tidak semua museum menempati bangunan yang ideal serta pengelolaan yang baik. Museum Biologi Yogyakarta merupakan museum pendidikan hayati yang memiliki peminat yang sedikit meskipun berada di lokasi yang strategis. Hal ini karena fasilitas museum yang kurang memadai, serta bangunan yang kurang menarik. Perlu dilakukan perombakan untuk mengembalikan minat pelajar untuk berkunjung dan belajar di museum. Perombakan padabentuk bangunan yang lebih menarik, penambahan fasilitas serta penataan ruang dan koleksi yang nyaman. Hasil yang diharapkan adalah sebuah museum yang tetap mengutamakan aspek edukasi terutama untuk remaja. Museum ini juga harus memiliki bentuk bangunan yang menarik dan bisamenjadi identitas serta daya tarik khususnya untuk remaja yang berstatus sebagai pelaja

    Analisa bentuk bangunan Loji Klunthung

    No full text
    Loji Klunthung adalah istilah yang dipakai untuk menyebutkan sebuah bangunan dengan bentuk lengkung, hampir menyerupai lingkaran. Struktur utama berupa struktur lengkung dari bahan baja. Struktur memakai struktur pelengkung tiga sendi dengan tumpuan dua buah sendi dan satu tambahan sendi pada puncak lengkungan. Struktur utama dan bahan bangunan yang dipakai adalah bahan-bahan yang dapat memungkinkan terjadinya gaya tarik pada struktur dan bagian-bagian bangunan

    641

    full texts

    678

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Widya Mataram University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇