Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
678 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Pada Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (Ppdi) Kota Pekalongan Melalui Usaha Mikro Produksi Kudapan
Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Pekalongan terletak di Bendan Kergon Pekalongan Jawa tengah. Urgensi permasalahan anggota PPDI yaitu ketidakberdayaan secara ekonomi. Kendala Utama mitra ada tiga, yaitu: 1) Tuntutan ekonomi keluarga yang jatuh seiring dengan hilangnya sumber pendapatan yang diakibatkan oleh hilangnya pekerjaan akibat dampak perubahan fisik; 2) Keterampilan penyandang disabilitas dalam produksi kudapan belum maksimal, 3) Kemampuan memasarkan produk belum maksimal. Kendala lain adalah permodalan, keterbatasan ketrampilan dan manajemen. Maksud Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah pemberdayaan PPDI agar bisa hidup mandiri. Tujuan Tim pengabdian masyarakat Universitas Stikubank (Unisbank) bagi penyandang disabilitas di Kota Pekalongan dalam upaya Pemberdayaan anggota PPDI dan peningkatan ketrampilan produksi kudapan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi. Manfaat PKM anggota PPDI bisa memiliki usaha sendiri. Metode yang digunakan pada PKM kaji tindak partisipatif dengan tahapan dimulai dengan identifikasi dan analisis permasalahan mitra dan menyusun rencana solusi. Solusi dalam menjawab tantangan keterbatasan keterampilan dan manajemen dalam melaksanakan kegiatan ekonomi tersebut adalah: 1) Meningkatkan keterampilan melalui pelatihan produksi kudapan; 2) Menentukan standar kualitas produk kudapan yang layak jual; 3) Meningkatkan pengetahuan tentang manajemen produksi; 4) Meningkatkan pengetahuan tentang manajemen pemasaran. Telah disepakati bahwa para penyandang disabilitas akan berusaha dalam bidang kuliner, yaitu memproduksi kudapan. Beberapa alasan yang mendasari pemikiran itu adalah: 1) Tempat berniaga direncanakan berupa gerobak sederhana; 2) Satu gerobak dapat menampung kurang lebih 20 produsen kudapan; 3) Perputaran modal dalam bidang kuliner diperkirakan lebih cepat; 4) Modal yang dibutuhkan relatif terjangkau; 5) Memproduksi kudapan diperkirakan lebih mudah. Target Capaian antara lain; 1) terpenuhi kebutuhan perangkat Gerobak sederhana untuk berjualan, 2) Ketrampilan mengolah kudapan 3) ketrampilan memasarkan kudapan yang telah dibuat.
Kata Kunci: ppdi, pemberdayaan masyarakat, pemasara
Budidaya Lele Dalam Kolam Terpal Di Dusun Bulu, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul
Budidaya ternak lele merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan kelompok tani muda untuk meningkatkan penghasilan. Budidaya lele dalam kolam terpal terbilang inovasi baru dan belum terlalu dikenal oleh masyarakat Dusun Bulu. Tujuan dari pengbadian ini adalah meningkatkan produktivitas ikan lele yang dibudayakan dalam lahan yang lebih sempit. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah dengan pendampingan selama sekitar 1 bulan meliputi identifikasi masalah dan membuat rencana kerja, pembuatan pakan lele, serta sosialisasi dan evaluasi. Hasil program abdimas ini antara lain terbentuknya rencana kerja, pembuatan pakan lele 30 kg, serta terlaksanakanya penyuluhan dimana peserta dapat mengaplikasikan pembuatan pakan lele untuk budidaya lele terpal. Manfaat untuk dampak sosial dan ekonomi adalah pemanfaatan limbah rumah tangga organik sebagai bahan pakan lele yang lebih terjangkau. Tertundanya kegiatan abdimas di awal adalah karena wabah antrax, sehingga akses masuk ke Dusun Bulu dibatasi untuk warga luar. Meski demikian, peserta abdimas memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar membuat pakan lele, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik hingga akhir.
Kata Kunci: Budidaya Lele, Kolam Terpal, Pakan Lele, limbah rumah tangga
Pengaruh media sosial dan kualitas layanan dalam membentuk motivasi membeli pemakai jasa terhadap pengambilan keputusan memakai jasa (studi pada UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan, media sosial, motivasi membeli, dan pengambilan keputusan memakai jasa serta pengaruh kualitas layanan dan media sosial terhadap pengambilan keputusan memakai jasa baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi membeli sebagai variabel intervening UD. Sampoerna Wedding, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling dari jumlah sampel 112 orang pengguna jasa dan calon pengguna jasa UD. Sampoerna Wedding. Alat analisis data yang digunakan adalan analisis Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan aplikasi PLS versi 3.0. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi, sedangkan media sosial tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi dan kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap motivasi membeli UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi, media sosial berpengaruh terhadap motivasi membeli UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi, motivasi membeli berpengaruh terhadap pengambilan keputusan UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi, adapaun motivasi membeli mampu memediasi media sosial terhadap pengambilan keputusan akan tetapi motivasi membeli tidak mampu memediasi kualitas layanan terhadap pengambilan keputusan pada UD. Sampoerna Wedding Banyuwangi
Adopsi teknologi SMART (simple multi-attribute rating technique) dalam penilaian kinerja karyawan
Kinerja karyawan merupakan suatu prestasi yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya, sesuai dengan standar kriteria yang ditetapkan dalam perusahaan. Kebutuhan akan penilaian kinerja dari karyawan merupakan hal penting dalam sebuah institusi karena memiliki keterkaitan dengan setiap pengambilan keputusan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik adopsi teknologi SMART (Simple Multi-Attribute Rating Technicque) dalam penilaian kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) merupakan teknik pengambilan keputusan multi kriteria ini didasarkan pada teori bahwa setiap alternatif terdiri dari sejumlah kriteria yang memiliki nilai-nilai dan setiap kriteria memiliki bobot yang menggambarkan seberapa penting dibandingkan dengan kriteria lain. Pembobotan ini digunakan untuk menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik
Inovasi Pemberdayaan BUMDes Sebagai Simpul Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga pemberdayaan masyarakat yang digunakan untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan kemandirian masyarakat desa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran peran BUMDes yang dikembangkan oleh Desa Panggungharjo dalam melakukan proses pemberdayaan. Dengan penelitian ini akan bisa digambarkan strategi inovasi pemberdayaan yang dilakukan oleh BUMDes sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan dari penelitian ini antara lain, pertama, proses pemberdayaan yang dilakukan antara lain tahap pengkapasitasan, bimbingan dan pelatihan, serta peningkatan kerjasama. Kedua, BUMDes melakukan identifikasi dan revitalisasi potensi yaitu kearifan lokal, ketiga, melibatkan seluruh komponen masyarakat sebagai sasaran pemberdayaan, dan keempat, peran dan fungsi BUMDes Panggung Lestari dalam pemberdayaan adalah sebagai actor, inisiator, mediator, dan fasilitator berbasis local community participation (partisipasi masyarakat lokal)
PKM PENGENALAN KEKERASAN BERBASIS GENDEBagi SATGAS SIGRAK
Kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang dihadapi pemerintah saat ini. Angka kekerasanperempuan tidak berkurang bahkan di tahun 2018 Indonesia sempat menghadapi kondisi darurat kekerasanperempuan. Keseriusan ini dapat dilihat dengan dibentuknya unit khusus yang menangani kekerasan perempuan.Lembaga itu adalah Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak atau disingkat dengan UPT PPA.UPT ini dibentuk disetiap kecamatan yang ada di Indonesia, termasuk di Kota Yogyakarta. Dalam menjalankanfungsinya UPT PPA tidak bekerja sendiri, namun bermitra dengan banyak pihak, mulai dari hulu sampai hilir terkaitkasus-kasus kekerasan kepada perempuan. Terutama yang paling dominan adalah penegak hukum dan psikolog.Untuk menjangkau persoalan kekerasan perempuan sampai di tengah-tengah masyarakat, UPT PPA melibatkansukarelawan yang tinggal di tengah-tengah masyarakat. Tugas dari sukarelawan adalah untuk mengidentifikasi danmelaporkan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di sekitar rumah tinggal mereka.Namun tugas ini tidaklahmudah, karena kasus kekerasan terhadap perempuan tidak selalu terkait erat dengan persoalan gender. Kemampuanmengidentifikasi dan memahami kasus kekerasan kepada perempuan berbasis gender ini menjadi kebutuhan yangpenting. Oleh karenanya, diperlukan adanya pelatihan dan pemberdayaan kepada sukarelawan supaya memilikipengetahuan, pemahaman tentang kekerasan perempuan berbasis gender dan selanjutnya mampu mengidentifikasidan membedakan kasus kekerasan kepada perempuan secara umum dan kasus kekerasan kepada perempuan yangkhusus berlatar belakang persoalan gender. Dari diskusi yang dilakukan disimpulkan beberapa hal yang penting danbisa menjadi pijakan dalam langkah ke depan yaitu : kekerasan perempuan sangat erat kaitannya dengan relasigender yang tidak adil, ketidak adilan relasi gender adalah hasil dari konstruksi norma sejak kecil, menciptakankesetaraan relasi gender menjadi tidak mudah ketika berhadapan dengan norma, yang bisa dilakukan adalah dengantetap menerima norma yang ada dengan batasan norma tersebut tidak menghalangi/menghambat kesempatankeberdayaan perempuan sehingga perempuan memiliki posisi tawar dan tidak tergantung pada laki-laki, sehinggamenghindarkan pada potensi tindakan kekerasan terhadap perempuan. Kt
PERLAKUAN DISKRIMINASI TERHADAP MAHASISWA PAPUA DI KOTA STUDI YOGYAKARTA
Discrimination is still often found in society due to differences in race, gender and religion. Discrimination itself is an action that is a phenomenon that violates human rights law. In general, discrimination occurs because the majority group corners minority groups because groups that have power can act according to their wishes on different minority groups. Especially acts of discrimination against Papuans, acts of discrimination make the majority of Papuans who have migrated feel depressed or even alienated because of the discrimination. This is the background for researchers to look at the negative stigma towards Papuans and in dealing with acts of discrimination that occur in Yogyakarta.
Keywords: Discrimination, Race, Culture, Religion, Multiculturalism
ANALISIS KESIAPAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DALAM MENERAPKAN SMART CITY
The selection of Kutai Kartanegara Regency as 1 of 25 regions in implementing the work program of the 100 Smart City Movement based on the Republic of Indonesia Ministry of Communication and Information Decree Number 265.KOMINFO/DJAI/AI.01.05/05/2017, is both an opportunity and a challenge to make this happen. This study aims to analyze the readiness of Kutai Kartanegara Regency in implementing Smart City in several dimensions. This study used a qualitative descriptive approach with informants from implementers at the Office of Communication and Information and Bappeda of Kutai Kartanegara Regency. Triangulation is used to test the validity of the data. The results of the study show that the dimensions of Smart City development in Kutai Kartanegara Regency which include smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society and smart environment have been supported by several aspects. From the superstructure aspect, Smart City development is based on the vision and mission of Kutai Kartanegara Regency so that it has a strong basis to be realized. From a structural aspect, it is supported by Regional Apparatus Organizations (OPD), BUMN, BUMD and the formation of Creative Economy Committees in the regions. From the infrastructure aspect, it is carried out through the provision of internet networks and various digital applications. From the aspect of community readiness, efforts have been made to support the development of an internet network with equitable access. From the aspect of hilly nature, extensive forests and many rivers are still obstacles to equal distribution of internet network access and adequate road access.
Keywords: Smart City, Smart Regency Kutai Kartanegara, Regional Readiness Analysi
Aplikasi Goal Programming Pada Pemilihan Rute Obyek Wisata Di Yogyakarta
Ketika wisatawan ke suatu daerah wisata, maka besar kemungkinan wisatawan tersebut mengunjungain beberapa obyek wisata. Kunjungan pada beberapa lokasi tersebut menyebabkan memerlukan waktu dan biaya karena beberapa lokasi tersebut terkadang mempunyai jarak yang dapat berjauhan. Untuk itu diperlukan pemilihan rute yang optimal afar dapat menghemat waktu dan jarak tempuh. Selama ini terdapat beberapa metode optimasi yang dapat digunakan untuk masalah pemilihan rute, salah satu yang yaitu goal programming. Goal programing digunakan karena dapat mengakomodasi beberapa tujuan yang dalam kasus pemilihan rute ini adalah meminimalkan jarak dan waktu. Hasil solusi pemilihan rute dengan goal programming didapatkan perjalanan diawali dari Hotel di Kawasan Malioboro kemudian ke Kraton. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan, setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Wisata Obelix. Setelah itu kemudian tujuan lokasi wisata terakhir ke Merapi dan kemudian kembali ke Hotel di Kawasan malioboro. Rute yang terpilih telah melakukan penghematan sebesar 4 menit untuk waktu tempuh dan 7 Km untuk jarak tempu
Transformasi dan Pola Spasial Permukiman Perajin Perak Tradisional di Desa Celuk, Gianyar
Kawasan bermukim perajin perak tradisional di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar tidak dapat lepas dari pengaruh modernitas global maupun perkembangan alamiah penghuninya seperti terjadinya perubahan jumlah penduduk, profesi, kebiasaan/gaya hidup dan bahkan tata nilai. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa di Desa Celuk memiliki potensi dalam konteks tata nilai arsitektur dan pola keruangan permukimannya. Hal ini mendorong peneliti untuk melaksanakan riset terhadap transformasi  yang terjadi baik transformasi terhadap rumah bermukim maupun pola spasialnya. Penelitian yang dilakukan inimerupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam lingkup penelitian deskriptif. Penentuan sumber informasi ini dilakukan dengan cara purposive sampling serta snowball sampling dengan menerapkan metode kajian pustaka, observasi dan wawancara dalam upaya pengumpulan datanya. Searah dengan pendekatan penelitian kualitatif, analisis data telah mulai dilakukan sejak awal pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara memverikasi relevansi data ataupun melengkapinya. Data-data diskriptif akan dianalisis menurut isinya, untuk melihat transformasi dan pola spasial yang terjadi di permukiman perajin perak di Desa Celuk, Gianyar