Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
    678 research outputs found

    Analisis Pengukuran Produktivitas Produksi Furniture dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel dan American Productivity Center (APC)

    Full text link
    D’Best Furniture CV. Limase Laras merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri furniture. D'Best Furniture CV. Limase Laras selama ini belum pernah melakukan pengukuran produktivitas terhadap produk yang dihasilkannya, sehingga perusahaan tidak mengetahui seberapa tingkat produktivitas yang telah dicapai oleh perusahaan. Padahal, dengan meluasnya area pemasaran hingga mencapai ke luar negeri, perusahaan dituntut untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas dan memperhatikan produktivitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. D'Best Furniture CV. Limase Laras juga tidak mengetahui penyebab dari penurunan maupun peningkatan produktivitas perusahaan. Untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan, maka perlu untuk dilakukan analisis pengukuran produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel dan metode American Productivity Center (APC). Kedua metode ini pada umumnya memiliki kesamaan, yaitu dapat mengetahui indeks produktivitas perusahaan. Metode Marvin E. Mundel merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk melihat peningkatan atau penurunan produktivitas secara spesifik, sedangkan metode American Productivity Center (APC) merupakan suatu metode yang digunakan dengan tujuan perusahaan dapat mengetahui tingkat produktivitas dan hubungan secara langsung antara profitabilitas dengan produktivitas dan perbaikan harga. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka digunakan fishbone diagram untuk mengetahui sebab akibat penurunan produktivitas. Berdasarkan hasil penelitian, produktivitas perusahaan pada tahun 2021 mengalami penurunan, yaitu sebesar 79%. Penurunan produktivitas yang paling dominan disebabkan oleh depresiasi mesin, karena penggunaan mesin yang melebihi batas dan kerusakan pada mesin akibat kurang efektif dalam hal perawatan mesin. Langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan melakukan pembelian mesin yang baru dan memberi pelatihan kepada pekerja mengenai cara melakukan perawatan terhadap mesin

    Analysis of integrated marketing communication in strengthening brand image: comparative study of Ayam Bang Dava and Mang Katsu Brand under PT. Senang Ganyang Lapar

    Full text link
    This study examines two virtual restaurant brands—Ayam Bang Dava and Mang Katsu—as the research objects. This research offers a novel comparative analysis of Integrated Marketing Communication (IMC) strategies implemented by two brands operating under the same parent company within a shared cloud kitchen environment—a context that remains underexplored in existing academic literature. It aims to compare how each brand’s IMC strategies influence brand image across five dimensions (public relations, promotion, events, digital interaction, packaging). Employing a sequential exploratory mixed-methods design, qualitative data were gathered via interviews and observations, then quantitative data were collected through consumer questionnaires (purposive and accidental sampling). Qualitative findings were analyzed with the Miles and Huberman model; quantitative differences were tested using the Mann-Whitney U test. Results indicate significant inter-brand differences in promotional messages and media use (p < 0.05), digital personalization and dialogue quality (p < 0.05), and use of packaging for promotion (p < 0.05). In terms of brand image, credibility and visual recognition differed significantly (p < 0.05), as did personal, experiential, and economic benefits (p < 0.05). Practically, this study contributes to a deeper understanding of how differentiated IMC approaches within a unified operational structure can support brand development—particularly for emerging brands like Mang Katsu—while maintaining competitive parity in overall communication effectiveness (p = 0.774).

    Peningkatan Efisiensi Operasional di Depot Horison Balikpapan Melalui Aplikasi Pemesanan Berbasis Website

    Full text link
    Penerapan teknologi informasi saat ini tidak hanya berfungsi untuk memperluas jangkauan bisnis dan memperkuat kolaborasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendorong inovasi serta peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk industri kuliner. Pemanfaatan sistem digital pada layanan pemesanan makanan memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan dengan lebih cepat, praktis, dan terpantau, sehingga dapat mengurangi hambatan yang biasanya muncul dalam proses manual. Hal ini menjadi relevan mengingat persaingan bisnis makanan semakin ketat, sehingga penyedia layanan dituntut menghadirkan solusi yang efisien, akurat, dan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemesanan makanan berbasis website di Depot Horison dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena memiliki pendekatan iteratif yang menekankan pada kecepatan dalam pengembangan aplikasi, keterlibatan pengguna, serta fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan. Sistem yang dirancang dilengkapi dengan fitur login, pengelolaan menu, serta pemantauan status pesanan yang terintegrasi dengan database MySQL, sehingga mempermudah proses administrasi dan pelayanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengatasi berbagai kendala pada proses manual, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan layanan, dan ketidakefisienan dalam pengelolaan pesanan. Selain itu, penggunaan aplikasi Pencil untuk pengujian antarmuka membuktikan bahwa semua fitur berjalan dengan baik sesuai rancangan. Dengan adanya sistem ini, operasional Depot Horison menjadi lebih efisien, biaya operasional dapat ditekan, dan kualitas layanan kepada pelanggan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem berbasis website merupakan solusi yang efektif, efisien, dan relevan untuk mendukung keberlangsungan bisnis Depot Horison di era digital. Kata kunci:  ERD, Flowmap, Pemesanan, Rapid Application Development (RAD), Teknologi informasi, Website

    Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Tepung untuk UMKM Roti Menggunakan Metode Multikriteria ANP-TOPSIS

    Full text link
    Usaha mikro dalam bidang pembuatan roti sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas, terutama tepung, untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier tepung yang tepat menjadi sangat penting karena setiap supplier memiliki perbedaan dalam hal kualitas, harga, dan kriteria lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengambilan keputusan mutikriteria yang terstruktur dan objektif. Penelitian melakukan pemilihan supplier tepung pada UMKM roti menggunakan metode ANP-TOPSIS dengan hanya mengacu pada kriteria dan alternatif tanpa menggunakan subkriteria seperti yang sering digunakan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Analytical Network Process (ANP) berhasil menentukan bobot prioritas dari lima kriteria utama dalam pemilihan pemasok tepung untuk usaha roti XYZ, yakni kualitas produk, harga, respon, fleksibilitas, dan pengiriman. Kualitas memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,228, diikuti oleh harga (0,225), respon (0,191), fleksibilitas (0,190), dan pengiriman (0,166). Hal ini menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan harga menjadi dua faktor terpenting dalam proses seleksi supplier. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk mengevaluasi dan memeringkat tiga alternatif supplier berdasarkan bobot kriteria tersebut. Toko A memperoleh skor tertinggi sebesar 1,000, menjadikannya supplier terbaik, diikuti oleh Toko B (0,428) dan Toko C (0,357). Toko A dianggap paling mendekati solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi negatif, sehingga menjadi pilihan utama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi metode ANP-TOPSIS merupakan pendekatan efektif dan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan multikriteria, khususnya dalam pemilihan pemasok. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan bobot kriteria secara struktural dan interdependen, tetapi juga memberikan pemeringkatan objektif terhadap alternatif yang tersedia

    Locality-Based Administrative Services (Study in Terong Village, Kapanewon Dlingo, Bantul Regency, Unique Region of Yogyakarta)

    Full text link
    The sub-district is the lowest element of government, having direct relations with the community. The district head has the authority to carry out administrative services. The administration of administrative services in sub-districts follows the Village Minimum Service   Standards (SPM). The quality of the service measures the success of administrative services. Terong Village must be able to provide administrative service to users, namely the community, according to the Village SPM provisions, and provide quality services to user needs. The research aims to determine administrative services and the suitability of administrative services with the SPM  Village in  Terong Village. The informants in the study were the Head of Terong Village, Carik, the administrative officer of Terong Village, Dukuh, and the community user of administrative services—research analysis using analytical descriptive. The research analysis results concluded that administrative services in Terong District are locality-based services based on 1) geographical, 2) community characteristics, 3) trust in other communities, and 4) demographic factors. The results of the research show that Terong Village does not yet have a Village SPM and does not service SOPs or service announcements. Terong District has implemented SERQUAL services based on demographic factors, geography, and community characteristics.   Keywords: Service; Administration; locality

    Appraising the Effects of Social Media Information during the Electioneering Period in Nigeria

    Full text link
    Information is very essential especially during election period that is why candidates and voters utilize it to spread information because of how viable it is in circulating information. The study sought amongst others to examine the effects; negative or positive of social media information circulation in an election period in Nigeria. It was anchored on the Mediatization of politics theory. The descriptive survey research design was used in this investigation. The residents of Owerri metropolis constitute the population of this study. The multistage sampling technique was used. Copies of questionnaire were given out to residents of Owerri Metropolis. The researchers purposefully selected two communities each from local government areas that make up the Owerri metropolis. It was revealed that many of the respondents with a mean average of 2.7 agrees that different social media outlet within their reach and beyond plays key roles in the journey of a smooth, people oriented and positive driven transition of power during and after elections ensuring that the country does not go haywire because of political differences. It was recommended that media role as an advocate of the people in the quest for peaceful pre and post-election period in Nigeria as such should transcend to personal social media users. Keywords: Social Media; Election; Information; Political

    Implementasi prinsip Biophilic desain pada bangunan tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia

    Full text link
    Desain Biophilic adalah desain arsitektur yang menyediakan kesempatan bagi manusia untuk hidup dan bekerja pada tempat yang sehat, minimum tingkat stres, serta menyediakan kehidupan yang sejahtera dengan cara mengintegrasikan alam, baik dengan material alami maupun bentuk-bentuk alami kedalam desain. Kuala Lumpur merupakan ibukota negara Malaysia yang memiliki keterbatasan lahan sehingga pembangunan cenderung keatas atau membangun gedung tinggi dengan berbagai macam fungsi. Kuatnya pengaruh moderenisasi, gedung-gedung tinggi mulai meninggalkan penggunaan material alami, bentuk-bentuk alam, jauh dari intergrasi dengan alam sekitar dengan berbagai alasan seperti efiseiensi material, kekuatan dan estetika. Malaysia belakangan ini sangat trend dengan Green Arsitektur sehingga gedung-gedung tinggi berlomba-lomba mendapatkan sertifikat tersebut untuk meningkatkan nilai jual. Jika dilihat dari perspektif hemat energi dan keberlangsungan lingkungan mungkin konsep ini dapat menjadi solusi. Namun bagaimana dengan kesehatan fisik dan psikis pengguna gedung Di mana koneksi dengan lingkungan alam mulai berkurang. Peneliti akan melakukan observasi terhadap gedung-gedung tinggi yang menggunakan konsep Green Arsitektur untuk mengetahui apakah ada pola-pola Biophilic yang diterapkan pada bangunan tinggi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Case Study dengan pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Membandingkan beberapa kasus dapat memperoleh hasil penelitian berupa standar penerapan Biophilic Desain yang umum digunakan pada bangunan tinggi di Kuala Lumpur

    Perbandingan Biaya Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ) dan Min-Max Inventory Control Pada PT. Indonesia Plafon Semesta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah overstock dan stockout persediaan bahan baku kalsium PVC di PT. Indonesia Plafon Semesta yang menyebabkan tingginya biaya persediaan dan gangguan produksi signifikan. Saat ini, perusahaan memesan bahan baku sebanyak 32.000 kg dengan frekuensi 12 kali per tahun, yang menyebabkan total biaya persediaan mencapai Rp 412.928.000. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode komparatif, penelitian ini menganalisis efisiensi total biaya persediaan menggunakan tiga metode pengendalian persediaan, yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ), dan Min-Max Inventory Control, yang dibandingkan dengan kebijakan perusahaan saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan hasil paling efisien dengan total biaya Rp 384.145.110, menghasilkan potensi penghematan sebesar Rp 28.782.890 atau 6,97% per tahun. Metode POQ dan Min-Max juga menunjukkan efisiensi lebih baik dibandingkan kebijakan perusahaan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp 385.444.437,5 dan Rp 398.529.730. Penggunaan metode EOQ memungkinkan perusahaan mengurangi frekuensi pemesanan menjadi 5 kali per tahun dengan kuantitas optimal 70.115,92 kg per pesanan, sehingga mendukung kelancaran operasional dan pengendalian biaya yang lebih baik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi penerapan metode EOQ sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku di perusahaan. Selain itu, rekomendasi keberlanjutan mencakup pelatihan penggunaan aplikasi perhitungan metode EOQ, POQ, dan Min-Max bagi karyawan, sehingga perusahaan dapat menjalankan pengendalian persediaan secara mandiri pasca penelitian

    Green entrepreneurship capabilities and strategic accounting as dual drivers of MSME sustainability: the moderating dynamics of financial technology adoption

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of green entrepreneurial orientation and strategic accounting on business sustainability, with financial technology (Fintech) as a moderating variable. This study uses quantitative approach with an explanatory research type. Data collection was conducted by distributing questionnaires to 100 micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in South Tangerang City. The data analysis technique used the Structural Equation Modeling method based on Partial Least Squares (PLS-SEM). The results show that green entrepreneurial orientation and strategic accounting have a direct positive and significant effect on MSME business sustainability. This finding emphasizes the importance of integrating environmental awareness and strategic financial management in building sustainable small and medium enterprises in the modern era. However, the results also show that Fintech as a moderating variable does not have a significant influence in strengthening the relationship between green entrepreneurial orientation and strategic accounting on business sustainability. The research model used has met the validity and reliability indicators and has good predictive power. Based on the results of this study, it’s recommended that MSMEs increase their understanding and capacity in implementing green entrepreneurship principles, strengthen strategic accounting practices, and gradually optimize the use of Fintech to support long term business sustainability

    Pengaruh literasi keuangan, financial technology, dan dompet online pada kinerja keuanggan UMKM: peran moderasi inklusi keuangan (studi kasus UMKM di Kota Yogyakarta)

    Full text link
    This study analyzes the effect of financial literacy, financial technology, and e-wallets on the financial performance of MSMEs, with financial inclusion as a moderating variable among MSMEs in Yogyakarta City. Using a quantitative method with 100 MSME respondents selected through purposive sampling, the multiple linear regression results show that financial literacy and financial technology positively influence financial performance, while e-wallets have no significant effect. The Moderated Regression Analysis (MRA) indicates that financial inclusion does not moderate the relationship between the three independent variables and MSME financial performance. Simultaneously, all three variables affect financial performance. Theoretically, this study expands the application of RBV and TAM by integrating knowledge and digital technology aspects, enriching the literature on MSME performance determinants in the Industry 4.0 era. Practically, the findings provide insights for MSMEs, policymakers, and financial institutions to enhance financial literacy and the adoption of financial technologies

    641

    full texts

    678

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Widya Mataram University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇