EDUCARE - Journal of Primary Education (JPE)
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Model ARCS dalam Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di MI At-Taqwa Bondowoso
This study aims to explain the optimization of the ARCS learning model as an effort to increase the learning motivation of students, especially in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso. The method used is qualitative with a descriptive qualitative approach, while the type of research used in this research is field research. The data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data analysis used was condensation, data presentation, and verification. And the validity of the data uses triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate (1) Thematic Learning Problems at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: Teachers are less biased in utilizing learning media, so that the only sources used are textbooks, classroom learning is only centered in the teacher, the students\u27 lack of interest in the learning process, so that students do not pay attention to the teacher who teaches. (2) The application of the ARCS model in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: The implementation of the ARCS model was carried out by teachers with several methods and strategies such as modeling the way strategy and also contextual teaching and learning, ARCS Model as an alternative solution in learning for increasing students \u27learning motivation is able to stimulate students\u27 enthusiasm in thematic learning.
Keywords: ARCS Model; Thematic Learning; Motivation to Learn
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan optimalisasi model pembelajaran ARCS sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya dalam pembelajaranTematik di MI At-Taqwa Bondowoso. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yakni kondensasi, penyajian data, dan verifikasi. Dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Problematika Pembelajaran Tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Guru kurang biasa memanfaatkan media pembelajaran, sehingga sumber yang dipakai hanya buku ajar saja, Pembelajaran di kelas hanya berpusat pada guru, Kurangnya ketertarikan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik tidak memperhatikan guru yang mengajar. (2) Penerapan model ARCS dalam pembelajaran tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Penerapan model ARCS dilakukan oleh para guru dengan beberapa metode dan strategi seperti strategi modeling the way dan juga contextual teaching and learning, Model ARCS sebaga solusi altenatif dalam pembelajaran untuk meningkatakn motivasi belajar peserta didik mampu merangsang semangat peserta didik dalam pembelajaran tematik.
Kata Kunci: Model ARCS; Pembelajaran Tematik; Motivasi Belaja
Kemampuan Afektif Calon Guru Sekolah Dasar Pada Pembelajaran Online Di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
Learning is a conscious effort made by individuals to acquire various kinds of abilities (competencies), skills (skills), and attitudes (attitudes) through a series of learning processes that will ultimately result in behavioral changes in the individual. The learning process in schools tends to emphasize the achievement of changes in cognitive (intellectual) aspects which are carried out through various forms of approaches, strategies, and certain learning models. Learning systems that specifically develop affective abilities have received less attention, affective abilities are only used as a nurturing effect. This study aims to (1) find out whether online learning is able to bring out the affective abilities of prospective study program teachers (2) analyze the affective abilities of prospective teachers in online learning. The data used in this study is qualitative data. The technique used is a questionnaire. This questionnaire was given to respondents, namely students of PGSD teacher candidates at Muhammadiyah University of Pringsewu. The results of the study indicate that affective abilities can appear in online learning as evidenced by the results of the questionnaire that has been given to respondents. The indicators of affective ability in this study include attitudes, interests, self-concept, values, and morals, all of which are in the good range. This means that the results of students\u27 affective abilities can be said to be valid or appear in online learning
Keywords: Affective Ability; e-learning; PGSD
Belajar merupakan upaya sadar yang dilakukan individu untuk memperoleh berbagai macam kemampuan (competencies), ketrampilan (skills), dan sikap (attitudes) melalui serangkaian proses belajar yang pada akhirnya akan menghasilkan perubahan tingkah laku pada individu tersebut. Proses pembelajaran di sekolah lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual) yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan, strategi, dan model pembelajaran tertentu. Sistem pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan afektif kurang mendapat perhatian, kemampuan afektif hanya dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah pembelajaran online mampu memunculkan kemampuan afektif calon guru prodi (2) menganalisis kemampuan afektif calon guru SD pada pembelajaran online. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik yang digunakan ialah angket. Yang diberikan kepada 132 responden, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan afektif dapat muncul pada pembelajaran online. Indikator kemampuan afektif dalam penelitian ini, meliputi sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral yang semuanya berada pada rentang baik. Hal ini berarti bahwa hasil kemampuan afektif calon guru sekolah dasar dapat dikatakan valid atau muncul pada pembelajaran online.
Kata Kunci: Kemampuan Afektif; e-learning; PGS
Implementasi Strategi Student Team Achievement Divisions Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Di SD Darus Sholah Jember
This research was conducted at SD Darus Sholah, Jember which aims to answer the main problems related to the implementation of the Student Team Achievement Divisions learning strategy in integrated thematic learning. The problem studied in this research is the Implementation of the Student Team Achievement Divisions Strategy in integrated thematic learning at SD Darus Sholah, Jember. This research approach uses a qualitative approach with the type of phenomenological research. Methods of data collection using interviews, observation and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, with the process of data collection, condensation, data display, and data verification. To test the validity of the data using triangulation. The results of this study indicate that: 1) At the presentation stage, the teacher starts with story material, reviews previous material, and learning activities in teams. 2) The teacher prepares a worksheet as a guide for group work and each member can contribute, the teacher makes observations, provides guidance, motivation, and assistance if needed. 3) Individual tests in groups. 4) Score development for individuals, the teacher combines the previous score with the final score. 5) Appreciation for the team is based on the assessment of individuals in the group so that the process of group assessment recapitulation is based on individual assessment of each group.
Keywords: STAD Model; Learning, Thematic; Primary school
Penelitian ini dilakukan di SD Darus Sholah Jember yang bertujuan untuk menjawab pokok permasalahan berkaitan dengan penerapan strategi belajar Student Team Achievement Divisions dalam pembelajaran tematik terpadu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, Implementasi Strategi Student Team Achievement Divisions dalam pembelajaran tematik terpadu di SD Darus Sholah Jember. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan proses data collection, condensation, data display, and data verifiying. Untuk menguji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pada tahap presentasi, guru memulai dengan materi cerita, mereview ulang materi sebelumnya, dan kegiatan belajar dalam tim. 2) Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai pedoman kerja kelompok dan setiap anggota dapat berkontribusi, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, motivasi, dan bantuan jika diperlukan. 3) Tes individu dalam kelompok. 4) Skor pengembangan bagi individu, guru menggabungkan skor nilai sebelumnya dengan skor akhir. 5) Penghargaan bagi tim mendasarkan kepada penilaian terhadap individu dalam kelompok sehingga proses rekapitulasi penilaian kelompok, didasarkan kepada penilain individu masing-masing kelompok.
Kata Kunci: Model STAD; Pembelajaran, Tematik; Sekolah Dasa
Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Daring Di Madrasah Ibtidaiyah
In the teaching and learning process, teachers are required to be able to carry out their role to the fullest as a motivator and initiator in an effort to maintain and at the same time increase the enthusiasm of students to learn. Especially in the Covid-19 pandemic situation which requires educational institutions to carry out online learning. This study aims to discuss the teacher\u27s role as a motivator and the teacher\u27s role as an initiator in improving the quality of student learning in online learning at Madrasah Ibtidaiyah Ma\u27arif Condro Jember. This research uses qualitative research methods and the type of research is a case study. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The validity of the data using source triangulation and technical triangulation. Meanwhile, data analysis uses data condensation, data presentation and verification/conclusion. The results of this study indicate: 1) The teacher\u27s role as a motivator in improving the quality of learning in online learning, namely: providing opportunities for students to play an active role in learning, providing reinforcement, praise or verbal appreciation, teachers listening to students\u27 concerns and wishes to bond. good relationship between teachers and students. 2) The role of the teacher as an initiator in improving the quality of learning in online learning, namely: utilizing information and communication technology such as Whatsapp, Facebook, Google Meet and Google Form.
Keywords: Teacher Role; Quality of Learning; Online Learning
Dalam proses belajar mengajar, guru dituntut untuk mampu melaksanakan perannya secara maksimal menjadi motivator dan inisiator dalam upaya menjaga dan sekaligus meningkatkan semangat belajar peserta didik. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang menuntut lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara Daring. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang peran guru sebagai motivator dan peran guru sebagai inisiator dalam meningkatan kualitas belajar peserta didik pada pembelajaran daring di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Condro Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan kualitas belajar pada pembelajaran daring yaitu: memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran, memberikan penguatan, pujian atau apresiasi secara verbal, guru mendengarkan keresahan dan keinginan peserta didik agar terjalin ikatan yang baik antara guru dan peserta didik. 2) Peran guru sebagai inisiator dalam meningkatkan kualitas belajar pada pembelajaran daring yaitu: memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti Whatsapp, Facebook, Google Meet dan Google Form.
Kata Kunci: Peran Guru; Kualitas Belajar; Pembelajaran Darin
Implementasi Pembelajaran Fiqih Materi Sholat Dengan Media Audio Visual Di Madrasah Ibtidaiyah
This research was conducted to form students to be more disciplined in maintaining time, especially in prayer, as well as to strengthen aqidah and increase the worship of students of Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi\u27iyah. The focus of this research is: 1) How to plan the prayer chapter of fiqh learning through audio-visual media for students of Class IV Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi\u27iyah Ajung, 2) How to implement the prayer chapter of fiqh learning through audio-visual methods for students of Class IV Madrasa Ibtidaiyah Salafiyah Syafi \u27iyah Ajung, 3) How is the evaluation of fiqh learning in the prayer chapter for fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi\u27iyah Ajung. This research uses qualitative research with descriptive qualitative research. Determination of research subjects in this study was carried out purposively. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Analysis of the data, the researcher used the data analysis model of the Miles, Huberman, and Saldana models including: Data Condensation (Condensation), Data Presentation (Display), Conclusions Drawing. The validity of the data in this study used source triangulation and technical triangulation. The results showed that: 1) The use of audiovisual media was very relevant in learning fiqh in the prayer chapter 2) Active, innovative, creative, effective and fun learning made students enthusiastic and enthusiastic in learning and not boring. 3) the completeness of learning facilities and infrastructure is very influential in the evaluation stage including summative evaluation and formative evaluation, input evaluation, process evaluation and output evaluation.
Keywords: Implementation; Fiqh learning; Audio visual
Penelitian ini dilakukan untuk membentuk peserta didik lebih disiplin dalam menjaga waktu khususnya dalam shalat, serta memantapkan aqidah dan meningkatkan ibadah peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah. Fokus penelitianini adalah: 1) Bagaimana Perencanaan Pembelajaran fiqih bab sholat melalui media audio visual bagi peserta didik Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung, 2) Bagaimana Pelaksanaan pembelajaran fiqih bab sholat melalui metode audio visual bagi peserta didik Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung, 3) Bagaimana evaluasi pembelajaran fiqih bab sholat bagi peserta didik kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi’iyah Ajung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan subyek penelitian dalam penelitian ini dilakukan secara purposive.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data, peneliti menggunakan model analisis data model Miles, Huberman, dan Saldana meliputi: Kondensasi Data (Condensation), Penyajian Data (Display), Penarikan Kesimpulan (Conclusions Drawing). Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) Penggunaan media audiovisual sangat relevan dalam pembelajaran fiqih bab sholat 2) Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan membuat peserta didik semangat dan antusias dalam belajar serta tidak membosankan. 3) kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran sangat berpengaruh pada tahap evaluasi meliputi evaluasi Sumatif dan evaluasi Formatif evaluasi input, evaluasi proses dan evaluasi output.
Kata Kunci: Implementasi; Pembelajaran Fiqih; Audio Visua
Implementasi Quantum Teaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V MI Mambaul Ulum Kandangrejo
The Quantum Teaching learning model is a modification of the various interactions that exist in and around the moment in learning. This study aims to find out more about how to apply Quantum Teaching in measuring students\u27 abilities including cognitive, affective and psychomotor aspects. This research method uses qualitative research methods with the type of research field research. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. While the data analysis is a qualitative analysis model of Miles and Huberman and Saldana which consists of data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are: (1) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo cognitive aspects, namely students are able to think more critically and broadly, students are able to do assignments or exercises and can understand learning well, students able to provide questions and answers properly and appropriately. (2) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspects in the affective aspect, namely: the curiosity of students increases, students become more focused, students\u27 attitudes become more confident and courageous. (3) Implementation of Quantum Teaching in Class V Thematic Learning at MI Mambaul Ulum Kandangrejo psychomotor aspects, namely: students are able to practice well the learning media is provided, students are able to name the names and parts of the circulatory organs, students are able to show the circulatory organs blood using the medium.
Keywords: Quantum Teaching; Learning; Madrasah Ibtidaiyah
Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana penerapan Quantum Teaching dalam mengukur kemampuan peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Field Research. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data analisis kualitatif model Miles dan Huberman dan Saldana yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Implementasi Quantum Teaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek kognitif yaitu peserta didik mampu berfikir secara lebih kritis dan luas, peserta didik mampu mengerjakan tugas atau latihan dan dapat memahami pembelajaran dengan baik, peserta didik mampu memberikan pertanyaan dan jawaban dengan baik dan sesuai. (2) Implementasi Quantum Teaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek dalam aspek afektif yaitu: rasa ingin tahu peserta didik meningkat, peserta didik menjadi lebih fokus, sikap peserta didik semakin percaya diri dan berani. (3) Implementasi Quantum Teaching Pada Pembelajaran Tematik Kelas V di MI Mambaul Ulum Kandangrejo aspek dalam aspek psikomotorik yaitu: peserta didik mampu mempraktikkan dengan baik media pembelajaran disediakan, peserta didik mampu menyebutkan nama dan bagian organ peredaran darah, peserta didik mampu menunjukkan bagian organ peredaran darah dengan menggunakan media.
Kata Kunci: Quantum Teaching; Pembalajaran; Madrasah Ibtidaiya
Implementasi Reward dan Punishment Dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Jember
Giving stimulus from educators in the form of giving appreciation and punishment will greatly affect the way of thinking and behavior of students in achieving the goals of character education that have been set. This study aims to describe the implementation of reward and punishment in shaping the character of students\u27 discipline. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Methods of data collection using interviews, observation and documentation. The validity of the data used source triangulation and technical triangulation. The results of this study indicate: (1) The implementation of rewards in shaping the discipline character of students is done by giving rewards in the form of praise and giving appreciation in the form of gifts. (2) The implementation of punishment in shaping the disciplinary character of students is carried out by giving gradual warnings, giving spontaneous warnings and written warning letters. (3) Evaluation of the implementation of rewards and punishments in shaping the character of students\u27 discipline is using process evaluation, which is an assessment carried out during the learning process by observing the attitudes of students everyday when they are in the madrasa environment..
Keywords: Reward; Punishment; Discipline; Learners
Pemberian stimulus dari pendidik berupa pemberian apresiasi dan hukuman akan sangat mempengaruhi cara berpikir dan tingkah laku peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan karakter yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi reward dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik dilakukan dengan memberikan reward dalam bentuk pujian serta memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah. (2) Implementasi punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik dilakukan dengan cara memberi peringatan secara bertahap, memberi teguran spontan dan surat peringatan tertulis. (3) Evaluasi implementasi reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik adalah menggunakan evaluasi proses, yaitu penilaian yang dilakukan di saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati dari sikap peserta didik sehari-hari ketika berada di lingkungan madrasah.
Kata Kunci: Reward; Punishment; Disiplin; Peserta Didi
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Muatan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III SDS Harapan Jakarta
This research was carried out at SDS Harapan Jakarta. This research aims to unravel the implementation of character education’s values through thematic subject, specifically on Indonesian Language Content. This research uses qualitative descriptive approach to gather research data deeply and thoroughly regarding character education’s value. Data collection was done using interviews, observation, and documentation. Miles and Huberman method was used to analyze data collected with the process of data collection, condensation, data display, and data verification. Triangulation was used to verify the validity of the data. The result of this study revealed that 1) The implementation of character education values in the content of Indonesian Language learning in Class 3 is implemented through reading and writing activities that prioritize the five main values in education according to the Minister of Education and Culture. 2) There are still less-effective efforts to achieve learning objectives. 3) There is still a lack of learning innovations carried out to achieve learning goals. 4) No lesson plans that are not made routinely as a means of evaluating learning. 5) There is still a need for improvement in the application of character education in Indonesian content that is linked to students\u27 real experiences, both through online and offline learning.
Keywords: Character Education; Primary School; Thematic Learning; Indonesian Language Content
Penelitian ini dilaksanakan di SDS Harapan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran tematik, khususnya pada muatan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data penelitian secara mendalam dan menyeluruh mengenai nilai pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan proses pengumpulan data, kondensasi, tampilan data, dan verifikasi data. Triangulasi digunakan untuk memverifikasi keabsahan data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) Implementasi nilai pendidikan karakter dalam muatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 3 diterapkan melalui kegiatan membaca dan menulis yang mengedepankan lima nilai utama dalam pendidikan sesuai Permendikbud. 2) Masih ada upaya-upaya yang kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. 3) Masih kurangnya inovasi pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Tidak ada RPP yang tidak dibuat secara rutin sebagai sarana evaluasi pembelajaran. 5) Masih perlu adanya perbaikan penerapan pendidikan karakter konten bahasa Indonesia yang dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik, baik melalui pembelajaran online maupun offline.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pembelajaran Tematik; Muatan Bahasa Indonesi
Implementasi Model Pembelajaran Take and Give Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V Di MI Ar-Rahim Arjasa
This research is the result of research that describes the implementation of the Take and Give learning model in the fifth grade social studies subject at MI Ar-Rahim, Arjasa, Jember. The learning process includes 3 stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. This research aims to answer. Based on the background described above, the formulation of the problems in this study are: 1. How is the preparation in implementing the Take and learning model for class V social studies subjects at MI Ar-Rahim, Arjasa District, Jember Regency? 2. What is the process of implementing the Take and Give learning model for the fifth grade social studies subject at MI Ar-Rahim, Arjasa District, Jember Regency? 3. How is the evaluation in implementing the Take and Give learning model for the fifth grade social studies subject at MI Ar-Rahim, Arjasa District, Jember Regency? The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data sources in this study were the Principal, Teachers and Grade V Students of Class V Social Studies at MI Ar-Rahim, and other supporting documents. The results of this study indicate: 1. The implementation of the Take and Give learning model in the preparation stage has fulfilled all preparations well. 2. The process of implementing learning in class makes the learning atmosphere fun and students become more active. 3. At the evaluation stage all students have reached the assessment criteria in 3 aspects of the assessment, namely attitudes, knowledge and skills
Keywords:Learning model; Take and Give; Social studies lessons
Penelitian ini adalah hasil penelitian yang menggambarkan tentang implementasi model pembelajaran Take and Give pada mata pelajaran IPS kelas V di MI Ar-Rahim Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Proses pembelajaran tersebut meliputi 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menjawab Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana persiapan dalam mengimplementasikan model pembelajaran Take and mata pelajaran IPS kelas V di MI Ar-Rahim Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember? 2. Bagaimana proses dalam implementasi model pembelajaran Take and Givemata pelajaran IPS kelas V di MI Ar-Rahim Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember? 3. Bagaimana evaluasi dalam mengimplementasikan model pembelajaran Take and Givemata pelajaran IPS kelas V di MI Ar-Rahim Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru dan Peserta didik kelas V mata pelajaran IPS kelas V di MI Ar-Rahim, dan dokumen penunjang lainnya. Hasil penelitian inimenunjukkan: 1. Implementasi model pembelajaran Take and Give pada tahap persiapan sudah memenuhi segala persiapan dengan baik. 2. Proses pelaksanaan pembelajaran dikelas membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan peserta didik menjadi lebih aktif. 3. Pada tahap evaluasi semua peserta didik telah mencapai kriteria penilaian dalam 3 aspek penilaian yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan.
KataKunci: Model Pembelajaran; Take and Give; Pelajaran IP
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah
The inculcation of Islamic religious values ??is an effort to shape the character of students to achieve a degree as a human being who is in accordance with norms, culture and religion. This research describes the process of internalization and the method of cultivating Islamic religious values ??in an unusual situation, namely in the era of the Covid-19 pandemic. In this study, researchers used a qualitative approach, a type of case study with interview and observation data collection techniques. The results of this study indicate that the implementation of student learning in a pandemic situation is carried out in two ways, namely (1) online and (2) offline. The values ??instilled in students include (a) worship, (b) faith and (c) morals. Meanwhile, the methods used by teachers in the process of inculcating Islamic religious values ??during the pandemic were practice methods, guidance methods, and memorization methods.
Keywords: Education, Islamic Religious Values, Covid-19
Penanaman nilai-nilai agama Islam merupakan sebuah upaya dalam membentuk karakter siswa untuk mencapai derajat sebagai manusia yang sesuai norma, budaya serta agama. penelitian ini mendeskripsikan proses internalisasi hingga metode penanaman nilai-nilai agama Islam di situasi yang tidak biasa yakni di era pandemi covid-19. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran siswa dalam situasi pandemi dilakukan dengan dua cara yakni (1) daring dan (2) luring. Nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa meliputi (a) ibadah, (b) keimanan dan (c) akhlak. Sedangkan metode-metode yang digunakan guru dalam proses penanaman nilai-nilai agama Islam selama pandemi adalah metode praktik, metode bimbingan, dan metode hafalan.
Kata Kunci: Pendidikan, Nilai-nilai Agama Islam, Covid-1