Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Transformasi cetak ke jurnalisme digital
The transformation from print to digital media has changed the way information is disseminated and the interaction between media and audiences. This research aims to analyze the transformation process carried out by Herald.id, iNews, and Ujung Jari, as well as the strategies applied in managing digital content. In addition, this research also identifies the challenges and opportunities that arise in digital journalism and its impact on the audience's news consumption patterns. Using a qualitative approach, this research explores in depth how subjects interpret and understand the change from print to digital media, including their experiences, feelings and perspectives. The results show that while there are significant challenges, there are also great opportunities for innovation that can advance journalism in the digital era..
Keywords: (Transformation Media, Digital Journalism, Adaptation Strateg)Transformasi dari media cetak ke digital telah mengubah cara penyebaran informasi dan interaksi antara media dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi yang dilakukan oleh Herald.id, iNews, dan Ujung Jari, serta strategi yang diterapkan dalam pengelolaan konten digital. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam jurnalisme digital serta dampaknya terhadap pola konsumsi berita audiens. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali secara mendalam bagaimana subjek menginterpretasikan dan memahami perubahan dari media cetak ke digital, termasuk pengalaman, perasaan, dan perspektif mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan signifikan, terdapat pula peluang besar untuk inovasi yang dapat memajukan jurnalisme di era digital.
Kata-kata Kunci: (Perubahan Media, Digital Jurnalisme, Stategi Adaptasi
The Service Process For Handling Social Security Contribution Receivables At BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir Branch
This research investigates the service process for handling social security contribution receivables at the BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir Branch. The study aims to explain the service process, identify factors contributing to arrears, and analyze obstacles and solutions encountered in managing these receivables. Official travel for Civil Servants is crucial for government operations, requiring accountable financial reporting through Fund Disbursement Notes (NPD). However, delays and inconsistencies are common. BPJS Ketenagakerjaan, a key institution for workforce social protection, faces challenges in managing contribution arrears, which can negatively impact program sustainability and participant rights. The study highlights the structured procedures involving Account Representatives (AR), Receivable Administration Officers, and the Supervision and Inspection (Wasrik) unit. By analyzing the process, contributing factors, and solutions, this research provides insights for improving the efficiency and responsiveness of receivable management at BPJS Ketenagakerjaan
MEMBANGUN PERILAKU KERJA RAMAH LINGKUNGAN PADA PEGAWAI PEMERINTAHAN DI KABUPATEN BENGKALIS, RIAU
Abstract
Establishing an environmentally friendly behavior contributes to environmental awareness by integrating environment practices into daily employee activities at their workplace due to most of its time is at work, and it refers to motive that workplace that had environmentally friendly work behavior bring the employees working in a supportive work environment and may perceive more motivates to deliver high quality work consistently and bring them to the employee well-being, reduces operational of Government Agencies’ costs, and positively impacts the environment. This exploratory qualitative research comprised the Respondents from six government employees or the State Civil Apparatus (ASN) who served in 3 (three) of government agencies including the horticulture, environment, and healthcare in one district/city in Bengkalis Riau Province. The findings of this research encompass five factors that can support in establishing an environmentally friendly behavior in government agencies. First, compiling and practicing policy instrument on environmentally friendly work behaviour in government areas. Second, enhancing the leadership's charge and role-modeling for being environmentally friendly behavior. Third, practicing and executing diverse environmentally friendly plan either solution and relating it into State Civil Apparatus. Fourth, adopt the technology that support environmentally friendly offices, and lastly, conduct training (education) and socialization on an environmentally friendly behavior to State Civil Apparatus. Hence those efforts affected the better human activities in the workplace.
Keywords: Work Behavior, Environmentally Friendly, Government Agencies, Employee Well-BeingAbstrak
Perilaku ramah lingkungan turut mendorong terciptanya kesadaran lingkungan dengan mengintegrasikan praktik-praktik lingkungan ke dalam aktivitas keseharian pegawai di tempat kerja karena sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat kerja, dan hal ini mengacu pada motif bahwa tempat kerja yang memiliki perilaku kerja ramah lingkungan akan membawa pegawai bekerja di lingkungan kerja yang mendukung dan dapat lebih termotivasi untuk memberikan pekerjaan berkualitas tinggi secara konsisten iya dan membawa kesejahteraan pegawai, mengurangi biaya operasional Instansi Pemerintah, dan berdampak positif terhadap lingkungan. Penelitian kualitatif eksploratif ini melibatkan Responden dari enam pegawai pemerintah atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di 3 (tiga ) instansi pemerintah yaitu hortikultura, lingkungan hidup, dan kesehatan di satu kabupaten/kota di Provinsi Bengkalis Riau. Temuan penelitian ini meliputi lima faktor yang dapat mendukung terwujudnya perilaku ramah lingkungan di instansi pemerintah. Pertama, menyusun dan mempraktikkan instrumen kebijakan tentang perilaku kerja ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan. Kedua, meningkatkan tanggung jawab dan keteladanan pimpinan untuk berperilaku ramah lingkungan . Ketiga, mempraktikkan dan melaksanakan berbagai rencana maupun solusi ramah lingkungan dan mengaitkannya dengan Aparatur Sipil Negara. Keempat, mengadopsi teknologi yang mendukung perkantoran ramah lingkungan, dan terakhir melakukan pelatihan (pendidikan) dan sosialisasi tentang perilaku ramah lingkungan kepada Aparatur Sipil Negara. Oleh karena itu upaya tersebut berdampak pada aktivitas manusia yang lebih baik di tempat kerja.
Kata kunci: Perilaku Kerja, Ramah Lingkungan, Instansi Pemerintah, Kesejahteraan Karyawa
PERAN MANAJEMEN RISIKO DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN EVENT ORGANIZER
Indonesia’s event and MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) industries have demonstrated rapid growth over the past decade, contributing significantly to the country’s tourism and creative economy sectors. However, this progress has been accompanied by increased exposure to external disruptions, most notably the Covid-19 pandemic. In this volatile and competitive landscape, event organizer (EO) firms are required to adopt adaptive and forward-looking risk management strategies to ensure performance sustainability. This study aims to examine the relationship between risk management and organizational performance within the Indonesian event industry, with a particular focus on the financial and operational dimensions of risk. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected from 100 EO and MICE business operators across Indonesia. Structural equation modeling using Partial Least Squares (PLS-SEM) was applied to test the proposed model. Findings reveal that both financial risk (β = 0.297, p = 0.020) and operational risk (β = 0.370, p = 0.003) have a statistically significant and positive impact on firm performance. Together, these factors account for 69.2% of the variance in performance outcomes (R² = 0.692). The results emphasize the importance of implementing systematic and anticipatory risk management practices to enhance business resilience and competitive advantage. By identifying key risk factors that influence EO performance, this study contributes to a deeper understanding of strategic management in the event industry and offers practical implications for improving firm responsiveness amid an increasingly dynamic global environment.Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia, khususnya sektor MICE dan Event, telah menunjukkan perkembangan pesat namun juga sangat rentan terhadap gejolak, seperti dampak signifikan dari pandemi Covid-19. Dalam lingkungan bisnis yang kompleks, dinamis, dan penuh tantangan serta persaingan ketat ini, perusahaan penyelenggara acara (Event Organizer) dituntut untuk terus beradaptasi dan mengelola berbagai risiko guna mempertahankan serta meningkatkan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan keterkaitan serta pengaruh signifikan manajemen risiko terhadap kinerja perusahaan event organizer, serta mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh signifikan dari faktor-faktor manajemen risiko yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data dari 100 pengusaha industri event dan MICE di Indonesia melalui metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa semua indikator valid dan reliabel. Pengujian model struktural menemukan bahwa Risiko Finansial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (koefisien 0.297, p = 0.020). Demikian pula, Risiko Operasional juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (koefisien 0.370, p = 0.003). Kedua variabel risiko ini secara kolektif menjelaskan hampir 70% variabilitas dalam kinerja perusahaan (R² = 0.692). Temuan ini menggarisbawahi bahwa pengelolaan risiko yang terstruktur dan proaktif, baik finansial maupun operasional, merupakan kunci penting dalam membentuk dan meningkatkan kinerja perusahaan event organizer di tengah dinamika industri
Perancangan UI/UX Aplikasi Mobile Debt Note Menggunakan Metode Double Diamond
Debt Note mobile application is designed to allow users to record the debts quickly and easily digitally, so that the information is easily accessible and well-organized. This design uses Double Diamond method which functions as a design framework that includes four phases: Discover, Define, Develop, and Deliver. The previous research has confirmed that Double Diamond method works well to improve UI/UX which can help in the design process systematically and refine solutions and ideas. This method helps to determine the needs of users and creating user interfaces (UI) and user experience (UX) to meet the expectations of users. This application is designed with simple and intuitive interface that allows users to easily track and manage debt transactions along with payment schedules. In the feasibility measurement process, this design uses System Usability Scale (SUS) by measuring user's satisfaction level based on 10 Likert-based scale statements. From the evaluation stage using System Usability Scale (SUS) method, the score value is shown with an average of 89.375. The results of this feasibility test are included in the Very Good category, which represents a positive response from users to the application design. The results of this study indicate that the interface design has a very good level of usability and is suitable for use.Aplikasi mobile Debt Note dirancang untuk memungkinkan pengguna mencatat utang pengguna dengan mudah dan cepat secara digital, sehingga informasinya mudah diakses dan dapat terorganisasi dengan baik. Perancangan ini menggunakan metode Double Diamond yang fungsinya sebagai kerangka pembuatan desain yang mencakup empat fase utama yaitu: tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Penelitian sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa metode Double Diamond berfungsi dengan baik untuk meningkatkan perancangan UI/UX yang dapat membantu dalam proses mendesain dengan cara sistematis serta menyempurnakan ide beserta solusi. Metode ini membantu dalam menentukan kebutuhan pengguna serta menciptakan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang sesuai dengan harapan para pengguna. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang sangat sederhana dan intuitif yang memungkinkan pengguna untuk melacak dan mengelola transaksi utang dengan mudah beserta jadwal pembayaran. Dalam proses pengukuran tingkat kelayakan, perancangan aplikasi ini menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan mengukur tingkat dari kepuasan pengguna berdasarkan 10 pernyataan skala berbasis Likert. Dari tahap evaluasi yang sudah dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menunjukkan bahwa nilai skor didapat dengan rata-rata 89,375. Hasil pengujian kelayakan ini termasuk dalam kategori Sangat Baik, yang merepresentasikan tanggapan positif dari pengguna terhadap desain akhir aplikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perancangan desain antarmuka memiliki tingkat kegunaan yang sangat baik dan layak digunakan
PENGARUH KREDIBILITAS, CITRA MEREK, DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI PRODUK MAKE OVER DALAM PEMASARAN OMORFO SHOP PADA SHOPEE DI MAKASSAR
This study analyzes the influence of credibility, brand image, and consumer trust on purchase intention for Make Over products at Omorfo Shop on Shopee in Makassar. Using a quantitative approach and multiple linear regression analysis, the sample consists of 130 respondents who are active consumers of Omorfo Shop. The results indicate that brand image and consumer trust have a significant effect on purchase intention, while credibility does not show a significant partial effect. Data were analyzed using SPSS version 29.Keywords: Credibility, Brand Image, Consumer Trust and Purchase IntentionPenelitian ini menganalisis pengaruh kredibilitas, citra merek, dan kepercayaan konsumen terhadap minat beli produk Make Over di Omorfo Shop pada Shopee di Makassar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda, sampel terdiri dari 130 responden yang merupakan konsumen aktif Omorfo Shop. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra merek dan kepercayaan konsumen memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli, sementara kredibilitas tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Data dianalisis dengan SPSS versi 29.
Kata kunci: Kredibilitas, Citra Merek, Kepercayaan Konsumen dan Minat Beli
An ANALYSIS OF CHANGES IN SPEAKING MANNERS BY MIXING INDONESIAN AND ENGLISH: A CASE STUDY OF GENERATION Z TEENAGERS
This study explores the linguistic phenomenon of code-mixing between Indonesian and English among Generation Z teenagers. It aims to analyze how the integration of English into daily conversations influences their speaking manners, including lexical choices, sentence structures, and sociolinguistic implications. A qualitative case study approach was employed, involving interviews, discourse analysis, and surveys among teenagers in urban areas. The findings indicate that code-mixing is used for stylistic expression, social identity formation, and digital communication adaptation. While it enhances bilingual proficiency, it also raises concerns about language shift and cultural identity. The study provides insights into the evolving linguistic patterns of Generation Z and their implications for language education and communication norms.Penelitian ini mengeksplorasi fenomena linguistik berupa code-mixing antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan remaja Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana integrasi bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari memengaruhi cara berbicara mereka, termasuk dalam pemilihan leksikal, struktur kalimat, serta implikasi sosiolinguistiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan wawancara, analisis wacana, dan survei terhadap remaja yang tinggal di daerah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa code-mixing digunakan sebagai sarana ekspresi gaya berbicara, pembentukan identitas sosial, serta adaptasi terhadap komunikasi digital. Meskipun fenomena ini meningkatkan kemampuan bilingual, terdapat pula kekhawatiran mengenai pergeseran bahasa dan melemahnya identitas budaya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pola linguistik yang berkembang pada Generasi Z serta implikasinya terhadap pendidikan bahasa dan norma komunikasi di era global saat ini
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING ENTREPRENEURIAL INTENTIONS AMONG YOUNG WOMEN IN BANDUNG
This study explores the factors that influence the entrepreneurial intentions of young women in Bandung, Indonesia. It focuses on five key aspects—entrepreneurial mindset, self-efficacy, digital literacy, social support, and entrepreneurship education—using the Theory of Planned Behavior (TPB), which considers intention the strongest predictor of actual behavior. A quantitative survey was conducted, collecting primary data from 150 women aged 18–30 through an online questionnaire. The data were analyzed using SPSS, including tests for reliability, validity, classical assumptions, and multiple linear regression. The results indicate that self-efficacy, social support, entrepreneurship education, and entrepreneurial mindset have positive and significant effects on entrepreneurial intention, both individually and together. In contrast, digital literacy showed no significant influence. These findings enhance understanding of what drives entrepreneurial behavior among young women and provide practical guidance for policymakers and educators to design programs that foster confidence, skills, and readiness for entrepreneurship.Tujuan penelitian ini adalah menelaah peran entrepreneurial mindset, self-efficacy, literasi digital, dukungan sosial, dan pendidikan kewirausahaan dalam membentuk niat berwirausaha perempuan muda di Kota Bandung. Semua faktor dalam penelitian ini didasarkan pada Theory of Planned Behavior (TPB), yang menyatakan bahwa niat merupakan prediktor terdekat dari perilaku nyata seseorang. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei. Data primer dikumpulkan dari 150 responden perempuan berusia 18–30 tahun menggunakan kuesioner daring via Google Forms. Analisis data dilakukan dengan SPSS, meliputi uji validitas dan reliabilitas, pengecekan asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entrepreneurial mindset, self-efficacy, literasi digital, dukungan sosial, dan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian perilaku kewirausahaan, serta implikasi praktis bagi pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam merancang program pemberdayaan yang dapat memperkuat pola pikir kewirausahaan dan kompetensi digital perempuan muda di Kota Bandung
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi E- Ganesha pada Sistem Absensi Menggunakan Pendekatan PIECES
This study analyzes user satisfaction with the attendance system of the e‑Ganesha application using the PIECES framework. The research adopts a quantitative descriptive design, collecting data through a Likert scale questionnaire administered to 170 respondents (85 employees and 85 lecturers) at Undiksha, complemented by open-ended questions to capture richer user feedback. Instrument validity was tested using the Pearson Product Moment correlation (all items met r-hitung > r-tabel), and reliability with Cronbach’s Alpha (α = 0.973), indicating excellent internal consistency. Using the Kaplan and Norton classification, overall satisfaction falls in the “satisfied” category. For employees, the highest mean scores are Information and Control & Security (4.49), while the lowest is Economy (4.29); for lecturers, Information is highest (4.62) and Economy is lowest (4.42). Qualitative responses highlight several areas for improvement: slower system speed during peak hours, error messages that are not sufficiently informative, inefficient leave request and approval flows, and limited administrative controls that may allow misuse. The PIECES analysis identifies strengths in informative outputs and data protection, with weaknesses in performance variability and process efficiency; opportunities include workflow automation and monitoring; threats involve declining user trust if friction persists. Recommendations synthesized via SWOT prioritize performance optimization, usability enhancements, streamlined processes, and governance controls. These findings provide actionable guidance for iterative improvements to e‑Ganesha’s attendance module and contribute to the broader literature on satisfaction evaluation in institutional information systems.Penelitian ini menganalisis kepuasan pengguna terhadap sistem absensi pada aplikasi e-Ganesha dengan kerangka PIECES. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang diisi oleh 170 responden (85 pegawai dan 85 dosen) di Undiksha, serta pertanyaan terbuka untuk menangkap umpan balik yang lebih kaya. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment (seluruh butir memenuhi r-hitung > r-tabel), dan reliabilitas melalui Cronbach’s Alpha (α = 0,973) yang menunjukkan konsistensi internal sangat tinggi. Berdasarkan klasifikasi Kaplan dan Norton, tingkat kepuasan secara umum berada pada kategori "puas". Pada kelompok pegawai, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada variabel Information dan Control & Security (4,49), sedangkan terendah pada variabel Economy (4,29); pada kelompok dosen, variabel Information tertinggi (4,62) dan Economy terendah (4,42). Masukan kualitatif menyoroti beberapa kebutuhan perbaikan: kecepatan sistem yang menurun pada jam sibuk, pesan kesalahan yang kurang informatif, alur pengajuan dan persetujuan cuti yang belum efisien, serta kontrol administratif yang perlu diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan. Analisis PIECES mengidentifikasi kekuatan pada keluaran informasi dan perlindungan data, kelemahan pada variabilitas kinerja dan efisiensi proses; peluang pada otomasi alur kerja dan monitoring; ancaman pada turunnya kepercayaan pengguna bila friksi berlanjut. Rekomendasi yang disusun melalui SWOT memprioritaskan optimasi kinerja, peningkatan kegunaan, penyederhanaan proses, serta penguatan tata kelola. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi peningkatan bertahap modul absensi e-Ganesha dan memperkaya literatur evaluasi kepuasan dalam sistem informasi institusional
KAJIAN KUAT TEKAN BETON RINGAN TIDAK TERKEKANG BERAGREGAT KASAR POLIPROPILENA DILAPISI PASIR
This study aims to determine the compressive strength, density, and crack pattern of lightweight concrete utilizing polypropylene coated with sand as coarse aggregate and Tayan sand as fine aggregate. The research employs three mix design clusters based on the water-to-cement ratio (w/c): Cluster A with a w/c ratio of 0.347, Cluster B with a w/c ratio of 0.339, and Cluster C with a w/c ratio of 0.319. Cylinder-shaped specimens measuring 15×30 cm were prepared for each cluster. For the 15×30 cm cylinder specimens, the average compressive strength obtained was 21.69 MPa, 22.15 MPa, and 24.53 MPa for Clusters A, B, and C, respectively, with standard deviations of 0.59, 0.49, and 1.51. The density of lightweight concrete was recorded as 1717.54 kg/m³, 1689.17 kg/m³, and 1802.93 kg/m³ for Clusters A, B, and C, respectively. The observed crack pattern corresponds to Type 3, in reference to ASTM C39.
Keywords: Lightweight Concrete; Polypropylene; TayanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kuat uji tekan, densitas dan pola retak beton ringan yang menggunakan polipropilena yang dilapisi pasir sebagai agregat kasar dan menggunakan pasir Tayan sebagai agregat halus. Penelitian ini menggunakan tiga klaster rancang campur berdasarkan perbandinga air dengan semen (w/c). Klaster A dengan rancang campur w/c: 0,347; klaster B dengan w/c: 0.339 dan klaster C dengan w/c: 0,319. Benda uji Silinder ukuran 15x30 cm dibuat untuk masing masing klaster. Untuk benda uji Silinder 15x30 cm, didapatkan rerata kuat tekan 21,69 MPa, 22,15 MPa dan 24,53 MPa untuk masing masing klaster A, B dan C, dengan standar deviasi 0,59, 0,49 dan 1,51. Didapatkan densitas beton ringan adalah 1717,54 (kg/m3), 1689,17 (kg/m3) dan 1802,93 (kg/m3) untuk masign masing klaster A, B dan C. Pola retak yang terjadi adalah tipe 3 mengacu pada ASTM C39.
Kata kunci: Beton Ringan; Karbon Polipropilena; Tayan