Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang

    Full text link
    Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing demand has prompted the development of new tourism alternatives, including tourism village programs. One example is Dayeuhkolot Tourism Village, located in Sagalaherang District, Subang Regency, which offers various natural and cultural attractions such as scenic landscapes, local wisdom, and cultural diversity. Despite its promising potential, the tourism development of Dayeuhkolot Village remains underdeveloped, particularly in terms of infrastructure and digital promotion. In response, the Applied Bachelor of MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) Study Program Politeknik Negeri Jakarta carried out a community service initiative aimed at enhancing the village's digital marketing capacity. The program focused on designing and installing digital signage to promote the village and increase its visibility to a broader audience.  Activities included socialization, workshops, focus group discussions, and practical training sessions, supported by the provision of digital signage infrastructure. As a result, local stakeholders—especially tourism managers—showed improved understanding and skills in utilizing digital marketing tools. The installed signage attracted community attention and was seen as a valuable asset for promoting tourism sustainably. The village head acknowledged the impact of the initiative, highlighting its role in supporting long-term tourism development. Overall, the program contributed meaningfully to the empowerment of the tourism village through digital innovation, enabling more effective promotion strategies and reinforcing the village’s potential as an attractive and sustainable tourist destination.Keywords: facility, tourism village, digital advertisement, digital signage Saat ini, gaya hidup masyarakat modern mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai pilihan tempat wisata baik di lingkup regional maupun internasional. Meningkatnya kebutuhan masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor pendorong munculnya banyak tempat wisata baru, salah satunya dalam bentuk program desa wisata. Wilayah Subang diketahui telah membuat program desa wisata edukasi pada beberapa desa di wilayahnya seperti salah satunya Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Desa wisata Dayeuhkolot memiliki Daerah Tujuan Wisata (DTW) alam dan budaya yang menarik, termasuk keindahan alam, kearifan lokal, dan keragaman budaya. Namun, meskipun potensinya besar, perkembangan pariwisata di Desa Wisata Dayeuhkolot masih belum maksimal. Terutama dalam hal peningkatan fasilitas desa wisata berbentuk pengembangan infrastruktur wisata. Pengabdian masyarakat yang merupakan kegiatan rutinitas Program Studi Sarjana Terapan MICE bertujuan untuk membantu pengelola desa wisata dalam melakukan pemasaran digital untuk desa wisata Dayeuhkolot, terutama dalam pembuatan perangkat digital signage untuk membantu memasarkan desa wisata Dayeuhkolot. Peningkatan ini dilaksanakan dengan pembekalan secara teori dan praktik serta memberikan bantuan fasilitas agar mampu menunjang kegiatan pembuatan program desa wisata Dayeuhkolot. Metode peningkatan diberikan menggunakan sosialisasi, workshop, forum group discussion, dan pemasangan digital signage. Kepala Desa Dayeuhkolot menyampaikan bahwa workshop terkait pemasaran digital dan pemasangan digital signage sangat bermanfaat dalam pengelolaan desa wisata Dayeuhkolot secara berkelanjutan. Kata kunci: fasilitas, desa wisata, pemasaran digital, digital signag

    Implementasi Sistem GPS Tracker Berbasis IoT untuk Monitoring dan Tracking Tools Fiber Optik di PT XYZ

    Full text link
    The development of modern communication technology demands fast and high-capacity data transmission, making fiber optics the primary choice in telecommunications infrastructure. The implementation of fiber optic technology requires special supporting devices such as splicers, Optical Time Domain Reflectometers (OTDRs), and Optical Power Meters (OPMs), which have high investment values ​​but are vulnerable to loss. PT XYZ, which is engaged in telecommunications infrastructure maintenance, experiences obstacles related to real-time location monitoring and limited visibility in managing high-value equipment assets. This study designs an Internet of Things (IoT)-based GPS tracker system for monitoring and tracking fiber optic equipment using the integration of the ESP32 architecture, SIM7600G-H module for 4G LTE connectivity, active GPS, and the Firebase Realtime Database. The monitoring website was developed with a role-based access control system that regulates three levels of access: Admin, Reviewer, and Field Team. The results of GPS accuracy testing at 11 locations in Jakarta showed an average deviation of 2.02 m with 90.9% of locations achieving the good to very good accuracy category (≤5 meters). The website's performance efficiency evaluation based on the ISO 25010 standard achieved a score of 90.20%, in the "Very Good" category, with a range of 88%-92%. The system is capable of providing real-time monitoring with update intervals of 30 seconds to 1 minute, minimizing the risk of asset loss and optimizing the efficiency of field fiber optic equipment management.Perkembangan teknologi komunikasi modern menuntut transmisi data cepat dan berkapasitas tinggi, sehingga fiber optik menjadi pilihan utama dalam infrastruktur telekomunikasi. Implementasi teknologi fiber optik memerlukan perangkat pendukung khusus seperti splicer, OTDR, dan OPM yang memiliki nilai investasi tinggi namun rentan mengalami kehilangan. Kondisi ini memerlukan sistem pelacakan dan pemantauan untuk menjamin keamanan lokasi serta memantau kondisi operasional peralatan. PT XYZ yang bergerak dalam bidang pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi mengalami kendala terkait pemantauan lokasi secara real-time dan keterbatasan visibilitas dalam pengelolaan aset peralatan bernilai tinggi. Penelitian ini merancang sistem GPS tracker berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan dan pelacakan peralatan fiber optik menggunakan integrasi arsitektur ESP32, modul SIM7600G-H untuk konektivitas 4G LTE, GPS active, dan Firebase Realtime Database. Website monitoring dikembangkan dengan sistem role-based access control yang mengatur tiga level akses: Admin, Reviewer, dan Tim Lapangan. Hasil pengujian akurasi GPS pada 11 titik lokasi di Jakarta memperlihatkan rata-rata deviasi 2.02 meter dengan pencapaian terbaik 0.73m di Universitas Pancasila. Penilaian performance efficiency website berdasarkan standar ISO 25010 melalui survei 10 responden memperoleh nilai 90.20% kategori "Sangat Layak". Sistem mampu menyajikan pemantauan real-time dengan frekuensi pembaruan 30 detik hingga 1 menit, meminimalkan risiko kehilangan aset, dan mengoptimalkan efisiensi manajemen peralatan fiber optik lapangan

    Perancangan Antena Mikrostrip Rectangular Crab Patch sebagai Antena Eksternal Penerima Sinyal 4G Frekuensi 2,3 GHz

    Full text link
    Wireless 4G communication has become an essential part of supporting daily digital services such as internet browsing, video streaming, and low-latency applications. However, 4G signal reception often faces degradation in various locations, particularly in remote areas or inside buildings with structural barriers. One effective solution to enhance signal reception is the use of a microstrip antenna, which offers advantages such as a simple design, compact size, and low manufacturing cost. This study presents the design of a rectangular crab patch microstrip antenna for 4G signal reception operating at a frequency of 2.3 GHz. The antenna was designed with a patch size of 15.5 mm, an inter-element spacing of 62.5 mm, a dielectric constant (εr) of 4.3, and a substrate thickness (h) of 1.6 mm. The simulation results show that the antenna achieved an S₁₁ of –46.26 dB, a VSWR of 1.009, and a gain of 3.53 dB. Overall, the antenna meets the expected performance criteria and is suitable for effective 4G signal reception.Komunikasi nirkabel 4G telah menjadi bagian penting dalam mendukung layanan digital sehari-hari, seperti browsing internet, streaming video, dan aplikasi yang memerlukan latensi rendah. Namun, penerimaan sinyal 4G di berbagai lokasi seringkali mengalami kendala, terutama di daerah terpencil atau di bangunan dengan hambatan struktural. Salah satu solusi untuk meningkatkan penerimaan sinyal adalah dengan menggunakan antena mikrostrip, yang memiliki keunggulan seperti desain sederhana, ukuran kecil, dan biaya produksi rendah. Pada penelitian ini telah dirancang sebuah antena mikrostrip rectangular crab patch untuk aplikasi penerimaan sinyal 4G pada frekuensi 2,3 GHz. Desain antena ini memiliki dimensi antena (a) sebesar  15,5 mm dan jarak antar elemen sebesar 62,5 mm, selain itu memiliki nilai konstanta dielektrik (εr) sebesar 4.3 dan h sebesar 1.6mm. Antena ini memiliki karakteristik S 1,1 sebesar -46,26 dB; VSWR sebesar 1,009; dan gain sebesar 3,53 dB. . Secara umum, antena ini telah memenuhi kinerja yang diharapkan

    CELEBRITY ENDORSER, KUALITAS PRODUK, DAN KEPUTUSAN: PERAN MEDIASI BRAND TRUST

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mediasi brand trust dalam hubungan antara celebrity endorser dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk lokal Susu Moeria. Fenomena fluktuatifnya loyalitas konsumen mendorong perlunya analisis terhadap faktor-faktor psikologis dan persepsi yang memengaruhi keputusan pembelian dalam konteks pemasaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software WarpPLS. Sampel berjumlah 100 responden yang merupakan konsumen Susu Moeria, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa celebrity endorser dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap brand trust, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, brand trust memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan terbukti memediasi pengaruh celebrity endorser dan kualitas produk. Temuan ini menegaskan bahwa brand trust merupakan determinan kunci dalam membentuk keputusan pembelian konsumen, sejalan dengan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pemasaran berbasis kepercayaan merek dengan seleksi endorser yang kredibel serta peningkatan kualitas produk yang konsisten.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mediasi brand trust dalam hubungan antara celebrity endorser dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk lokal Susu Moeria. Fenomena fluktuatifnya loyalitas konsumen mendorong perlunya analisis terhadap faktor-faktor psikologis dan persepsi yang memengaruhi keputusan pembelian dalam konteks pemasaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software WarpPLS. Sampel berjumlah 100 responden yang merupakan konsumen Susu Moeria, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa celebrity endorser dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap brand trust, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, brand trust memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan terbukti memediasi pengaruh celebrity endorser dan kualitas produk. Temuan ini menegaskan bahwa brand trust merupakan determinan kunci dalam membentuk keputusan pembelian konsumen, sejalan dengan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pemasaran berbasis kepercayaan merek dengan seleksi endorser yang kredibel serta peningkatan kualitas produk yang konsisten

    TINJAUAN PENGGUNAAN BERBAGAI BAHAN LIMBAH BERBASIS TUMBUHAN SEBAGAI PEREMAJA TERHADAP SIFAT REOLOGI BITUMEN HASIL EKSTRASI MATERIAL RAP

    Full text link
    Sustainable innovation in road construction encourages the use of recycled materials, such as Reclaimed Asphalt Pavement/RAP, as an alternative to reduce dependence on new materials and minimize negative environmental impacts. However, RAP materials generally undergo an aging process that causes a decrease in viscoelastic properties, an increase in stiffness, and a decrease in resistance to cracking and deformation. To address these issues, rejuvenators produced from biomass waste - such as rice husks, bagasse, palm oil waste, and other agricultural residues - are being developed as environmentally friendly solution in restoring the rheological properties of RAP asphalt and improving the performance of the asphalt mixture. The results show that plant-based rejuvenators containing lignin with a chemical structure consisting of carbon, hydrogen, oxygen elements, and have active groups such as aromatic ring structures, aliphatic and aromatic hydroxyl groups, and quinone groups very similar in structure to asphalt can rebalance the proportion of malten and asphaltene fractions in aged asphalt. The use of bio-rejuvenators provides performance that results in a decrease in the complex modulus (G⁎) value and an increase in the phase angle (δ), indicating improved flexibility and reduced stiffness of the asphalt, approaching the characteristics of new asphalt. Furthermore, the addition of biojuvenators also positively impacts resistance to rutting and fatigue, while enhancing the workability of the asphalt mixture, especially in low-temperature applications.Sustainable innovation in road construction encourages the use of recycled materials (Reclaimed Asphalt Pavement/RAP), as an alternative to reduce dependence on new materials and reduce negative impacts on the environment. However, RAP materials generally have undergone an aging process that causes a decrease in viscoelastic properties, an increase in stiffness and a decrease in resistance to cracking and deformation. To overcome these problems, rejuvenators produced from biomass waste such as rice husks, bagasse, palm oil waste and other agricultural wastes are starting to be developed as an environmentally friendly solution in restoring the rheological properties of RAP asphalt and improving the performance of the asphalt mixture. The results of the study showed that plant-based rejuvenators containing lignin with a chemical structure consisting of carbon, hydrogen, oxygen elements, and have active groups such as aromatic ring structures, aliphatic and aromatic hydroxyl groups, and quinone groups very similar in structure to asphalt are able to rebalance the proportion of malten and asphaltene fractions in aged asphalt. The use of bio-rejuvenators provides performance that results in a decrease in the complex modulus (G⁎) value and an increase in the phase angle (δ). This indicates increased flexibility and decreased stiffness of the asphalt, approaching the characteristics of new asphalt. Furthermore, the addition of biojuvenators also positively impacts resistance to rutting and fatigue, and improves the workability of the asphalt mixture, especially for low-temperature applications

    Pendampingan Penyusunan Anggaran untuk Keberlanjutan Bisnis UMKM Desa Cigugur Girang Kabupaten Bandung Barat

    Full text link
    The Community Service Program (PKM) entitled “Budget Planning Assistance for Business Sustainability of MSMEs in Cigugur Girang Village” aims to improve financial literacy and budgeting skills among MSME actors. This program was implemented using a Service Learning approach, integrating training on financial planning, the use of budgeting worksheets, and assistance in preparing operational, cash, and sales budgets. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ ability to manage finances, control cash flow, and make more strategic business decisions. Although challenges remain, such as limited digital literacy and resource constraints, the program proved effective in strengthening MSME capacity. This program initiative contributes to empowering MSMEs to achieve business sustainability and competitiveness, while also having a positive impact on the local economy.Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM, or the Community Service Program) entitled “Budget Planning Assistance Supporting Business Sustainability for MSMEs in Cigugur Girang Village” aims to improve financial literacy and budgeting skills among MSME actors. This program was implemented using a service learning (SL) approach marked by integrating the following approaches, namely training on financial planning, using the budgeting worksheets, and assisting in the preparation of operational, cash, and sales budgets. Evaluation results show a significant improvement in participants’ ability to manage financial flows, control cash flow, and make more strategic business decisions. Although challenges remain, such as limited digital literacy and resource constraints, the program proved effective in strengthening MSME capacity. This program initiative contributes not only to empowering MSMEs to achieve business sustainability and competitiveness but also to boost a positive impact on the local economy. Keywords: MSMEs, budget planning, mentoring, business sustainability, community service Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pendampingan Penyusunan Anggaran untuk Keberlanjutan Bisnis UMKM Desa Cigugur Girang” yang kemudian menjadi artikel ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan penyusunan anggaran bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Service Learning (SL), yang mengintegrasikan pelatihan perencanaan keuangan, penggunaan kertas kerja, dan pendampingan penyusunan anggaran operasional, kas, dan penjualan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta dalam mengelola keuangan, mengontrol arus kas, serta membuat keputusan bisnis yang lebih terencana. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan literasi digital dan sumber daya, program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Program ini berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM untuk mencapai keberlanjutan usaha dan daya saing yang lebih baik, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kata kunci: UMKM , penyusunan anggaran, pendampingan, keberlanjutan usaha, pengabdian kepada masyaraka

    Edukasi Literasi Keuangan pada Rumah Ibadah (Masjid) di Parit Baru, Salatiga, Sambas, Kalbar

    Full text link
    Parit Baru Village, Salatiga District, Sambas Regency, has 7 mosques, 3 prayer rooms, and 5 Buddhist temples. Some houses of worship have recorded their financial statements, but they are not yet in accordance with the Accounting Standards for Entities Without Public Accountability (SAK-ETAP). SAKETAP is stipulated by the Indonesian Institute of Accountants (IAI) in ISAK-35 (Interpretation of Financial Accounting Standards) concerning the Presentation of Financial Statements for Non-Profit Entities. Therefore, houses of worship require education and training in mosque financial literacy so they understand and are able to present accountable financial statements. Education and training are carried out through Community Service (PKM) activities in the Public Sector Accounting Study Program. The purpose of the PKM activity is to improve understanding and ability in preparing mosque financial statements. The results of the PKM activity show that there is an increase in knowledge and ability in preparing financial statements according to applicable standards. Before the PKM activity, participants did not fully understand house of worship accounting, because financial recording has only been done in a simple manner. However, after participating in PKM activities, house of worship administrators came to understand the importance of good accounting as a form of accountability to the public. This can be seen from the enthusiasm of the participants who want to learn about the application for compiling financial reports for places of worship that we have provided.Parit Baru Village, Salatiga District of Sambas Regency, has 7 mosques, 3 prayer rooms, and 5 Buddhist temples. Some houses of worship have recorded their financial statements, but they are not yet in accordance with the Accounting Standards for Entities Without Public Accountability (SAK-ETAP). SAKETAP is stipulated by the Indonesian Institute of Accountants (IAI) in ISAK-35 (Interpretation of Financial Accounting Standards) concerning the Presentation of Financial Statements for Non-Profit Entities. Therefore, houses of worship require education and training in financial literacy, hence they understand and are able to present accountable financial statements. Education and training are carried out through Community Service (PKM) activities in the Public Sector Accounting Study Program. The purpose of the PKM activity is to improve understanding and ability in preparing mosque financial statements. The community service method used is service learning, which is a teaching approach that integrates community service activities with academic objectives, carried out through the stages of observation, implementation, and evaluation. The results of the PKM activity show that there is an increase in knowledge and ability in preparing financial statements according to applicable standards. The result shows that house of worship administrators came to understand the importance of good accounting as a form of accountability to the public. This can be seen from the enthusiasm of the participants who want to learn about the application for compiling financial reports for places of worship that we have provided. Keywords - ISAK 35, Financial Literacy, Non-Profit Organizations Abstrak Desa Parit Baru, Salatiga, Sambas, memiliki 7 buah masjid, 3 mushalla, dan 5 vihara. Sebagian rumah ibadah sudah melakukan pencatatan, namun belum sesuai dengan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). SAKETAP ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam ISAK-35 (Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan) tentang Penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nirlaba. Oleh karena itu, rumah ibadah memerlukan edukasi dan pelatihan literasi keuangan masjid supaya memahami dan mampu menyajikan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi dan pelatihan dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tujuan kegiatan PKM untuk meingkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan mesjid. Metode pengabdian yang digunakan adalah service learning yaitu pendekatan pengajaran yang mengintegrasikan layanan masyarakat (pengabdian) dengan tujuan akademik. dengan tahapan observasi, pelaksanaan, dan observasi. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari catatan keuangan sederhana pengurus Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Sebelum dilaksanakankegiatan PKM peserta belom memahami sepenuhnya tentang akuntansi rumah ibadah, karena selama ini pencatatan keuangan hanya dilakukan secara sederhana. Namun setelah mengikuti kegiatan PKM, pengurus rumah ibadah menjadi memahami tentang pentingnya akuntansi yang baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Hal ini dapat dilihat dari antusias para peserta yang ingin mempelajari aplikasi penyusuan laporan keuangan rumah ibadah yang sudah disediakan. Kata kunci - ISAK 35, Literasi keuangan, Organisasi Nirlab

    Integrating Total Quality Management And Management Control Systems

    Full text link
    In the face of global competition, organizations need to integrate Total Quality Management (TQM) with Management Control Systems (MCS) to manage performance more effectively. While TQM emphasizes quality, customer satisfaction, and continuous improvement, MCS provides formal and informal mechanisms to ensure the achievement of strategic objectives. This study aims to examine the relationship, contribution, and challenges of integrating TQM and MCS through a Systematic Literature Review (SLR) of articles published between 2021 and 2025, using content analysis and narrative synthesis. The findings indicate that their synergy strengthens strategic alignment, quality culture, and control systems, thereby enhancing organizational effectiveness, with key success factors including leadership, quality-oriented culture, incentives, and technological support. Overall, the integration of TQM and MCS creates a balance between cultural flexibility and the rigor of control systems, making it highly relevant for both business and public sectors

    Perancangan Sistem Pendingin pada Prototipe Mesin Injeksi Molding Double Barrel

    Full text link
    Kebutuhan produk plastik semakin meningkat di Indonesia, menurut Datareksa Institute pada tahun 2023, meningkat sebesar 5% dalam lima tahun terakhir dan diproyeksikan terus meningkat sebesar 6% dalam 10 tahun ke depan. Observasi pada prototipe mesin mesin injeksi molding double barrel di laboratorium pengembangan produk teknik mesin Politeknik Negeri Jakarta menunjukkan beberapa kekurangan seperti  sistem pendingin tidak efektif yang berdampak pada kualitas produk dan siklus produksi yang lama. Memodifikasi prototipe mesin injecksi molding double barrel dengan mengintegrasikan sistem pendingin air pada cetakan molding dapat mengatasi kekurangan prototipe sebelumnya dengan menambahkan sistem pendingin air yang terhubung langsung pada cetakan molding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode VDI 2221 yang melibatkan mendesain sistem pendingin, pembuatan dan pengujian prototipe dengan simulasi Dinamika fluida komputasi atau CFD serta evaluasi kerja pada sistem pendingin untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi siklus produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pendinginan sebesar 32 detik dengan suhu akhir 41 derajat celsius artinya penambahan sistem pendingin air mampu mengurangi durasi siklus produksi.Kebutuhan produk plastik semakin meningkat di Indonesia, menurut Datareksa Institute pada tahun 2023, meningkat sebesar 5% dalam lima tahun terakhir dan diproyeksikan terus meningkat sebesar 6% dalam 10 tahun ke depan. Observasi pada prototipe mesin mesin injeksi molding double barrel di laboratorium pengembangan produk teknik mesin Politeknik Negeri Jakarta menunjukkan beberapa kekurangan seperti  sistem pendingin tidak efektif yang berdampak pada kualitas produk dan siklus produksi yang lama. Memodifikasi prototipe mesin injecksi molding double barrel dengan mengintegrasikan sistem pendingin air pada cetakan molding dapat mengatasi kekurangan prototipe sebelumnya dengan menambahkan sistem pendingin air yang terhubung langsung pada cetakan molding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode VDI 2221 yang melibatkan mendesain sistem pendingin, pembuatan dan pengujian prototipe dengan simulasi Dinamika fluida komputasi atau CFD serta evaluasi kerja pada sistem pendingin untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi siklus produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pendinginan sebesar 32 detik dengan suhu akhir 41 derajat celsius artinya penambahan sistem pendingin air mampu mengurangi durasi siklus produksi

    Analisis Perancangan Suspensi Belakang pada Kendaraan Listrik Berbasis Standar ISO 2631-1

    Full text link
    Perkembangan kendaraan listrik menuntut sistem suspensi yang tidak hanya stabil, tetapi juga nyaman, terutama pada konfigurasi motor penggerak belakang yang menyebabkan distribusi massa menjadi asimetris. Penelitian ini menganalisis karakteristik suspensi belakang kendaraan listrik empat roda menggunakan model massa–pegas–redaman satu derajat kebebasan (1-DOF), dengan evaluasi berdasarkan standar kenyamanan ISO 2631-1. Objek studi berupa kendaraan listrik ringan dengan distribusi massa belakang dominan, menghasilkan beban kerja suspensi belakang sebesar 1.052,5 kg. Hasil perhitungan menunjukkan gaya statis per pegas sebesar 5.162,5 N dan kekakuan pegas 51.625 N/m, menghasilkan frekuensi natural 1,11 Hz yang berada dalam rentang kenyamanan optimal. Dengan damping ratio 0,25, diperoleh koefisien redaman 3,685 Ns/m dan waktu redaman sekitar 2,3 detik. Simulasi osilasi menunjukkan bahwa nilai ini memberikan keseimbangan terbaik antara kenyamanan dan stabilitas, dibandingkan rasio 0,10 dan 0,40. Temuan ini menunjukkan bahwa desain suspensi belakang yang diusulkan layak diterapkan pada kendaraan listrik dengan distribusi massa tidak merata dan mampu memenuhi standar kenyamanan internasional.Perkembangan kendaraan listrik menuntut sistem suspensi yang tidak hanya stabil, tetapi juga nyaman, terutama pada konfigurasi motor penggerak belakang yang menyebabkan distribusi massa menjadi asimetris. Penelitian ini menganalisis karakteristik suspensi belakang kendaraan listrik empat roda menggunakan model massa–pegas–redaman satu derajat kebebasan (1-DOF), dengan evaluasi berdasarkan standar kenyamanan ISO 2631-1. Objek studi berupa kendaraan listrik ringan dengan distribusi massa belakang dominan, menghasilkan beban kerja suspensi belakang sebesar 1.052,5 kg. Hasil perhitungan menunjukkan gaya statis per pegas sebesar 5.162,5 N dan kekakuan pegas 51.625 N/m, menghasilkan frekuensi natural 1,11 Hz yang berada dalam rentang kenyamanan optimal. Dengan damping ratio 0,25, diperoleh koefisien redaman 3,685 Ns/m dan waktu redaman sekitar 2,3 detik. Simulasi osilasi menunjukkan bahwa nilai ini memberikan keseimbangan terbaik antara kenyamanan dan stabilitas, dibandingkan rasio 0,10 dan 0,40. Temuan ini menunjukkan bahwa desain suspensi belakang yang diusulkan layak diterapkan pada kendaraan listrik dengan distribusi massa tidak merata dan mampu memenuhi standar kenyamanan internasional

    2,061

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇