Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Cover Epigram Vol.21 No.1 2024

    No full text

    Analisis Penyebaran Temperatur pada Desain Mold Prototype Mesin Injeksi Molding Manual Double Barrel Kapasitas 5 TF

    No full text
    This study analyzes the temperature spread distribution in the core and cavity design of a manualdouble-stage injection molding machine with a 5 tons force (TF) capacity. The injection mold isutilized to process polypropylene (PP) material into an injection product in the shape of the PNJlogo. This research aims to examine the temperature spread distribution resulting from a 100-wattcartridge heater located on the support plate of the mold, with a focus on the core and cavitytemperatures. Manual calculations using heat transfer conduction principles and finite elementanalysis (FEA) simulations using software were conducted in this study. The parametersinvestigated include the temperature values across the support plate mold, core, and cavity. Theresults of the manual calculations indicate that the temperatures on the support plate mold, core,and cavity are 58.96°C, 57.34°C, and 57.34°C, respectively. The simulation analysis yieldedmaximum temperatures of 89.53°C for the support plate mold and 88.11°C for both the core andcavity. The manual calculations and simulation analysis produced accurate and reliable results,confirming that the standard mold temperature range for processing polypropylene is between20°C and 90°C. This analysis demonstrates that the identified temperature levels are safe forpolypropylene processing, providing high confidence in the validity of the research findings.Penelitian ini membahas analisis temperatur pada desain core dan cavity cetakan (mold) mesin injeksi molding manual double barrel kapasitas 5 TF. Cetakan injeksi molding ini digunakan untuk mengolah material polypropylene menjadi produk baru berbentuk logo Politeknik Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mnganalisis penyebaran temperatur yang dihasilkan catridge heater dengan daya 100 Watt yang terdapat pada bagian support plate terhadap bagian core dan cavity cetakan. Analisis dilakukan dengan metode perhitungan manual menggunakan konsep konduksi perpindahan panas dan metode simulasi finite element analysys (FEA) menggunakan Software Solidworks. Parameter penelitian yang diteliti adalah besaran temperatur yang tersebar di bagian support plate mold, core, dan cavity. Hasil perhitungan manual menunjukkan bahwa temperatur yang terdapat pada bagian support plate mold, core, dan cavity masing-masing adalah 58,96°C, 57,34°C, dan 57,34°C. Sedangkan hasil analisis simulasi, menunjukkan temperatur maksimal yang terdapat pada bagian support plate mold, core, dan cavity masing-masing adalah 89,53°C, 88,11°C, dan 88,11°C. Hasil perhitungan manual dan analisis simulasi menunjukkan hasil yang memenuhi jangkauan standar temperature mold untuk material polypropylene yaitu 20°C - 90°C. Berdasarkan analisis ini, temperature tersebut aman untuk pemrosesan polypropylene

    Biaya dan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDP 2017 dan AASHTO 1993

    No full text
    The planning and evaluation process of toll road pavement thickness play a crucial role in sustainable toll road design. Road structure design needs to align with construction requirements, and pavement serves to shield the road layers from excessive pressure due to vehicle loads. Recalculating the rigid pavement thickness on the Cinere - Jagorawi toll road section III using the AASHTO and MDP methods aims to determine the most suitable method for determining toll road pavement thickness. Additionally, the study conducts cost calculations for rigid pavement work using slipform concrete paver and conventional methods. The research findings indicate that based on project data analysis, the pavement thickness using the AASHTO method is 16 cm, while the MDP method results in a thickness of 28 cm. The MDP analysis yields a pavement thickness identical to the field measurement of 28 cm, whereas the AASHTO method produces a pavement thickness 12 cm thinner than the field measurement. The effective cost of rigid pavement work using manual methods and concrete pavers amounts to Rp11,640,674,008.34. This cost applies to a thickness of 29 cm, a lane width of 3.7 m, and a work length of 5,700 m. The maximum work length is 3,291 m using manual methods, and the minimum work length is 2,409 m using concrete pavers.Proses perencanaan dan evaluasi tebal perkerasan jalan tol memiliki peranan penting dalam desain jalan tol berkelanjutan. Desain struktur jalan perlu disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi dan perkerasan jalan berfungsi melindungi lapisan jalan dari tekanan berlebihan akibat beban kendaraan. Perhitungan ulang tebal perkerasan kaku pada jalan tol Cinere – Jagorawi seksi III menggunakan metode AASHTO dan MDP bertujuan untuk menentukan metode yang lebih sesuai dalam menentukan tebal perkerasan jalan tol. Selain itu, penelitian ini juga melakukan perhitungan biaya pekerjaan perkerasan kaku dengan metode slipform concrete paver dan konvensional. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis data proyek, tebal perkerasan kaku dengan metode AASHTO sebesar 16 cm, sedangkan metode MDP  menghasilkan tebal 28 cm. Untuk tebal perkerasan kaku hasil analisis menggunakan metode MDP memiliki nilai tebal yang sama dengan tebal perkerasan pada lapangan yaitu 28 cm, sementara metode AASHTO menghasilkan tebal perkerasan 12 cm lebih tipis dari yang terukur di lapangan. Hasil biaya efektif pekerjaan perkerasan kaku dengan menggunakan metode manual dan alat concrete paver mencapai Rp11,640,674,008.34. Harga ini berlaku dengan tebal pengerjaan 29 cm, lebar lajur 3.7 m, dan panjang pengerjaan 5,700 m. Panjang pengerjaan maksimal 3,291 m menggunakan metode manual, dan panjang pengerjaan minimal 2,409 m menggunakan metode concrete paver

    PENGARUH KINERJA KEUANGAN, STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kinerja Keuangan, Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan. Kinerja Keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), Struktur Kepemilikan diukur menggunakan Struktur Kepemilikan Manajerial (SKM), dan Kebijakan Dividen diukur menggunakan Dividen Payout Ratio (DPR). Sedangkan Nilai Perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV) . Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 perusahaan yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Diperoleh data sampel sebanyak 80 data. Jenis data pada penelitian ini adalah data sekunder dengan metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan tingkat signifikasi 5%. Penelitian ini diolah menggunakan software eviews 12 dan menunjukan bahwa (1) Kinerja Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan, (2) Struktur Kepemilikan tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, (3) Kebijakan Dividen tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, serta (4) Kinerja Keuangan, Struktur Kepemilikan, dan Kebijakan Dividen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Struktur Kepemilikan, Kebijakan Dividen, Nilai Perusahaan

    PENYUSUNAN TINDAKAN PERBAIKAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) JRX

    Get PDF
    Koperasi Simpan Pinjam (KSP) JRX yang bergerak di bidang usaha pengkreditan atau pemberian pinjaman kepada anggotanya, untuk memberikan pinjaman bagi calon debitur, salah satu risiko yang menyebabkan adalah piutang berupa piutang tak tertagih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pengendalian yang ada pada sistem pengendalian internal piutang Koperasi Simpan Pinjam JRX dan menyusun rekomendasi tindakan perbaikan atas kesenjangan pengendalian, serta mengimplementasikan sistem pengendalian internal piutang pada Koperasi Simpan Pinjam JRX. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui proses dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian intern piutang pada komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan kegiatan pemantauan telah berjalan cukup efektif. pada setiap komponen tersebut terdapat kesenjangan pengendalian yang telah teridentifikasi yang mengakibatkan munculnya kerugian piutang. Beberapa rekomendasi tindakan perbaikan diberikan kepada pihak koperasi agar koperasi dapat memperbaiki dan meningkatkan sistem pengendalian internal pada bagian piutang.  Kata kunci: Piutang, Sistem Pengendalian Internal, Celah Pengendalia

    PANDANGAN GENERASI MUDA TERHADAP CHILDFREE DAN PERAN MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENCEGAHAN CHILDFREE

    Get PDF
    The issue of Childfree has gone viral recently, especially after several cyber influencers such as YouTube, Twitter, Instagram revealed that their families had decided not to have children. Childfree itself is a decision made by a married couple not to have children. Indonesia as a country that believes in God makes religion a source of reference for behavior, one of which is in starting a family and having children. The role of religion is certainly very important in efforts to see the problems that occur and take the right solutions so that Childfree can be addressed wisely. This research aims to look at the views of the younger generation towards Childfree and the role of Islam in efforts to prevent the younger generation from being Childfree. Because the condition of the nation in the future will be determined by today's young generation. The research method chosen is a qualitative method using observation, interviews, documentation studies so that you will get in-depth results including the reasons for each research subject. The first pre-field stage, namely preparing a plan, selecting a field, preparing instruments. The second stage is data collection, and the third stage is data processing which consists of data display, analysis, drawing conclusions, and narrating the results. The results of this research showed that 82.35% of the research sample knew about Childfree from the internet, social media and other digital media. There was one sample who was affected by Childfree because they were worried about difficulties in taking care of children, especially due to busyness and economic factors, so they chose to postpone or not even have children. However, the majority of the sample still wants to have children after marriage. The role of religion is very important for all samples because they still remember advice from their teacher/lecture that said "lots of children, lots of luck", so the majority admitted that they still wanted to have children after marriage. In conclusion, there is a view among today's young generation that having children can make their lives difficult, so they choose to postpone and don't want to have children. Even though the number is still a minority/small. Religious views are very important in supporting good understanding for the younger generation.  Isu Childfree menjadi viral akhir-akhir ini terutama setelah beberapa influencer dunia maya seperti Youtube, Twitter, Instagram mengungkapkan bahwa keluarganya memutuskan untuk tidak memiliki anak. Childfree sendiri merupakan keputusan yang dibuat oleh pasangan yang sudah menikah untuk tidak memiliki anak. Indonesia sebagai negara Berketuhanan menjadikan Agama sebagai salah satu sumber rujukan dalam tingkah laku, salah satunya dalam berkeluarga dan memiliki keturunan. Peran Agama tentu sangat penting dalam upaya melihat masalah yang terjadi dan mengambil solusi yang tepat agar Childfree dapat disikapi dengan bijak. Penelitian ini hendak melihat pandangan generasi muda terhadap Childfree dan peran Agama Islam dalam upaya pencegahan generasi muda melakukan Childfree. Karena kondisi bangsa di masa depan akan ditentukan oleh generasi muda hari ini. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi sehingga akan mendapatkan hasil mendalam termasuk alasan setiap subyek penelitian. Tahapan pertama pra-lapangan, yaitu menyusun rancangan, memilih lapangan, menyiapkan instrumen. Tahap kedua yaitu pengumpulan data, dan tahap ketiga yaitu pengolahan data yang terdiri dari display data, analisis, mengambil kesimpulan, dan menarasikan hasil. Hasil dari penelitian ini didapatkan 82,35% dari sampel penelitian mengetahui tentang Childfree dari internet, sosial media, dan media digital lainnya. Terdapat satu sampel yang terpengaruh Childfree karena khawatir kesulitan dalam mengurus anak terutama karena faktor kesibukan dan ekonomi, sehingga memilih untuk menunda atau bahkan tidak memiliki anak. Namun mayoritas sampel masih ingin memiliki anak setelah menikah. Peran agama menjadi sangat penting bagi semua sampel karena masih teringat sebuah nasihat dari gurunya/ ceramah yang berbunyi “banyak anak banyak rejeki”, sehingga mayoritas mengaku masih ingin memiliki anak setelah menikah. Kesimpulannya, terdapat pandangan pada generasi muda hari ini bahwa memiliki anak dapat menyulitkan hidupnya sehingga memilih menunda bahwa tidak mau memiliki anak. Walaupun jumlahnya masih minoritas/ sedikit. Pandangan agama sangat penting dalam menunjang pemahaman yang baik bagi generasi muda

    PENGEMBANGAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN KIBUK DALAM TATA KELOLA PERHUTANAN SOSIAL YANG BAIK (GOOD FOREST GOVERNANCE) DI KOTA PAGARALAM

    Get PDF
    The Kibuk forest farmer group has been managing Kibuk social forestry for seven years. Capacity building initiatives implemented by the Dempo Region X Forest Management Unit and Hutan Kita Institute have not yet fully enhanced the efficacy of the individual and institutional capacity of the Kibuk forest farmer group, thereby impeding the capacity of the forest farmer group to fulfill its role and function in social forestry governance. This research employs a qualitative verification methodology with a case study strategy. The informants were comprised of individuals engaged in capacity building initiatives and the communities that benefited from these efforts. The findings of this study indicate that the capacity-building initiatives for the Kibuk forest farmer group have not yet fully improved the individual capacity of farmers. While there has been an increase in expertise in non-agricultural fields, knowledge of good social forestry governance and resources, and an improvement in the group's ability to engage in social forestry activities, there are still significant challenges in terms of institutional capacity. These include the lack of a complete social forestry business group structure and a lack of ideas regarding the development of social forestry areas. Members of the Kibuk forest farmer group have not yet been able to assume their own responsibilities. The Kibuk forest farmer group has not yet mastered management and has not yet been able to realize transparency and accountability. The institutional capacity development process of the Kibuk forest farmer group still ignores actual needs assessment, not all action plans and strategies can be implemented, program implementation is limited, monitoring and evaluation are not carried out credibly. The pattern of capacity building remains constrained to the subordinate union of partnership and passive participation of members, and has not yet encompassed a comprehensive and integrated approach. It is necessary to develop an institutional capacity-building model that can enhance the role and function of the Kibuk forest farmer group in implementing social forestry governance principles in an effective manner.Kelompok tani hutan Kibuk telah mengelola perhutanan sosial Kibuk selama tujuh tahun. Pengembangan kapasitas yang telah dilaksanakan oleh Kesatuan Pengelola Hutan Wilayah X Dempo dan Hutan Kita Institute, dinilai belum sepenuhnya meningkatkan efektivitas kapasitas individu dan kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk, sehingga memengaruhi peran dan fungsi kelompok tani hutan dalam tata kelola perhutanan sosial secara baik. Metode penelitian ini kualitatif verifikatif dengan strategi studi kasus. Informan terdiri dari pelaksana pengembangan kapasitas dan masyarakat petani sebagai penerima manfaat. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas terhadap kelompok tani hutan Kibuk yang telah dilaksanakan dinilai belum sepenuhnya meningkatkan kapasitas individu petani seperti meningkatnya keahlian di bidang non pertanian, pengetahuan tentang tata kelola perhutanan sosial yang baik dan sumber daya, sedangkan kapasitas kelembagaan masih menghadapi permasalahan seperti belum terbentuknya kelengkapan struktur kelompok usaha perhutanan sosial dan masih minimnya gagasan mengenai pembangunan kawasan perhutanan sosial. Anggota kelompok tani hutan Kibuk belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri. Kelompok tani hutan Kibuk belum menguasai manajemen sehingga belum mampu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Proses pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk masih mengabaikan penilaian kebutuhan aktual, tidak semua rencana dan strategi aksi dapat dilaksanakan, pelaksanaan program yang terbatas, monitoring dan evaluasi tidak dilaksanakan secara kredibel. Pola pengembangan kapasitas pun masih sangat terbatas pada kemitraan subordinate union of partnership dan partisipasi pasif anggota, serta belum menyentuh kepada pola yang menyeluruh dan terintegrasi. Dibutuhkan desain model pengembangan kapasitas kelembagaan yang mampu meningkatkan peran dan fungsi kelompok tani hutan Kibuk dalam menjalankan prinsip tata kelola perhutanan sosial secara baik.

    Daftar Isi Epigram Vol.21 No.1 2024

    No full text

    Analisa Perbandingan Komposisi Agregat Halus Pasir Kuarsa dan Fly Ash pada Beton Geopolymer Berbasis Binder Kalium Hidroksida Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Beton

    No full text
    The development of concrete construction has the impact of increasing cement production anddamaging the balance of nature because every 1kg of cement production produces CO2 emissionsof 0.5 - 0.7 kg. To reduce this iMPact, geopolymer concrete innovation was formed. Geopolymerconcrete is formed from the polymerization reaction of silica (Si) and alumina (Al) compoundsfound in quartz sand and fly ash waste from burning coal which has binding properties like cement.Fly ash reacts with alkaline activators of potassium hydroxide (KOH) and sodium silicate(Na2SiO3). The research method used is a quantitative method with experimental studies in thelaboratory. Geopolymer concrete mix design refers to previous research. Geopolymer concrete testobjects are cylindrical with a size of 100 x 200 mm. There are 2 variations of the composition ofalkali activator forming geopolymer concrete, namely 8M KOH concentration, alkali activatorratio of 1:1 mol ratio and 10M KOH, alkali activator ratio of 1:1.5 mol ratio. The composition offly ash and quartz sand for each binder was 20%:80%, 40%: 60%, 50% : 50%, 60% : 40%,80%:20% with a total of 36 samples. Testing compressive strength and absorption at the age of 14and 28 days. The results of the compressive strength obtained ≤ 50 MPa where the concrete doesnot include high quality concrete and not for the needs of precast construction. The results ofaverage concrete absorption reached 3,72%, which already met the permissible absorption of amaximum of 10%. Keywords: Fly Ash, Quartz Sand, Potassium Hydroxide, Geopolymer Concrete.Perkembangan konstruksi beton memberi dampak produksi semen yang meningkat dan merusak keseimbangan alam karena setiap 1kg produksi semen menghasilkan emisi CO₂ sebesar 0,5 – 0,7 kg. Untuk mengurangi dampak tersebut dibentuklah inovasi beton geopolymer . Geopolimer beton terbentuk dari reaksi polimerisasi senyawa silika (Si) dan alumina (Al) yang terdapat pada pasir kuarsa dan limbah fly ash hasil pembakaran batu bara yang memiliki sifat pengikat seperti semen. Fly ash bereaksi dengan aktivator alkali kalium hidroksida (KOH) dan natrium silikat (Na₂SiO₃). Campuran desain beton geopolimermengacu pada penelitian terdahulu. Pengujian kuat tekan dan daya serap pada umur 14 dan 28 hari. Terdapat 2 variasi dengan konsentrasi KOH 8M, rasio alkali aktivator 1:1 rasio mol dan KOH 10M, rasio alkali aktivator 1:1,5 rasio mol. Komposisi fly ash dan pasir kuarsa setiap binder 20%:80%, 40% : 60%, 50% : 50%, 60% : 40%, 80%:20%. Hasil tekan kuat yang diperoleh ≤ 50 Mpa dimana beton tidak termasuk beton mutu tinggi dan tidak untuk kebutuhan konstruksi precast. Hasil daya serap beton baik karena dibawah syarat maksimal yaitu 10%

    Trip Generation Model of Sawah Baru Residential, Ciputat District, South Tangerang Municipality

    Get PDF
    Traffic congestion in Ciputat area due to increasing of trip generation unsupported by transportation facilities and adequate road network. Generally, solution that implemented is road network capacity upgrades with widening based on trip generation analysis. The purpose of this research to determine trip generation model, total of trip generation, factors that influence of trip generation, and characteristics of trip users on Sawah Baru residence Ciputat Tangerang Selatan. The research method used by household interview survey about number of family members, amount of income per month, number of people working, number of students, number of vehicle owners, amount of transportation costs per month, also trip data from family members daily. Data that has been collected then analyzed with multiple linear regression method used SPSS 25.0 application with significant level 95%. Trip generation model of Sawah Baru residence can be attained Y = 0,450 +0,833 X1 with R2(R square) = 0,833. Total of trip generation that is generated by Sawah Baru residence = 333 trip/day. Based on t Test with significant level <0,05, therefore an influential factors are number of family members, amount of family income, number of people working, number of students, vehicle owners, and transportation cost.Permasalahan kemacetan di Kawasan Ciputat diakibatkan karena meningkatnya pergerakan masyarakat yang tidak didukung dengan sarana transportasi dan jaringan jalan yang memadai. Solusi yang pada umumnya diterapkan adalah peningkatan kapasitas jaringan jalan dengan pelebaran berdasarkan perhitungan bangkitan perjalanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model bangkitan perjalanan, total bangkitan perjalanan, faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan, dan karakteristik pelaku perjalanan pada pemukiman Sawah Baru Ciputat Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan survei wawancara rumah tangga terkait jumlah anggota keluarga, pendapatan per bulan, jumlah orang yang bekerja, jumlah orang yang masih bersekolah, kepemilikan kendaraan, biaya transportasi per bulan, serta data perjalanan dari setiap anggota keluarga per hari. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS 25.0, dengan tingkat kepercayaan 95%. Model bangkitan perjalanan di kawasan perumahan Sawah Baru diperoleh Y = 0,450 + 0,833 X1 dengan nilai R2 (R square) sebesar 0,833. Total bangkitan perjalanan dari kawasan perumahan Sawah Baru sebesar 333 pergerakan/hari. Berdasarkan uji-T dengan nilai signifikan <0,05, maka faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan di kawasan perumahan Sawah Baru adalah jumlah anggota keluarga, pendapatan rumah tangga, jumlah orang yang bekerja, jumlah pelajar/mahasiswa, kepemilikan kendaraan, dan biaya transportas

    2,061

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇