Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN BOTTOM ASH PEMBAKARAN PLTSA SEBAGAI SUBSITUSI PASIR PENYUSUN PAVING BLOCK
Waste management in Indonesia poses a significant challenge, and to address this issue, the government has established waste-to-energy plants (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah - PLTSa) in Bantar Gebang that generate bottom ash waste. This study focuses on utilizing bottom ash as a substitute for fine aggregate in the production of concrete paving blocks. The research aims to analyze the compressive strength, abrasion, and absorption properties of the paving blocks with various mixtures of bottom ash (0%, 10%, 30%, 50%, 60%, 80%, and 100%) at a curing age of 28 days. The results indicate that the use of bottom ash as a substitute for fine aggregate increases the compressive strength of the paving blocks. The mixture with 100% bottom ash exhibits the highest compressive strength due to the high content of calcium oxide and silicon dioxide, similar to cement content. However, the replacement of up to 50% of fine aggregate with bottom ash leads to an increase in abrasion values, indicating reduced abrasion resistance. On the other hand, paving mixtures containing 60% to 100% bottom ash show improved abrasion resistance compared to lower percentages. Absorption tests reveal that mixtures containing 10% to 100% bottom ash exhibit higher absorption values compared to the control sample without bottom ash, attributed to the high absorption capacity of bottom ash compared to sand. In conclusion, this study highlights that bottom ash from PLTSa can be effectively used as a substitute material in the production of paving blocks, leading to enhanced compressive strength and abrasion resistance. However, careful consideration of the percentage of substitution is essential to ensure compliance with the quality standards. This innovative approach has the potential to contribute to the reduction of negative impacts from PLTSa waste and offer a sustainable solution to waste management in Indonesia, promoting environmental conservation and improving infrastructure quality in the long run
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA GEDUNG KANTOR BPVP KOTA SORONG
Building construction requires careful planning and accurate cost estimates. One effective method for calculating costs is the Life Cycle Cost (LCC), which includes the total costs that will be incurred throughout the planned life of the building. Financing consists of planning and construction costs, called initial costs, operational costs, maintenance costs, and demolition costs. This study focuses on the Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Sorong City office building, which is undergoing a renovation process. The challenge lies in determining the Life Cycle Cost (LCC) for building maintenance. Analysis of routine and periodic maintenance cost is the method used, with data collected through interviews and data collection from related parties. This study aims to calculate the total cost of the Life Cycle Cost (LCC) and provide recommendations for more efficient cost management in the process. There are four components that underlie the Life Cycle Cost, namely the initial cost or construction cost of Rp.4.703.149.690,60, the operational cost of Rp.128.166.180.245,80, the maintenance cost of Rp.15.698.538.615,10, and the demolition cost of Rp.1.504.632.833.The construction of a building construction must be planned and taken into account the estimated costs that will occur. One of the calculation methods that can be used is the Life Cycle Cost (LCC) method. Life Cycle Cost (LCC) is the cost required by a building during the life of the building plan. Included in these costs are planning and construction costs called initial costs, operating costs, maintenance costs, and demolition costs. In this case, the building under review is the office building of the Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) city of Sorong which has undergone renovations and needs to be taken into account for Life Cycle Cost. The purpose of this research is to calculate the cost of Life Cycle Cost (LCC) based on the amount of routine maintenance and periodic maintenance costs. Through the calculation process, four components are obtained that underlie the Life Cycle Cost, namely the initial cost or construction cost of Rp.4.703.149.690,60, the operational cost of Rp.128.166.180.245,80, the maintenance cost of Rp.15.698.538.615,10, and the demolition cost of Rp.1.504.632.833.
Keywords: life cycle cost,service life,maintenance cost,the economic life of the building
Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Pembuatan Briket Arang Sebagai Energi Ramah Lingkungan dan Usaha Meningkatkan Kemandirian Desa
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memanfaatkan potensi alam yang ada di Kampung Sawah Rumpin, Bogor sebagai alternatif solusi bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dan harganyaterus meningkat. Mitra Program pengabdian ini adalah warga kampung sawah, Rumpin Bogor. Kampung tersebut banyak terdapat sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan. Program ini berupa pelatihan bagi kelompok masyarakat untuk menciptakan energi alternatif yang dapat diperbaharui dan bersih dengan memanfaatkan sampah organik antara lain berupa daun kering dan ranting pohon. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara mengolah sampah organik tersebut melalui pembakaran dengan tungku pirolisis. Pembuatan briket arang dari limbah organik dapat mengurangi timbunan limbah yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan dapat dipakai masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga karena murah dan memenuhi standar kesehatan. Selain pelatihan, program ini jugamenyebarkan kuisioner terkait dengan pengetahuan dan keterampilan masyrakat terkait dengan briket limbah organik, hasilnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan (93-100%) antara sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Pembuatan briket dengan nilai kalor yang tinggi dapat diperoleh dengan treatment C (arang yang berasal dari kayu dicampur kanji cair 10% w) yaitu 6391 cal/gr. Terakhir perangkat alat pembuat briket arang ini diserahkan pada masyarakat agar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas agar masyarakat bisa membuat sendiri sehingga dapat memanfaatkan limbah organik di sekitarnya dan bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.This community service program aims to utilize the natural potential in Kampung Sawah Rumpin, Bogor as an alternative solution to fossil fuels, which are non-renewable resources. The partners of this service program are residents of the rice field village, Rumpin Bogor. The village has a lot of organic waste which has not yet been utilized so far. This program takes the form of training for community groups to create renewable and clean alternative energy by utilizing organic waste, including dry leaves and tree branches. The implementation method is carried out by processing the organic waste through burning with a pyrolysis furnace. Making charcoal briquettes from organic waste can reduce waste accumulation which is harmful to environmental health and can be used by people as household fuel because it is cheap and meets health standards. Apart from training, this program also distributed questionnaires related to the community's knowledge and skills related to organic waste briquettes, the results of which were quite significant increases (93-100%) between before and after being given the training. Making briquettes with a high calorific value can be obtained by treatment C (charcoal from wood mixed with 10% w liquid starch), namely 6391 cal/gr. Finally, the charcoal briquette-making tools were handed over and transferred to the community in order to be able to reach the wider community. As a result, people could make their own they could utilize the organic waste around them and even improve people's welfare.
Keywords-briquettes, organic waste, pyrolysis furnace
Abstrak
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memanfaatkan potensi alam yang ada di Kampung Sawah Rumpin, Bogor sebagai alternatif solusi bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dan harganyaterus meningkat. Mitra Program pengabdian ini adalah warga kampung sawah, Rumpin Bogor. Kampung tersebut banyak terdapat sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan. Program ini berupa pelatihan bagi kelompok masyarakat untuk menciptakan energi alternatif yang dapat diperbaharui dan bersih dengan memanfaatkan sampah organik antara lain berupa daun kering dan ranting pohon. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara mengolah sampah organik tersebut melalui pembakaran dengan tungku pirolisis. Pembuatan briket arang dari limbah organik dapat mengurangi timbunan limbah yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan dapat dipakai masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga karena murah dan memenuhi standar kesehatan. Selain pelatihan, program ini jugamenyebarkan kuisioner terkait dengan pengetahuan dan keterampilan masyrakat terkait dengan briket limbah organik, hasilnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan (93-100%) antara sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Terakhir perangkat alat pembuat briket arang ini diserahkan pada masyarakat agar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas agar masyarakat bisa membuat sendiri sehingga dapat memanfaatkanlimbah organik di sekitarnya dan bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci-briket, limbah organik, tungku pirolisi
Membangun Kepemimpinan Inklusif Kaum Muda di Kota Depok
Two main currents of approaches to resolving intolerance trends: perspective and structural approaches. The first approach focuses on ideas, norms, and beliefs, while the second approach emphasizes policy change, institutionalization, and law enforcement. Based on the community service activity, this paper examines these two approaches that need to be integrated and combined so that intolerance resolution is more effective through “inclusive leadership strategies”. This strategy emphasizes changing the perspective of actors as well as strengthening the structure in the form of efforts to enact rules and policies and create supporting institutions. The Inclusive Leadership Training, which is the title of the community service as well as the core study of this paper, is aimed at building a new perspective on leadership and encouraging the improvement of rules and policies among youth groups. The results of this training show that changing the perspective of leadership and awareness of the need to build fair rules and policies has the opportunity to give birth to inclusive leadership candidates.
Keywords - inclusion, inclusive leadership, peace, tolerance
Abstrak Dua arus pendekatan utama dalam menyelesaikan tren intoleransi: pendekatan cara pandang dan struktur. Pendekatan pertama menitikberatkan pada ide, norma, dan keyakinan, sedang pendekatan kedua menekankan pada perubahan kebijakan, pelembagaan, dan penegakkan hukum. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat, tulisan ini menilai bahwa kedua pendekatan ini perlu diintegrasikan dan dikombinasikan sehingga penyelesaian intoleransi lebih efektif melalui “strategi kepemimpinan inklusif”. Strategi ini menekankan pada perubahan cara pandang aktor sekaligus penguatan struktur berupa usaha-usaha memperbaiki aturan dan kebijakan dan menciptakan lembagalembaga pendukung. Pelatihan Kepemimpinan Inklusif yang menjadi judul kegiatan pengabdian masyrakat dan juga menjadi judul studi dalam tulisan ini ditujukan untuk membangun cara pandang baru kepemimpinan dan dorongan perbaikan aturan dan kebijakan di kalangan anak muda. Hasil pelatihan ini memperlihatkan bahwa perubahan cara pandang kepemimpinan dan kesadaran tentang perlunya membangun aturan dan kebijakan yang adil berpeluang melahirkan calon pemimpin yang inklusif.
Kata kunci - inklusi, kepemimpinan inklusif, perdamaian, tolerans
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2018-2021
The transportation company is one of the companies affected by Covid-19 due to the PSBB which has resulted in a significant decrease in the transportation company's income so that financial distress can occur. The purpose of this study is to examine and analyze the effect of financial ratios on financial distress partially and simultaneously. The research object used is a transportation company listed on the IDX for the 2018-2021 period. The type of research conducted is descriptive quantitative. The samples were obtained after using a purposive sampling approach, namely 27 companies and a total of 100 observational data. In this study there are four, namely Liquidity (CR), Leverage (DAR), Profitability (ROA), Activity (FAT) as independent variables and financial distress (Z-Score) as the dependent variable. The analysis technique used is descriptive statistics, classical assumption test, multiple linear regression, F test, T test and coefficient of determination test. The results showed that the liquidity ratio had a positive effect on financial distress, the leverage ratio had a negative effect on financial distress, the profitability ratio had a positive effect on financial distress, and the activity ratio had a positive effect on financial distress. And simultaneously the variables of liquidity, leverage, profitability and activity affect financial distress with a significance value of 0.000 < 0.05.
Keywords: liquidity, leverage, profitability, activity, financial distress Perusahaan transportasi salah satu perusahaan yang terkena dampak dari Covid-19 dikarenakan adanya PSBB yang mengakibatkan pendapatan perusahaan transportasi mengalami penurunan signifikan sehingga dapat terjadi financial distress. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress secara parsial dan simultan. Objek penelitian yang digunakan yaitu perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI periode 2018-2021. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang didapat setelah dilakukan dengan pendekatan purposive sampling yakni 27 perusahaan serta keseluruhan data sebanyak 100 data observasi. Dalam penelitian terdapat empat yaitu Likuiditas(CR), Leverage(DAR), Profitabilitas(ROA), Aktivitas(FAT) sebagai variabel independen dan financial distress(Z-Score) sebagai variabel dependen. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji F, uji T dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif terhadap financial distress, rasio leverage berpengaruh negatif terhadap financial distress, rasio profitabilitas berpengaruh positif terhadap financial distress, dan rasio aktivitas berpengaruh positif terhadap financial distress. Dan secara simultan variabel likuiditas, leverage, profitabilitas dan aktivitas berpengaruh terhadap financial distress dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,0
PENGARUH LEVERAGE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KULAITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA: Studi Empiris Pada Perusahaan Industrial Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2022
This research aims to examine the influence of leverage, good corporate governance, audit quality on earnings management. This research uses a quantitative approach and uses associative methods. The type of data used in this research is secondary data. The data analysis method used in this research is panel data regression using the Eviews version 10 application and Microsoft Excel. The population used in this research is industrial companies listed on the Indonesian Stock Exchange for the 2017-2022 period. The data collection technique in this research is a purposive sampling technique with the results of 55 populations becoming 11 research sample companies processed in this research. The research results simultaneously show that leverage, Good Corporate Governance, and audit quality simultaneously influence earnings management. Partially, leverage, institutional ownership and audit quality have no effect on earnings management, while independent commissioners have an effect on earnings management.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh leverage, good corporate governance, kualitas audit terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode asosiatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan aplikasi Eviews versi 10 dan Microsoft Excel. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu Perusahaan Industrial yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2022. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan hasil 55 populasi menjadi 11 perusahaan sampel penelitian yang diolah dalam penelitian ini. Hasil penelitian secara simultan menunjukan leverage, Good Corporate Governance, dan kualitas audit berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba. Secara parsial leverage, kepemilikan institusional, dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, sementara komisaris independen berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kata Kunci: Leverage; Good Corporate Governance; Kualitas Audit; Manajemen Lab
Faktor Keamanan dan E-Service Quality Mempengaruhi Penggunaan Fintech Lending Aplikasi Kredivo.
This research aims to analyze the effect of security and e-service quality on the decision to use the Kredivo application fintech lending. This research was conducted on Kredivo users with the provisions of the age of the respondent, namely 18-35 years. The number of samples in this study consisted of 100 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression with analysis tool, namely SPSS version 26.0. The results showed that the security and e-service quality variables partially have a significant effect on the decision to use of the fintech lending Kredivo application. Based on the simultaneous test results it was found that security and e-service quality have a significant effect on the decision to use of the fintech lending Kredivo application. The results of this research are expected to be beneficial for PT FinAccel Digital Indonesia as an additional reference in investigating the factors that influence the user’s decision to use the Kredivo application.
Keywords:Security, E-Service Quality; Decision to Use; Fintech Lending; Kredivo Application.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keamanan dan e-service quality terhadap keputusan penggunaan fintech lending aplikasi Kredivo. Penelitian ini dilakukan pada pengguna Kredivo dengan ketentuan usia responden yaitu 18-35 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan alat bantu analisis yaitu SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keamanan dan e-service quality secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan fintech lending aplikasi Kredivo. Berdasarkan hasil uji simultan ditemukan bahwa keamanan dan e-service quality berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan fintech lending aplikasi Kredivo. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi PT FinAccel Digital Indonesia sebagai tambahan acuan dalam menyelidiki faktor yang mempengaruhi keputusan penggunanya dalam penggunaan aplikasi Kredivo.
Kata Kunci: Keamanan, E-Service Quality, Keputusan Penggunaan, Fintech Lending, Aplikasi Krediv
Identifikasi Penyebab Menurunnya Efektivitas Kondensor PLTGU dengan RCA
Metode Analisis Penyebab Akar (RCA) digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan efektivitas kondensor tipe cangkang dan tabung pada PLTGU di Pabrik Semen X. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental, penelitian ini dilakukan di Pabrik Semen X. Penelitian ini mengevaluasi fluida panas dan pendingin pada bagian masuk dan keluar kondensor, yang memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem produksi energi di PLTGU. Pengukuran parameter secara langsung dan analisis fisik kondisi kondensor dilakukan dalam proses pengumpulan data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah pemeliharaan, fluida panas dan pendingin meningkatkan laju energi panas yang dilepaskan dan diterima. Logarithmic Mean Temperature Difference (LMTD), yang dipengaruhi oleh perubahan laju aliran dan suhu fluida, menunjukkan variasi. Dengan pemeliharaan, kinerja kondensor meningkat, meningkat dari 73,9% menjadi 75,1%. Tiga faktor utama yang mempengaruhi efektivitas kondensor diidentifikasi dalam Analisis Penyebab Akar (RCA): kerusakan kondensor, masuknya material asing, dan kondisi lingkungan seperti curah hujan dan suhu ekstrim. Untuk meningkatkan efisiensi total sistem produksi energi di PLTGU, pemeliharaan kondensor yang tepat dan pengendalian kualitas air sangat penting.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab penurunan efektivitas kondensor tipe shell and tube pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pabrik Semen X menggunakan metode Analisis Penyebab Akar (RCA). Kondensor memainkan peran vital dalam meningkatkan efisiensi sistem produksi energi di PLTGU. Melalui pendekatan kuantitatif eksperimental, penelitian ini dilakukan di Pabrik Semen X, mengevaluasi inlet dan outlet fluida panas serta fluida pendingin pada kondensor. Langkah-langkah pengambilan data termasuk pengukuran langsung parameter dan analisis visual terhadap kondisi fisik kondensor. Hasil perhitungan menunjukkan peningkatan signifikan dalam laju energi panas yang dilepaskan dan diterima oleh fluida panas dan pendingin setelah pemeliharaan. Fluktuasi terlihat pada Logarithmic Mean Temperature Difference (LMTD) yang dipengaruhi oleh perubahan laju aliran dan suhu fluida. Efektivitas kondensor meningkat dari 73,9% menjadi 75,1% setelah pemeliharaan, menandakan peningkatan kinerja kondensor. Analisis Root Cause Analysis (RCA) mengidentifikasi tiga faktor utama yang mempengaruhi efektivitas kondensor: kerusakan pada kondensor, material asing yang masuk, dan faktor lingkungan seperti curah hujan tinggi dan suhu yang berlebihan. Pemeliharaan yang tepat pada kondensor dan manajemen kualitas air menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi keseluruhan sistem produksi energi di PLTGU
Representasi Penulisan Berita Efektif Pada Teras Berita Surat Kabar (Analisis Wacana Pada Film The Bridgerton)
The Bridgerton film is a British film based on a novel by Julia Quinn, who is known as a writer of historical romance stories. The Bridgerton takes place in England during the Regency era, namely around the 1800s. This film depicts the life of British aristocrats during the Regency Era in England which lasted from 1811 – 1820. The main characters in this film are the Bridgerton family and the writer of the newspaper "Lady Whistledown". Lady Whistledown is the pen name of the writer of the newspaper "Lady Whistledown", who is known as a writer of gossip and information that occurs in the lives of nobles, one of which is the life of The Bridgerton family. Lady Whistledown's newspaper is what the British people are most looking forward to because of its interesting news content, which is needed by certain groups of people and also the writing style is critical and straight to the point. Therefore, Lady Whistledwon's newspaper has unusual news value and human interest.
Keywords: Film,Value,News,Writing,EffectiveFilm The Bridgerton merupakan film asal Inggris yang diangkat dari sebuah novel karya Julia Quinn yang dikenal sebagai penulis cerita roman sejarah. The Bridgerton mengambil latar kehidupan di Inggris pada era Regency yaitu sekitar tahun 1800-an. Film ini menggambarkan tentang kehidupan bangsawan Inggris pada Era Regency di Inggris yang berlangsung dari tahun 1811 – 1820. Tokoh utama pada film ini adalah keluarga The Bridgerton dan penulis surat kabar “Lady Whistledown”. Lady Whistledown adalah nama pena dari penulis surat kabar “Lady Whistledown”, yang dikenal sebagai penulis gosip dan informasi yang terjadi pada kehidupan bangsawan, salah satunya adalah kehidupan keluarga The Bridgerton. Surat kabar Lady Whistledown menjadi hal yang paling dinantikan oleh masyarakat Inggris karena isi beritanya yang menarik, dibutuhkan oleh kelompok masyarakat tertentu dan juga gaya penulisan yang kritis serta langsung pada intinya. Oleh karena itu, surat kabar Lady Whistledwon memiliki nilai berita unusual dan human interest.
Kata-kata Kunci: Film,Nilai,Berita,Penulisan,Efekti
Penerapan unsur layak berita pada subkanal daerah rri.co.id Jaringan Jakarta
Mass media was born as a tool or channel used to disseminate information to a wide audience, usually including a large number of individuals or the general public. Mass media is media intended for the masses. In journalism, mass media broadcast news or information, also known as the press. In presenting news, aspects of freedom and accuracy are very important to pay attention to. News must be independent, not a form of advertising, and delivered through the media the masses as active intermediaries and disseminating factual and actual information to the public. In an era of increasingly sophisticated technology, the dissemination of information has become faster and easier to access by anyone and anywhere via gadgets. News must first be careful and precise or deep journalistic language must accurate. Apart from being accurate and precise, news must also be complete, fair and balanced. Newsworthy elements include: Accurate: Reporters must be thorough in spelling, numbers, dates, and ages, and double-check information to ensure details and general impression are correct; Complete, Fair and Balanced: Accuracy of facts must be accompanied by a fair and balanced presentation, reporting what actually happened; Objective: News must be written objectively, reflecting reality without partiality or prejudice; Concise and Clear: News must be easy to understand, straight to the point, and well structured; Warm: News should be new and relevant, emphasizing elements of time and current events.Media massa dilahirkan sebagai sebuah alat atau saluran yang digunakan untuk menyebarkan informasi kepada khalayak luas, biasanya mencakup sejumlah besar individu atau masyarakat umum. Media massa merupakan media yang diperuntukkan untuk massa. Dalam ilmu jurnalistik, media massa menyiarkan berita atau informasi disebut juga dengan istilah pers.Dalam menyajikan berita, aspek kebebasan dan keakuratan sangat penting untuk diperhatikan. Berita harus independen, bukan merupakan bentuk iklan, dan disampaikan melalui media massa sebagai perantara yang aktif dan menyebarkan informasi faktual serta aktual kepada masyarakat. Di era teknologi yang semakin canggih, penyebaran informasi menjadi lebih cepat dan mudah diakses oleh siapa pun dan di mana pun melalui perangkat gawai. Berita pertama-tama harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain cermat dan tepat, berita juga harus lengkap (complete), adil (fair), dan berimbang (balanced). Unsur-unsur layak berita meliputi: Akurat: Wartawan harus teliti dalam ejaan, angka, tanggal, dan usia, serta memeriksa kembali informasi untuk memastikan detail dan kesan umum yang tepat; Lengkap, Adil, dan Berimbang: Akurasi fakta harus disertai dengan penyajian yang adil dan berimbang, melaporkan apa yang sebenarnya terjadi; Objektif: Berita harus ditulis secara objektif, mencerminkan kenyataan tanpa keberpihakan atau prasangka. Ringkas dan Jelas: Berita harus mudah dipahami, langsung ke pokok permasalahan, dan terstruktur dengan baik; Hangat: Berita harus baru dan relevan, menekankan unsur waktu dan kejadian terkini