Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
    2322 research outputs found

    ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK TOL SERANG-PANIMBANG

    Get PDF
    The pile foundation serves to carry and hold the load on it, namely the load on the superstructure. Each foundation must be able to support loads up to a predetermined safety limit, including supporting the maximum load that may occur in the Serang–Panimbang Toll Development Project. The location under review is the head of the bridge overpass 23. The purpose of this study was to determine the axial bearing capacity, lateral bearing capacity and foundation settlement. Based on the results of the analysis of the bearing capacity of the drill pile on the head of the bridge overpass 23 Serang-Panimbang toll road which is planned with a configuration of 5 poles with a diameter of 0.8 m, the distance between drill piles is 2.5D, a depth of 17 m, obtained an Axial carrying capacity of 54.42 tons for a single drill pile and 235.69 Tons for group drill piles based on the Skempton method. Meanwhile, the lateral bearing capacity obtained is 82.25 tons for single drill pile clamping conditions and 356.17 tons for group drill piles using the Broms method. The horizontal deflection due to static load is 3.8 mm and 6 mm due to dynamic load. The decrease in the single drill pile that occurred was 6.93 mm and 3.69 mm for the group drill pile. Based on the calculation of the stability of the configuration, it is said to be stable to withstand the working load

    ANALISIS PENGENDALIAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON BERTULANG PROYEK X

    Get PDF
    Project X is classified as a high-risk project. The sources of accidents that may occur can be attributed to two factors: unsafe conditions and unsafe behaviors. Potential hazards include falling from heights, being struck by formwork materials, being hit by scaffolding materials, being hit by iron, and skin irritation. Project X has implemented the Occupational Safety and Health Management System (SMKK) in accordance with Regulation of the Ministry of Public Works and Public Housing Number 10 of 2021, which includes the Construction Safety Plan document known as IBPRP.This research aims to identify the risk factors that may lead to accidents on Project X, particularly focusing on reinforced concrete work, and to examine the control measures implemented. Data collection involves observation to identify hazards and their controls. Subsequently, a questionnaire related to hazards and risk controls is developed, and project documents are reviewed. Statistical tests and document studies based on IBPRP and the project's Job Safety Analysis (JSA) are conducted for analysis.Based on the F-test, it is found that factors contributing to accidents in reinforced concrete work include human factors, materials, equipment, environment, and work methods. The implementation of construction safety risk controls for reinforced concrete work on Project X is considered good, with a safety risk control implementation rate of 85%. However, it is noted that not all risk control measures outlined in IBPRP and JSA for reinforced concrete work have been fully applied in the field

    Penerapan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Dengan Kendali Otomatis Pada Kampung Setaman Untuk Mewujudkan Ketahanan Energi

    Get PDF
    Kampung Setaman is one of the Climate Village (Proklim) prototypes, with work programs on greening and environmental planning, waste management, food and energy sustainability, and other community activities contributing to public resilience to climate change. Almost all of these work programs have been implemented privately, except for the energy sustainability work program, which promotes the use of renewable energy sources due to financial constraints. The lighting conditions on public street lights in Kampung Setaman continue to rely primarily on PLN sources sourced from nearby public houses, burdening the public's electricity bills. PS-TOLI conducted public service activities in the form of PJU-PLTS installation to solve the problem. Three (3) public street lighting point were installed using a PLTS source. The light is controlled automatically by a microcontroller based on the amount of sunlight and traffic density. Lamp lights can be dimmed as needed to conserve battery power. The PJU-PLTS performance test involves testing the output of the PLTS system as well as the automatic performance of the lighting lamp. In addition to the installation of street lights, the village community receives training in New and Renewable Energy as well as street lamp maintenance. It is hoped that the public will be encouraged to use PLTS as an alternative to electricity.Kampung Setaman, located in RW 07, Ratu Jaya Subdistrict, Depok, is one of the exemplary climate villages that has a work program for greening and environmental management such as waste management, food, and energy resilience alike. Almost all of these work programs have been implemented voluntarily, except for the energy resilience work program involving the utilization of new and renewable energy sources due to the relatively high investment costs. To accommodate this, providing renewable energy as the power source for street lights in Setaman Village is advisable. The community service aims to address the issue by implementing solar power street lighting with an automatic control system. Three (3) points of public street lighting are installed using solar cell sources. The lighting control is done automatically using a microcontroller based on sunlight and traffic density. The brightness of the lights can be dimmed according to needs to save battery usage. Testing of the performance of public street lighting is carried out by testing the output of the solar cell system, as well as the automatic performance of the lighting. The results of the questionnaire feedback on the benefits of the program for residents show that 93 percent of residents agree that the presence of solar power street lighting opens up awareness among residents that solar energy can be converted into electrical energy. Residents also wish the program to be continued further to promote electricity savings and support energy resilience programs. Keywords—kampung Setaman, climate change, street lighting, PV Kampung Setaman merupakan salah satu percontohan Kampung iklim (Proklim) yang mempunyai program kerja penghijauan dan penataan lingkungan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan dan energi, serta kegiatan masyarakat lainnya yang mengarah pada ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Hampir semua program kerja tersebut telah dilaksanakan secara swadaya, terkecuali program kerja ketahanan energi berupa pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan karena kendala biaya investasi yang cukup mahal. Kondisi penerangan pada lampu jalan umum pada Kampung Setaman sebagian besar masih menggunakan sumber PLN yang diambil dari rumah masyarakat terdekat sehingga membebani tagihan listrik masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan PS-TOLI berupa Pemasangan PJU-PLTS dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tiga (3) titik lampu penerangan jalan umum dipasang dengan memanfaatkan sumber dari PLTS. Pengendalian lampu dilakukan secara otomatis menggunakan mikrokontroler berdasarkan pada cahaya matahari dan kepadatan lalu lintas. Cahaya lampu dapat di dimmer sesuai kebutuhan untuk menghemat penggunaan baterai. Pengujian terhadap kinerja PJU-PLTS dilakukan dengan menguji keluaran sistem PLTS, serta kinerja otomatis dari lampu penerangan. Selain pemasangan lampu penerangan jalan, pelatihan terkait pengetahuan Energi Baru dan Terbarukan serta pemeliharaan lampu jalan juga dilaksanakan untuk Masyarakat kampung setaman. Harapannya Masyarakat dapat termotivasi untuk memanfaatkan PLTS sebagai alternatif energi listrik. Kata Kunci—kampung setaman, program iklim, PJU, PLT

    Analisa Optimasi Kebutuhan Daya Mesin Pencacah Sampah Kering Organik dengan Variasi Parameter Sudut Mata Pisau

    Get PDF
    Sampah organik adalah permasalahan lingkungan dengan nilai presentase tertinggi di Indonesia. Umumnya sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos untuk lahan pertanian, karena penggunaan pupuk kimia secara berlebihan pada ladang memberikan dampak buruk pada tumbuhan. Perancangan yang dilakukan adalah pengembangan mesin pencacah sampah organik menjadi kompos. Mesin dirancang dengan kapasitas 500 kg/jam, menggunakan transmisi pulley dan v-belt serta motor listrik satu fasa dengan daya 7.5 HP dan putaran 1450 rpm. Analisa dilakukan dengan menggunakan parameter variasi sudut mata pisau dan variasi feeding. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mesin memiliki kecepatan putaran 416.67 rpm dan daya mesin 14.65 HP untuk sudut mata pisau 25 o, 18.52 HP untuk sudut mata pisau 30 o, dan 23.72 HP untuk sudut mata pisau 45o. Selain itu, ukuran cacahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dengan menentukan feedingnya. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan data bahwa semakin tinggi nilai feeding maka semakin besar ukuran cacahan. Sementara itu v-belt yang digunakan adalah sabuk jenis B dan material mata pisau adalah AISI 5155 serta material dudukan pisau dan poros adalah AISI 1045.Sampah organik adalah permasalahan lingkungan dengan nilai presentase tertinggi di Indonesia. Umumnya sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos untuk lahan pertanian, karena penggunaan pupuk kimia secara berlebihan pada ladang memberikan dampak buruk pada tumbuhan. Perancangan yang dilakukan adalah pengembangan mesin pencacah sampah organik menjadi kompos. Mesin dirancang dengan kapasitas 500 kg/jam, menggunakan transmisi pulley dan v-belt serta motor listrik satu fasa dengan daya 7.5 HP dan putaran 1450 rpm. Analisa dilakukan dengan menggunakan parameter variasi sudut mata pisau dan variasi feeding. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mesin memiliki kecepatan putaran 416.67 rpm dan daya mesin 14.65 HP untuk sudut mata pisau 25 o, 18.52 HP untuk sudut mata pisau 30 o, dan 23.72 HP untuk sudut mata pisau 45o. Selain itu, ukuran cacahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dengan menentukan feedingnya. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan data bahwa semakin tinggi nilai feeding maka semakin besar ukuran cacahan. Sementara itu v-belt yang digunakan adalah sabuk jenis B dan material mata pisau adalah AISI 5155 serta material dudukan pisau dan poros adalah AISI 1045

    Desain Fully Welded Plate Heat Exchanger untuk Pemanfaatan Asap Pirolisis dengan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD)

    Get PDF
    Tingginya kebutuhan akan energi di Indonesia menghadapi tantangan serius karena ketersediaan sumber energi yang terbarukan terus berkurang. Bahan bakar fosil, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM), mendominasi konsumsi energi di negara ini. Meskipun potensi volume sekam padi hasil panen cukup besar, limbah ini seringkali hanya dibuang atau digunakan sebagai bahan bakar pada kompor dan tungku. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang dan menganalisis suatu penukar panas yang dapat mengubah asap dari pembakaran sekam padi menjadi bentuk cairan, yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan campuran dengan BBM. Desain penukar panas ini dimaksudkan untuk memfasilitasi produksi asap cair yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di daerah yang menghasilkan sekam padi dan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai dari limbah tersebut. Dengan optimalisasi pengolahan limbah organik seperti sekam padi, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah keterbatasan sumber energi tidak terbarukan di masa depan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa desain penukar panas terbaru, yang merupakan tipe Plate Heat Exchanger dengan variasi jarak antar plat 1cm, 2cm, 3cm, 4cm, dan 5cm, menghasilkan suhu keluaran fluida panas setelah melalui perangkat penukar panas sebesar 109,12°C, 120,37°C, 139,95°C, 154,46°C, 163,55°C, dan memiliki efektivitas dalam sistem perpindahan panas berturut-turut sebesar 92,6%, 83,4%, 67,5%, 55,7%, 48,3%.Tingginya kebutuhan akan energi di Indonesia menghadapi tantangan serius karena ketersediaan sumber energi yang terbarukan terus berkurang. Bahan bakar fosil, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM), mendominasi konsumsi energi di negara ini. Meskipun potensi volume sekam padi hasil panen cukup besar, limbah ini seringkali hanya dibuang atau digunakan sebagai bahan bakar pada kompor dan tungku. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang dan menganalisis suatu penukar panas yang dapat mengubah asap dari pembakaran sekam padi menjadi bentuk cairan, yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan campuran dengan BBM. Desain penukar panas ini dimaksudkan untuk memfasilitasi produksi asap cair yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di daerah yang menghasilkan sekam padi dan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai dari limbah tersebut. Dengan optimalisasi pengolahan limbah organik seperti sekam padi, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah keterbatasan sumber energi tidak terbarukan di masa depan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa desain penukar panas terbaru, yang merupakan tipe Plate Heat Exchanger dengan variasi jarak antar plat 1cm, 2cm, 3cm, 4cm, dan 5cm, menghasilkan suhu keluaran fluida panas setelah melalui perangkat penukar panas sebesar 109,12°C, 120,37°C, 139,95°C, 154,46°C, 163,55°C, dan memiliki efektivitas dalam sistem perpindahan panas berturut-turut sebesar 92,6%, 83,4%, 67,5%, 55,7%, 48,3%

    Improved Thermal Shock Resistance of Side Die Material for Increased Production of Disc Car Whell Type PSD3K

    Get PDF
    PT.XYZ  merupakan manufaktur yang bergerak dibidang pembuatan suku cadang automotive saat ini mengalami peningkatan sales order dilain sisi menghadapi masalah pada produktivitas akibat dari  side die retak  pada shoot ke 1400 Pcs .Retaknya side die dikarenakan adanya shock thermal yang terjadi guna percepatan proses produksi, akibatnya pada side die  terjadi retakan. Riset dilakukan untuk meningkatkankan ketahanan side die terhadap shocktermal dengan mengganti material side die dari FCD550 ke SKD6 dengan tujuan meningkatkankan performance side die  untuk peningkatan produktivitas. Dengan konsep   melakukan penelitian dilapangan produksi langsung  kemudian menganalisa  kareteristik material FCD550 dan SKD6,  Karateristek  die  , Kareteristik proses , Karakteristik produk jadi sebelum dan setelah perubahan dengan pengujian  hasil lab alat ukur   serta  melakukan trial variasi parameter setting mesin , variasi proses produksi dan produk yang dihasilkan. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa Matrial SKD6 jauh lebih kuat dibandingkan FCD550 terhadap shock thermal die disc car Whell ini terlihat pada kondisi material side die menggunakan FC550 produksi stop pada saat 1400 Pcs , Hasilnya setelah side die menggunakan material SKD6 sampai dengan produksi ke 20000 pcs side die tidak terjadi retakan XYZ is a manufacturer engaged in the manufacture of automotive parts is currently experiencing an increase in sales orders, on the other hand facing problems in productivity due to side die cracks in the shoot to 1400 Pcs. The cracking of the side die is due to a thermal shock that occurs to accelerate the production process, as a result of which cracks occur in the side die. Research was conducted to improve side die resistance to thermal shock by changing side die material from FCD550 to SKD6 with the aim of improving side die performance for increased productivity. With the concept of conducting research in the field of direct production then analyzing rubbereristic materials FCD550 and SKD6, die characteristics, rubbereristic processes, finished product characteristics before and after changes by testing the results of laboratory measuring instruments and conducting trials variations in machine setting parameters, variations in production processes and products produced. From the results of this study proves that matrial SKD6 is much stronger than FCD550 against Whell's thermal die disc car shock, it can be seen in the condition of side die material using FC550 production stop at 1400 pcs, The result after the side die using SKD6 material up to production to 20000 pcs side die does not occur cracks

    Perancangan Pile Cap Menggunakan Metode Strut and Tie Model

    No full text
    The design of the pile cap structure generally involves a conventional method that assumes that all areas are linear. The reality distribution strain in cross-section structure pile cap experiences non-linear strain. So it is necessary method close the analysis behavior pile cap actually, that is with the method Strut and Tie Model referring to SNI 2847:2019. Therefore, done study with the formulation problem How designing a reinforcement pile cap with three poles with the method Strut and Tie Model as a comparison configuration reinforcement and requirements material with method conventional. Research methods are done with stages studies literature, data collection, modeling form strut and tie, analysis calculation, up to detailed drawing of the reinforcement pile cap. Comparison configuration reinforcement flexible on method Strut and Tie Model follow the modeling lines element tie, whereas method was conventionally installed with spread reinforcement evenly throughout area pile cap. The strut and Tie Model Method consists of elements 1 (3D16), elements 2 and 3 (4D16) with a total length of reinforcement bending of 18884 mm. The method conventional consists of X direction (6D16) and Y direction (6D16) with a total length of reinforcement bending of 16530 mm. This matter proves that the strut and tie model produces more lots that need reinforcement amounting to 14.24%.   Keywords: Pile Cap, Three Piles, Strut and Tie Model, SNI 287-2019, Flexural ReinforcementPerancangan struktur pile cap pada umumnya menggunakan metode konvensional yang mengasumsikan semua daerah mengalami regangan linier. Kenyataannya distribusi regangan pada penampang struktur pile cap mengalami regangan non-linier. Maka diperlukan metode analisis yang mendekati perilaku pile cap sebenarnya, yaitu dengan metode strut and tie model pada SNI 2847:2019. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan rumusan masalah bagaimana merancang penulangan pile cap tiga tiang dengan metode strut and tie model sebagai perbandingan konfigurasi penulangan dan kebutuhan bahan dengan metode konvensional. Metode penelitian dilakukan dengan tahapan studi literatur, pengumpulan data, pemodelan bentuk strut and tie, menghitung gaya dalam, kontrol kekuatan strut dan zona nodal, menentukan tulangan lentur dan tulangan susut, hingga gambar penulangan pile cap. Perbandingan konfigurasi tulangan lentur pada metode strut and tie model mengikuti garis pemodelan elemen tie, sedangkan metode konvensional dipasang dengan menyebarkan tulangan secara merata di seluruh luasan pile cap. Metode strut and tie model terdiri dari elemen 1 (3D16-60), elemen 2&3 (4D16-60) dengan panjang total tulangan lentur 18.884 mm. Pada metode konvensional terdiri dari arah X (6D16-231) dan arah Y (6D16-221) dengan panjang total tulangan lentur 16.530 mm. Tulangan susut diasumsikan bernilai sama sebesar 13.560 mm. Hal ini membuktikan bahwa metode strut and tie model menghasilkan lebih banyak kebutuhan tulangan sebesar 14,24%

    PREDIKSI HARGA SAHAM BLUE CHIP PADA INDEKS IDX30 MENGGUNAKAN ALGORITMA RECURRENT NEURAL NETWORK (RNN)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keakuratan hasil peramalan harga saham perusahaan blue chip pada indeks IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penerapan artificial intelligence (AI) dengan algoritma Recurrent Neural Network (RNN). Data sekunder dikumpulkan dengan metode dokumentasi dari BEI yang diperoleh melalui website resmi BEI maupun web resmi perusahaan yang terdaftar dan juga website resmi Yahoo Finance. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan tahunan yang telah diaudit untuk memperoleh data keuangan yang digunakan untuk perhitungan Debt-to-Equity Ratio (DER) dalam kriteria pemilihan sampel dan historis harga saham penutupan yang disesuaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Populasi penelitian merupakan seluruh perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX30 selama periode 2019-2022 sebanyak 20 perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode purposive sampling, diperoleh 17 perusahaan sebagai sampel. Adapun kriteria pemilihan sampel penelitian yakni pertama perusahaan dengan DER di bawah satu, yang menunjukkan penggunaan utang yang rendah. Kedua, perusahaan perbankan tidak dijadikan sampel karena memiliki rasio DER yang tinggi. Hasil prediksi harga saham penutupan yang disesuaikan menggunakan AI dengan algoritma Recurrent Neural Network (RNN) metode Long Short-Term Memory (LSTM) memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan mendekati nilai aslinya yaitu dengan nilai rata – rata Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 2,6 persen. Kata kunci: kecerdasan buatan, long short-term memory, prediksi, saham, investasi.

    PROSEDUR PEMASUKAN DATA WAKTU LEMBUR DENGAN SISTEM POIS DI PT PERTAMINA GAS

    Get PDF
    : In the era of technology, the advancement of technology and information has opened up new opportunities for companies to enhance efficiency in Human Resource Management. To continuously optimize operational management, PT Pertamina Gas is comprehensively committed to strengthening efficiency aspects, particularly in the Human Capital and Business Support sectors. Understanding the crucial role of these aspects in operational success, PT Pertamina Gas has introduced a revolutionary innovative system known as Pertagas Outsourcing Information System or POIS. POIS is not just an acronym for Pertagas Outsourcing Information System, but it is a leading solution designed with the primary goal of streamlining and simplifying the information management process related to the overtime work of partners or outsourced workers. This system serves as a solid foundation that supports operational effectiveness, especially in terms of reporting information for workers involved in routine overtime activities. The data collection method used in this research is interviews by posing questions related to the field being studied. The results of this research are related to the procedure of overtime filling through the POIS system.Di era teknologi ini, perkembangan teknologi dan informasi telah membuka peluang baru bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Untuk terus mengoptimalkan manajemen operasional, PT Pertamina Gas berkomitmen secara menyeluruh untuk memperkuat aspek efisiensi, khususnya di sektor Human Capital dan Business Support. Memahami pentingnya peran kunci dari aspek-aspek ini dalam kesuksesan operasional, PT Pertamina Gas memperkenalkan sistem inovatif yang revolusioner, dikenal sebagai Pertagas Outsourcing Information System atau POIS. POIS bukan hanya singkatan dari Pertagas Outsourcing Information System, tetapi merupakan solusi terdepan yang dirancang dengan tujuan utama untuk merampingkan dan menyederhanakan proses pengelolaan informasi terkait kerja lembur mitra kerja atau pekerja outsourcing. Sistem ini berfungsi sebagai fondasi kokoh yang mendukung efektivitas operasional, terutama dalam hal pelaporan informasi pekerja yang terlibat dalam kegiatan lembur rutin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait bidang yang diteliti. Hasil penelitian ini berkaitan dengan tata cara pengisian lembur melalui sistem POIS

    ANALISIS KORELASI KESEHATAN MENTAL DAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA DENGAN KOMBINASI METODE XGBOOST DAN SHAP

    Get PDF
    Mental health is a state of mental well-being that allows people to cope with life's pressures, realize their abilities, learn well and work well. According to UNICEF Indonesia, there are several conditions that affect a person's mental health, including anxiety, depression, panic, and stress. In the context of higher education, students are one of the components that fall into the adolescent age range who are often faced with mental health problems. Therefore, it is important to discuss in more depth the impacts caused by students' mental health. This problem prompted this study to analyze the correlation of students' mental health with their academic results on campus. This study focuses on the analysis of the correlation between mental health and the Student Achievement Index (IPK) of Business Administration students from the Jakarta State Polytechnic (PNJ). The method used in this study is a combination of XGBoost (eXtreme Gradient Boostin g) and SHAP (Shapley Additive Explanations). The combination of XGBoost and SHAP will create a regression model with several predictor variables which then determine the correlation weight of the predictor variables with the response variable. The purpose of this study is to prove the correlation of these two things with several mental health disorder instruments, namely feelings of anxiety, depression, panic and stress. This study is expected to be a policy reference for PNJ leaders in determining the priorities and focus of policies related to the mental and academic health of their students. This study uses the Superior Basic Research scheme for Higher Education (PDUPT) and has outputs in the form of publication of articles in reputable international journals or articles in accredited sinta journals 1-2 or patents/simple patents or reference books with ISBNs, and reputable indexed international seminar articles.Kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan mental yang memungkinkan orang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dengan baik dan bekerja  dengan baik. Menurut UNICEF Indonesia, terdapat beberapa kondisi yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang diantaranya cemas, depresi, panik, dan stres. Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa merupakan salah satu komponen yang masuk dalam rentang usia remaja yang kerap kali dihadapkan permasalahan kesehatan mental.. Oleh karenanya, penting untuk membahas lebih mendalam terkait dampak yang ditimbulkan dari kesehatan mental mahasiswa. Masalah tersebut mendorong penelitian ini untuk menganalisis korelasi dari kesehatan mental mahasiswa dengan hasil akademiknya di kampus.   Penelitian ini berfokus pada analisis korelasi antara kesehatan mental dengan Indeks Prestasi Mahasiswa (IPK)mahasiswaAdministrasi Niaga dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi antara XGBoost (eXtreme Gradient Boosting) dan SHAP (Shapley Additive Explanations). Kombinasi antara XGBoost dan SHAP akan menciptakan model regresi dengan beberapa variabel prediktor yang kemudian ditentukan bobot korelasi variabel prediktor tersebut dengan variabel respon. Tujuan penelitian ini yaitu membuktikan korelasi dua hal tersebut dengan beberapa instrumen gangguan kesehatan mental yaitu perasaan cemas, depresi, panik dan stres. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan bagi pimpinan PNJ dalam menentukan prioritas dan fokus kebijakan terkait dengan kesehatan mental dan akademik mahasiswanya. Penelitian ini menggunakan skema Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT) dan memiliki luaran berupa publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi atau artikel jurnal sinta terakreditasi 1-2 atau paten/paten sederhana atau buku referensi ber- ISBN, dan artikel seminar internasional bereputasi terindeks

    2,061

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇