Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
    2322 research outputs found

    QIRABOX: Kontrol Speaker Murottal Al-Qur’an dengan Perintah Suara Berbasis Internet of Things

    Get PDF
    This study aims to design and implement a Quranic murottal speaker control system based on the Internet of Things (IoT), operated through voice commands, with a focus on the needs of visually impaired individuals. The system integrates speech recognition technology with the Aho-Corasick algorithm for command pattern matching and utilizes the MQTT protocol and ESP32 microcontroller as the main control unit. An Android application called "QIRABOX" was developed as the user interface, leveraging Google Speech Recognition to convert voice commands into text. Evaluation involving 10 visually impaired respondents showed an error rate of only 2% and a System Usability Scale (SUS) score of 78.75, classified as "Good." These results indicate that a voice-controlled system can be an effective solution in the development of assistive technology to improve accessibility for people with visual disabilities.Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem kendali speaker murottal Al-Qur’an berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui perintah suara, dengan fokus pada kebutuhan penyandang tunanetra. Sistem menggabungkan teknologi speech recognition dengan algoritma Aho-Corasick untuk pencocokan pola perintah, serta menggunakan protokol MQTT dan mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama. Aplikasi Android “QIRABOX” dikembangkan sebagai antarmuka pengguna, memanfaatkan Google Speech Recognition untuk mengonversi perintah suara menjadi teks. Evaluasi terhadap 10 responden tunanetra menunjukkan tingkat kesalahan sebesar 2% dan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 78,75, yang dikategorikan sebagai “Baik”. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kendali berbasis suara dapat menjadi solusi efektif dalam pengembangan teknologi asistif untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas netra

    artikel suhu plts Analisis Perbandingan Suhu Panel Terhadap Daya Luaran PLTS Terapung dan PLTS Grounded Berbasis IOT

    No full text
    Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah modifikasi teknologi PLTS terbaru agar dapat meningkatkan daya output panel. PLTS floating dipasang di atas permukaan air. Dalam penelitian ini pengujian data menggunakan dua jenis PLTS yaitu PLTS terapung dan PLTS grounded. Parameter yang akan diambil data adalah suhu, tegangan, arus dan daya output. Data parameter tersebut akan dibandingkan antara data dari PLTS terapung dengan PLTS grounded. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan panel yang ada di PLTS terapung lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu permukaan dari panel PLTS grounded sehingga daya output yang ada di PLTS terapung menjadi lebih tinggi daripada daya output di PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C selisih suhu antara panel PLTS terapung dengan PLTS grounded sebesar 2,8%. Daya yang dihasilkan PLTS terapung rata rata lebih besar daripada daya yang dihasilkan PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C daya yang dihasilkan PLTS sebesar 33,17 watt dan saat suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C maka daya yang dihasilkan menjadi 31,67 watt. Sehingga semakin tinggi suhu permukaan panel surya daya output yang dihasilkan semakin menurun ,namun semakin rendah suhu permukaan panel daya output semakin meningkat.Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah modifikasi teknologi PLTS terbaru agar dapat meningkatkan daya output panel. PLTS floating dipasang di atas permukaan air. Dalam penelitian ini pengujian data menggunakan dua jenis PLTS yaitu PLTS terapung dan PLTS grounded. Parameter yang akan diambil data adalah suhu, tegangan, arus dan daya output. Data parameter tersebut akan dibandingkan antara data dari PLTS terapung dengan PLTS grounded. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan panel yang ada di PLTS terapung lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu permukaan dari panel PLTS grounded sehingga daya output yang ada di PLTS terapung menjadi lebih tinggi daripada daya output di PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C maka suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C selisih suhu antara panel PLTS terapung dengan PLTS grounded sebesar 2,8%. Selisih suhu terendah sebesar 0,3% dan selisih suhu tertinggi sebesar 4,4%. Daya yang dihasilkan PLTS terapung rata rata lebih besar daripada daya yang dihasilkan PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C daya yang dihasilkan PLTS sebesar 33,17 watt dan saat suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C maka daya yang dihasilkan menjadi 31,67 watt. Selisish daya output terbesar yang terjadi sebesar 46,06 watt, selisih ini terjadi saat daya PLTS terapung 66,61 dengan suhu 51,09 ⸰ C dan daya yang dihasilkan PLTS grounded sebesar 20,55 watt dengan suhu sebesar 58,1⸰ C. dan selisih daya output terkecil 1,15 watt dengan daya PLTS terapung 64,25 watt dan daya pada PLTS grounded sebesar 63,1 watt. Kata kunci : daya luaran, PLTS terapung, suhu panel

    Kajian Pemasangan PLTS dengan Menggunakan Software PVsyst

    Get PDF
    Perhatian global terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan telah meningkat, mendorong banyak negara beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Energi surya menjadi pilihan utama karena ketersediaannya melimpah dan kemajuan teknologi yang memudahkan konversinya menjadi listrik. Indonesia, khususnya Kota Palembang yang terletak di dekat garis khatulistiwa, memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih terbatas, sebagian disebabkan oleh minimnya data kinerja sistem yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan kinerja teknis sistem PLTS di Palembang menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis perangkat lunak PVsyst. Sistem on-grid berkapasitas 10 kWp dimodelkan dengan mempertimbangkan data radiasi lokal, konfigurasi array, serta efisiensi komponen sistem. Hasil simulasi menunjukkan rasio kinerja (Performance Ratio) sebesar 75,53%, produksi energi tahunan sebesar 12,63 MWh, dan produksi spesifik 1276 kWh/kWp per tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem PLTS di wilayah tropis seperti Palembang mampu menghasilkan energi dengan efisiensi tinggi. Kajian ini memberikan dasar kuantitatif yang penting dalam mendukung perencanaan dan pengembangan sistem energi surya, serta memperkuat justifikasi teknis dalam upaya transisi energi yang berkelanjutan di wilayah tropis.Perhatian global terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan telah meningkat, mendorong banyak negara beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Energi surya menjadi pilihan utama karena ketersediaannya melimpah dan kemajuan teknologi yang memudahkan konversinya menjadi listrik. Indonesia, dengan posisinya di garis khatulistiwa, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi surya, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena tantangan seperti biaya investasi tinggi, dukungan kebijakan yang terbatas, dan kurangnya infrastruktur. Kota Palembang di Indonesia, dengan radiasi matahari yang tinggi dan permintaan energi yang meningkat, merupakan lokasi yang potensial untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Studi ini menggunakan software PVsyst untuk mengevaluasi efisiensi sistem PLTS di Palembang. Hasil menunjukkan rasio kinerja (PR) 75,53%, produksi energi tahunan 12,63 MWh, dan produksi spesifik 1276 kWh/kWp per tahun, menegaskan potensi besar PLTS dalam memenuhi kebutuhan energi terbarukan di wilayah tropis seperti Palembang

    Karakteristik Sifat Mekanik pada Pembuatan Komposit Terhadap Performa Kampas Rem Non-Asbestos

    Get PDF
    Pengembangan komposit dalam menemukan aplikasi baru untuk memperkuat komposit yang berasal dari serat alami. Serat alami muncul sebagai material terkemuka sebagai variasi dan pengganti yang jumlahnya masih berlimpah. Pemanfaatan komposit dari serat alami umumnya digunakan untuk penelitian dikarenakan eco-friendly dan mudah digunakan untuk berbagai aplikasi. Pengembangan komposit dapat diaplikasikan untuk pembuatan kampas rem. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu desain of experimental. Desain of experimental yang digunakan yaitu factorial design untuk mendapatkan parameter yang akan digunakan dalam pembuatan sampel spesimen kampas rem. Penelitian ini menggunakan serbuk kayu jati, serbuk aluminium oksida, serbuk arang batok kelapa, dan resin epoxy yang ditekan menggunakan mesin compression molding. Tahapan selanjutnya melakukan pengujian sifat mekanik yaitu koefisien gesek di laboratorium otomotif B4T Bandung. Hasil pengujian pada temperatur drum 100°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel F sebesar 0,54 N/mm3. Sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel G sebesar 0,45 N/mm3. Pada temperatur drum 150°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel B dan F sebesar 0,33 N/mm3, sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel C sebesar 0,21 N/mm3. Pada temperatur drum 200°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel F sebesar 0,17 N/mm3, sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel C sebesar 0,09 N/mm3.Pengembangan komposit dalam menemukan aplikasi baru untuk memperkuat komposit yang berasal dari serat alami. Serat alami muncul sebagai material terkemuka sebagai variasi dan pengganti yang jumlahnya masih berlimpah. Pemanfaatan komposit dari serat alami umumnya digunakan untuk penelitian dikarenakan eco-friendly dan mudah digunakan untuk berbagai aplikasi. Pengembangan komposit dapat diaplikasikan untuk pembuatan kampas rem. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu desain of experimental. Desain of experimental yang digunakan yaitu factorial design untuk mendapatkan parameter yang akan digunakan dalam pembuatan sampel spesimen kampas rem. Penelitian ini menggunakan serbuk kayu jati, serbuk aluminium oksida, serbuk arang batok kelapa, dan resin epoxy yang ditekan menggunakan mesin compression molding. Tahapan selanjutnya melakukan pengujian sifat mekanik yaitu koefisien gesek di laboratorium otomotif B4T Bandung. Hasil pengujian pada temperatur drum 100°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel F sebesar 0,54 N/mm3. Sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel G sebesar 0,45 N/mm3. Pada temperatur drum 150°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel B dan F sebesar 0,33 N/mm3, sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel C sebesar 0,21 N/mm3. Pada temperatur drum 200°C nilai koefisien gesek tertinggi sampel F sebesar 0,17 N/mm3, sedangkan nilai koefisien gesek terendah terendah sampel C sebesar 0,09 N/mm3

    Rancang Bangun Mesin Pengering Bilah Bambu untuk Peningkatan Produktivitas Bambu Laminasi

    Get PDF
    Laminated bamboo is an engineered composite product made from dried and bonded bamboo strips, offering high potential as an eco-friendly material for construction and furniture applications. One of the critical steps in its production process is the drying of bamboo strips, which aims to reduce moisture content and prevent mold, cracking, and delamination. This study aims to design an energi-efficient bamboo strip drying system to enhance the productivity of the laminated bamboo industry. The system design includes a modular drying chamber, a boiler-based heating system with a centrifugal blower, and corrosion-resistant materials such as stainless steel SS304. Thermal energi demand was calculated using convection heat transfer and total thermal resistance approaches, resulting in a required energi of 212240.42 kJ to dry 250 bamboo strips per cycle in an hour. Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations indicate uniform temperature and airflow distribution inside the drying chamber. The thermal efficiency of the system reaches 97.4%, indicating its suitability for industrial application. These findings provide a foundation for developing standardized, efficient, and sustainable bamboo drying systems.Bambu laminasi merupakan produk komposit hasil rekayasa dari bilah-bilah bambu yang dikeringkan dan direkatkan, dengan potensi besar sebagai material konstruksi dan meubel ramah lingkungan. Salah satu tahapan krusial dalam proses produksinya adalah pengeringan bilah bambu, yang bertujuan menurunkan kadar air guna mencegah jamur, retak, serta delaminasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengering bilah bambu yang efisien secara termal dan mampu meningkatkan produktivitas industri bambu laminasi. Rancangan sistem meliputi ruang pengering modular, sistem pemanas berbasis boiler dan pompa sentrifugal, serta penggunaan material tahan korosi seperti stainless steel SS304. Perhitungan kebutuhan energi termal dilakukan menggunakan pendekatan perpindahan panas konveksi dan resistansi termal total, dengan hasil kebutuhan energi sebesar 21220,42 kJ untuk mengeringkan 250 bilah bambu dalam satu siklus selama satu jam. Simulasi numerik menggunakan CFD menunjukkan distribusi suhu dan aliran udara yang merata dalam ruang pengering. Efisiensi termal sistem mencapai 97,4%, menunjukkan bahwa rancangan ini efektif untuk diterapkan pada skala industri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pengering bambu yang lebih terstandarisasi, efisien, dan berkelanjutan

    Effect of Submerged Arc Welding (SAW) Slag Waste on CBR Value of Subgrade

    Get PDF
    This research aims to identify the effect of the addition of SAW (Submerged Arc Welding) slag waste on the value of California Bearing Ratio (CBR) on clay soil. This research was conducted at the Civil Engineering Laboratory, Politeknik Negeri Jakarta, with an experimental method using a variation of SAW waste mixture of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Laboratory tests include specific gravity, grain size analysis, Atterberg limit, compaction, and CBR tests in accordance with SNI standards. The results showed that the addition of SAW waste increased the specific gravity of clay soil from 2.545 to 2.691. The value of liquid limit, plastic limit, and plasticity indexdecreased with the increase of SAW waste content. In compaction tests, the maximum dry density increased from 1.259 gr/cm³ to 1.335 gr/cm³ at 15% SAW waste, but decreased at 20% to 1.329 gr/cm³. The CBR value also showed an increase up to 15% SAW waste from 1.77% to 3.95%, but decreased at 20% to 2.83%. In conclusion, SAW slag waste can increase the bearing capacity of clay soil up to a certain level, but excessive addition reduces the CBR value

    PERAN STRATEGI KOMUNIKASI KRISIS DALAM MEMITIGASI DAMPAK BRAND SWITCHING DAN PENURUNAN HARGA SAHAM AKIBAT BOIKOT KONSUMEN: Studi Kasus Pada Starbucks

    Get PDF
    The contemporary digital era has fundamentally transformed the business communication landscape, where consumers possess significant power in shaping brand reputation through social media. Starbucks Corporation faced massive boycott waves triggered by political position controversies in late 2023, resulting in market value losses of 11 billion US dollars. This study aims to comprehensively analyze the role of crisis communication strategies in mitigating the impact of Brand Switching and stock price decline due to consumer boycotts using Starbucks as a case study objectThe research employed a quantitative approach with case study design, involving 384 respondents aged 18-30 years through purposive sampling. Research instruments consisted of structured questionnaires with Likert scale 1-5, analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and multiple regression analysis. Results showed low effectiveness of Starbucks' crisis communication (score 2.34/5), with Brand Switching intention reaching 68.2%. Significant negative correlations were found between crisis communication effectiveness with Brand Switching (r = -0.672) and stock volatility (r = -0.445). Maximum stock price decline reached 9.47% with market capitalization falling by 11.2 billion USD. Starbucks' reactive and defensive crisis communication strategy failed to mitigate boycott impacts. Development of crisis communication playbook emphasizing proactive engagement and transparency is recommended, along with implementation of early detection systems based on real-time sentiment analysis.Era digital kontemporer telah mentransformasi lanskap komunikasi bisnis, dimana konsumen memiliki kekuatan signifikan dalam membentuk reputasi merek melalui media sosial. Starbucks Corporation menghadapi gelombang boikot masif yang dipicu kontroversi terkait posisi politik pada akhir 2023, mengakibatkan kerugian nilai pasar sebesar 11 miliar dolar Amerika. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif peran strategi komunikasi krisis dalam memitigasi dampak Brand Switching dan penurunan harga saham akibat boikot konsumen dengan menggunakan Starbucks sebagai objek studi kasus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 384 responden berusia 18-30 tahun melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan efektivitas komunikasi krisis Starbucks rendah (skor 2,34/5), dengan tingkat Brand Switching intention mencapai 68,2%. Korelasi negatif signifikan ditemukan antara efektivitas komunikasi krisis dengan Brand Switching (r = -0,672) dan volatilitas saham (r = -0,445). Penurunan harga saham maksimal mencapai 9,47% dengan kapitalisasi pasar turun 11,2 miliar USD. Strategi komunikasi krisis Starbucks yang reaktif dan defensif gagal memitigasi dampak boikot. Disarankan pengembangan crisis communication playbook yang menekankan proactive engagement dan transparency, serta implementasi sistem deteksi dini berbasis real-time sentiment analysis

    STUDI PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI REJUVENATOR PADA CAMPURAN RAP

    Get PDF
    The increasing demand for pavement materials necessitates more sustainable solutions, one of which is the utilization of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) containing aged asphalt from recycled layers. However, the high incorporation of RAP often faces challenges such as increased stiffness, reduced ductility, and degradation of viscoelastic properties due to aging. In this context, waste cooking oil (WCO) has attracted significant attention as an eco-friendly and cost-effective rejuvenator. This study presents a systematic literature review on the application of WCO in RAP mixtures, focusing on its chemical characteristics, effects on rheological and mechanical properties, implementation challenges, and performance enhancement strategies through chemical modification and additive incorporation. The findings indicate that WCO effectively reduces binder viscosity, improves flexibility, enhances low-temperature cracking resistance, and extends the fatigue life of RAP mixtures. However, excessive WCO content may reduce Marshall stability and rutting resistance. Synergistic approaches such as polymer addition, nano-material incorporation, or chemical pre-treatment have proven effective in addressing these limitations. This review highlights WCO’s potential as a sustainable rejuvenator while emphasizing the need for further research on dosage optimization, quality standardization, and long-term performance evaluation to support large-scale industrial implementation.ABSTRAK Pertumbuhan kebutuhan material perkerasan jalan menuntut solusi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yang mengandung aspal tua hasil daur ulang. Namun, penggunaan RAP dalam kadar tinggi sering menghadapi permasalahan terkait peningkatan kekakuan, penurunan keuletan, dan degradasi sifat viskoelastis akibat proses penuaan. Dalam konteks ini, limbah minyak jelantah (waste cooking oil, WCO) telah banyak diteliti sebagai rejuvenator alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Studi ini bertujuan melakukan tinjauan sistematis terhadap penelitian terdahulu mengenai pemanfaatan WCO pada campuran RAP, meliputi karakteristik kimia, pengaruh terhadap sifat reologi dan mekanik, tantangan implementasi, serta strategi peningkatan performa melalui modifikasi kimia dan penambahan aditif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa WCO secara signifikan menurunkan viskositas dan meningkatkan fleksibilitas aspal RAP, memperbaiki ketahanan retak suhu rendah, serta meningkatkan umur kelelahan campuran. Namun, pada dosis tinggi, WCO dapat menurunkan stabilitas Marshall dan ketahanan terhadap deformasi permanen. Pendekatan sinergis seperti penambahan polimer, nano-material, atau perlakuan awal kimiawi terbukti efektif mengatasi kelemahan tersebut. Studi ini menegaskan bahwa WCO berpotensi besar sebagai rejuvenator berkelanjutan, namun diperlukan penelitian lanjutan terkait optimasi dosis, standar mutu, dan evaluasi umur layan jangka panjang untuk mendukung implementasi skala industri.   Kata kunci: limbah minyak jelantah, rejuvenator, RAP, sifat reologi, keberlanjuta

    Exploring Realized Volatility through High-Frequency Data: The Role of Liquidity, Transaction Costs, and Influencing Factors.

    Get PDF
    This research, which falls within the area of microstructure of financial markets, aims to compare liquidity with transaction costs, and determine the factors affecting volatility in small and large total asset energy companies in Indonesia. The use of data on companies with contrasting total assets contributes to providing investment portfolio management considerations for investors. The data used is taken from high-frequency stock price data per 30 minutes from Bloomberg subscribed. The illiquidity measurement method uses Amihud's Illiquidity, transaction costs use relative Bid-Ask Spread (BAS), and realized volatility is calculated using the square root of the realized variance. The use of 30-minute high-frequency stock price data can provide more detailed information. As a result, companies with small assets tend to have much greater stock price volatility, transaction costs, and illiquidity compared to companies with large assets. The factor affecting realized volatility is the volume of stock transactions. The greater the volume of stock transactions, the greater the volatility of stock prices. Keywords: High-Frequency Data; Realized Volatility; Amihud’s Illiquidity; Relative Bid-Ask Spread (BAS)

    Proses Komunikasi Jurnalis Dengan Narasumber Dalam Menjaga Keakuratan Pemberitaan Di Berita.Depok.Go.Id

    Get PDF
    Komunikasi antara jurnalis dan narasumber merupakan hal yang penting untuk prosespengumpulan informasi dalam praktik jurnalistik. Jika komunikasi tidak efektif, informasi yangditerima dapat menjadi salah, tidak lengkap, tidak sesuai dengan kenyataan, atau bahkan salahkutip. Oleh karena itu, akurasi berita terganggu, dan kredibilitas media pun diragukan. Akurasiberita yang terganggu akibat komunikasi yang buruk antara jurnalis dan narasumber akanmenurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Padahal, dalam dunia jurnalistik, akurasi,kejelasan, dan kejujuran merupakan prinsip- prinsip dasar yang harus dijaga. Dalamberita.depok.go.id, yang merupakan media internal resmi milik Pemerintah Kota Depok, isukomunikasi antara jurnalis dan narasumber menjadi hal yang krusial. Sebagai media yangsecara khusus berperan menyampaikan berbagai informasi kebijakan, program, dankegiatan pemerintah kepada masyarakat luas, berita.depok.go.id memiliki tanggung jawabmoral dan profesional yang tinggi dalam menjaga akurasi serta objektivitas isi beritanya.Tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi, media ini juga menjadi representasidari citra dan kredibilitas Pemerintah Kota Depok di mata publik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi proses komunikasi dalam mendukung kelayakan informasi untukdipublikaiskan kepada publik dan mengevaluasi bagaimana proses komunikasi antara jurnalisBerita.Depok.go.id dengan sumber berita terhadap keakuratan dan kelayakan pemberitaan. Hasil daripenelitian ini dari sisi proses komunikasi yaitu jurnalis berita.depok.go.id mengidentifikasinarasumber dilakukan saat rapat redaksi, membangun dan menjaga hubungan yang baik dengannarasumber karena jurnalis berperan penting dalam menjaga relasi jangka panjang yang etis dengannarasumber sedangkan dari sisi akurasi pemberitaan, berita.depok.go.id telah mengedepankan nilaiakurasi dalam praktik pemberitaannya.  Communication between journalists and sources is crucial for the information gathering process in journalistic practice. If communication is not effective, the information received can be incorrect, incomplete, not aligned with reality, or even misquoted. Therefore, the accuracy of the news is compromised, and the credibility of the media is also questioned. The accuracy of news that is compromised due to poor communication between journalists and sources will erode public trust in the media. In fact, in the world of journalism, accuracy, clarity, and honesty are fundamental principles that must be upheld. In berita.depok.go.id, which is the official internal media of the Depok City Government, the issue of communication between journalists and sources is crucial. As a medium specifically tasked with conveying various government policy, program, and activity information to the general public, berita.depok.go.id has a high moral and professional responsibility to maintain the accuracy and objectivity of its news content. Not only does this media serve as an information provider, but it also represents the image and credibility of the Depok City Government in the eyes of the public. This research aims to identify the communication process in supporting the suitability of information for public publication and to evaluate how the communication process between Berita.Depok.go.id journalists and news sources affects the accuracy and suitability of the reporting. The results of this research from the communication process perspective are that Berita.Depok.go.id journalists identify sources during editorial meetings, and build and maintain good relationships with sources because journalists play an important role in maintaining ethical long-term relationships with sources. From the perspective of reporting accuracy, Berita.Depok.go.id has prioritized the value of accuracy in its reporting practices.   &nbsp

    2,061

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇