Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Waste Melalui Sistem Perkebunan Minimalis di RT. 19 Kelurahan Bukit Pinang Kota Samarinda

    Get PDF
    Abstract  Public awareness of waste management has increased over the past decade. The government has carried out numerous of waste management outreach from the national level to the sub-district level, which is the separation of organic and non-organic waste. Bukit Pinang Village is one of the sub-districts located in Samarinda Ulu District, Samarinda City, East Kalimantan. RT 19 is one of the RTs in Bukit Pinang Village where several residents have awareness about the separation of organic and non-organic household waste. However, the knowledge about organic waste management is still inadequately implemented. This was seen from the fact that many residents still throw it away in final disposal sites and some residents even burn their household waste, which of course disrupts air quality. Through this Community Science Program, counselling was provided on the management of organic household waste using a zero waste-based system that has broad and long-term benefits such as the plantation sector in a simple (minimalist) concept to housewives in RT 19. Participants were equipped with knowledge about improving the processing of household waste into more useful products, such as minimalist gardens and compost, so that local residents can manage their own waste while also having minimalist production gardens.Public awareness of waste management has increased over the past few decades. The government has carried out numerous waste management outreach programs from the national level to the sub-district level, including the separation of organic and non-organic waste. Bukit Pinang Village is one of the sub-districts located in Samarinda Ulu District, Samarinda City, East Kalimantan. RT 19 is one of the RTs in Bukit Pinang Village, where several residents have awareness of separating organic and non-organic household waste. However, the knowledge about organic waste management is still vaguely implemented. This was seen from the fact that many residents still throw it away in final disposal sites, and some residents even burn their household waste, which, of course, disrupts air quality and the environment. Through this Community Science Program, counselling was provided on the management of organic household waste using a zero-waste-based system that has broad and long-term benefits, such as the plantation sector, in a simple (minimalist) concept to housewives in RT 19. Participants were equipped with knowledge about improving the processing of household waste into more useful products, such as minimalist gardens and compost. Hence, local residents can manage their own waste while also having minimalist production gardens. Keywords— waste management, minimalist plantation system, organic waste, zero waste Abstrak Kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah telah mengalami peningkatan selama satu dekade terakhir. Pemerintah telah melaksanakan banyak penyuluhan pengelolaan sampah mulai dari tingkat nasional hingga tingkat kelurahan yaitu dengan penerapan program tentang pemisahan sampah organik dan anorganik. Kelurahan Bukit Pinang merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. RT 19 merupakan salah satu RT di Kelurahan Bukit Pinang yang beberapa warganya memiliki kesadaran tentang pemisahan limbah rumah tangga organik dan anorganik. Namun, pengetahuan tentang pengelolaan limbah organik diketahui masih kurang maksimal diterapkan. Hal ini tampak pada masih banyaknya warga yang membuangnya pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan bahkan masih ada warga yang membakar sampah rumah tangganya yang tentunya menganggu kualitas udara. Melalui program Pengabdian IPTEKS Masyarakat (PIM), diberikanlah penyuluhan tentang pengelolaan limbah rumah tangga organik dengan menggunakan sistem berbasis zero waste yang memiliki kebermanfaatan yang luas dan jangka panjang seperti sektor perkebunan dalam konsep sederhana (minimalis) kepada ibu rumah tangga di RT 19 Kelurahan Bukit Pinang. Dari pelatihan tersebut peserta dibekali pengetahuan tentang peningkatan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti kebun minimalis dan kompos. Hal ini dimaksudkan agar warga masyarakat dapat mengelola sampah mereka sendiri sekaligus memiliki kebun produksi minimalis. Kata kunci— pengelolaan sampah, perkebunan minimalis, sampah organik, zero wast

    ANALISIS KEPATUHAN PUSKESMAS ABC PADA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN PSAP 13 DAN PSAP 04

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepatuhan Puskesmas ABC, yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), telah mematuhi ketentuan dalam penyusunan Laporan Keuangan dan Catatan atas Laporan Keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 13 dan No. 04. Melalui pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini mengandalkan metode studi dokumenter guna menganalisis dan memahami isi dokumen yang berkaitan dengan pelaporan keuangan sektor publik, dengan fokus pada laporan keuangan Puskesmas ABC tahun 2024.  Proses analisis dilakukan dengan mencocokkan isi laporan dan CaLK dengan standar yang telah ditetapkan dalam PSAP 13 dan PSAP 04. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyusunan laporan keuangan dan CaLK oleh Puskesmas ABC telah mematuhi ketentuan standar yang berlaku

    GRBL Based 3 Axis CNC Milling Design

    No full text
    This study presents the design and fabrication of a GRBL-based 3-Axis CNC Milling Machine for laboratory and small-scale industry applications. The system is controlled by an Arduino Uno using GRBL firmware, with NEMA 17 stepper motors and a DC 775 spindle. The Quality Function Deployment (QFD) method was applied to align the design with user requirements. The machine features a 600 × 400 mm working area, 200 Watt power consumption, and spindle speed ranging from 3,000 to 12,000 RPM. Testing results demonstrate high precision and energy efficiency. This machine is suitable for digital manufacturing education and prototyping.Penelitian ini membahas perancangan dan pembuatan mesin CNC Milling 3-Axis berbasis GRBL yang ditujukan untuk kebutuhan laboratorium dan industri kecil. Sistem dikendalikan oleh Arduino Uno dengan firmware GRBL, menggunakan motor stepper NEMA 17 dan spindle DC 775. Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) diterapkan untuk memastikan desain sesuai kebutuhan pengguna. Mesin ini memiliki area kerja 600 × 400 mm, konsumsi daya 200 Watt, dan kecepatan spindle 3.000–12.000 RPM. Hasil pengujian menunjukkan tingkat presisi tinggi dan efisiensi energi yang baik. Mesin ini cocok sebagai media pembelajaran teknik manufaktur berbasis digital

    Evaluasi Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Penguat Roda Gigi

    Get PDF
    Coconut fiber has great potential as a composite material. This is supported by the abundant availability of coconut fiber waste and its excellent mechanical properties, as evidenced by several studies. Composites made with natural fibers are currently in high demand due to their advantages, including low density, low cost, biodegradability, corrosion resistance, heat resistance, light weight, abundance, renewable energy, and good mechanical properties. The purpose of this study was to obtain the best mechanical properties for composites using coconut fiber as the reinforcement. This study was conducted by varying the coconut fiber reinforcement with several volume fractions: 20%, 30%, 40%, and 50%, with the matrix used being Unsaturated Polyester Resin Yukalac 157 BQTN. The composite manufacturing process used the hand lay-up method with random fiber arrangement. Bending test results showed the highest load at 20% volume fraction of 798 N and a bending strength of 262 N/mm². Meanwhile, the highest impact strength occurred at 50% volume fraction of 0.0472 J/mm².Kata-kata kunci: Penguat, Roda Gigi, Sabut, Kelapa, KompositSerat sabut kelapa sangat potensi untuk dijadikan material komposit. Hal ini didukung oleh keberadaan limbah serat sabut kelapa yang sangat berlimpah dan memliki sifat mekanis cukup baik dari beberapa hasil riset yang dilakukan. Dewasa ini komposit dengan serat alam lebih diminati karena memiliki beberapa kelebihan diantarannya densitas rendah, murah, biodegradable, tahan korosi, panas, ringan, berlimpah, dapat diperbaharui dan sifat mekanis yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sifat mekanis komposit terbaik dengan serat sabut kelapa sebagai penguatnya. Penelitian ini dilakukan dengan mevariasikan penguat serat sabut kelapa dengan beberapa fraksi volume 20%, 30% 40%, 50% dan matriks yang digunakan Unsaturated Polyester Resin Yukalac 157 BQTN. Proses pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up dengan susunan serat acak. Hasil pengujian bending menunjukan beban tertinggi pada fraksi volume 20% sebesar 798 N dan menghasilkan kekuatan bending 262 N/mm². Sementara kekuatan impak tertinggi terjadi pada fraksi volume 50% sebesar 0,0472 J/mm²

    IMPLEMENTASI KANSEI ENGINEERING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM PERANCANGAN KEMASAN BUBUR AYAM CIREBON

    Get PDF
    Kemasan berbahan dasar styrofoam saat ini digunakan sebagai kemasan utama produk bubur ayam Cirebon. 95,3% konsumen menyatakan bahwa kemasan tersebut masih dianggap belum memenuhi preferensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain kemasan bubur ayam Cirebon terbaik berdasarkan preferensi konsumen. Perancangan kemasan yang sesuai dengan preferensi konsumen dapat dilakukan melalui implementasi pendekatan Kansei Engineering. Pendekatan Kansei Engineering memiliki kapabilitas dalam menginterpretasikan perasaan konsumen dan mentransformasikannya menjadi suatu spesifikasi desain. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan desain kemasan dengan elemen: material plastik rigid (X1.1), bentuk badan kotak (X2.2), bentuk tutup cembung (X3.2), fitur tambahan pegangan & alat makan (X4.6), warna solid (X5.1), dan area desain sticker (X6.1). Rancangan desain kemasan yang dihasilkan mewakili kebutuhan preferensi konsumen terhadap kemasan Bubur Ayam Cirebon

    ANALYSIS OF THE READABILITY OF NOUN PHRASE TRANSLATION IN INDONESIAN CONSTITUTIONAL COURT NEWS

    Get PDF
    This study aims to examine the types of noun phrases in the form of election term collocations and evaluate the readability of their translations in institutional news texts from the Constitutional Court of the Republic of Indonesia. The noun phrases that are the subject of this study are classified into three types, namely, modificative, coordinative, and appositive noun phrases, based on Widjono's theory (2005). Electoral term collocations in the form of noun phrases such as election results, election stages, and electoral districts have specific structures and meanings, so their translation requires accuracy of meaning and ease of understanding in the target language. This study uses a qualitative descriptive approach with content analysis techniques and the distribution of readability questionnaires to 25 respondents. Data were collected from 12 online news articles from the Indonesian Constitutional Court discussing disputes over the 2024 election results, with a total of 80 noun phrases. The results show that the most dominant type of noun phrase is the modificative noun phrase. Additionally, most translations of these noun phrases are considered easy to understand by the target readers, with an average readability score of 2.77 on a scale of 3. These findings indicate that the translation of noun phrases in institutional texts has achieved a good level of readability, although there are still some noun phrases that could be confusing if not adapted to internationally recognized equivalents

    The Influence of Perceived Quality on Repurchase Behavior in the Food and Beverage Industry: A Case Study of Warmindo Konco Lawas

    Get PDF
    This study investigates the connection between Customer Perception of Quality (CPQ) and Repeat Purchase Intentions (RPI) within the fiercely competitive Food and Beverage (F&B) sector, specifically focusing on Warmindo Konco Lawas. The continuous expansion of dining establishments necessitates powerful strategies for maintaining customer bases. CPQ, encompassing food standards, service delivery, and the dining atmosphere, is hypothesized to be a key predictor driving recurring sales. The research aims to analyze how the quality perceived by patrons of Warmindo Konco Lawas directly and indirectly influences their willingness to return and consume again. The outcomes are anticipated to offer practical guidance to F&B entrepreneurs on optimizing quality management aspects crucial for securing long-term customer loyalty and sustained business viability

    Analisa Keekonomian Penggunaan PKS 100 Persen Pada PLTU Tipe Boiler CFB

    Get PDF
    Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Cangkang sawit (palm kernel shell/PKS) merupakan salah satu alternatif yang potensial sebagai bahan bakar pada PLTU. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa keekonomian penggunaan 100 persen PKS sebagai bahan bakar pada PLTU tipe boiler circulation fluidized bed (CFB). Penelitian ini dilakukan di PLTU unit 2 PT. XYZ yang berlokasi di Provinsi Banten. Parameter yang diukur adalah specific fuel consumption (SFC) dan biaya produksi listrik yang hanya berdasarkan pada perhitungan biaya bahan bakar dengan penambahan biaya pajak karbon dengan 3 skema. Skema 1 yaitu perhitungan biaya listrik dengan penambahan biaya pajak karbon rata-rata global, skema 2 dengan penambahan biaya pajak karbon rata-rata negara Asia dan skema 3 dengan penambahan biaya pajak karbon berdasarkan UU No. 7 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan pada saat penggunaan PKS, SFC meningkat sebesar 12,96 persen. Perhitungan biaya bahan bakar pada skema 1, penggunaan PKS lebih murah 58,97 persen. Pada skema 2 lebih mahal 29,03 persen dan skema 3 lebih mahal 30,42 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan 100 persen PKS sebagai pengganti batubara dapat dilakukan dengan catatan cukup tersedianya PKS dan disertai penerapan biaya pajak karbon yang sesuai

    Optimasi Operasi Paralel Transformator 150/20 kV dengan Mengurangi Dampak Perbedaan Rasio Tegangan dan Peningkatan Arus

    No full text
    Operasi paralel transformator 150/20 kV dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem tenaga listrik. Dalam pengoperasiannya harus memperhatikan syarat paralel transformator yang salah satu syaratnya rasio tegangan harus sama. Perbedaan rasio tegangan dapat menyebabkan peningkatan arus dan dampak negatif pada sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan arus dan dampak perbedaan rasio tegangan pada operasi paralel transformator 150/20 kV menggunakan software ETAP 12.6.0 dengan parameter input data tap changer dan impedansi transformator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rasio tegangan dapat menyebabkan peningkatan arus yang signifikan dan menyebabkan kenaikan deviasi pembebanan sebesar 6,96%(dari 16,1% ke 23,06%), serta menimbulkan konsekuansi teknis yaitu arus sirkulasi sebesar 990,7 A (0,572 pu) yang mengalir dari trafo dengan tegangan lebih tinggi ke tegangan lebih rendah yang dapat berdampak pada sistem dan finansial perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan optimasi operasi paralel transformator untuk mengurangi dampak perbedaan rasio tegangan dan peningkatan arus dengan penyetelan ulang relai diferensial serta menerapkan tindakan preventive untuk mencegah human error dengan merancang sistem proteksi baru menggunakan sistem interlock pada PMT Incoming 20 kV yang tidak dapat menutup saat rasio tegangan berbeda.Operasi paralel transformator 150/20 kV dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem tenaga listrik. Dalam pengoperasiannya harus memperhatikan syarat paralel transformator yang salah satu syaratnya rasio tegangan harus sama. Perbedaan rasio tegangan dapat menyebabkan peningkatan arus dan dampak negatif pada sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan arus dan dampak perbedaan rasio tegangan pada operasi paralel transformator 150/20 kV dengan menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rasio tegangan dapat menyebabkan peningkatan arus yang signifikan dan menyebabkan kenaikan deviasi pembebanan sebesar 6,96%, juga menimbulkan konsekuansi teknis yaitu arus sirkulasi yang dapat berdampak pada sistem dan finansial perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan optimasi operasi paralel transformator untuk mengurangi dampak perbedaan rasio tegangan dan peningkatan arus dengan penyetelan ulang relai diferensial serta menerapkan tindakan preventive untuk mencegah human error dengan merancang sistem proteksi baru menggunakan sistem interlock pada PMT Incoming 20 kV yang tidak dapat menutup saat rasio tegangan berbeda. Kata Kunci : Operasi Paralel Transformator, Perbedaan Rasio Tegangan, Peningkatan Arus, Dampak, Optimasi Operasi   &nbsp

    EVALUASI STRUKTUR PIER HEAD YANG MENGALAMI PERUBAHAN BENTANG

    Get PDF
    Cracking was observed on pier head P85-84 S of the JORR W1 Kebon Jeruk toll road, caused by an increase in span length and loading conditions that exceeded the original design specifications. This resulted in bending moments greater than those accounted for in the initial design, prompting the need for a structural capacity evaluation of the pier head. This study aims to assess whether pier head P85-84 S remains capable of withstanding the applied loads. The evaluation was conducted by analyzing the required reinforcement area, cross-sectional dimensions, and nominal moment capacity in comparison to the ultimate moment, using SAP2000 software. The analysis revealed that the pier head's capacity is inadequate. Under standard loading conditions, deficiencies of 1D19 and 5D19 were found in the bottom support and mid-span reinforcement, respectively. Under actual loading conditions, the reinforcement deficiencies increased to 2D19 at the bottom support and 8D19 at mid-span. Additionally, the comparison between the nominal and ultimate moment showed that the ultimate moment caused by the applied loads reached 71.12 ton·m, while the nominal moment was only 44.01 ton·m. These findings indicate that the current structure is insufficient to resist the existing loads. Therefore, structural strengthening is required, which may include the use of Fiber Reinforced Polymer (FRP), steel plate bonding, or external prestressing

    2,061

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇