Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENERJEMAHAN DAN AKURASI FRASA NOMINA YANG BERSIFAT KONOTATIF DALAM GAME “A SPACE FOR THE UNBOUND”
Unbound. This study aims to identify the structure, connotative value, chosen translation strategies, and semantic fidelity of these phrases to determine how well the English version maintains the intent of the Indonesian source. This type of research is descriptive qualitative. The research object comprises 71 connotation-rich noun phrases taken from Chapters 1–5 of the original script and their published English counterparts. Data were collected through three procedures: content analysis of the entire in-game script, unstructured interviews with native English players to probe perceived connotation, and a focus-group discussion with bilingual raters who scored accuracy using Nababan et al.’s (2012) instrument. The instruments used were a coding sheet, an interview guide, and an accuracy-rating form. Data were analysed through Spradley’s ethnographic sequence domain, taxonomy, componential, and cultural analysis supplemented by frequency counts. The results show a dominance of subordinative structures (70/71, 98.6 %), with the source text leaning positive in connotation and the target text mirroring this distribution with minor shifts. Transcreation is the leading strategy (52.1 %), followed by literal translation (45.1 %), while foreignization and domestication appear only marginally; overall accuracy is very high (mean = 2.97/3). In conclusion, creative audience-oriented strategies are essential for conveying the game’s emotional nuance, and systematic accuracy checks remain crucial to safeguard semantic fidelity.
Penelitian ini berfokus pada frasa nomina yang mengandung konotasi dalam permainan A Space for the Unbound. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi struktur, nilai konotatif, strategi terjemahan yang dipilih, dan kesetiaan semantik dari frasa-frasa tersebut untuk menentukan sejauh mana versi Inggris mempertahankan niat dari teks sumber Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian terdiri dari 71 frasa nomina yang kaya akan konotasi yang diambil dari Bab 1–5 naskah asli dan versi Inggris yang diterbitkan. Data dikumpulkan melalui tiga prosedur: analisis konten naskah dalam permainan secara keseluruhan, wawancara tidak terstruktur dengan pemain berbahasa Inggris asli untuk mengeksplorasi konotasi yang dirasakan, dan diskusi kelompok terfokus dengan penilai bilingual yang menilai akurasi menggunakan instrumen Nababan dkk. (2012). Instrumen yang digunakan meliputi lembar kode, panduan wawancara, dan formulir penilaian akurasi. Data dianalisis menggunakan domain urutan etnografis Spradley, taksonomi, analisis komponen, dan analisis budaya, dilengkapi dengan hitungan frekuensi. Hasil menunjukkan dominasi struktur subordinatif (70/71, 98,6%), dengan teks sumber cenderung positif dalam konotasi dan teks target mencerminkan distribusi ini dengan pergeseran minor. Transkreasi menjadi strategi utama (52,1%), diikuti oleh terjemahan literal (45,1%), sementara asingisasi dan domestikasi hanya muncul secara marginal; akurasi keseluruhan sangat tinggi (rata-rata = 2,97/3). Kesimpulannya, strategi kreatif yang berorientasi pada audiens sangat penting untuk menyampaikan nuansa emosional permainan, dan pemeriksaan akurasi sistematis tetap krusial untuk menjaga kesetiaan semantik.
 
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Good Corporate Governance Pada Perusahaan Drink yang terdaftar di BEI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan Drink yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), dan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan variabel dependen adalah Good Corporate Governance (GCG).Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Sampel penelitian terdiri dari 11 perusahaan food yang terdaftar di BEI selama periode 2021-2023 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap GCG, dengan nilai koefisien regresi 1.028 dan tingkat signifikansi 0.001. Sementara itu, CR (0.002, p = 0.923), DAR (0.414, p = 0.195), dan DER (-0.027, p = 0.803) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap GCG. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya lebih berperan dalam meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dibandingkan faktor likuiditas dan struktur modal.
Kata kunci: Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance, ROA, CR, DAR, DER, BEI.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan Drink yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), dan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan variabel dependen adalah Good Corporate Governance (GCG).Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Sampel penelitian terdiri dari 11 perusahaan food yang terdaftar di BEI selama periode 2021-2023 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap GCG, dengan nilai koefisien regresi 1.028 dan tingkat signifikansi 0.001. Sementara itu, CR (0.002, p = 0.923), DAR (0.414, p = 0.195), dan DER (-0.027, p = 0.803) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap GCG. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya lebih berperan dalam meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dibandingkan faktor likuiditas dan struktur modal.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance, ROA, CR, DAR, DER, BEI.
 
Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan Keragaman Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Nafizh Bakery Probolinggo
Studi ini dilaksanakan peneliti agar bisa mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk dan keragaman produk pada keputusan pembelian pada Nafizh Bakery Kota Probolinggo. Jenis penelitian kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini lewat pendekatan asosiatif kausal, dibantu variabel yang mencakup variabel bebas yakni citra merek, kualitas produk dan keragaman produk dan variabel terikat yakni keputusan pembelian. Populasi yang dikaji peneliti mencakup konsumen Nafizh Bakery Kota Probolinggo dan jumlahnya belom diketahui. Sampel yang dipergunakan sejumlah 102 berdasarkan rumus Hair et al. Peneliti juga mempergunakan sumber data dari data primer dan data sekunder, melalui teknik analisis data Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa variabel citra merek (X1), kualitas produk (X2) dan keragaman produk (X3) memberi pengaruh pada keputusan pembelian (Y) secara signifikan positif.
Kata kunci: Kata Kunci Citra merek, Kualitas Produk, Keragaman Produk dan Keputusan Pembelian
Studi ini dilaksanakan peneliti agar bisa mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk dan keragaman produk pada keputusan pembelian pada Nafizh Bakery Kota Probolinggo. Jenis penelitian kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini lewat pendekatan asosiatif kausal, dibantu variabel yang mencakup variabel bebas yakni citra merek, kualitas produk dan keragaman produk dan variabel terikat yakni keputusan pembelian. Populasi yang dikaji peneliti mencakup konsumen Nafizh Bakery Kota Probolinggo dan jumlahnya belom diketahui. Sampel yang dipergunakan sejumlah 102 berdasarkan rumus Hair et al. Peneliti juga mempergunakan sumber data dari data primer dan data sekunder, melalui teknik analisis data Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa variabel citra merek (X1), kualitas produk (X2) dan keragaman produk (X3) memberi pengaruh pada keputusan pembelian (Y) secara signifikan positif.
Kata kunci: Kata Kunci Citra merek, Kualitas Produk, Keragaman Produk dan Keputusan Pembelia
PENGARUH PENDAPATAN, DIGITAL PAYMENT, PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MASYARAKAT DI KOTA BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, digital payment, dan penggunaan media sosial terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden adalah masyarakat yang sudah bekerja dan sering menggunakan sistem pembayaran digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan (X1) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 6,075. Digital payment (X2) tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,389 dan t-hitung 0,865. Penggunaan media sosial (X3) berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 5,505. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi penjelasan sebesar 62,8%, sedangkan 37,2% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa pendapatan dan penggunaan media sosial merupakan faktor dominan yang memengaruhi perilaku konsumtif, sementara digital payment belum memiliki pengaruh langsung yang signifikan.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, digital payment, dan penggunaan media sosial terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden adalah masyarakat yang sudah bekerja dan sering menggunakan sistem pembayaran digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan (X1) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 6,075. Digital payment (X2) tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,389 dan t-hitung 0,865. Penggunaan media sosial (X3) berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 5,505. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi penjelasan sebesar 62,8%, sedangkan 37,2% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa pendapatan dan penggunaan media sosial merupakan faktor dominan yang memengaruhi perilaku konsumtif, sementara digital payment belum memiliki pengaruh langsung yang signifikan
OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI UMKM BERBASIS FORECASTING PERMINTAAN DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING PADA UMKM CHARLIE RAJUT
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) often face challenges in production planning due to fluctuating demand and limited production resources. Inaccurate production decisions may lead to overproduction, which increases inventory holding costs, or underproduction, which results in lost sales opportunities. UMKM Charlie Rajut, a craft-based manufacturing MSME, produces various knitted products with different raw material requirements, making production planning a complex decision-making process. This study aims to develop a demand-forecast-based production planning model using the Goal Programming approach to obtain an optimal and realistic production plan. Demand forecasting was conducted using the Least Square method based on historical monthly sales data. The forecasting results indicate that demand for the next month is 802 units, with an increasing trend reaching 887 units in the twelfth month. These forecast values are used as demand targets in the Goal Programming model for both single-period planning and a twelve-month planning horizon. The optimization model incorporates raw material capacity constraints and seeks to maximize profit while minimizing deviations from the demand target in the form of underproduction and overproduction. The model is solved using linear programming techniques with the assistance of Python and the PuLP library. The single-period optimization results show that the optimal production level reaches 647.75 units, with production focused on products that provide the highest profit contribution, generating a total profit of Rp13,557,237.5. In the twelve-month planning horizon, the optimal production level remains relatively constant at 647.75 units per month, while underproduction increases in line with rising forecast demand. These results indicate that resource capacity limitations constitute the main constraint in fulfilling market demand. Overall, the Goal Programming approach provides a more realistic and practical solution than exact demand models for MSME production planning.
ABSTRAK
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi permasalahan dalam perencanaan produksi akibat fluktuasi permintaan dan keterbatasan sumber daya. Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah produksi dapat menyebabkan kelebihan produksi yang meningkatkan biaya persediaan atau kekurangan produksi yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan produksi berbasis peramalan permintaan dengan menggunakan pendekatan Goal Programming pada UMKM Charlie Rajut.Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode Least Square berdasarkan data penjualan historis bulanan. Hasil peramalan menunjukkan bahwa permintaan satu bulan ke depan sebesar 802 unit, dengan tren meningkat hingga 887 unit pada bulan ke-12. Nilai peramalan tersebut digunakan sebagai target permintaan dalam model Goal Programming, baik untuk perencanaan satu periode maupun perencanaan produksi dengan horizon dua belas bulan. Model optimasi mempertimbangkan keterbatasan kapasitas bahan baku serta memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan deviasi terhadap target permintaan berupa kekurangan produksi (under production) dan kelebihan produksi (over production). Model diselesaikan menggunakan pendekatan linear programming dengan bantuan perangkat lunak Python dan library PuLP.Hasil optimasi satu periode menunjukkan bahwa total produksi optimal yang dapat dicapai sebesar 647,75 unit. Produksi difokuskan pada produk dengan kontribusi keuntungan tertinggi dan menghasilkan total keuntungan sebesar Rp13.557.237,5. Pada perencanaan dua belas bulan, total produksi optimal relatif konstan sebesar 647,75 unit per bulan, sementara under production meningkat seiring kenaikan permintaan hasil peramalan.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi permasalahan dalam perencanaan produksi akibat fluktuasi permintaan dan keterbatasan sumber daya. Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah produksi dapat menyebabkan kelebihan produksi yang meningkatkan biaya persediaan atau kekurangan produksi yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan produksi berbasis peramalan permintaan dengan menggunakan pendekatan Goal Programming pada UMKM Charlie Rajut.Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode Least Square berdasarkan data penjualan historis bulanan. Hasil peramalan menunjukkan bahwa permintaan satu bulan ke depan sebesar 802 unit, dengan tren meningkat hingga 887 unit pada bulan ke-12. Nilai peramalan tersebut digunakan sebagai target permintaan dalam model Goal Programming, baik untuk perencanaan satu periode maupun perencanaan produksi dengan horizon dua belas bulan. Model optimasi mempertimbangkan keterbatasan kapasitas bahan baku serta memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan deviasi terhadap target permintaan berupa kekurangan produksi (under production) dan kelebihan produksi (over production). Model diselesaikan menggunakan pendekatan linear programming dengan bantuan perangkat lunak Python dan library PuLP.Hasil optimasi satu periode menunjukkan bahwa total produksi optimal yang dapat dicapai sebesar 647,75 unit. Produksi difokuskan pada produk dengan kontribusi keuntungan tertinggi dan menghasilkan total keuntungan sebesar Rp13.557.237,5. Pada perencanaan dua belas bulan, total produksi optimal relatif konstan sebesar 647,75 unit per bulan, sementara under production meningkat seiring kenaikan permintaan hasil peramala
ANALISIS TEKNIK PENERJEMAHAN KALIMAT IMPERATIF PADA FILM MULAN 2020: -
The purpose of this study is to identify the technique of imperative sentences in the film Mulan 2020. This study used content analysis and questionnaires.This research used a descriptive qualitative, and focuses on research questions: the translation techniques found in the film and the translation techniques most widely used by translators in translating imperative sentences in the film Mulan 2020. The results of this study found 13 types of translation techniques from 420 data, namely the common equivalent of 317 data or 75.48%; the modulation is 42 data or 10%;
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikikan teknik dari kalimat imperatif yang terdapat pada film Mulan 2020. Metode yang digunakan adalah content analysis dan kuesioner. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, serta berfokus pada pertanyaan penelitian, yaitu: teknik penerjemahan yang terdapat pada film tersebut dan teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan kalimat imperatif di film Mulan 2020. Hasil dari penelitian ini ditemukan 13 jenis teknik penerjemahan dari 420 data, yaitu padanan lazim berjumlah 317 data atau 75,48%; Modulasi berjumlah 42 data atau 10%.
 
Coso Framework sebagai dasar penyusunan sistem pengendalian Internal Koperasi Sahabat Ihya Madani: Studi kasus Koperasi Sahabat Ihya Madani
Penelitian ini bertujuan menyusun sistem pengendalian internal piutang berbasis kerangka kerja COSO pada Koperasi Sahabat Ihya Madani, koperasi simpan pinjam yang berlokasi di Jakarta Barat. Masalah utama yang dihadapi adalah tingginya piutang tak tertagih akibat lemahnya pengendalian internal yang belum terdokumentasi secara formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi telah memiliki elemen pengendalian seperti pemisahan tugas dan otorisasi dalam proses pencairan dana. Namun, masih terdapat kelemahan pada kelima komponen COSO, seperti ketiadaan SOP tertulis, sistem pelaporan risiko yang belum sistematis, pengendalian kas yang tidak terdokumentasi dengan baik, serta lemahnya pemantauan dan pelaporan formal. Sebagai rekomendasi, peneliti menyusun modul panduan pengendalian internal piutang yang mencakup kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi. Modul ini diharapkan dapat membantu koperasi meningkatkan efektivitas pengelolaan piutang dan menekan risiko kerugian akibat piutang macet. Temuan penelitian juga dapat dijadikan referensi untuk pengembangan sistem pengendalian internal yang lebih komprehensif di sektor koperasi.
Kata kunci: Piutang, Sistem Pengendalian Internal, Celah Pengendalia
Pengembangan Aplikasi Web untuk Optimalisasi Manajemen Kebersihan Gedung pada PT Carefast Menggunakan Metode Agile Scrum
The development of this application aims to solve problems related to the management of cleanliness in buildings at PT.Carefast which includes setting routine schedules, attendance, employee assignments, damage warnings, and task monitoring at PT.Carefast to facilitate performance in carrying out cleaning activities. This application will have various important features that will be very helpful starting from making task schedules for office boys, daily attendance, making absence reports, employee changes, making damage complaint reports, repair assignments, termination of employment, checking leave balances and submitting leave. For the development itself, using the SDLC (Software Development Lifecycle) flow based on agile SCRUM which regulates software creation so that it can be effective in increasing the visibility of application development progress, simple stages but supports all existing needs, especially in developing applications that use microservice architecture. This development uses business process analysis methods and adjusts the needs of PT.Carefast. with the existence of a web application it will be very easy for employees to carry out routine cleaning service activities with the potential for large-scale management, the conclusion of this application development is that the creation of a web-based application that is implemented has a positive impact in facilitating the tasks of cleaning service companies in carrying out their duties. As a building with high operational standards, the Millennium Centennial Center requires an efficient, integrated, and optimized cleaning management system capable of monitoring cleaning activities quickly and accurately. The current system is unable to optimally address these challenges. The need for web-based technology to manage the building's cleaning management is highly relevant and urgent. This system is expected to simplify task distribution, monitor staff performance directly, accelerate communication, and provide more accurate and comprehensive performance reports.Pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan pengelolaan kebersihan pada gedung pada PT.Carefast yang mencangkup penetapan jadwal rutin, absensi, penugasan karyawan, peringatan kerusakan, dan monitoring tugas pada PT.Carefast untuk mempermudah kinerja dalam melakukan kegiatan kebersihan. Aplikasi ini akan memiliki berbagai fitur penting yang nanti nya akan sangat membantu mulai dari pembuatan jadwal tugas untuk para office boy, absensi harian, pembuatan laporan ketidakhadiran, pergantian karyawan, pembuatan laporan komplain kerusakan, penugasan perbaikan, pemutusan hubungan kerja, pengecekan saldo cuti dan pengajuan cuti. Untuk pengembangan nya sendiri menggunakan alur SDLC(Software Development Lifecycle) berbasis agile SCRUM yang mengatur pembuatan software agar bisa efektif dalam meningkatkan visibilitas progress pengembangan aplikasi, tahapan yang sederhana namun mendukung seluruh kebutuhan yang ada telebih dalam melakukan pengembangan aplikasi yang menggunakan arsitektur microservice. Pengembangan ini menggunakan metode analisis proses bisnis dan melakukan penyesuaian kebutuhan pada PT.Carefast .dengan adanya aplikasi web akan sangat mudah bagi para pegawai dalam melakukan rutinitas kegiatan jasa kebersihan dengan potensi pengelolaan skala besar, kesimpulan dari pengembangan aplikasi ini adalah pembuatan aplikasi berbasis web yang diterapkan memberikan dampak positif dalam mempermudah tugas perusahaan jasa kebersihan dalam menjalani tugas mereka. Sebagai gedung dengan standar operasional yang tinggi, Millennium Centennial Center dibutuhkan aplikasi optimasi sistem manajemen kebersihan yang efisien, terintegrasi, serta mampu memantau aktivitas kebersihan secara cepat dan akurat. Sistem yang ada saat ini belum mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut dengan maksimal. dibutuhkan nya pembuatan teknologi berbasis web untuk mengelola manajemen kebersihan di gedung ini menjadi sangat relevan dan mendesak. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah distribusi tugas, memantau kinerja petugas secara langsung, mempercepat komunikasi, serta memberikan laporan kinerja yang lebih akurat dan komprehensif
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH GGBFS DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON
The use of alternative materials in concrete mixtures is an important effort to improve concrete performance while reducing dependence on cement. This study aims to investigate the effect of adding Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) as a partial substitute for cement on the properties of concrete, both in fresh and hardened conditions, using a constant dosage of type F superplasticizer at 1% of the cement weight. The GGBFS replacement levels used in this study were 0%, 20%, 30%, and 40%. The tests conducted included slump, unit weight, initial setting time, compressive strength, splitting tensile strength, flexural strength, and modulus of elasticity. The results showed that the use of GGBFS significantly affected compressive strength and splitting tensile strength, with optimum results achieved at the 20% replacement level. In contrast, other properties such as flexural strength and unit weight were not significantly influenced. Therefore, GGBFS can be considered an effective supplementary material in concrete mixtures when used at an appropriate dosage.Penggunaan material alternatif dalam campuran beton menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan performa beton sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai substitusi sebagian semen terhadap sifat beton, baik dalam kondisi segar maupun keras, dengan dosis superplasticizer tipe F yang tetap sebesar 1% dari berat semen. Variasi kadar GGBFS yang digunakan adalah 0%, 20%, 30%, dan 40%. Pengujian meliputi slump, berat isi, waktu ikat awal, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GGBFS memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah, dengan hasil optimum pada variasi20%. Sedangkan pada sifat lainnya, seperti kuat lentur dan berat isi, perubahan yang terjadi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Dengan demikian, GGBFS dapat dijadikan bahan tambahan yang efektif dalam campuran beton jika digunakan pada komposisi yang tepat
Edukasi Partisipatif Peringatan Dini dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Kecamatan Pesanggrahan
Indonesia, as an archipelagic country with a high risk of geo-hydrometeorological disasters, requires early education to build awareness and preparedness. This study aims to improve students’ understanding of early warning systems and disaster mitigation through participatory learning. The Community Service Program (PKM) was carried out at SMA Triguna 1956, Pesanggrahan District, South Jakarta, on July 24, 2025. The stages included site survey, material preparation, socialization through Focus Group Discussion (FGD), disaster response simulation, and evaluation using pre-test and post-test combined with digital media. A quasi-experimental method with a pre-test and post-test design was applied. The results showed a significant increase in students’ understanding of early warning procedures and mitigation measures. Thus, participatory education proved effective in strengthening youth preparedness against geo-hydro meteorological disasters.Indonesia, as an archipelagic country with a high risk of geo-hydrometeorological disasters, requires early education to build awareness and preparedness. This study aims to improve students’ understanding of early warning systems and disaster mitigation through participatory learning. The Community Service Program (PKM) was carried out at SMA Triguna 1956, Pesanggrahan District, South Jakarta, on July 24, 2025. The stages included site survey, material preparation, socialization through Focus Group Discussion (FGD), disaster response simulation, and evaluation using pre-test and post-test combined with digital media. A quasi-experimental method with a pre-test and post-test design was applied. The results show a significant increase in students’ understanding of early warning procedures and mitigation measures. Thus, participatory education proves an effective effort in strengthening youth preparedness against geo-hydro meteorological disasters. Keywords— Early warning system, Disaster mitigation, Geo-hydrometeorology, Participatory education,Student preparedness Abstrak Indonesia sebagai negara kepulauan dengan risiko bencana geo-hidrometeorologi yang tinggi memerlukan edukasi sejak dini untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem peringatan dini dan mitigasi bencana melalui pembelajaran partisipatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di SMA Triguna 1956, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 24 Juli 2025. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, persiapan materi, pelaksanaan sosialisasi melalui Focus Group Discussion (FGD), simulasi tanggap bencana, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test yang dipadukan dengan penggunaan media digital. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa mengenai alur peringatan dini dan langkah mitigasi. Dengan demikian, edukasi partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kesiapsiagaan generasi muda terhadap bencana geo-hidrometeorologi.
Kata kunci— Sistem peringatan dini, Mitigasi bencana, Geo-hidrometeorologi, Edukasi partisipatif,Kesiapsiagaan siswa