Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Perancangan Modul Ajar Penggunaan Sein dan Lampu Hazard untuk Media Peningkatan Kompetensi Siswa
The limited budget for procuring practical equipment at SMK Teknik Kendaraan Ringan (TKR), SMA Bina Mandiri Sejahtera (BMS) Citeureup, Bogor poses a challenge in improving the quality of learning. The school foundation prioritizes resolving tuition payment issues, making the provision of practical modules an effective alternative solution. Previously, hands-on learning about vehicle signal lights was highly limited, with only one module available for an entire class, resulting in suboptimal practical experience. This module is designed to provide students with hands-on learning experiences in understanding vehicle lighting systems, particularly turn signals and hazard lights, while enhancing their skills in diagnosing, repairing, and maintaining automotive electrical systems. The module fabrication method begins with identifying the necessary tools and materials, designing the electrical schematic, and assembling electronic components on a workbench resembling a car dashboard. A flasher relay is used to generate a blinking signal for the turn signals, while a fuse serves as protection against current surges. Each button and switch is designed to operate according to real vehicle principles. Implementation results indicate that this practical module functions effectively, with turn signals blinking in response to lever actuation and hazard lights turning on and off according to button settings. Electrical function tests have been conducted to ensure system reliability.
Keywords—electrical, hazard, module, lamp, signAbstrak Minimnya anggaran untuk pengadaan peralatan praktik di SMK Teknik Kendaraan Ringan (TKR), SMA Bina Mandiri Sejahtera (BMS) Citeureup, Bogor menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Yayasan sekolah lebih memprioritaskan penyelesaian masalah pembayaran uang sekolah, sehingga pengadaan modul praktik menjadi solusi alternatif yang efektif. Sebelumnya, pembelajaran praktik mengenai lampu sinyal pada mobil sangat terbatas, dengan hanya satu modul yang tersedia untuk 1 kelas, sehingga pengalaman praktik menjadi kurang optimal. Modul baru ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan langsung bagi siswa dalam memahami sistem penerangan kendaraan, khususnya lampu sein dan lampu hazard, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam mendiagnosa, memperbaiki, dan merawat sistem kelistrikan kendaraan. Metode pembuatan modul ini diawali dengan identifikasi kebutuhan alat dan bahan, perancangan skema kelistrikan, serta perakitan komponen elektronik pada meja kerja yang menyerupai dashboard mobil. Flasher relay digunakan untuk menghasilkan sinyal berkedip pada lampu sein, sementara sekring berfungsi sebagai proteksi terhadap lonjakan arus. Setiap tombol dan sakelar dirancang agar bekerja sesuai dengan prinsip operasional kendaraan nyata. Hasil implementasi menunjukkan bahwa modul praktik ini dapat berfungsi dengan baik, di mana lampu sein berkedip sesuai dengan penekanan tuas, dan lampu hazard aktif on-off sesuai pengaturan tombol. Uji fungsi elektrikal telah dilakukan untuk memastikan keandalan sistem, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih efektif dan aplikatif.Kata kunci—elektrik, hazard, modul, lampu, sei
Financial Statement Fraud: A Look at the Top Three
The objective of this study is to determine the impact of the fraud triangle which includes pressure, opportunity, and rationalization on the top three largest market capitalization based on the IDX Yearly Statistic 2024 report from 2021 to 2023. The data is taken from IDX annual report. The study is quantitative in nature and adopts a descriptive approach. The result shows that total asset turnover ratio (X1b), representing pressure, has positive and significant influence on financial statement fraud. Meanwhile, managerial ownership (X1c) and inventory turnover ratio (X2b) have a negative effect on financial statement fraud. Finally, return-on-asset (X1a), leverage ratio (X1d), independent commissioners (X2a), and change in auditor (X3) have no effect on financial statement fraud.
This study will raise awareness to various companies’ stakeholders to create adequate regulation to prevent fraud. It will also be impactful for further research as it can be used as a reference for research.
Keyword: Fraud Triangle, Annual Report, Financial Statement, Stakeholder, Quantitativ
Perancangan Chassis Rail Transfer Trolley dengan Kapasitas 970 kg
Perubahan tata letak material secara manual dengan bantuan peralatan transpotasi rail tranfer traolley dalam industri manufaktur menciptakan pengurangan biaya produksi. Hal ini terjadi pada salah satu industri manufaktur di mana muncul kebutuhan kelancaran proses suplai komponen menuju robot welding station baru. Komponen yang harus disuplai bermassa sekitar 970 kg dengan dimensi berkisar 3440 mm × 955 mm × 180 mm. Jarak asal komponen menuju station hanya sekitar 18 m. Massa yang berat menjadi penghambat jika ditangani tenaga manusia sehingga perlu dilakukan perancangan alat rail transfer trolley. Penelitian terdahulu sudah melakukan perhitungan elemen mesin rail transfer trolley namun belum ada yang mengkaji sasisnya secara mendalam. Peneletian ini merancang chassis rail transfer trolley dengan analisis perbandingan variasi bentuk penampang material SS400 menggunakan finite element analysis. Dengan berbagai bentuk penampang profil seperti hannel, I-section dan hollow rectangular. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan dan penampang chassis yang paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi penampang chassis memenuhi safety factor minimum 4. Chassis berpenampang I-section memiliki nilai von mises stress terendah yaitu 24,61 MPa dengan nilai safety factor tertinggi yaitu 9,96. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan material untuk chassis rail transfer trolley.Perubahan tata letak material secara manual dengan bantuan peralatan transpotasi rail tranfer traolley dalam industri manufaktur menciptakan pengurangan biaya produksi. Hal ini terjadi pada salah satu industri manufaktur di mana muncul kebutuhan kelancaran proses suplai komponen menuju robot welding station baru. Komponen yang harus disuplai bermassa sekitar 970 kg dengan dimensi berkisar 3440 mm × 955 mm × 180 mm. Jarak asal komponen menuju station hanya sekitar 18 m. Massa yang berat menjadi penghambat jika ditangani tenaga manusia sehingga perlu dilakukan perancangan alat rail transfer trolley. Penelitian terdahulu sudah melakukan perhitungan elemen mesin rail transfer trolley namun belum ada yang mengkaji sasisnya secara mendalam. Peneletian ini merancang chassis rail transfer trolley dengan analisis perbandingan variasi bentuk penampang material SS400 menggunakan finite element analysis. Dengan berbagai bentuk penampang profil seperti hannel, I-section dan hollow rectangular. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan dan penampang chassis yang paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi penampang chassis memenuhi safety factor minimum 4. Chassis berpenampang I-section memiliki nilai von mises stress terendah yaitu 24,61 MPa dengan nilai safety factor tertinggi yaitu 9,96. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan material untuk chassis rail transfer trolley
DIGITAL RHETORIC AND THE TRANSFORMATION OF POLITICAL COMMUNICATION: AN ANALYSIS OF ETHOS, PATHOS, AND LOGOS IN POST-TRUTH ERA SOCIAL MEDIA CAMPAIGNS
This study examines the transformation of political rhetoric in the digital age, specifically analyzing how classical Aristotelian rhetorical elements (ethos, pathos, and logos) are adapted and manifested in social media political campaigns. Using a qualitative descriptive approach with content analysis methodology, this research analyzes political communication patterns on various social media platforms during the 2024 Indonesian regional elections. The findings reveal that digital political rhetoric demonstrates significant adaptations: ethos is constructed through algorithmic credibility and viral authenticity, pathos is amplified through emotional contagion mechanisms and micro-targeting, while logos is fragmented into bite-sized information packages optimized for platform-specific algorithms. The study concludes that digital political rhetoric creates new forms of persuasion that challenge traditional democratic discourse, requiring new frameworks for understanding political communication in the post-truth era
The Procedure For Managing Customer Feedback By The Customer Relation Coordinator Division At PT Setiajaya Toyota Cimanggis
This research examines the procedure for managing customer feedback by the Customer Relation Coordinator (CRC) Division at PT Setiajaya Toyota Cimanggis. In an era of rapid globalization and digitalization, customers have increased access to express opinions, making effective feedback management a valuable asset for companies to monitor satisfaction and evaluate internal performance. This study aims to explain the specific customer feedback management procedure, identify the obstacles encountered, and present the solutions implemented by the CRC Division. Customer feedback is crucial for understanding customer needs and expectations, serving as both a response to complaints and a source for continuous improvement. The CRC Division at PT Setiajaya Toyota Cimanggis plays a pivotal role in maintaining customer loyalty and enhancing communication through excellent service. The findings provide insights into systematic feedback handling, contributing to improved service quality and stronger long-term customer relationship
The Service Process For Scholarship Benefit Claims At BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cempaka Mas Branch
This research investigates the service process for scholarship benefit claims under the Work Accident Insurance (JKK) and Death Security (JKM) programs at BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cempaka Mas Branch. Education is vital for national development, and ensuring continuous access, especially for children whose parents face social risks, is crucial. BPJS Ketenagakerjaan, as a state institution, provides comprehensive social protection, including scholarship benefits for children of participants who experience work accidents leading to death. This study aims to explain the scholarship claim procedure, identify the obstacles encountered, and present the solutions implemented to ensure timely and targeted disbursement of benefits. The findings provide insights into the administrative complexities and practical challenges, contributing to improvements in service quality and operational efficiency within the social security program
Pengembangan Smart Fish Feeding Berbasis Internet of Things pada Budi Daya Ikan Hias
Inappropriate feeding and undetected pond leaks are two major problems in ornamental fish farming that can reduce productivity and operational efficiency. This research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based Smart Fish Feeding system capable of automating feeding and monitoring pond conditions in real-time. The system consists of an HC-SR04 ultrasonic sensor to detect feed amounts, a JSN-SR04T sensor to measure water levels, and an ESP32-Cam for visual monitoring. This device is also equipped with a Solenoid Water Valve to automatically regulate water levels and can be controlled via an Android application connected to the Firebase service. This research used a qualitative method with an observational approach and rapid prototyping to design and test the prototype directly at the cultivation site. The test results showed that the system was able to carry out feeding schedules accurately and consistently, and produced an average feed weight per second of 16.38 grams. The developed system has been proven to facilitate fish maintenance and pond management, and has the potential to increase efficiency and responsiveness in ornamental fish farming operations.Pembudidayaan ikan hias bisa menjadi gerbang untuk penelitian dan pengembangan teknologi yang membantu pembudidaya dalam merawat ikan dan kolam budi daya. Perawatan ikan dan kolam budi daya adalah hal penting yang perlu diperhatikan, pemberian pakan berlebihan dan kebocoran kolam yang tidak diketahui membuat produktivitas budi daya terganggu apalagi kolam budi daya memiliki lebih dari satu kolam. Oleh karena itu, dibuatlah alat pemberi pakan otomatis yaitu sistem smart fish feeding, Komponen-komponen yang digunakan antara lain berupa sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pemantauan jumlah pakan ikan, sensor ultrasonik JSN-SR04T sebagai pemantauan ketinggian air kolam dan ESP32-Cam sebagai pemantau keamanan lingkungan kolam yang dimana alat pakan otomatis dengan sistem smart fish feeding ini akan diletakkan ditengah kolam sehingga dapat menjangkau lebih dari satu kolam. Alat ini juga bisa mengendalikan ketinggian air secara otomatis menggunakan komponen Solenoid Water Valve dan alat ini dapat dikendalikan melalui aplikasi mobile berbasis android yang terhubung dengan jaringan internet. Dalam pembuatan alat ini digunakan metode penelitian kualitatif sehingga metode yang digunakan dapat memberikan solusi desain alat yang menyesuaikan dengan kondisi di tempat budi daya ikan hias. Hasil penelitian pembuatan alat ini memberikan kemudahan untuk pembudidaya dalam melakukan perawatan secara efisien terhadap ikan dan kolam
Gerakan Literasi dan Hibah Buku di Desa Citasuk, Padarincang, Serang, Banten
This community service program is motivated by the low literacy rate in rural areas, including in Citasuk Village, Padarincang District, Serang Regency of Banten province. This is caused by various factors, ranging from a lack of awareness of reading to the difficulty of accessing reading materials. In addition, the role of the government is still limited to provide reading materials, both in terms of budgeting and policies to promote literacy. As a result, the cultural factor considering literacy less important thing as well as the inability to read and write cause low awareness of literacy in the community. The purpose of community service is to increase awareness of reading and literacy. This community development program was arranged by a Participatory Action Research (PAR) method. The results show that interest of participant member in reading is increasing either for children group or adult group. It should also be noted that carrying out literacy activities in the village library environment is interesting due to the fact that it encourages children to access reading materials at the library freely and easily.Keywords: literacy, library, illiteracy eradication. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakangi karena tingkat literasi di pedesaan masih rendah, tidak terkecuali di desa Citasuk, kecamatan Padarincang, kabupaten Serang. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya kesadaran membaca, serta faktor sulitnya akses buku bacaan di masyarakat. Selain itu, peran pemerintah yang masih memiliki keterbatasan, baik dari segi anggaran ataupun kebijakan yang masih tumpang tindih. Selain itu, faktor budaya masyarakat yang menganggap literasi bukan faktor yang penting karena tidak terbangunnya budaya membaca dan menulis, serta masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang tidak bisa membaca dan menulis sehingga mengakibatkan sulitnya membangun kesadaran pentingnya literasi di masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran membaca serta pentingnya literasi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasilnya menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan minat baca anak usia setelah disediakannya bahan bacaan atau buku yang menarik sesuai minat anak. Selain itu keberhasilan juga terlihat untuk usia lansia telah mengalami kemajuan, walaupun tidak terlalu seignifikan. Akan tetapi terlihat dari minat belajar cukup tinggi. Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi, bentuk konkrit yang harus dilakukan ialah dengan turun langsung ke lapangan dan memberikan pelatihan literasi digital, terlibat dalam upaya peningkatan literasi, termasuk pemberantasan buta aksara. Melaksanakan kegiatan literasi di lingkungan perpustakaan desa yang mendorong anak untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai kebutuhan dan budaya, serta memperindah perpustakaan untuk memudahkan masyarakat mengakses membaca untuk meingkatakan literasi di tingkat desa. Kata kunci: literasi, perpustakaan, pemberantasan buta aksara
Pengembangan Sistem Monitoring IoT Microbubble Generator Berbasis ESP 32 Untuk Mendukung Akuakultur
Permasalahan utama dalam budidaya perikanan air tawar adalah ketidakstabilan kualitas air yang sering tidak terdeteksi secara dini, terutama terkait parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Pemantauan secara manual memerlukan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap keterlambatan deteksi perubahan kualitas air yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan ikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 Devkit V1 yang mengintegrasikan sensor pH, TDS, dan DO. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD 20x4 I2C serta dikirim secara real-time ke platform Blynk dan Google Spreadsheet, guna memudahkan pemantauan jarak jauh dan pencatatan otomatis. Pengujian dilakukan pada akuarium yang dilengkapi teknologi mikrobubble untuk menganalisis efektivitas sistem dalam mendeteksi perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH dan TDS memiliki kinerja yang stabil dengan rata-rata pH 7,79 (±0,41) dan TDS 28,27 ppm (±6,97), sedangkan sensor DO menunjukkan nilai rendah (rata-rata 0,038 mg/L) dengan tren peningkatan saat penggunaan mikrobubble. Sistem ini terbukti mampu memberikan solusi pemantauan kualitas air yang efisien, akurat, dan real-time, serta berpotensi mendukung pengelolaan akuakultur berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut pada sistem aerasi dan sensor DO.Permasalahan utama dalam budidaya perikanan air tawar adalah ketidakstabilan kualitas air yang sering tidak terdeteksi secara dini, terutama terkait parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Pemantauan secara manual memerlukan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap keterlambatan deteksi perubahan kualitas air yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan ikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 Devkit V1 yang mengintegrasikan sensor pH, TDS, dan DO. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD 20x4 I2C serta dikirim secara real-time ke platform Blynk dan Google Spreadsheet, guna memudahkan pemantauan jarak jauh dan pencatatan otomatis. Pengujian dilakukan pada akuarium yang dilengkapi teknologi mikrobubble untuk menganalisis efektivitas sistem dalam mendeteksi perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH dan TDS memiliki kinerja yang stabil dengan rata-rata pH 7,79 (±0,41) dan TDS 28,27 ppm (±6,97), sedangkan sensor DO menunjukkan nilai rendah (rata-rata 0,038 mg/L) dengan tren peningkatan saat penggunaan mikrobubble. Sistem ini terbukti mampu memberikan solusi pemantauan kualitas air yang efisien, akurat, dan real-time, serta berpotensi mendukung pengelolaan akuakultur berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut pada sistem aerasi dan sensor DO
POTENSI AMBASSADOR PADA ASOSIASI PROFESI DI INDONESIA DALAM MENDORONG PEMENANGAN BIDDING KONFERENSI
International meetings (either conferences or other forms of meetings) that are held certainly have implications for the image of the host. The organization of the event represents the destination/country that acts as the host. The potential to organize international meetings can come from several market segments, one of which is the association market segment, especially professional associations affiliated with international or world-class associations. The main reason for preparing the Ambassador Program is that the majority of international association meetings that occur periodically and alternate between countries require a kind of competitive bidding process involving local or national contacts to submit proposals or invitations (ICCA, 2012). This research was conducted to increase the number of international association conferences held in order to improve Indonesia's competitiveness as a MICE Destination. The method that will be used is the exploratory method by conducting desk research and respondent surveys to professional associations affiliated with international associations.
Keyword: Ambassador Program, Bidding, Association Conference, MICEPertemuan internasional (baik berupa konferensi maupun pertemuan dalam bentuk lainnya) yang diselenggarakan pasti berimplikasi kepada image/ citra dari tuan rumah penyelenggara. Penyelenggaraan acara menjadi representasi dari destinasi/ negara yang bertindak sebagai tuan rumah. Potensi untuk menyelenggarakan pertemuan internasional dapat berasal dari beberapa segmen pasar, salah satunya adalah segmen pasar asosiasi, utamanya asosiasi profesi yang berafiliasi kepada asosiasi internasional atau tingkat dunia. Alasan utama untuk menyiapkan Ambassador Program adalah bahwa mayoritas pertemuan asosiasi internasional yang terjadi secara berkala yang bergantian antar negara membutuhkan semacam proses penawaran kompetitif (bidding) yang melibatkan kontak lokal atau nasional untuk mengajukan proposal atau undangan (ICCA, 2012). Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah penyelenggaraan konferensi asosiasi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia sebagai Destinasi MICE. Metode yang akan digunakan adalah metode exploratory dengan melakukan desk research dan survey responden kepada asosiasi profesi yang terafiliasi pada asosiasi internasional.
Keyword: Ambassador Program, Bidding, Konferensi Asosiasi, MICE